Senin, 29 Februari 2016

[PENGUMUMAN] Giveaway #BetterMom


Hollaaaa...

maaf ya pengumumannya jadi mundur sehari karena beberapa hari terakhir rumah saya dua kali kebanjiran dan menyebabkan saya harus mencabut semua kabel colokan termasuk kabel komputer, jadi pekerjaan blogging dan lain-lain banyak yang terganggu.

Saya senangggg sekali dengan respon dari teman-teman semua, jawaban, rencana serta tips tentang bagaimana menjadi ibu yang lebih baik sangat menginspirasi saya. Terharu sekaligus jadi lebih bersemangat saat membaca komentar-komentar yang ada di postingan tentang #GiveAway #BetterMom yang ada di sini.

Proses pemilihan pemenang dilakukan dengan cara memilih jawaban terbaik untuk kemudian diundi dan jujur saja ternyata semua jawaban yang ada di komentar hampir 100 persen bagus sehingga saya kewalahan memilihnya. Pengundian dibantu oleh dua anak ABG saya, abang dan kaka, mereka pun membuat video singkatnya, dan inilah para pemenangnya... Tadddaaaaaa.... *drumroll please*




video

1. CERIA WISGA

2. NETI SURIANA

3. LATHIFAH IFFAH

4. LEYLA HANA

5. ISNAENI DK

6. SYAFIATUDDINIAH aka @TUTYMOHAMAD 

7. TYASETA SARDJONO

8. WITRY PRASETYO

9. JADE AYU

10. SRI LUHUR SYASTARI

Nomor 1-6 akan mendapatkan hadiah seperti yang saya tulis di postingan tentang GA #BetterMom dan sisanya, 4 nama terakhir akan mendapat hadiah hiburan.

Mohon untuk nama yang disebutkan di atas untuk mengirimkan email nama lengkap, alamat serta nomor telepon ke email saya zataku@gmail.com.

Untuk yang belum menang, semoga tidak kecewa ya karena memang semua jawabannya bagus dan pemilihannya pun lewat undian. Untuk menghormati setiap peserta yang sudah ikut serta, saya memberikan link ke setiap blog mereka dengan mengutip jawaban-jawaban mereka yang sangat inspiratif, semoga juga bisa menginspirasi yang lainnya...



RENCANA DAN TIPS UNTUK MENJADI #BETTERMOM:

1. Enjoy
Nikmati setiap moment, nikmati setiap masa dan nikmati hidup jadi seorang Ibu. Kalau kita enjoy menjalaninya Murni kata perintah Tuhan, karena ingin menjaga titipan Tuhan (anak) dan Karena menyadari bahwa kita adalah ibu pilihan yang istimewa. Makasih setiap kesulitan akan bisa kita lalui. Semoga.

2. Syukur
Menjadi Ibu gak mudah, ada tanggungjawab moral sebagai Sekolah pertama anak. Dengan menerima diri dan kelemahan yg ada, menerima anak apa adanya, saya juga yakin Tuhan tidak akan memberi ujian di Luar batas kemampuan manusia, jadi bersyukurlah atas segalanya. 

3. Sabar
Jadi Ibu yang baik itu banyak rintangannya. Kita bahkan terkadang gak ada waktu untuk sekedar minum dan makan yang disukai demi memberikan waktu yang terbaik untuk anak dan keluarga. Karenanya saat semua terasa berat menjalaninya bersabarlah. Yakinlah bahwa dalam setiap kesulitan akan ada kemudahan. 
Semoga dengan ketiga tips di atas kita bisa menjadi Ibu yang baik atau setidaknya kita sudah berusaha menjadi Ibu yang baik selama hidup kita.
Terakhir, saya cuma mau bilang "being a good mom is not easy but to be a happy mom is everything.
[Rodame]

1. Manajemen waktu
Tentu.. manajemen waktu disaat masih single akan sangat berbeda 180 derajat setelah menikah. Saya banyak melihat teman-teman yang sudah menikah atau kakak ipar saya sendiri dimana waktu untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan anak dan keluarga berada di posisi paling atas. Saat ini, saya berusaha memenuhi janji saya untuk bisa selalu bangun sebelum subuh dan punya waktu untuk bersih-bersih, beres kamar, mandi, n sarapan pagi serta lain-lainnya sampai jam 8 pagi. Setelah jam 8 pagi, saya sudah harus siap di depan laptop memulai BW, dan menyelesaikan tugas posting.

