Minggu, 27 Maret 2016

Belajar Kriya di IKJ Day 2016



Waktu saya masih muda (banget) saya senang berburu ilmu ke mana-mana, belajar ini itu, apalagi yang gratisan, tapi sayang, di jaman saya, masih jarang workshop yang dibuka untuk anak SMU dan gratis pula. Maka saat mendapat undangan untuk menghadiri acara #IKJDAY pada tanggal 22-23 Maret 2016 lalu, saya senang luar biasa. 

Selain karena saya cukup familiar dengan IKJ (dulu sering nongkrong di TIM soalnya, hihihi) namun yang membuat saya sangat bersemangat justru karena di acara ini dibuka bermacam-macam workshop kriya atau crafts untuk anak SMU. Kebayang kalau saya masih SMU, pasti langsung daftar nomor satu untuk semua kelas pula..., maklum, saya #banciworkshop ;p. Untung saja meski pun sudah bukan anak SMU lagi saya tetap diperbolehkan mengikuti workshop tersebut sebagai perwakilan dari BloggerCronyyayyy!!



Gedung Seni Rupa IKJ
Sri Faryanti Pane aka mba Yanti
Mba Yayu di pembukaan hari kedua.
  • kotak susu cair bekas
  • kain perca dua warna
  • kain flanel
  • lem putih
  • kuas
  • gunting
  • klip
  • karet gelang
  • pola
Potong kotak susu setinggi 7 cm, lalu tutupi tiga sisinya dengan kain flanel.
lem semua sisi kotak susu termasuk bagian dalam dengan lem putih, ratakan.
Tutup kotak dengan kain perca, ratakan.
Masukan kain ke nagian dalam kotak, ratakan.
buat bentuk seperti ini, tutupi dengan kain perca berwarna lain, jepit dengan klip agar menempel.
Inilah bentuk akhirnya, bagus, kannn?
dua komik yang sama dengan ending yang berbeda.
ini dia salah satu pemenang yang kreatif :)
Para peserta dan panitia workshop komik strip berfoto bersama setelah acara selesai
seneng banget bisa foto sama mas Beng Rahadian :)
galeri tempat pameran tugas akhir mahasiswa FSR IKJ
sebagian tugas akhir mahasiswa FSR IKJ
lukisan karya mahasiswa FSR IKJ
Setelah cukup lama tidak datang ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ), saya bisa melihat dengan jelas perbedaannya.  Dulu, menurut saya IKJ berkesan ‘misterius’, mahasiswanya kelihatan nyentrik dan eksklusif sehingga jujur saja kadang saya segan untuk sekedar menyapa. Bukan berarti orang-orang IKJ sombong, lho, ya, karena saya punya beberapa teman yang kuliah di sana saat itu dan mereka sangat ramah dan asik saat sudah kenal dekat. 


Namun saat saya kembali menginjakan kaki di sana beberapa hari yang lalu, ternyata situasinya sudah jauh berbeda. Saya merasa suasananya ‘welcome’, saya pun banyak bertemu orang yang menebar senyum saat saya masuk.






Ada hal lain juga mengenai IKJ. Sejak tiga tahun terakhir mereka mengubah cara mengenalkan kampus dan dunia seni kepada siswa SMU sebagai sasaran utama, yang diharapkan dapat menjadi calon mahasiswa. Jika tahun-tahun sebelumnya, IKJ, menjemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah, mulai 2014 IKJ mengadakan “Open House” melalui kegiatan yang disebut IKJ Day.

Setiap tahun, IKJ melibatkan seluruh fakultasnya, yakni Fakultas Seni Rupa (FSR), Fakultas Seni Pertunjukkan, Fakultas Film dan Televisi (FFTV) dalam kegiatan IKJ Day. Masing-masing Fakultas punya cara berbeda dalam mengenalkan program studinya meski seluruh kegiatan dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

“Dulu IKJ mengadakan pameran di ruang publik, di mal, untuk mengenalkan IKJ kepada siswa SMU dan umum. Mulai tiga tahun terakhir caranya berubah dengan mengundang siswa ke kampus supaya mereka bisa merasakan langsung lingkungan kampus, dengan workshop dan pameran,” kata Sri Faryanti Pane atau akrab disapa Yanti, Wakil Dekan IV Bidang Kerjasama dan Promosi FSR IKJ.

