Rabu, 23 November 2016

TIP MENYIAPKAN DANA PENDIDIKAN ANAK


Saat ini anak pertama saya sudah duduk di kelas dua SMP alias kelas delapan, sementara si kaka, anak kedua saya di kelas enam. Anak ketiga saya, yang paling bungsu masih bersekolah di Taman Kanak-kanak. Terbayang kan biaya pendidikan yang harus saya dan suami persiapkan untuk mereka bertiga?

Jujur saja, jika menyiapkannya dengan cara menabung konvensional, nggak akan keburu, tak akan sempat karena di satu sisi dua anak saya sudah cukup besar dan tidak lama lagi mereka akan menempuh pendidikan SMU dan Perguruan Tinggi. Saya dan suami harus berpikir keras untuk mengatasi masalah ini. Beberapa hal yang terpikirkan oleh kami adalah:

INVESTASI PROPERTI
Menyiapkan sebuah bangunan dalam hal ini rumah yang siap dijual saat dibutuhkan terlihat sebagai suatu solusi. Selain pemilihan lokasi yang strategis, properti tersebut juga sebaiknya diberi nilai tambah, misalnya dijadikan ruko, dst.

Keuntungan dari investasi properti adalah harganya yang meningkat dari waktu ke waktu, namun di satu sisi, bagi saya investasi ini agak riskan jika tujuannya untuk menjadi dana bagi pendidikan anak karena properti tidak bisa dijual dengan cepat. Takutnya, saat sedang dibutuhkan, proprti belum bisa terjual karena satu dan lain hal.

TABUNGAN PENDIDIKAN
Tabungan pendidikan memiliki fasilitas asuransi jiwa yang bisa untuk jaga-jaga jika kita sebagai orang tua meninggal dunia karena target target dana pendidikan tetap akan tercapai.

Selain fasilitas asuransi jiwa, tabungan pendidikan juga memiliki fasilitas bunga yang menarik serta asuransi kesehatan, namun ada tambahan biaya untuk fasilitas ini.

Jika di tengah jalan ternyata kita tidak mampu meneruskan tabungan pendidikan ini, jangan khawatir, dana yang selama ini sudah kita setorkan akan kembali masuk ke tabungan kita setelah dipotong biaya administrasi.

INVESTASI EMAS
Investasi ini adalah yang paling mudah buat saya. Kita tinggal membeli emas, biasanya berupa perhiasan atau lebih baik berbentuk koin atau batangan, dan menyimpannya. Kita bisa menyimpan emas karena harganya yang relatif stabil dan mudah dijual lagi.

Sebaiknya simpanlah emas dalam bentuk batangan yang memiliki kadar 99 persen. Saat ini emas tidak hanya ditemukan di toko emas, tetapi juga dibeberapa tempat misalnya di cabang PT Pegadaian, PT Aneka Tambang dan bank-bank yang berbentuk syariah. Saya pribadi lebih senang membeli emas di pegadaian karena selain dekat dengan rumah saya, prosedur pembeliannya pun sangat mudah dengan harga yang bersaing.

DEPOSITO
Jika kita memiliki dana dari pekerjaan atau usaha yang sedang kita jalani, kita bisa mendepositokan uang tersebut untuk biaya pendidikan anak. Cara ini cukup jitu karena deposito tidak bisa dicairkan sesuka kita dan bunganya cukup bagus dibanding tabungan konvensional biasa.

Pilihlah produk deposito dengan jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan kita atau yang sesuai dengan masa di saat anak kita membutuhkan dana untuk biaya sekolah.

Berikut gambaran yang saya dapatkan dari situs Ayahbunda. Hampir sama dengan menabung, deposito adalah menyimpan uang di bank, tapi bunganya lebih besar yaitu sekitar 6% per tahun. Hanya saja bank mensyaratkan jumlah minimal untuk bisa membuka deposito yaitu Rp  8.000.000. Anda tak bisa mengambil uang kapan saja seperti tabungan. Uang yang didepositokan tak bisa ditarik untuk jangka waktu tertentu, 1 bulan, 3 bulan atau 1 tahun. Dana deposito bisa digunakan untuk kebutuhan jangka pendek seperti uang les.

Untuk membuka deposito memang tidak ada keharusan kapan waktunya. Namun ada baiknya sejak balita Anda sudah memilikinya. Sisihkan 10% dari pendapatan setiap bulannya kemudian bila dana sudah mencukupi bukalah deposito. Semakin besar jumlah uang yang Anda depositokan tentu akan semakin besar pula dana yang Anda terima setiap bulannya.