2. Banyak mengikuti kajian ilmu
Ilmu memang tak akan pernah selesai untuk dipelajari. Bersahabat dengan teman-teman yang suka share tentang info kajian ilmu merupakan suatu anugerah. Mereka tak lupa untuk selalu mengingatkan dan mengajak ikut kajian. Menyempatkan waktu dan membuat jadwal khusus untuk kajian menjadi agenda saya dalam setiap minggu. Semoga terus berlanjut ya :)

3. Banyak-banyak berdoa
Hehe, malu sayah. Iyaahh saya suka me-rajin-kan diri untuk berdoa agar kelak bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya. Katanya usaha tak akan lengkap tanpa izin yang Kuasa untuk mengabulkannya. Semoga jika kelak dianugerahkan untuk menjadi seorang ibu, Alloh menganugerahkan ilmu yang mumpuni, sabar yang berlipat-lipat dan ketangguhan hati, fisik dan mental to be a better mom. 
[Desi Namora]

1.Bersyukur dengan yang kita punya.
Jadi working mom biasanya suka laper mata kalau lihat teman kantor pakai yang baru atau lebih keren dari kita,biasanya saya selalu cari alasan mendapatkan approval suami untuk membeli apa saja yang Saya mau, tapi tahun ini dan semoga berlanjut selamanya mencoba untuk lebih bersyukur dengan apa yang kita punya, biasanya Saya memfollow komunitas sosial di twitter atau facebook, klise sih terdengarnya tapi itu berhasil, Setiap Saya membaca masih banyak yang kurang beruntung dari Saya, hal itu dapat mengurungkan niat Saya untuk belanja berlebihan. 

2. Stress Management
Dengan Mood yang baik Saya bisa mengerjakan sesuatu seperti the flash^^ , makanya Saya sangat menjaga mood Saya tetap baik, seperti tetap berkomunikasi dengan suami nun jauh di sana, perhatian kecil dari suami tenyata bisa membuat saya seperti wonder women hihihi, dan biasanya tidur cukup bareng anak bisa mengembalikan mood Saya yang acak - acakan.

3. Quality Time.
Jujur suami berlayar membuat quality time saya, suami dan anak sedikit sekali, jadi tahun ini mumpung suami lagi banyak waktu di darat, rencananya kami ingin buat moment bersama bertiga, seperti jalan - jalan ke kebun binatang, ke peternakan dan mungkin berkunjung ke rumah keluarga yang lain.

4. Di Rumah, Mama milikmu Seutuhnya Nak.
Sering kali di rumah Saya masih sibuk dengan smartphone Saya meneruskan game kesukaan Saya atau berselancar di media sosial, tahun ini Saya sangat ingin menjadi #BetterMom untuk anak dan suami, ingin menjauh dari smartphone sebisa mungkin saat dirumah, siap sedia saat anak dan suami membutuhkan^^
[Ayu Utami]

Saya belum jadi mommy...tapi untuk menjadi seorang ibu yang adalah cita-cita saya. Saya ingin anak-anak saya nantinya tumbuh jadi anak yang sehat dan cerdas tentunya salah satu faktor pendukungnya adalah makanan yang sehat, untuk itu saya harus membiasakan anak memakan makanan dari masakan rumah (masakan saya) bukan jajan di luar rumah. Kemudian sebisa mungkin saya mendampinginya belajar dan menonton tv di rumah agar saya bisa mengajari dan mengontrol tontonan yang layak untuk di tonton. Yang terakhir saya ingin memiliki tabungan khusus untuk anak saya untuk masa depannya kelak.
[Syafiatuddiniah]

1. Ikhlas dan syukur
Saat saya lelah mengurus urusan rumah tangga, beberes rumah, mengasuh 2 balita dan malamnya begadang dg sikecil yg usianya hampir 40 hari, saya hanya bisa berucap lahaulawalaquwwata illa billah. semoga Allah memberi sy kekuatan lahir batin utk menjadi ibu yg baik utk mereka. setiap sy kesal menghadapi anak2, sy ingat sy adalah perempuan yg beruntung punya sami yg baik dan sholih, anak2 yg baik, sehat dan aktif. Jd sy harus banyak bersyukur. setiap ibu pasti mengalami masa2 sulit merawat, mendidik, dan mengasuh anak sehingga sy berusaha utk terus menjadi ibu yg ikhlas dalam menjalani hidup dan bersyukur agar tetap bersemangat menjalani rutinitas harian. Suami sy selalu memberi semangat, bahwa apa yg kita tanam hari ini akan kita panen di suatu hari nanti.

2. Istiqomah ibadah
Belajar dr seorang kerabat, namanya Bu karsono. Di usia menjelang 60th beliau sehat, tdk pake kacamata, tidak punya penyakit serius, tdk berpantang makanan, masih aktif dg kesibukannya utk memijat bayi dan ibu2. ternyata rahasianya shalat 5waktu tepat waktu, tdk pernah meninggalkan tahajud dan Dhuha, bisa tidur malam setelah tadarus Al Quran, dan merasa diri banyak dosa dihadapan Allah. Harapan saya, ditahun ini dan seterusnya sy juga bisa seperti beliau, istiqomah dalam ibadah, shalat wajib tepat waktu, istiqomah dg ibadah sunnah, dan tdk melewatkan tadarus setiap hari sbg ikhtiar sy semoga Allah memberi kami anak2 yg baik dan sholih, yg hidupnya mulia di dunia dan akhirat.

