Rabu, 30 Maret 2016

Tips Memilih Mobil Idaman Keluarga ...


PC Gan, country manager Mobil123.com serta dua pembicara pak Agus dan pak Paulus.

Pertama kali mau membeli mobil sendiri, saya dan suami lamaaaa banget milih-milihnya. Maklum mobil pertama, hehehe. Tapi yang membuat kami lama berpikir sebenarnya karena ada begitu banyak pertimbangan antara lain:
  • Saat itu kami sudah punya anak kecil
  • Kami punya keluarga besar 
  • Daerah rumah kami adalah daerah banjir
  • Kami bekerja di Jakarta (yang macet)
  • Ekonomi yang belum stabil


Jadi saat itu selalu maju mundur. Sudah cocok dengan salah satu merek yang punya 7 seats, eh terbentur dengan pertimbangan nggak efektif kalau dipakai buat kerja juga, jadi sepertinya maunya city car saja. Lalu, kalau keluarga besar ngajak jalan-jalan gimana?. Sempat juga naksir satu mobil yang nggak terlalu besar ukurannya, ternyata harganya lumayan memberatkan kantong, duhhh..., repot banget. Andai saja dulu sudah ada Mobil123.com, pasti kami nggak perlu serepot itu dalam memilih mobil yang terbaik untuk keluarga kami :)

Mobil123.com berfoto bersama pembicara
Yes, ngomongin soal Mobil123.com, saya ingin berbagi tips buat keluarga lain yang mungkin pernah atau akan mengalami hal yang sama dengan yang pernah saya alami dulu. Jadi kemarin, tepatnya tanggal 29 Maret 2016, saya menghadiri blogger gathering  yang diadakan oleh Mobil123.com dengan tema "Tips Mencari Mobil Idaman Keluarga" di Pisa Kafe Mahakam, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, pada sesi pertama, bapak Paulus Sugih Firmanto, seorang pengamat serta konsultan otomotif memaparkan beberapa hal. Menurut pak Paulus, pertimbangan suatu keluarga saat membeli mobil antara lain:
  1. Muat banyak anggota keluarga
  2. Harga terjangkau
  3. Irit bahan bakar dan mudah dirawat
  4. Resale value atau nilai harga jual lagi
Selain itu pertimbangan tambahannya adalah faktor kemananan, disain, serta hiburan. 

Paparan pak Paulus tersebut sangat sesuai dengan yang pernah saya alami sebelumnya. Keempat poin di atas adalah pertimbangan utama saya dan suami dalam memilih mobil.

Satu hal yang turut mempengaruhi adalah definisi keluarga bagi seseorang. Keluarga modern saat ini terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anak. Namun bagi sebagian besar orang, yang dimaksud keluarga adalah termasuk keluarga besar seperti nenek, kakek, om, tante, dan keponakan.

Saya adalah penganut yang kedua. Saat membeli mobil saya akan memasukan mereka dalam rencana saya. Misalnya saat membayangkan akan pergi berenang bersama keluarga, yang saya maksud tidak hanya saya, suami, dan anak-anak, tapi juga dengan mama, kakak dan adik serta keponakan, terutama yang belum memiliki kendaraan sendiri sehingga saya harus mengajak mereka naik mobil saya.

Resale value juga menjadi pertimbangan saat membeli mobil. Resale value atau harga jual kembali sangat penting, meski pun buat saya pribadi itu bukan nomor satu.

Resale value sendiri dipengaruhi oleh motivasi membeli, yaitu:
  1. Tingkat kebutuhan
  2. Perilaku
  3. Tujuan
Saat membeli mobil pertama kami, saya dan suami tidak terlalu memikirkan soal resale value tersebut karena tujuan kami adalah segera memiliki mobil untuk bepergian bersama keluarga dan memang saat itu tidak terbersit niat untuk menjual kembali. Namun saat sudah membeli mobil untuk kedua kalinya, dan seterusnya, perilaku kami pun berubah, resale value menjadi salah satu pertimbangan penting. Karena yang ada di benak kami misalnya, bagaimana jika ada sesuatu yang urgent dan kami terpaksa menjual mobil?, atau karena kebutuhan sudah berbeda dan kami perlu mengganti mobil, dst.

Yang tak kalah menarik, di sesi kedua, bapak Agus Mustofa, National Technical Support Auto2000, menjawab soal kegalauan sebagian orang mengenai sebaiknya beli mobil baru atau bekas?.

ini dia pertimbangan membeli mobil baru

Kita juga perlu menentukan mobil seperti apakah yang sesuai dengan karakter kita, apakah sedan, Hatchback, MPV, dan seterusnya. Apa pun pilihan modelnya, yang terpenting adalah servis secara berkala.

Lalu jika membeli mobil bekas, entah itu bekas taksi atau bekas pemakaian personal orang lain, pastikan bahwa mobil tersebut tidak pernah tabrakan, karena jika sudah pernah tabrakan berarti mobil tersebut strukturnya juga sudah berubah. 

perhatikan hal ini jika ingin mmebeli mobil bekas

Sekian tips dari saya dan Mobil123.com mengenai memilih mobil idaman keluarga, jadi #JanganSalahPilih yaaa...

Setelah acara blogger gathering selesai, ternyata masih ada hiburan (selain makan-makan, ya) live music, seruuu..

Eits, mencari ilmu dan silaturahmi bersama para blogger nggak lengkap rasanya kalau nggak foto bersama. Ya, kannn...

foto bersama Mobil123.com

have fun with blogging!

***

7 komentar:

Anggara mengatakan...

Kalau saya, mungkin soal kebutuhan dan harga kali ya. Tapi ya gitu, punya kendaraan pribadi ya akhirnya jaran dipakai karena teror macet di Jakarta

Ani Berta mengatakan...

Yang utama dari acara kemarin itu adalah wawasannya :D
Jadi tahu tipe mobil dan culture nya hehehe

Nchie Hanie mengatakan...

dari dulu pertimbangan membeli mobil idaman belom klop *dana yang ga mendukung
yang satu pengen baru yang satu bekas :D

zata ligouw mengatakan...

Iya ya mas Anggara, macet emang jadi masalah besar di jkt ini :(

zata ligouw mengatakan...

Iya betul banget teh..

zata ligouw mengatakan...

Ahahah harus satuin keinginan dulu ya mba Nchie ;)

Kredit Datsun Bandung mengatakan...

mending bel datsun gan,, cocok banget buat keluarga ;)

Poskan Komentar