Selasa, 27 September 2016

A to Z Manajemen ASI Perah bersama F.B Monika

Seminar The Urban Mama tentang Manajemen ASI Perah di hotel ORIA, Jakarta

Bulan ASI baru saja berlalu, The Urban Mama seperti biasa memiliki acara spesial di bulan tersebut. Tepatnya hari Sabtu tanggal 24 Agustus 2016, berlokasi di Hotel Oria, Jakarta, sekitar 100 orang Urban Mama dan Urban Papa berkumpul untuk belajar lebih dalam mengenai manajemen ASI perah yang disampaikan oleh konselor laktasi, F.B Monika.

MENGAPA PERLU MEMERAH ASI?

Mba Monik, begitu ia disapa, membuka pembicaraan dengan pertanyaan “mengapa mama perlu memerah ASI?.” Bagi ibu bekerja, mungkin hal ini tidak perlu dipertanyakan, namun bagaimana untuk ibu yang di rumah?. Memerah ASI sebaiknya tetap dilakukan meski pun mama tidak bekerja kantoran.  Mungkin beberapa mama berpikir, untuk apa memerah ASI, toh ia tidak bekerja di luar rumah, jadi ia bisa menyusui bayinya kapan pun diperlukan.

Menurut mba Monik, ada beberapa alasan mengapa mama harus memerah ASI. Untuk jangka pendek, ASI perah sangat diperlukan jika bayi ternyata sakit dan tidak bisa menyusu langsung. Saya setuju dengan hal ini, karena saya punya pengalaman saat anak bungsu terpaksa dirawat beberapa hari di rumah sakit karena kuning. Saya harus bolak-balik ke RS mengantar ASI perah untuk si bungsu.

Atau saat puting dan payudara mama bermasalah seperti nyeri puting berat, bengkak, mastitis, dll. Di saat-saat tersebut tentu saja mama akan sulit menyusui dan ASI perah akan sangat membantu.

Tak hanya alasan jangka pendek, alasan jangka panjang juga ada, contoh adalah jika mama memiliki anak kembar lebih dari dua. Saat ada tiga bayi atau bahkan lebih perlu menyusui tentu saja tidak akan bisa bersamaan dan kadang karena banyaknya bayi yang disusui, stok ASI di dalam payudara pun tidak bisa cepat terisi, maka ASI perah adalah solusi. Saat satu atau dua bayi menyusui langsung, bayi-bayi lainnya tetap bisa meminum ASI perah.

Kemungkinan terburuk pun perlu diantisipasi, jika bayi sakit dan perlu dirawat berminggu-minggu di NICU, mama bisa selalu memberikannya ASI perah. Jika bayi menderita kelainan anatomi oral seperti bibir atau langit-langit sumbing sehingga tidak bisa menyusu langsung dari payudara mama, ia juga memerlukan ASI perah.

Bagi ibu bekerja yang secara berkala meninggalkan anaknya di rumah, manajemen ASI perah pun menjadi solusi tepat.

MENYIMPAN ASI PERAH

Menyimpan ASI kedengarannya mudah, taruh saja di kulkas atau freezer, beres. Namun perlu diingat bahwa salah menyimpan ASI perah bisa menyebabkan ASI rusak.

Wadah penyimpanan ASI perah yang baik adalah yang terbuat dari bahan yang aman, mampu menampung isi sekali minum plus 10% tambahan, tertutup dengan rapat, dan dilabeli dengan jam, hari, tanggal, serta nama bayi dan orang tua.

Bahan untuk tempat menyimpan ASI boleh saja dari botol plastik asal yang polypropylene. Bisa juga menggunakan kantung plastik khusus ASIp dan juga botol kaca. Hindari menggunakan wadah stainless.

Lalu berapa lama ASI perah bisa disimpan?. Jika ASI yang baru saja diperah dibiarkan begitu saja di ruangan biasa, biasanya akan tahan 3-4 jam. Jika disimpan di cooler bag/cooler box dengan ice gel, bisa tahan hingga 24 jam.

Di dalam freezer kulkas, daya tahan ASI perah tergantung model freezernya. Di freezer kulkas satu pintu daya tahannya hanya dua minggu, namun di freezer kulkas dengan pintu terpisah atau dua pintu, ASI perah bisa tahan 3-6 bulan. Kalau memakai freezer khusus atau deep freezer, ASI bisa bertahan hingga satu tahun.