3. Terus belajar
saya ibu yg bisa memasak tp belum pintar memasak, sehingga utk menjadi #BetterMom, sy berusaha meningkatkan kemampuan memasak dan membuat cemilan utk suami dan anak2, meski rasanya masih acakadul, semoga makin lamakemampuan memasak saya makin baik. Karena full di rumah, sy juga memanfaatkan buku2 dan internet utk banyak belajar, ikut komunitas menulis, blogger, membaca buku2 parenting, dan juga buku2 anak sebagai sarana belajar anak di rumah. membaca dan browsing jg bs menjadi me time utk sy saat anak2 tidur.

4. Belajar mengelola emosi
dengan 3 anak artinya utk mjd #BetterMom saya harus bisa lebih pandai mengelola emosi, pada anak dan suami. kedua anak kami berusia 5th dan 3th, sedang aktif2nya sehingga sy berusaha bisa berkomunikasi dg mereka tanpa emosi tapi bisa dimengerti.

5. memperbaiki komunikasi dg suami
menurut suami, sejak menjadi ibu perilaku saya ada yg berubah. mungkin benar, sejak jadi ibu, otomatis saya berusaha mengutamakan anak2. suamipun begitu. tapi tentu hubungan kami tidak seperti saat awal menikah. Kini lebih banyak dipenuhi dg tanggung jawab. Sehingga dg rutinitas mengasuh anak sehai-hari sy berusaha menjaga hubungan dg suami seperti saat awal kita menikah. seolah tak ada yg berubah. Salah satunya dg 'mencuri waktu' pergi berdua saja tanpa anak. meski cuma sebentar, atau nonton film bareng dilaptop saat anak2 tidur. karena berusaha menjadi #bettermom otomatis jg berusaha menjadi #betterwife
[Lathifah Iffah]

1. Berusaha selalu 'ada' utk si kecil ken. Ada yg aku maksud di sini adalah, ada yang benar benar ada, tidak hanya raga saja yg hadir namun jg harus diikuti oleh jiwa. Sbb thn lalu, aku akui, ragaku memang ada di dekat ken, tp jiwaku melanglang buana di dunia maya. Jd mulai thn ini aku akn berusha sllu 'ada' bwt si ken. Mengenai dunia maya, dunia blogging, dan dunia lain *halah, apapun itu, tidak akan menjadi fokus utama lagi. Fokus utama adalah menjaga amanah yang dititipkan oleh Nya sebaik mungkin. 

2. Tidak bertingkah seperti gelas penuh lagi. Yg tidak mau mendengar segala saran pendapat dari orang sekitar. Sebab merasa diri lebih tau segalanya, sebb merasa yang mereka ketahui hanya sekedar kata orang tua dulu, atau kata si anu, atau sekedar mitos belaka. Padahal mungkin di balik saran pendapat yang mereka katakan ada sisi benarnya juga. Jadi mulai thn ini, aku akan menjadi gelas kosong saja. Tentunya sudah dilengkapi dengan penyaringnya. Aku akan menerima saran pendapat hingga kritik dari orang sekitarku, aku akan menghargainya, namun tetap aku pilah dan pilih
mana yang bukan hanya mitos belaka. Tidak langsung menolak saran dan pendapat tersebut mentah mentah. 
Selain itu juga, dengan menjadi gelas kosong berpenyaring, aku bisa lebih membuka diri, menerima aneka macam ilmu yang masuk khususnya ttg dunia anak anak, lalu memilah dan memilih mana yang sekiranya dan insyaAllah terbaik untuk si kecil ken. 

3. Lebih banyak bersyukur. Sebab dg bersyukur, aku berharap, nantinya bisa membuatku lebih enjoy dalam menjalani aktivitas sehari hari, nggak gampang baper, dan lebih tenang dalam menghadapi cobaan yg datang melanda. Jika sudah begitu, aku berharap, aku benar benar bisa me-manage emosi. Emosiku bisa selalu stabil. Terutama saat sedang bersama si kecil ken. Semoga ya. Semoga bisa demikan. Amin. 
[Inda Chakim]

1. Lebih rajin memasak:
Saya suka memasak, tapi memulainya selalu merasa berat, saya harus melawan kemalasan saya, jujur bangun pagi lebih asyik beberes daripada berkutat dg bawang merah, bawang putih, garam dan teman2nya. Saya ingin selalu mendahulukan masak, krn yg lain masih bisa menunggu utk diselesaikan, sedangkan asupan gizi keluarga adalah tanggung jawab utama saya yg bisa berdampak banyak hal bila tdk dijaga dg baik.

2. Mendisiplinkan diri dan buah hati untuk belajar agama setiap hari:
Gak terasa sebentar lagi anak saya sdh mau 5 tahun dan sy mereview apa saja yg sudah sy ajarkan dan sudah dikuasai oleh Gavin, hiks, ternyata banyak sekali ketertinggalan saya. Pendidikan agama adlh bekal seseorang menjalani hidup, sy sadar sekali dampaknya bila tdk sedini mungkin menanamkannya. Sy banyak melepas Gavin menonton tv dan bermain gadget, padahal sy pasti bisa menyisihkan waktu 1 hari sekali utk mengajarinya, tapi sy lalai, maka mulai tahun ini sy ingin lebih disiplin pd diri saya dalam hal ini.

