Senin, 25 Januari 2016

Dengan Acer Liquid Z320, Bye bye Mimpi Buruk! | REVIEW

seimbang antara bermain dan belajar

Belum lama ini saya menulis tentang pengalaman anak perempuan pra-remaja saya, si kakak, yang mengalami cyberbullying, di mana ia mendapat beberapa pesan berisi hinaan yang tentu saja bisa mempengaruhi kepercayaan dirinya di umur yang tergolong masih labil ini.

"Slime-nya sih biasa aja, tapi itu lho, tangan kirinya kayak banci!," tulis salah seorang anak di video tentang "cara membuat foam slime" yang sempat diunggah oleh anak saya di youtube.


Ahaha, slime-nya jelek banget!," komentar yang lain lagi.

"Ih, sok tau banget pake ngajar-ngajarin."

Aduuuh, terbayang, kan, perasaan saya sebagai ibu saat membaca komentar-komentar negatif tersebut?.

Selain itu, ada lagi pengalaman tak terlupakan soal anak pra-remaja saya yang nomor satu, si abang. Itu benar-benar mimpi buruk buat saya. Saya ingat sekali, sekitar dua tahun yang lalu, saat ia masih duduk di sekolah dasar, saya menemukan hal yang membuat dengkul saya lemas.

Pada suatu hari, saat beberapa teman yang umurnya lebih tua selesai bermain ke rumah, saya memeriksa smartphone serta tablet yang mereka pakai bersama-sama. Seperti biasa, saya memeriksa bagian browsing history dan 'deg!', saya mendapatkan sekitar lima link yang mengarah pada pornografi.

Ya, Tuhan, saya langsung menelepon suami saya, setengah menangis saya membeberkan temuan saya di smartphone dan tablet abang. Suami saya meminta saya untuk tenang dan mengatakan bahwa ia akan berbicara empat mata dengannya saat pulang kantor nanti malam.

"Ya, Tuhan, saya langsung menelepon suami saya, setengah menangis saya membeberkan temuan saya di smartphone dan tablet abang"

Singkat cerita, abang mengatakan bahwa ia sama sekali tidak membuka website yang berbau pornografi yang ditemukan di history gadget miliknya, di satu sisi, ia membela teman-temannya saat suami saya menanyakan kemungkinan apakah mereka yang membuka situs tersebut.

Akhirnya, tanpa sedikit pun memarahi, kami memberi wejangan padanya untuk lebih hati-hati dalam menggunakan smartphone dan juga untuk tidak ikut-ikutan teman yang lebih tua jika diajak melihat hal-hal yang berbau pronografi.

mimpi buruk saya soal bahaya internet pada anak. sumber.

Dua pengalaman di atas membuat saya sedikit paranoid namun positifnya, saya makin berusaha maksmal agar abang, kakak, serta si bungsu yang masih balita, aman menggunakan smartphone yang kebanyakan memang mendukung bertambahnya pengetahuan mereka.

Saya ingin agar mereka mendapatkan sebanyak-banyaknya manfaat positif dari perkembangan teknologi saat ini sehingga saya tetap mengijinkan mereka menggunakan smartphone dan gadget lainnya namun dengan beberapa tips yang saya temukan di situs milik  Acer Indonesia ini.

Saya pun langsung berusaha menerapkan tips dari artikel yang berjudul 4 Tips Aman Anak Main Smartphone tersebut sebagai berikut:

1. Alokasi waktu bermain gadget.

Untuk dua anak saya yang sudah menjelang remaja, bermain smartphone tetap saya batasi. Pastinya waktu mereka berinteraksi dengan smartphone jauh lebih banyak dibanding adik mereka yang masih balita, karena abang dan kakak, panggilan untuk anak pertama dan kedua saya, memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan teman-teman sekolahnya mengenai pe er, jadwal kegiatan ekskul, atau sekedar ngobrol. Browsing juga menjadi keseharian mereka untuk menambah ilmu atau sekedar hiburan.

