Sabtu, 18 Februari 2017

Time To Play And Learn!




KAMPANYE "TIME TO PLAY & LEARN" ELC
Akhir bulan lalu, tepatnya tanggal 25 Januari 2017 bertempat di Penang Bistro, Grand Indonesia Mall, Early Learning Centre (ELC) meluncurkan kampanye "Time To Play & Learn" untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.



Kampanye yang berlangsung sampai dengan 6 Maret 2017 ini mengutamakan konsep bermain sambil belajar. Dalam kampanye tersebut ELC memperkenalkan rangkaian produk Discovery Zone yang didesain untuk membantu anak-anak menjelajahi hal-hal baru dengan cara yang menyenangkan  di setiap tahap perkembangannya, terutama saat usia 0-18 bulan.

Mba Lina Paulina, VP Mothercare dan ELC mengatakan bahwa setiap mainan sudah dirancang khusus sesuai dengan usia dan kebutuhan anak sehingga dapat membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak, misalnya perkembangan panca indera, motorik kasar dan halus, serta kemampuan sosialnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Markus bicara soal pentingnya bermain bagi seorang anak karena bermain merupakan sarana belajar serta menambah pengalaman bagi anak. Selain itu bermain juga akan membantu perkembangan motorik kasar dan halus, meningkatkan kemampuan kognitif dan bahasa, serta sosial dan kepribadiannya. Ketajaman panca indera anak juga akan makin terlatih lewat aktivitas bermain yang tepat.

MENGAPA ANAK PERLU BERMAIN?
Menurut Dr. Markus, kegiatan bermain akan meningkatkan fungsi panca indera, tahapan perkembangan, serta kematangan mental atau emosionalnya. Selain itu bermain juga merangsang perkembangan sistem saraf dan kecerdasan, membantu mengenal lingkungan sekitar, melatih anak lebih mandiri, mengendalikan emosi, dan berinteraksi dengan orang lain.

Saya sendiri bisa melihat perkembangan ketiga anak saya yang memang salah satunya juga didukung oleh mainan yang tepat. Saat ini si bungsu yang berusi lima tahun juga banyak sekali mendapat pengalaman baru serta skill baru justru dari beragam mainannya. 

Saya ambil contoh, mainan terbaru si bungsu, yaitu Drum N Beats Drum Kit dari ELC membantu meningkatkan fungsi panca inderanya dan yang paling kelihatan adalah motorik kasar serta halusnya yang juga membaik.

Dr. Markus saat berbicara mengenai mainan dan tumbuh kembang anak.

BAGAIMANA CARA MEMILIH MAINAN?
Ada begitu banyak pilihan mainan yang tersedia bagi anak-anak kita, lalu bagaimana cara memilih yang terbaik bagi mereka?. Ada lima lima poin penting yang perlu diperhatikan saat memilih mainan, yaitu:

1. Mainan yang tidak berbahaya dan terbuat dari bahan yang bermutu. Dari mana kita bisa tahu?. Kita harus teliti membaca keterangan di kemasan mainan, jika masih kurang yakin, tanya lah pada penjualnya, tentu saja penjual yang menjual barang dengan merek terpercaya. 

2. Sesuai dengan usia anak. Jika anak masih bayi, tidak perlu dengan alasan sayang dan bisa dipakai bertahun-tahun lalu kita membelikan mainan untuk anak yang usianya jauh lebih tua. Sesuaikan mainan dengan usia anak agar bisa berfungsi maksimal.

3. Mainan harus menarik dan menyenangkan. Ya kalau tidak menyenangkan namanya bukan bermain, ya 😛

4. Memiliki nilai belajar. Menurut Dr. Markus, mainan yang baik adalah mainan yang memiliki nilai belajar. Bahkan boneka untuk bayi pun ada nilai belajarnya. Bayi jadi mengenal tentang tekstur, warna, dan sebagainya.

5. Sederhana, tidak rumit, dan memiliki harga pantas. Sederhana dan tidak rumit, di mana anak menjadi senang dan gembira, bukan malah tertekan karena sulit memainkannya. Yang terakhir, mengenai harga yang pantas adalah harga yang masuk akal untuk mainan yang bagus dan terbuat dari bahan yang aman dan bermutu. 

Berikut ini beberapa contoh mainan dari ELC yang sesuai dengan tahap perkembangan anak:

BF Snuggle Playmat

BF Snuggle Playmat

Mainan ini sesuai dengan aspek perkembangan anak SEJAK LAHIR, di mana mainan ini dapat meningkatkan kemampuan bayi dalam memegang, memutar, melatih jari tangan, melatih konsentrasi, mengenal beragam jenis tekstur, warna, bentuk, dan permukaan,  serta belajar mengenal konsep sebab akibat. Misalnya jika ia memegang suatu bagian, hasilnya akan seperti apa, dst.

Shape Sorting Bus

Shape Sorting Bus
Mainan ini cocok untuk BAYI DI ATAS 6 BULAN. Bayi bisa didorong untuk semakin lancar merangkak, mengkoordinasikan mata dan tangannya saat memilih dan memasukan mainan sesuai bentuknya.