3. Membaca buku.
Saya senang membaca, tapi perhatian selalu teralihkan apabila memegang gadget, padahal saya pun juga sedikit-sedikit membeli buku, nyatanya banyak yang belum dibaca. Buku adalah gudang ilmu, sumber wawasan dan jendela dunia, saya jelas merugi bila tdk merajinkan diri menyentuhnya. Semoga tahun ini dapat lebih baik, saya dapat membaca lebih banyak buku. Amin
[Dewi Ratih]

1. Memperbanyak Ilmu Agama:
Bagaimana saya bisa mengajari Naeema jika saya tidak paham. Bagaimana dia mau mengikuti apa yang harus dilakukan dan baik kalau saya sendiri tidak melakukannya terlebih dahulu. Bagaimana dia mau paham agamanya kalau dia tidak melihat sendiri saya belajar tentang agamanya. Jadi mendidik anak sekarang memang harus disertai contoh agar lebih mudah masuknya dibandingkan sekedar perintah.

Insyaallah akan ikut dibeberapa kajian, selain untuk mengisi waktu dan tentu saja menambah pengetahuan saya akan agama. Apa dengan berkerudung berarti saya paham? Belum tentu, karena berhijab sendiri hanyalah salah satu contoh dari banyaknya amalan yang harus dilakukan. Karena itu saya perlu belajar lagi.

2. Me Time
Memiliki Me Time bukan berarti saya egois. Me Time menurut saya juga berkepentingan untuk psikologis saya sendiri. Menurut saya refreshing itu perlu, bayangkan kalau kita sebagai ibu dirumah terus stress maka yang akan kena dampaknya adalah anak. Bisa saja kita jadi mudah marah, cara bicara menjadi kurang enak dan banyak sisi negative lainnya saat kita sedang stress. 

Me Time itu tidak harus mahal dan seharian penuh koq. Bagi saya me time itu bisa dengan hanya menghadiri acara-acara blogger (sekitar 2-3 jam), pergi ke salon untuk sekedar creambath, atau duduk didepan laptop sambal blogwalking saat Naeema asik bermain bersama temannya.

Kemudian saya juga ingin focus pada impian-impian yang sempat tersimpan hanya didalam kalbu karena kesibukan didunia kerja. Saya ingin mendalami lagi MC, kemudian menikmati hobi menjadi blogger dan belajar menjadi professional. Ingin konsisten menjadi entrepreneur, bismillah semoga dimudahkan. Intinya saya ingin menjadi Ibu Rumah tangga yang produktif.

3. Keluarga
Kalau dulu saat ada acara keluarga yang harus dilakukan saat hari kerja, pasti saya absen. Tapi sekarang sebisa mungkin saya ikut, paling tidak menjadi wakil suami kalau dia juga berhalangan hadir. Atau jika harus ada acara keluarga di sabtu-minggu dan harus sampai malam, saya tidak terlalu pusing memikirkan besok harus kerja lagi. Kalau sebelum saya resign, hanya terbatas waktu menemani Naeema kesekolah (antar-jemput) sekarang bisa saya lakukan. Tidak perlu merasa tidak enak dengan kantor jika ada urusan keluarga yang harus saya urus. Kini saya focus kepada pencari penghasilan tambahan bukan yang utama. Paling tidak saya masih punya tambahan untuk kebutuhan saya pribadi. 
[Desy Yusnita]

1. Atur Waktu
Dalam artian, walaupun skrg aku ga kerja kantoran, tp aku hrs pinter2 bagi waktu juga. Tentunya, namanya udah jd FTM, waktu sama anak lebih banyak hrs lebih banyak. Makanya hrs pinter bagi waktu antara ngeblog (Tsah!), baking, urus rumah (secara aku PRT-less), wkt berdua suami (mksdnya ngedate, semacam diner, ntn, ato lari tiap jam9mlm rutin) dan tentu nya me time. Kalo udah bisa bagi waktu, yakin deh, semua lancar ��
2. Ikut pengajian
Menurut aku, penting bgt ini. Benteng utk diri sendiri yg utama dan tentu nya bs ditularkan ke suami dan anak2 :)

3. Belajar lebih sabar
Namanya urus anak2, sabar itu penting bgt. Jadi klo ibu nya penyabar, tentu nya menghasilkan anak2 yg penyabar dan penyayang juga :)

4. Tidak beradu argumen didepan anak.
Penting banget. Anak2 ga perlu tau apa yg kita ributkan dengan suami. Untungnya kita berdua memegang teguh hal itu. Biasanya kan perempuan suka ga sabaran, mau nya buru2 bahas klo ada hal2 yg mengganjal, nah disitu aku selalu berusaha menahan utk ga ngobrol yg serius dgn suami kalo lg ada anak2 :)

5. Jangan membandingkan
Percayalah, setiap anak punya kelebihan nya masing2. Kalo skrg blm terlihat, tunggu saja. Jangan dibandingkan dgn anak tetangga atau anak temen. Jangan pernah.