Meski pun begitu, saya tetap mengalokasikan waktu bermain gadget mereka antara 2-4 jam sehari tergantung situasi. Sedangkan buat si bungsu cukup 1-2 jam per hari, sisanya bisa ia pakai untuk bermain dengan mainan robot serta aktivitas yang mendidik lainnya.

main gadget-nya jangan lama-lama, ya, nakkk... :)

2. Batasi konten.

Seperti tertulis di website acer untuk menjadikan smartphone sebagai sarana belajar bukan babysitter, saya setuju sekali. Mungkin banyak yang memberikan smartphone pada anaknya terutama yang masih kecil agar anaknya anteng, di mana anak tersebut bisa main game berjam-jam tanpa pengawasan yang cukup. Hal ini berbahaya bagi perkembangan anak karena kita tidak tahu konten apa saja yang mereka lihat dan mainkan saat kita memberi mereka smartphone.

Itulah pentingnya mengapa kita harus mengatur konten yang bisa dilihat dan dimainkan oleh anak-anak, misalnya konten yang bermanfaat, mendidik serta merangsang daya pikir serta kreativitas mereka.

Untuk anak saya yang sudah besar, biasanya saya mengijinkan mereka bermain game yang merangsang daya kreativitas mereka seperti permainan membangun gedung, permainan tebak kata, dan lain sebagainya.

Untuk si kecil, selain mendengarkan lagu anak-anak, ia juga senang bermain dan belajar mengenai warna di gadget miliknya.

konten buat abang pun tetap saya batasi

3. Dampingi anak.

Untuk anak saya yang masih balita, saya memberikan pendampingan penuh saat ia bermain gadget, tidak hanya untuk mencegah kalau ia tanpa sengaja mengunjungi situs tertentu atau mengklik gambar yang tak diinginkan, namun juga agar setiap saat saya bisa memberi pengertian tentang apa yang sedang dilihat dan dimainkannya.

Kabar baiknya, saat menggunakan Acer Liquid Z320, orangtua tak perlu khawatir anak-anak tanpa sengaja membuka situs yang tidak diinginkan karena ada fungsi parental control.

Berbeda dengan dua kakaknya. Mereka hanya sesekali saya dampingi, namun setiap hari selalu saya periksa history dari apa saja yang mereka kunjungi dan lihat. Saya pun meminta ijin pada mereka untuk bisa sering mengecek akun sosial media mereka agar saya juga bisa mengontrol apa yang mereka lalukan di sana.


4. Selektif memilih perangkat.


Bicara soal poin terakhir, yaitu selektif memilih perangkat, saya menemukan satu smartphone yang bisa menjadi solusi tepat bagi orangtua dan anak, yaitu Acer Liquid Z320. 

Ada dua alasan utama mengapa saya merekomendasikan smartphone ini. Pertama adalah karena fitur kids center yang dikhususkan buat anak-anak dan kedua karena spesifikasinya.

Yuk, kita bahas satu per satu.

Fitur Kids Center

Karena niatnya memang untuk anak-anak, namun bisa juga digunakan oleh saya dan suami, maka poin pertama yang menarik perhatian saya adalah adanya fitur Kids Center yang dimiliki oleh Acer Liquid Z320 ini.

Fitur Kids Center adalah sebuah ekosistem yang dirancang khusus untuk anak-anak di mana ditawarkan konten menarik dan baru setiap harinya, baik yang gratis mau pun berbayar. Isinya pun adalah apa yang biasanya disukai oleh anak-anak yaitu game dan video namun tentu saja yang sesuai dengan anak-anak.

Seperti saya ungkapkan sebelumnya bahwa smartphone ini memiliki parental control yang merupakan bagian tak terpisahkan dari fitur Kids Center. Orangtua bisa mengontrol apa yang bisa dibuka oleh anaknya bahkan bisa menentukan berapa lama anak menjelajah di sana dengan menggunakan setting time limit.

fungsi parental control yang membuat orangtua tenang :)

Selain pertimbangan keamanan bagi anak, yang mempengaruhi pilihan saya dan suami adalah isi dari Kids Center tersebut. Apakah isinya menarik buat anak?, apakah bisa membangun daya kreativitasnya? apakah tidak membuat kecanduan? dst, dst. Cerewet? memang, namanya juga buat anak sendiri, ya kan? :)

Setelah mencari tahu, akhirnya saya berkesimpulan bahwa fitur Kids Center ini ternyata sangat menarik, baik permainan mau pun tayangan video-videonya. Anak bungsu saya yang berusia 4 tahun sedang gemar sekali menonton video anak-anak di youtube, ia juga suka sekali mewarnai, jadi harusnya fitur ini mampu mengakomodir kebutuhan si bungsu.

kegiatan mewarnai di Kids Center, cocok buat si bungsu!