Jika Anda ingin dana deposito bertambah, buatlah deposito dalam bentuk auto roll over, artinya bunga yang diterima setiap bulannya ditambah ke dalam jumlah dana deposito sehingga setiap bulan dana deposito bertambah jumlahnya.

Contohnya, Anda punya deposito Rp 100.000.000. Setiap bulan bunga yang diterima sebesar Rp 500.000 sehingga jumlah menjadi Rp 100.500.000. Bulan depannya jumlah Rp 100.500.000 akan dibungakan lagi. Demikian setiap bulannya.

Deposito sendiri terdiri beberapa jenis, yaitu:

Deposito berjangka atau time deposit adalah salah satu produk bank berupa simpanan dengan jangka waktu tertentu dengan bunga yang tinggi. Jika melihat dari Undang-Undang No 18 Tahun 1998 deposito berjangka memiliki variasi jangka waktu tertentu yaitu dimulai dari 1, 2, 3, 6, 12, 18 sampai dengan 24 bulan.

Deposito syariah adalah produk keuangan beupa simpanan berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah. Deposito syariah ditujukan bagi nasabah perorangan dan perusahaan. Perbedaan antara deposito konvensional dengan deposito syariah terletak pada cara pengelolaannya yaitu menggunakan akad mudharabah.

Sertifikat deposito adalah deposito yang memiliki kesamaan dalam penerapan jangka waktu yang berlaku. Hanya yang membedakan antara sertifikat deposito dan deposito berjangka adalah diterbitkannya sertifikat keterangan dari deposito itu sendiri dan dapat diperjual-belikan atau dipindah-tangankan kepada pihak lain. perbedaan yang lain adalah pencairan bunga sertifikasi deposito dapat dilakukan di muka.

Deposito On Call (DOC) merupakan deposito digunakan untuk deposan yang memiliki uang dalam jumlah besar yang dalam sementara waktu belum digunakan. Penerbitan deposito on call memiliki jangka waktu minimal 7 hari dan paling lama kurang dari 1 bulan. Pencairan bunga dilakukan pada saat pencairan deposit on call dicairkan deposan terlebih dahulu 3 hari sebelumnya sudah memberitahukan bank penerbitan bahwa yang bersangkutan akan mencairkan DOC nya.


Nah, bagaimana mama, papa? Siap untuk menabung bagi biaya pendidikan anak-anak? Pilih yang mana? Tentu yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan kita ya…

catatan: info dari berbagai sumber

10 komentar:

  1. Deposito memang bisa jadi alternatif yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan tabungan rencana ya mbak Zata. Apalagi bukanya akhir tahun saat bank dikejar target dan dan kita lumayan besar. Bisa nego rate tuh Mbak. Hehehe.

    BalasHapus
  2. @Dani
    iyaa betul mas Dani.., makasih udah mampir, yaa...

    BalasHapus
  3. Investasi biasanya tergantung kenyamanan tiap orangnya ya, kaka aku paling seneng investasi emas, kalau aku yg lain aja *emas takut digondol maling* penting ada simpanan utk masa depan anak2 & hari tua :)

    BalasHapus
  4. @Sandra
    yes, tiap orang beda2, aku pun karena masih buta soal investasi, dulu2 pasti emas, hihihi...

    BalasHapus
  5. baru tau bisa beli emas di pegadaian, jadi bukan bentuk tabungan gitu ya?

    BalasHapus
  6. @Nonikhairani.wordpress.com
    iya mba, beli emas batangan atau koin sekarang bisa di pegadaian, bisa dicicil pula lho :)

    BalasHapus
  7. Investasi properti risikonya tinggi, sedangkan kalau emas bujetnya belum ada. So untuk saat ini aku pilih reksadana dulu aja soalnya bisa dimulai dari Rp 50rb. Semoga suatu hari bisa kesampaian utk investasi emas dan properti :)

    BalasHapus
  8. @Dina Mardiana
    aku emas juga sesanggupnya aja sih mba. kalo properti juga sama, blm ada bujetnya :)

    BalasHapus
  9. Kalau saya lebih memilih INVESTASI EMAS, solanya menurut saya lebih aman dan menjanjikan,,

    BalasHapus
  10. @mamakichoice.com
    iya ya mba, tiap orang punya pilihannya masing2 yang sesuai kemampuan dan kebutuhan :)

    BalasHapus