Uniknya juga, bayi akan diajarkan tentang konsep "benda yang hilang lalu ada kembali" saat ia memasukan mainan bentuk tertentu ke dalam bus, mainan itu hilang, namun bisa muncul kembali saat dikeluarkan.

Funky Footprints

Funky Footprints
Mainan ini cocok untuk usia yang lebih besar yaitu DI ATAS 12 BULAN. Mengapa mainan ini sangat cocok di umur tersebut?, karena biasanya bayi satu tahun ke atas sudah mulai berjalan dan melompat sehingga mainan ini dapat membantu anak melatih koordinasi antara mata dan kaki. Selain itu juga membantu anak melatih keseimbangan sambil belajar mengenal angka dan warna.

Bagi anak dengan usia DI ATAS 18 BULAN bisa bermain happyland dan learn to dress, di mana anak bisa mengasah keterampilan buka tutup kancing, mengenal perabotan, berimajinasi dengan cerita, serta bermain bersama teman-temannya.

Contoh mainan lain yang cocok dimainkan oleh anak yang lebih besar adalah mainan favorit terbaru Sabil, anak saya yang bungsu. Belum lama ini ia sangat tertarik dengan alat musik terutama drum, lalu saya ingat bahwa ELC punya mainan yang cocok untuk anak seusianya (5 tahun). Saat menerima mainan itu, ia luar biasa senang dan tak henti-henti memainkannya. Saya pun bisa melihat koordinasi antara telinga dan tangannya makin membaik. Awalnya ia terdengar asal memainkan drum tersebut, namun lama-kelamaan mulai enak didengar. 

Lihat review Sabil di bawah ini, yuk 😍



Tentunya masih banyak mainan lain yang sesuai dengan beragam umur anak. Ingin tahu lebih lanjut? langsung cek aja di website-nya di sini, yaaa...

KESIMPULAN
Jadi kesimpulannya menurut Dr. Markus, semakin banyak variasi mainan akan semakin meningkatkan perkembangan, pengalaman, serta kecerdasan anak. 

Variasi mainan yang melibatkan orang lain akan meningkatkan interaksi sosial dan kerjasama yang harmonis sebagai dasar untuk hidup bermasyarakat yang baik. Misalnya mainan yang bisa dimainkan berdua atau bahkan dengan lebih banyak teman, anak akan belajar berbagi, bersosialisasi, bahkan mengungkapkan keinginan dan pendapatnya sehingga diharapkan ia bisa memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik juga.

Ahh, senangnya bisa belajar lagi soal perkembangan anak bersama Dr. Markus. Terima kasih ELC ...

*****

18 komentar:

  1. Jadi inget anak2ku waktu kecil....mudah2an masa kecil mereka cukup bermain hehe..perasaan sih sudah usaha maximal

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo udah berusaha maksimal mah insha Allah udah cukup mba :)

      Hapus
  2. Mainan emang penting ya mbak apalagi yg ada sisi edukasi ya, jadi pengen beliin drum kayak mas Sabil

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, sebisa mungkin aku emang berusaha pilih mainan yang bisa bikin anak belajar juga :)

      Hapus
  3. Padahal saya sempat punya keinginan untuk membelikan mainan yang awet buat anak saya biar bisa dipakai bertahun-tahun... He he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha selama cocok sih ngga apa2 mas :)

      Hapus
  4. Sekarang mainan bukan hanya sekedar mainan yaaa...tapi juga banyak unsur belajarnya..that was fun!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes betul mba insav, idealnya mainan sekarang ya yang ada nilai belajarnya ya...

      Hapus
  5. kalo dikasih mainan si anak juga pasti ceria, kalo ceria kan sebagai orang tua pasti seneng. kalo diem mulu ntar dikira cacingan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha iya Mi,m kalo anaknya diem aja mamanya malah curiga ;p

      Hapus
  6. Snuggle playmatnya lucuu jadi pengen punya baby lagi #ehh hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah lho, hihihi... iya ya gemes liat mainan2nya..

      Hapus
  7. saya senang banget nih kalau baca artikel tentang parenting seperti ini mba.. tulisannya juga sangat enak di baca mbaaa :) soalnya belum nikah, jadinya harus belajar parenting lebih joss lagi hehe ..

    BalasHapus
  8. Elc mah mainannya emg bikin laper mata mba :p.. Aku kalo udh ke counternya di sency wAah bisa kalap.. Kdg mainan yg sbnrnya blm cocok utk anakku, aku beli jg krn lucu aja :D. Tp sayangnya anakku itu pembosan. Jd kalo udh dimainin 3x doang, lgs bosen deh, ga nyentuh lg -_-. Rugi jadinya.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo anak bosen disimpen aja dulu mainannya mba, masukin dus lagi, beberapa lama kemudian keluarin lagi dan biasanya si anak akan suka lagi, itu trik aku sih :)

      Hapus