Spesifikasi

Untuk anak-anak sudah super aman dan nyaman, lalu apa lagi pertimbangan lainnya?, ya spesifikasi, dong. Percuma jika ada fitur yang baik buat anak namun spesifikasinya tidak bagus.

Layar yang pas
Karena kebutuhan utamanya adalah untuk belajar dan bermain yang pastinya akan banyak digunakan untuk menonton video, bermain game serta melihat gambar, layar yang besar (namun tidak kebesaran) adalah hal yang sangat penting.

Dengan ukuran layar 4,5 inch, smartphone ini sangat memuaskan untuk aktivitas yang saya sebutkan di atas, apalagi saya sendiri sering memakainya untuk keperluan di sosial media dan blogging, layar ukuran 4,5 inch tersebut sangat mempermudah pekerjaan saya dan pas dengan jari-jari tangan kami sehingga meminimalisir typo alias salah ketik saat sedang menulis.

Kamera
Nah, ini penting!, saya sekeluarga hobi memotret kapan saja, di mana saja, dari mulai menggunakan kamera poket, kamera mirorrless, DSLR, sampai kamera handphone. Dengan kamera utama 5 mp auto focus dengan LED flash light serta kamera depan 2 mp fixed focus, kamera ini cukup untuk kegiatan sehari-hari kami.

Uniknya, ada fitur Gourmet Mode di kamera smartphone ini yang memberi kemudahan bagi para pecinta makanan yang juga hobi memotret. Klik saja logo Gourmet Mode pada layar preview, maka kamera smartphone ini akan langsung menyesuaikan temperatur warna pada makanan sehingga hasilnya adalah foto makanan yang menggiurkan, yummm...

Kualitas suara
Karena aktivitas yang banyak dilakukan menggunakan smartphone ini adalah menonton video dan main game, serta mendengarkan musik, haruslah kualitas suaranya mendukung.

Smartphone ini menggunakan DTS sound yang membuat suara menjadi sangat jernih dan detail suara akan lebih terasa. Ini cocok sekali untuk si bungsu yang sedang senang menangkap kata-kata yang jarang didengarnya dan mencari tahu artinya. Bagus juga untuk kakak yang hobi menonton dan mendengarkan musik, juga bagi abang yang sering menonton video para youtubers favoritnya.

si kakak yang hobi nonton video Aikatsu :)
Dan masih banyak lagi kelebihan dari Acer Liquid Z320 ini, secara rinci ini dia spesifikasinya:

Layar
4.5 inch, FWVGA (854 x 480)
IPS wide view angle
Kamera Utama
5 MP auto focus with LED flash light
Kamera Depan
2 MP fixed focus
Prosesor
Quad core 1.1GHz, Qualcomm MSM 8209
Internal Storage
8GB
Memori
1GB
Jaringan
·         3G:
·         HSPA/WCDMA: 850MHz / 900MHz / 1900MHz / 2100MHz
·         GSM/GPRS/EDGE: 850/900/1800/1900MHz
·         3G up to 42Mbps
Konektivitas
·         WiFi 802.11 b/g/n
·         Bluetooth 4.0 EDR
·         GPS/AGPS
·         Micro SD slot, Micro USB, 3.5mm audio jack
Sensor
Light sensor, G sensor, Proximity sensor
SIM
Dual SIM Card
Sistem Operasi
Android 5.1
User Interface
Acer Liquid UI
Hiburan
Youtube
Produktivitas
·         abFiles
·         Acer SnapNote
Utility
Acer Aid Kit, Quick Mode
Fitur Spesial
·         Acer BluelightShield™
·         DTS Studio Sound™
·         Kids Center
·         Gourmet Mode
Baterai
2000 mAh, replaceable battery
Talk time: up to 11 hours *
Standby time: up to 480 hours*
Dimensi
136 x 66.5 x 9.6 mm
Bobot
142 g with battery


Gimana? keren kan?. Tapi akan lebih keren lagi kalau tahu harganya. Saat ini harga Acer Liquid Z320 sedang diskon loh, harganya hanya berkisar di angka satu juta lebih!

apa?!!!, harganya nggak sampe dua juta??!! (gambar)
Nah, puas dengan fitur khusus untuk anak serta spesifikasinya ditambah lagi harganya yang sangat ramah di kantong menjadikan Acer Liquid Z320 ini pilihan yang tepat dan aman bagi anak dan orangtua.

