Sabtu, 28 Juni 2014

Tetap pede memasak meski pun ditinggal mudik ART

Ramadhan sudah di depan mata, tak hanya saya saja yang bersemangat, tiga krucil di rumah pun sudah tak sabar menanti serunya hari-hari di bulan puasa. Abang sudah jauh-jauh hari mengingatkan bahwa ia ingin dibuatkan opor ayam. Si kakak, pecinta pedas, jadi makanan yang biasanya disediakan tidak jauh dari rendang, ayam rica-rica, dan somay. Si bungsu baru genap tiga tahun, tapi sudah minta ijin ikut tarawih bersama kakak-kakaknya nanti karena dia mendengar kakak-kakaknya sudah membuat rencana tarawih bersama teman-teman satu kompleknya, seru sekali...


Namun, dibalik keriaan tersebut, tersimpan sebersit kecemasan di hati saya. Si mbak akan pulang saat pertengahan bulan puasa dan sebagai ibu bekerja meski pun tidak setiap hari, namun saya takut tidak bisa maksimal mengurus makanan sahur dan berbuka keluarga, apalagi jujur saja saya adalah mama yang tidak jago memasak.

Kecemasan saya cukup terjawab dengan undangan workshop #InovasiDapur dari Philips. Pada hari Selasa, tanggal 24 Juni 2014 bertempat di Plaza Bapindo, chef Haryo memandu acara Inovasi Dapur Philips yang menawarkan teknik serta tips dan trik  untuk nutrisi seimbang bagi para mama yang hadir. 

Workshop Inovasi Dapur Philips
Dalam workshop tersebut saya mendapatkan banyak sekali informasi mengenai nutrisi terutama selama bulan Ramadhan. Makanan yang kita konsumsi pada saat sahur dan berbuka, secara langsung memberikan dampak terhadap apa yang kita rasakan ketika kita berpuasa. Selama lebih dari delapan jam, tubuh manusia membakar semua nutrisi yang diserap dari makanan dan mulai menggunakan lemak yang tersimpan untuk energi. Meskipun proses ini aman untuk orang dewasa yang sehat, tanpa asupan nutrisi yang tepat pada saat sahur dan berbuka untuk mengisi cadangan energi, maka akan mengakibatkan kelesuan, mudah marah, dan masalah kesehatan lainnya. Saya pribadi biasanya akan ‘cranky’ alias banyak ngedumel saat kekurangan asupan nutrisi. Pekerjaan di kantor mau pun di rumah pun cenderung terbengkalai jika tubuh terasa lemas.

Makanan yang sebaiknya kita hindari adalah makanan olahan dan makanan kemasan yang mempunyai nilai nutrisi yang rendah, makanan berminyak yang berat dan sulit untuk dicerna, makanan yang mengandung garam tinggi yang dapat memicu resiko dehidrasi, dan makanan berat bergula halus seperti kue dan permen yang meskipun awalnya memuaskan, tetapi dapat menyebabkan penyakit diabetes. Bahkan nasi putih yang merupakan kebutuhan pokok orang Indonesia, harus dibatasi asupannya selama Ramadhan karena sebagai karbohidrat sederhana, nasi putih secara cepat di proses oleh tubuh kita dan tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan selama kita berpuasa.


Makanan sahur dan berbuka yang terbaik adalah menggabungkan karbohidrat kompleks seperti gandum, olahan gandum, dan nasi merah dikombinasikan dengan makanan kaya serat seperti sayuran hijau dan buah-buahan untuk melepaskan energi secara perlahan. Protein seperti ikan dan ayam, serta lemak sehat seperti kacang-kacangan dan minyak kelapa juga memenuhi nutrisi penting dan menangkal rasa lapar. Buah dan sayuran dengan kadar air yang tinggi seperti kelapa muda, semangka, timun jepang, dan wortel juga penting untuk mencukupi rehidrasi.


Karena ini adalah workshop, tentu saja banyak prakteknya. Chef Haryo Pramoe memandu para peserta -yang mayoritas adalah para mama- menggunakan beberapa alat masak yang bisa mempermudah dan mempercepat pengolahan hidangan terutama saat menyiapkan sahur dan buka puasa. Saat mendengar kata 'mudah' dan 'cepat' saya langsung pasang mata dan telinga, memperhatikan dan mempraktekan penggunaan alat-alat masak tersebut. Bagaimana tidak? sebagai mama yang tidak jago masak, kata mudah dan cepat adalah daya tarik yang luar biasa hehehe..