Idealnya kulkas untuk ASI perah dipisah dengan kulkas makanan. Namun jika hanya memiliki satu kulkas, bedakan saja rak khusus ASI dengan rak makanan atau minuman lainnya. Jika kita menyimpan ASIp dalam plastik khusus, sebaiknya tetap masukan plastik-plastik ASIp tersebut ke dalam wadah kedap.

Bagaimana mengetahui ASI perah spoiled atau rusak?. Cium baunya, apakah ada bau asam, bau yang berbeda dari biasanya, bahkan bau sabun?. Cicipi, apakah ada perubahan rasa yang mencolok?, cek tanggal perah, cek kondisi kulkas dan freezer, beri sedikit ke bayi dan lihat reaksinya. Jangan lupa untuk memantau kondisi bayi 24-48 jam kemudian dan lihat apakah ada diare, sembelit, atau pun ruam.

Semakin segar ASI dan semakin pendek waktu penyimpanannya adalah makin baik. Saat hendak menyajikan ASI yang kita simpan, jangan dipanaskan, keluarkan saja dari kulkas, aliri dengan air kran atau rendam di air bersuhu ruang.

Bila kita tinggal di area yang sering mengalami mati listrik, sebaiknya jika mampu milikilah genset dan stok ice gel serta es batu. Jangan terlalu sering membuka kulkas dan minimalkan celah kosong. Jika mati listrik dan ASI beku mencir sekitar 50% (masih ada es-nya) boleh dibekukan kembali.

Bagi ibu yang hendak bepergian dengan pesawat terbang dan membawa ASI perah ke kabin, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  • Perkirakan durasi perjalanan
  • Hubungi pihak penerbangan
  • Beritahukan bahwa kita membawa ASIp lebih dari 100ml
  • Bungkus ASIp beku dengan alumunium foil, lalu simpan dengan dry ice.
  • Beri tanda ‘fragile’ ASIp beku yang sudah dibungkus, masukan bagasi.
  •  ASIp cair yang dibawa ke kabin dikemas per 100ml
  • Begitu sampai tujuan, masukan ASIp ke kulkas atau freezer.

MEDIA PEMBERIAN ASI PERAH

Ada beberapa media yang bisa digunakan untuk emmberi ASI perah kepada bayi, yaitu pipet sekali pakai yang digunakan untuk memberikan kolostrum kepada bayi yang baru lahir. Bisa juga gunakan cup feeder, sloki mau pun gelas plastik kecil. Sendok juga bisa dipakai untuk memberikan ASIp pada bayi.

Bagi bayi yang mengalami kelainan anatomi oral, gunakan haberman feeder, bentuknya seperti gambar di bawah ini.



MENGENAL GREENFIELDS

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Greenfields, ibu Endang juga hadir dan berbagi mengenai Greenfields.

ibu Endang dari Greenfields

AustAsiaDairy Group merupakan anak perusahaan dari Japfa International, perusahaan agrikultur dan makanan yang telah tercatat di Singapore Stock Exchange. Selain produksi susu, usaha berbasis protein yang dijalankan antara lain berupa peternakan ayam, sapi, dan perikanan.

AustAsiaDairy Group  merupakan penghasil susu kualitas tinggi skala industri di Indonesia dan Cina. Dipasarkan dan didistribusikan dengan merek Greenfields dan memproduksi berbagai macam produk olahan susu. Group ini mempunyai sekitar 80,000 ekor sapi di 7 peternakan di Cina,dan 1 peternakan di Indonesia dengan jumlah sapi lebih dari 8,000 ekor. Menghasilkan >930 ton susu segar per hari, dan memproses  >110 ton susu per hari melalui fasilitas peternakan dan pemrosesan yang terintegrasi.

MEMBUAT MAKANAN BAYI BERSAMA BABYMOOV

Jika bicara tentang ASI, rasanya belum lengkap jika tidak membahas soal makanan pendamping ASI. Mba Yemima dari Babymoov mengajak para urban mama dan urban papa untuk membuat makanan bayi yang pastinya sehat dan rasanya enak.

eh, ada yang dapat doorprize dari Babymoov :D

Mba Yemima mendemonstrasikan cara membuat ‘Grapefruit Juice Fruit Mouse’ yang hanya memerlukan waktu 10 menit saja membuatnya.

Bahan-bahan yang diperlukan adalah:
  •  ½ buah apel
  •  ½ buah pisang
  •  Jus dari ¼ buah jeruk
  • 1 sdt madu

Cara membuat:
  • Kupas apel dan pisang lalu potong-potong.
  • Masak apel selama 10 menit lalu masukan pisang ke wadah yang kedua setelah lima menit.
  • Peras jeruk dan campur semuanya di dalam blender.
  •  Hidangan siap diberikan pada bayi menggunakan sendok kecil.