6. Jadilah sahabat anak
Buatlah si anak percaya diri dengan mensupport hal positif yang bisa anak lakukan. Buatlah agar mereka nyaman bercerita tntg apa saja dgn kita. Karena kita, merupakan sahabat terbaik yg anak kita miliki :)
[Yeye]

1. stress management
saya sebagai working mom, tanpa PRT dan jarak dari rumah ke kantor lumayan bikin stress karena macet, rasanya amat sangat perlu untuk tahun ini lebih pintar dalam mengelola rasa stress, karena biasanya udah cape di tambah stress bisa berpengaruh ke orang orang rumah.. insya Allah harus bisa lebih baik lagi dalam mengelola stress biar suami dan anak anak dirumah merasa lebih damai. Mungkin salah satunya saya harus lebih sering me time, walau hanya sekedar baca buku atau denger musik untuk menghilangkan stress dan memperbaiki mood.

2. Harus lebih banyak belajar ttg Agama dan mempraktekkan nya
niatnya ini untuk memperbaiki diri sendiri dan juga untuk menjadi role model untuk anak saya yang sudah umur 7 tahun, bahwa ibadah itu penting dan sudah wajib untuk dia.

3. Harus lebih bersabar
punya anak dua, artinya sumbu sabar dalam diri juga mesti lebih di panjangkan. saya sedang berusaha untuk belajar lebih bersabar biar tidak terlalu sering ngomel dirumah sehingga membuat anak-anak tidak nyaman dekat dengan saya.

4. Manajemen waktu
ini penting banget! secara sampai saat ini masih berasa banget selalu kejar-kejaran dengan waktu, khususnya di pagi hari ketika harus menyiapkan ini itu sambil selalu berlomba dengan waktu agar tidak telat.

5.Harus bisa menjadi sahabat anak
dengan berusaha lebih mendengarkan dan belajar berusaha untuk lebih memahami anak..klo anak sudah nyaman, maka dia akan terbuka kepada kita sehingga komunikasi antara ibu dan anak akan terjalin dengan baik

6. Harus lebih mandiri
resolusi saya tahun ini salah satunya harus bisa nyetir mobil, gunanya biar bisa lebih mandiri, biar bisa mengantar anak anak kemana mana tanpa perlu merepotkan suami.

7. Harus lebih rajin berolah raga
gunanya agar saya selalu di beri kesehatan dan kebugaran, soalnya klo seorang mama itu sakit, semua pasti akan berantakan, rumah tidak terurus dan anak-anak juga akan tidak terurus.
[Nike]

1. Lebih intens mendampingi kira dan kara dalam stimulasi. Menjadi WAHM memang kita sering di rumah, tetapi lebih banyak ngurusin kerjaan drpd ikut bermain bersama anak. Melihat masih banyak perkembangan Kira & Kara yang harus di kejar, maka tahun ini rencananya mengurangi beberapa kegiatan dan menggantinya dengan Menambah quality time untuk stimulasi yang lebih intens, bermain bersama kira dan kara.

2. Lebih banyak piknik. Beneran butuh deh untuk ibu bawel macam saya. Kurang piknik itu berarti ngomel tidak jelas sepanjang hari. Daripada jadi ibu yang hobi ngomel, lebih baik "piknik" dulu, menikmati masker dan teh hangat sejenak biar stock sabar terkumpul kembali.

3. Upgrade ilmu, dengan cara: Mengumpulkan ide permainan dari pinterest, Ikut komunitas bikin-bikin untuk merangsang kreatifitas, mengumpulkan resep masakan yang mudah, cepat dan gak pake ribet, juga ikut seminar-seminar parenting. Kalau untuk jadi guru saja perlu kuliah dan sekolah, maka untuk jadi ibu yang lebih baik pun juga harus berilmu banyak.
[Kira Kara]

1. Lebih Rajin Masak
Pengen lebih sering nyoba2 resep u masakin bocah dirumah di kala wikdeys n ayahnya di kala wiken. Pdhl masak yang simpel macam sayur oyong teri aja anaknya sampe nambah2 n blg enak banget. Kan harusnya makin rajin masak yaa.. 

2. Lebih sehat
Baik dari sisi makanan maupun olahraga. Konsisten makan makanan yang sehat dan konsisten bergerak meski cuma di treadmill. Haha.. 

3. Lebih dekat sama Allah
Salah satu bentuknya pengen lebih sering sholat tepat waktu. Ketauan deh masih mepet2 n bolong2 sholatnya. Haha.. Padahal kalau mati yang ditanya duluan itu sholat ya.. 