"Saat mendengar kata 'mudah' dan 'cepat' saya langsung pasang mata dan telinga, memperhatikan dan mempraktekan penggunaan alat-alat masak tersebut. Bagaimana tidak? sebagai mama yang tidak jago masak, kata mudah dan cepat adalah daya tarik yang luar biasa hehehe.."

Salah satu alat yang diperagakan adalah Table Grill. Dua plat yang menggabungkan permukaan halus yang ideal untuk memasak makanan halus seperti sayuran, ikan serta udang dan permukaan berusuk untuk membakar ikan dan ayam. Suhu tinggi yang secara konstan dihasilkan oleh pemanggang ini membantu untuk mengikat rasa dan nutrisi.

Ada juga food processor yang akan memaksimalkan berbagai varian resep dengan usaha yang minim. Dilengkapi dengan pisau bertenaga mampu mengemat waktu dalam memotong bahan-bahan. Misalnya saat chef Haryo mengajak kami semua mempraktekan cara membuat somay, dalam sekejap food processor tersebut mampu menghasilkan adonan yang siap dimasukan ke dalam kulit somay dan tinggal dimasukan ke dalam food steamer. Philips Food Steamer adalah alat yang mampu menyiapkan beraneka hidangan sekaligus. Produk ini selain dapat menjaga kandungan nutrisi di dalam hidangan saat memanaskan makanan juga dapat mematangkan beberapa hidangan sekaligus. Saat praktek, kami mencoba mematangkan somay, fillet ikan dan sayur-sayuran sekaligus.

Saya saat praktek membuat somay

Airfryer adalah salah satu produk idaman saya. Produk berteknologi Rapid Air ini menggabungkan perputaran cepat udara panas dengan elemen panggang untuk membantu Anda menggoreng makanan dengan udara. Philips Airfryer memungkinkan menggoreng makanan tanpa minyak. Nah! cocok sekali untuk saya yang sedang berdiet dengan berusaha mengurangi konsumsi minyak goreng dalam keluarga...


sudah masuk 'wish list' saya ;D
Produk lainnya adalah Philips Electronic PressureCooker. Dengan berbagai variasi program memasak, Philips Electronic Pressure Cooker melunakan bahan-bahan yang keras dalam beberapa menit. Cepat dan mudah, bukan?
ME computerized electric pressure cooker

Selesai acara, saya langsung merasa lebih percaya diri untuk bisa menyiapkan makanan sahur dan berbuka yang seimbang dan bernutrisis bagi keluarga meskipun si mbak sedang pulang kampung:)

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai produk-produk home cooking Philips lainnya, silahkan kunjungi website atau halaman facebook nya.

5 komentar:

shintadaniel mengatakan...

Haduh yaa jadi reminder untuk belajar masak, belajar masak, belajar masak.. *banting panci*... Punya babysitter andalan jago masak jadi terlena laah aku..
Ituuh air fryer juga wishlistku Ta, mengurangi pemakaian minyak buat goreng yaa *padahal alasan biar gak usah belajar goreng takut gosong* :D

zata ligouw mengatakan...

Shintaaaa, sama! ART gw jago masak jadi selama ini gw ngandelin dia banget, hehehe..
hahhaha...mudah2an segera tercapai yah cita2 kita punya airfryer ;p aminnn...

shintadaniel mengatakan...

Rada OOT nih, kalau mau follow blog lo (blogspot) tapi dari Wordpress begimana caranya sih? gue sih punya blogspot tapi gak pernah diupdate. Haduh maklum nih blogger gatek..

zata ligouw mengatakan...

Gw juga blm terlalu paham Shin tapi gw pernah follow wordpress pake akun wordpress (tanpa blog) aja..., hmmm.., jadi pengen cari tahu jg, browsing2 dulu yaa..

Angela Tan mengatakan...

I like this low fat oil fryer. I need to cut down on fried foods and this fryer would let me enjoy fried foods without being oily and greasy and better for me.

Poskan Komentar