Yanti mengatakan workshop IKJ Day ingin membuka wawasan guru dan murid tentang dunia kesenian, bahwa dunia seni bukan hanya menggambar. Harapannya siswa lebih semangat menelusuri seni dan terbuka wawasan bahwa industri kreatif memiliki prospek ke depan. Sejalan dengan upaya pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif yang sedang meningkatkan ekonomi kreatif dengan bidang ilmunya ada di dunia seni. “Dunia seni juga menjanjikan di masa mendatang. Jangan takut masuk dunia seni atau desain karena tidak kalah dengan profesi dokter misalnya,” kata Yanti.


Pada hari pertama ada workshop Tekstil (Tie Dye) dengan instruktur Siti Indriani CH, S.Sn, workshop Keramik (membuat cangkir gelas) dengan instruktur Tri Wahyuni H, S.Sn, workshop Desain Asesoris (Recycle Asesoris) dengan instruktur Erlien Yudianti, workshop Food Fotografi (teknik memotret makanan dengan HP) dengan instruktur Rangga Samiaji, serta workshop Cukil Kayu dengan instuktur Deny Rusanto.


Lalu di hari kedua ada workshop Kriya Kayu (membuat jam dari kayu) dengan instruktur Dany Yuwanda, workshop Carton Milk Craft (mengolah limbah kotak susu menjadi stationary box) dengan instruktur Pimpi Syarly Naomi, workshop Model Furnitur (membuat mockup furniture), workshop Drapping (drapping dengan bahan lurik) dengan instruktur M Fahmi, workshop Lukis (membuat lukis wajah dengan charcoal) dengan instruktur Gadis Fitriana, workshop Komik Strip dengan instruktur Beng Rahadian, dan yang terakhir adalah workshop Seni Patung (membuat action figure dari kawat).



Wuahhh, rasanya ingin semua kelas saya ikuti, namun karena ada beberapa workshop yang berbarengan dan keterbatasan waktu, maka saya hanya bisa mengikuti workshop "Cartoon Milk Craft" bersama mba Pimpi dari Sawo Kecik dan kelas "Komik Strip" bersama Beng Rahadian.



Di kelasnya mba Pimpi ini kami belajar membuat kriya dari kotak susu bekas. Kelas tersebut dihadiri oleh sekitar 25 siswa SMK, satu guru, dan dua blogger.

Saat masuk ke ruang workshop, semua bahan sudah disediakan, yaitu:



Cara membuatnya tergolong mudah namun diperlukan keseriusan dan kesabaran  dalam mengerjakannya. Dalam artikel ini saya akan menulis cara membuatnya secara ringkas yaaa...

Ini dia langkah-langkah pembuatannya dalam gambar:






Senang sekali deh bisa mendapat kesempatan belajar dengan mba Pimpi, karena yang diajarkan olehnya bukan sekedar membuat sesuatu tapi juga bagaimana berkarya sambil menyelamatkan lingkungan. Inspiratif sekali.

Berikutnya, saya langsung ke kelas mas Beng Rahadian, komikus terkenal yang juga co-founder komunitas Akademi Samali.


Workshop Komik Strip ini isinya bukan belajar menggambar, lho, tapi lebih kepada mengasah kreativitas anak muda peserta workshop tersebut. Jadi mas Beng menyediakan lembar kertas komik berisi tiga kotak, di mana dua kotak sudah terisi dengan gambar, dan satu kotak terakhir dibiarkan kosong. Masing-masing peserta diminta untuk menggambar versi mereka untuk menguji imajinasi serta kreatifitas mereka.

Lihat saja dua gambar di bawah ini, yang pertama buatan saya, nggak kreatif dan mudah ditebak banget, hehehe. Gambar pertama seorang lelaki sedang bersiap menendang bola, gambar berikutnya ada seorang wanita muda sedang duduk di taman sambil makan es krim, gambar ketiga versi saya? ya si cowok nendang bola dan langsung kena si cewek hingga es krimnya jatuh.