4. Pengen lebih sering main sama Rafasya.
Sekarang krn ga punya mbak, jd nemenin Rafa main masih sambil nyetrika atau sambil beberes rumah atauu liat2 hp. Nyambi kan ya liat info terbaru di dunia blog (minta dikeplak). Niatnya sih pake mbak, biar bisa fokus nemenin Rafasya main sekaligus bs me time klp dia sekolah. Cuma, belum nemu. Jadi yah, mari kita jalani saja.
[Jade Ayu]

I. Ga tidur lagi after praying Subuh.
Sejak jadi ibu 8bulan lalu, saya jadi agak 'manja' dan gampang capek. Jam tidur yang tadinya normal berubah berantakan karena ada bayi cinta yang sering kebangun minta disusuin :D Jujur aja perubahan jam tidur ini sempat bikin saya setres dan mau nangis. Saat asik-asiknya tidur tiba-tiba dikagetkan tangisan dan jeritan si bayi. Hmm toh nggak boleh ngeluh. Karena bayi cinta harus diutamain :D Dannn ternyata ini juga berpengaruh ke aktifitas saya di pagi hari. Saya selalu merasa tidak cukup tidur dan mau tidur terus setelah solat subuh. Efeknya ke suami saya dan si bayi. Saya jadi terlambat mempersiapkan sarapan, baju kerja untuk suami dan semua kebutuhan si bayi :( Yang paling sedih ketika di kantor suami ditegur karena sering datang siang :'( Untuk itu di tahun ini saya konsisten ga tidur lagi setelah solat subuh. Saya bertekad untuk benar-benar berubah demi 2 cinta :D

II. Nonton dan baca buku-buku, artikel tentang parenting.
Rasanya kurang sempurna kalo di jaman yang mengerikan ini kita membesarkan, mengasuh, mendidik anak tanpa ilmu parenting. Dengan menonton atau membaca saya bisa dapat teori yang langsung diterapkan ke bayi cinta. Misalnya ketika dia menangis 'jumpalitan' saya gendong dia dan ajak ke teras lihat keadaan sekitar. Cara ini ampuh untuk membuat dia tenang dan lupa tangisannya.

III. Sabar dan syukur.
Bagi saya, 2 kata ini tidak bisa saya pisahkan. Karena saling berkaitan. 
Saya tidak pernah membayangkan 'si single yang kapanpun bisa meledakkan emosinya' kini harus jadi perempuan super sabar dan lembut. Saya dituntut selalu sabar menghadapi bayi. Sudah tidak boleh marah-marah saat dia merangkak ke tempat yang dilarang pun ketika dia melakukan GTM. Saya hanya bisa berdoa semoga Tuhan selalu memberikan saya kesabaran tanpa batas :) Kalo ingat 8bulan lalu ketika Sang Maha Cinta menitipkan saya si bayi, tidak ada kata lain selain bersyukur. Bersyukur Dia mempercayakan saya titipanNya. Jadi tidak pantas jika saya ga bisa sabar dan ga bersyukur, karena anak adalah anugerah yang dititipkan ke kita. Ingat tawanya, tangisnya, pipi gembilnya, mata bulatnya, tingkahnya, aktifnya, semua itu bikin saya selalu bersyukur. Ah terimakasih ya Tuhan Maha Cinta :) 

[AnaBerkelana]

1. Happier
Betul banget yang dibilang mba Zata di atas. Ibu yang baik adalah ibu yang bahagia. Selama ini saya merasa kurang bahagia karena mungkin kurang piknik,kurang jatah bulanan dari suami,hehe..jadi curcol deh, kurang pengetahuan dll. Maka dari itu saya terus mengeksplor dalam diri saya apa yang saya mau & buat bahagia diri saya sendiri. Me Time memang buat kita senang, tapi terkadang waktunya kurang. Cara saya agar lebih bahagia menjadi ibu yang lebih baik adalah menemukan sesuatu yang saya suka,memuaskan & menghasilkan untuk keluarga. Jika pikiran & hati si ibu bahagia maka akan berdampak positif kepada anak & suami.

2. Smarter
Pada dasarnya semua manusia itu pintar. Namun disesuaikan dengan kapasitas kemampuan masing-masing. Seorang ibu pastinya harus lebih pintar dari anak-anaknya,apalagi di cyber era saat ini. Minimal saya tahu sedikit tentang sesuatu yang akan ditanyakan anak saya. Saya punya anak usia 3 tahun yang sedang doyan ngoceh & banyak bertanya. Kadang ada pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Tapi saya bisa mensiasatinya dengan mengalihkan pertanyaan anak dengan hal lain. Bukan bermaksud cuek tapi biar engga kelihatan bodohnya gitu,hehe...Ibu yang pintar akan membuat anak percaya diri & kepada ibunya. Apalagi ikut acara sharing ilmu di the urban mama ilmunya mantap. Membuat para & calon ibu menjadi lebih pintar.

3. More Patient
Saya akui memang kurang sabar. Apalagi kalau nungguin orderan gojek lama responnya,heheh..curcol lagi deh,maaf ya mba Zata. Kadang kurang sabar menghadapi tingkah si kecil yang kadang diluar batas. Apalagi kalau saya lagi merasa capek, si kecil suka minta ini itu. Saya langsung emosi. Pengennya marah-marah aja.Tapi kalau sudah reda emosinya, baru deh mikir kalau kita sudah berbuat kesalahan sama anak & menyesal. Menyesal memang belakangan kalau diawal namanya pendaftaran,hehheeh..Lebih sabar menghadapi cobaan, dari suami, anak,orangtua,teman,lingkungan dll.