Kesimpulannya, orangtua bertanggungjawab penuh untuk mendampingi anak-anaknya serta memberikan dukungan dan perangkat yang tepat untuk menunjang keperluan anak-anak mereka. Dalam kasus saya, perangkat yang tepat membebaskan saya dari mimpi buruk dan ketakutan bahwa anak-anak secara sengaja mau pun tidak sengaja membuka situs-situs yang tidak seharusnya mereka lihat.

*******

17 komentar:

Horas Silalahi mengatakan...

Semoga dengan adanya Acer Liquid Z320, orang tua tidak akan menemukan lagi "link" yang bikin syok itu ya.

Ayaa mengatakan...

hihihi, Jadi tenang kalo ada HP yang bisa menjadi filter konten ya Mbaak :)

Nunu Halimi mengatakan...

Hallo mba Zata...Salam kenal yaa...gadget, untuk anak sepertinya sudah jadi kebutuhan, pengawasannya susah-susah gampang, dengan Acer Liquid Z320 bisa lebih mudah.

Nunu Halimi mengatakan...

Hallo mba Zata...Salam kenal yaa...gadget, untuk anak sepertinya sudah jadi kebutuhan, pengawasannya susah-susah gampang, dengan Acer Liquid Z320 bisa lebih mudah.

zata ligouw mengatakan...

@Horas, iyaa pastinya nggak akan kebuka link2 yang nggak jelas lagi..

@ayaa, betulll, jadi tenang deh :)

@Nunu, salam kenal jugaa..

Lidya Fitrian mengatakan...

walaupun sudah ada kid center peran serta orang tua harus tetap mendampingi anak-anak ya

zata ligouw mengatakan...

mba @Lidya, betul, peran orangtua tetap yang utama..

Aprie mengatakan...

Iya serum banget kalau anak-anak udah kenal pornografi, Mbak.
Dulu waktu saya SD, jaman-jamannya belum booming smartphone tapi VCD, ada tetangga saya yang kegirangan ngajak nonton film anak-anak sekampung, taunya film porno. Kami korban padahal sama-sama usia anak. Nahas, kan? :(

zata ligouw mengatakan...

@aprie: iyaaa sedih bangettt :(

noe mengatakan...

Aku jg pernah nih ngalamin kayak gitu, pas anak2 lg nonton yutup chanel animasi, eeh nyelip link porn. sediiiihhh bgt, sejak itu aku uninstall yutup di hp.

Jade Ayu mengatakan...

Anak sekarang memang byk mbak yg krg bs berbahasa yg baik d sosmed. Tmnku seller pls, pernah dikasari sm anak klas 1 smp. Bahasanya.. duhh, hewan2an semua hanya krn tmn sy lama bls chatnya. Mgkn pengaruh punya gadget tanpa kontrol org tua ya.. mknya bner itu, apa pun gadgetnya org tua ttp hrs mengawasi..

zata ligouw mengatakan...

@noe, tuuuhh kan serem yaaa.. :(

zata mengatakan...

ishhh serem banget ya @jade ayu, gak kebayang deh kalo ngalamin kejdian kayak gitu. Antara sebel sama kasian pasti sama si anak itu..

Cindy Vania mengatakan...

Bener banget kalo anak-anak mainan gadget,paling pas kalo dipantau sama ortu. karena ngga sedikit anak remaja yang kelakuannya sama kayak yg dibilang mba Jade Ayu :(
Mudah-mudahan anak-anak kita dan anak-anak lainnya jangan sampai seperti itu juga. Harus selalu sopan walau hanya di dunia maya.

Ayu Utami mengatakan...

Duhh.... Memang harus di arahin dari awal ya Mbak Zata pada anak, setuju dengan pendekatan Mbak Zata ke anak nda perlu marah2 yang bikin anak malah ngerasa nda nyaman, lega ya ada gadget seperti ini...

@zataligouw mengatakan...

@Cindy Vania, amiinn..

@Ayu Utami, iya betul Yu..

helni mengatakan...

fitur2 keren lalu harganya juga miring...wah, mau donk :)

Poskan Komentar