Sedangkan gambar yang di bagian bawah adalah hasil gambaran teman saya yang masih muda, lihat, beda, kan? jauh lebih imajinatif dan kreatif. Di kotak ketiga ia menggambar sebuah UFO yang tiba-tiba muncul sehingga si lelaki dan wanita kaget dan sama-sama berdiri melihat kehadiran UFO di taman tersebut.

Serunya, siswa-siswa SMU dan SMK yang ikut kelas tersebut lebih imajinatif lagi, ada yang membuat ending es krim si perempuan berubah menjadi sepatu, ada yang bikin akhirnya cewek dan cowok tersebut pacaran, dan seterusnya. Wahh, sepertinya abang Kenan harus ikutan kelas-kelas seperti ini, nih...


Oh ya, selain workshop, siswa dan blogger juga bisa menyaksikan langsung pameran tugas akhir mahasiswa FSR IKJ di Ruang Pamer. Melalui pameran karya ini, siswa bisa mendapatkan gambaran apa yang dipelajari mahasiswa seni selama belajar di IKJ.

Sekolah yang mengikuti IKJ Day di antaranya: SMUN 80, SMK 26, SMKN 38, SMKN 31, SMK 58, Penabur 7, PSKD 8, PSKD 4, SMKN 52, SMAN 62, SMKN 27 dan lainnya.

Keren banget ya acara IKJ Day ini, semoga bisa diadakan setiap tahun dengan lancar sehingga makin banyak anak muda yang mendapat ilmu dan pengalaman yang menarik serta bisa membuat mereka memutuskan jenjang pendidikan yang terbaik sesuai dengan passion masing-masing.

***

14 komentar:

syafiatuddiniah mengatakan...

Wah...keren tuh mbak, jadi pengen buat tempat tissu juga :-)

yuli yulia mengatakan...

Keren ya acaranya, sayang semua acara bagus kebanyakan di Jakarta melulu..

Agung Han mengatakan...

keereeen dan kreatif
salut

Satto Raji mengatakan...

Waaahhhh lengkip bingit laporannnya. Mantabs ihhh

zata ligouw mengatakan...

nahhh, bikin lah mba Tuty, jangan lupa jadi artikel DIY yah, hihihi..

Iya ya mba Yuli :( mudah2an berikutnya univ2 di luar JKT juga sering bikin acara sejenis :)

mas @Agung, iya, kreatif sekali yah mereka..

mas @satto, iya dooong ;p

Pakde Cholik mengatakan...

Kegiatan seperti ini sangat bagus karena ilmunya aplikatif.
Dari sini bisa langsung membuat sesuatu dan jika ditekuni akan bisa menambah penghasilan
Salam hangat dari Jombang

zata ligouw mengatakan...

iya, aplikatif sekali pakde..

salam hangat dari Depok juga :)

Puput mengatakan...

wakakakakka lucu bener, temennya bikin ufo di komiknya.. out of the box banget

Memez mengatakan...

Seru banget yaa... kemarin mau ikutan sayangnya bentrok sama jam kantor :(
Itu kotak susu ternyata masih berguna banget yaaa

zata ligouw mengatakan...

iyaa Put, out of the box banget ;p

yaa sayang ya Mez, kan kita belum pernah ketemuan, hehehe

Helena mengatakan...

acaranya asik..mau balik jadi anak SMA *eh
selain ke pelajar sepertinya edukasi ke ortu juga penting tentang berkarir di bidang seni supaya anak ga melulu disuruh jadi dokter

Roosvansia Sipahutar mengatakan...

Mba Zata, itu pen holder dari karton susu itu bagus banget yah, ahhhh aku pengen bikin hihihiihihi. Btw, gara - gara ikut workshop ini aku juga pengen beli glue gun itu deh, kayaknya asik bisa tempel macem - macem hihihihi.

zata ligouw mengatakan...

Iya Roos beli aja, aku udah punya, harganya murmer, gak sampe 50rb ;)

Fitzata mengatakan...

@helena: iya yah, pengen muda lagi, hihihi

Poskan Komentar