Nah, lengkap sekali acara seminar Manajemen ASI perah yang lalu ya, ada soal manajemen ASI-nya, susu segar yang bisa diminum oleh ibu menyusui dan keluarganya, serta cara membuat makanan pendamping ASI yang mudah dari Babymoov.

Belum lagi doorprize serta hadiah kuis yang menarik selama acara. Terima kasih untuk mba Monik, ibu Endang, serta mba Yemima yang sudah mendukung terselenggaranya acara ini. Yang terakhir dan paling penting adalah Hotel ORIA yang juga menyediakan satu kamar khusus untuk ruang menyusui selama acara berlangsung.

Related article - Santai di hotel bersama keluarga


urban mama bisa menyusui di kamar hotel Oria ini

Nyusuin bisa sambil ngeteh2 :)

eh, saya kok malah selfie yah :D

*******

19 komentar:

Diah Kusumastuti mengatakan...

Karena saya seringnya di rumah, jadi jarang merah ASI, Mbak. Nyimpen ASI di kulkas paling dlm hitungan jam aja. Dan baru tau, ternyata bisa sampe setahun, ya.
Makasih sharing ilmunya, Mbak Zata :)

GITA mengatakan...

Rompinya lucu bgt di foto yg terakhir :D

Cumilebay MazToro mengatakan...

Temen ku di kantor, sehari bisa 3x mompa asi trus di simpan di botol uc1000 lalu di beri label tanggal dan jam

Santi Dewi mengatakan...

saya dulu waktu punya bayi, pernah merah ASI gak pernah berhasil mba, gak tau kenapa, apa tehniknya yang salah atau apanya. Jadi akhirnya saya selalu memberi ASI langsung pada bayi saya.

Sandra Buana Sari mengatakan...

Reminder buat aku, meski sekarang udah bukan penghasil ASI hihihi.. Diinget2 kalau2 nanti ada adeknya Raya ((kalaaaaauuu))

zata ligouw mengatakan...

@Diah Kusumastuti
iya mba Diah, saya pun dulu gitu pas gak kemana2 males merah ASI, hehe, tapi makin ke sini makin dapet banyak ilmu dari sesama mama dan komunitas2 perempuan, paling tinggal milih mana yang bisa diaplikasikan mana yang nggak :)

zata ligouw mengatakan...

@GITA
ito blouse mba, tapi keliatan kayak rompi, ya, hehehe...

zata ligouw mengatakan...

@Cumilebay MazToro
yess, biasanya busui kantoran emang ritualnya begitu mas Cumi :)

zata ligouw mengatakan...

@Santi Dewi
iya mba Santi, ada tehniknya ternyata, aku juga baru banyak tau dan belajar dari mba Monik tuh, coba tau mba Monik dari jaman anak pertama, ya, huhuhu...

zata mengatakan...

@Sandra Buana Sari
ahayyyy...ayo..ayo bikin cepetan :D

Kurnia amelia mengatakan...

Aku naksir babymoov nya euy hehe *salah fokus

zata ligouw mengatakan...

@Kurnia amelia
samaaa..., itu gampang banget buat bikin baby food, aku aja doyan hihihi

Innnayah mengatakan...

Lengkap bangeett...pengetahuan buat calon mama macam aku hehehe

Alaika Abdullah mengatakan...

Hm..., sekarang jadi busui tuh jauh lebih asyik, deh! Banyak ilmu yang dishare untuk bekal pengetahuan agar praktek menyusui makin mumpuni. :)
Jamanku, paling juga baca2 dari buku, belum begitu mengenal dunia online, dan mungkin pun literaturnya belum sebanyak ini, deh. Yah, namanya juga 20 tahun lalu. Hehe.
Btw, postingannya kece, euy! Lengkap bin komplit!

zata ligouw mengatakan...

@Innayah, semoga berguna, yaaa...

zata ligouw mengatakan...

Mba @Alaika kece bgt deh, gak nyangka dah pny anak gadis #salfok 😂😜

Andrian mengatakan...

Saya sangat mendukung istri utk masalah ASI sjk anak pertama sampai ketiga ...

zata ligouw mengatakan...

@Andrian
suami peduli banget kannn...

shintadaniel mengatakan...

infonya super lengkap, detail dan terstruktur... salam super *kasih 2 jempol

Poskan Komentar