[Nurul Dwi Larasati]

1. Lebih Kreatif
karena Rey memasukin masa toddler jadi rasanya pengen banget baca segala sesuatu tentang montessori biar bisa dipraktekin di rumah. Memperbanyak referensi ilmu parenting karena si anak uda mulai berbagai macam emosi.

2. Maksimal Dalam Dua Peran
Sebagai Ibu dan Karyawan, ga mustahil ya susah banget bisa bagi waktu dan konsentrasi. Tapi semoga di taun ini semua bisa maksimal di dua-duanya

3. Bisa Menjadi Teman yang Baik untuk Anak
Karena dalam seminggu Rey menghabiskan 5 hari di daycare, besar kemungkinan dia menjadi kurang 'dekat' dengan ibunya. Harapannya taun ini bisa memiliki quality time dengan Rey yang membuat dia semakin 'dekat' dengan orang tuanya

4. Stop Membandingkan
Ini memang penyakit mak emak ya hehe, susah banget buat ga komentarin anak orang lain. Padahal mungkin anak satu dan lainnya memiliki kelebihan yang berbeda beda. Jadi pengen lebih fokus ke potensi anak sendiri tanpa harus membandingkan dengan anak orang lain

5. Lebih Aktif di Kominunitas
Setelah sukses menyenggarakan Birthday Bash pengen lebih aktif lagi di BC January 2015 siapa tau kita bisa bikin event yang lebih gede lagi :)

[woroluvpink]

1. Madrasah pertama
peran sebagai madrasah pertama bagi Jani (17mo) mewajibkan saya untuk upgrade diri terhadap apa saja. Harus lebih banyak baca buku, ikut seminar, berkumpul dengan obrolan membangun dan harus semangat untuk susun rencana sebagai scholarship hunter dan pantang menyerah. Suami Alhamdulillah mendukung penuh jika saya mau lanjutkan studi, karena ya kembali kepada peran pendidikan di keluarga. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya! Semangat terus belajar, moms semuaaa :*

2. Istri kece
hehehe, jujur deh saya gak pandai banget merawat diri. Jadi 2016 harus mulai belajar tuh yang namanya pakai lippen di rumah hihihi. Gak males-malesan lagi kalo pakai sepaket pernak pernik perawatan muka (kebiasaan cuma semangat belinya aja, pakenya males) Rajin olahraga, sudah lama gak hiking, bolehlah 2016 hiking di spot dekat rumah: Gunung Burangrang :) senam bertiga: yanda dan Jani, karena saya percaya olahraga bikin bahagia, lihat aja senyum mbak Zata yang dari hari ke hari masih tetep kayak abege. Cantik karena rajin olahraga banget, ngepensssss deh!

3. Ibu karyawati 
Sampai saat ini saya masih kerja, 8 jam sehari, 5 hari dalam seminggu. Jadi harus semangat lagi untuk produktif di kantor, pun jangan lemes ketika nyampe rumah. Biasanya males-malesan karena alasan kerja setibanya di rumah, sekarang2 sudah harus bisa mengoptimalkan waktu malam yang tersisa. Uyel-uyelan sama Jani, beberes di malam hari kenapa tidak? hehehe

4. Beryukur di kala sempit dan lapang
Ya, sy termasuk yang mudah bersyukur di saat lapang dan sulit bersyukur di saat sempit, biar balance, keduanya harus sama-sama disyukuri, mengambil hikmah positif dari setiap kejadian. 

5. Anak, kakak, adik dan teman yang baik
Semakin bersemangat lagi menikmati amanah saya sebagai anak (minimal rajin mengabari keluarga via telpon, kalau ada waktu+uang lebih sering2 mudik hehehe), jadi kakak yang mendampingi adik-adiknya bertumbuh dewasa, jadi adik yang manut dan sayang ke kakak-kakak iparnya, dan jadi teman yang positif bagi grup kesayangan saya TUM ABC'14, teman kantor, teman genk, dan teman-teman blogger :) Dan kembali rutin menulis di blog.

[Putri Baiti Hamzah]

1. Hadir utuh saat berada di antara anak2. Iyes, fokus! Full attentions, no gadget.
2. Lebih banyak stock sabar menghadapi "kepintaran" trio krucils.
3. Selalu menjadi tempat Krucils menumpahkan isi hati, sahabat yang mrk percayai.
4. Lebih banyak pelukan di antara kami.

[Ophi Ziadah]

1. Meluangkan waktu bersama anak dengan bermain, membacakan cerita, mendengarkan cerita mereka. Sebagai ibu, ternyata melakukan hal-hal tersebut itu butuh perjuangan hehe. Apalagi saya kerja dari rumah (nulis, ngeblog, jd mentor menulis), harus pintar-pintar mengelola waktu supaya tidak merampas waktu bersama anak. Anak-anak dulu sering protes kalau mamanya ngetik atau pegang hape terus:D tahun lalu saya sudah mulai kurangi aktivitas di depan laptop dan hape, hanya jika anak-anak sedang tidur atau asik main bersama temannya. 
2. Lebih sering lagi memperhatikan pelajaran anak, menemani belajar, mengerjakan PR, mengulang pelajaran dari sekolah. Untuk anak paling kecil, lebih rutin memberikan stimulasi dalam bentuk permainan-permainan yang dibuat sendiri. Walaupun mereka sudah dapat pelajaran dari sekolah, saya tetap harus mendampingi proses belajar mereka dan tidak lepas tangan begitu saja. 
3. Memperhatikan menu makanan dan lingkungan yang sehat untuk anak-anak agar tidak mudah sakit, pertumbuhan dan perkembangannya bagus. 
4. Menimba ilmu parenting dan agama di berbagai kesempatan agar semakin kuat dasarnya dalam mendidik anak-anak. 
5. Selalu mendoakan anak-anak agar menjadi anak yang soleh dan bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan orang lain. 
6. Semakin mampu mengontrol emosi dan berlaku lemah lembut kepada anak-anak. Menjaga ucapan di depan anak-anak karena mereka peniru yang baik.

[Leyla Hana]

1. menyempurnakan asupan ruhani
Dalam menjalani peran sebagai seorang ibu kita harus sadar bahwa peran ini bukanlah peran yang main-main. menjadi seorang ibu adalah amanah dari sang pencipta. menjalani peran seorang ibu tanpa menjadikan peran ini sebagai sebuah ibadah akan terasa sangat melelahkan.karena itu sebagai seorang ibu kita harus senantiasa memperbaiki ruhani agar ketika menjalani peran ini kita merasakan hubungan dengan Sang Pencipta.

2. Menyempurnakan asupan ilmu
MEnjani seorang ibu tanpa didukung dengan ilmu yang mumpuni akan terasa berat dan hasilnya kurang memuasakan. karena itu seorang ibu dituntut untuk terus belajar, bisa dengan mengikuti seminar, baca buku, sharing dengan ibu lain, dan membaca artikel ttg parenting. ilmu ini menyangkut ilmu agama dan keduniaan. agar kita dan keluarga kita bisa menjadi orang yang sukses dunia akhirat,

3. Me Time yang berkualitas
Sebagaimana kita tahu, rutinitas seorang ibu dirumah lambat laun akan membuat jenuh, karena itu saya harus memperbaiki me time agar tak stress. bisa dengan nulis di blog, ngobrol dengan suami, shalat malam, etc

4. memperbaiki managemen waktu
Ini yang masih menjadi peer buat saya. sampai saat ini saya kurang bisa mengatur waktu. semoga kedepannya bisa lebih pintar mengatur waktu agar semua peran saya bisa terlaksana dengan baik

5. menentukan skala prioritas
selain managemen waktu seorang ibu pun harus tahu mana yg lebih penting dan mana yang harus didahulukan dalam segala hal. entah itu menyangkut pekerjaan, anak-anak, dan keperluaan di rumah.

6. perbaiki doa

[Aisyah Al Farisi]

(to be continued)

13 komentar:

Ayu Utami mengatakan...

Congratulation untuk yang menang.... Semua keren2 ya.... no wonder mbak zata milihnya bingung hihihi...

Inda Chakim mengatakan...

Selamat bagi semua pemenang, dan selamat jg bwt mbak zata yak, giveaway kecenya sukses bgd dan menginspirasi
:)

zata ligouw mengatakan...

makasih supportnya Ayuuu, mba Indaaa, bener2 seneng dan terharu baca komentar2nya, mudah2an kita semua jadi #BetterMom yaaa...

Kanianingsih mengatakan...

Yaa blm sempat ikut GA nya udah pengumuman aja

Eka Gobel mengatakan...

Hiks aku ga menang. Aku kecewaa..teganya dirimu taa
aku mau protes. Tunggu kehadiranku di rumahmu ya taa...bawa sekotak duren medan, bolu meranti dan kikil setrezz.. Mwahahaa

bunda rizma mengatakan...

zataaa...
pas baca mau ikutan dong, dan siwer ternyata cuma tinggalin komentar yah. pdhl udh mau siapin tulisan. lalu karena sok sibuk jarang buka blog akhirnya udh pengumuman aja. Haha...
Selamat untuk para pemenang ^^

zata ligouw mengatakan...

ahahaha bunda rizma, gpp, next time ikutan yaahhh.. :)

zata ligouw mengatakan...

kanianingsih, tunggu GA selanjutnya aja yaaa...

zata ligouw mengatakan...

Ekaaa, mana? mana? mana?? (terbayang2 bolu meranti, dan durennya)

Leyla Hana Menulis mengatakan...

Makasiiih, mba Zata.. Baru tau infonya setelah dicolek. Maafkeeuun yaa. Email sudah meluncur :-)

zata ligouw mengatakan...

sama-sama mba Leylaaa...

suria riza mengatakan...

selamaatttt semuaaanyaaaa
*masih oprek2 nyari air terjun bidadari xD

Maulida Althafunnisa mengatakan...

Huaaaaaa! Ketinggalaan info ga.*nangisdipojokan*
Baru blog walking lagi. Hiks. Mbak, mau tanya dong koq waktu bales komenku gak ada notifk email yak?

Poskan Komentar