Kamis, 30 Maret 2017

Branding in the Digital Age



Belajar soal branding bersama Komunitas ISB dan CNI Indonesia

Belajar soal branding selalu jadi passion saya, terutama akhir-akhir ini karena memang saya sedang serius merapihkan blog serta akun sosial media saya. Sudah tahunan jadi blogger, masa, sih, gitu-gitu, aja, ya kan? ;p

Kesempatan belajar di acara workshop yang diadakan oleh Komunitas ISB dan CNI Indonesia pada hari Minggu tanggal 26 Maret 2017 kemarin di Burger King, Plaza Festival, membuat saya makin mantap dan serius untuk mem-branding diri serta blog saya.

Ada begitu banyak ilmu yang dibagi dan saya serap di sana. Buat kamu-kamu yang tidak berkesempatan hadir, baca artikel ini aja, yuk, semoga sama-sama nambah ilmu kita, yaa..

Belajar dari Dewi Rahmayanti – Digital & Social Media Consultant
Dewi K Rahmayanti dari Inmark memberi materi tentang “Strategi Personal Branding Sosial Media” mengenai apa itu branding sosial media dan bagaimana kita bisa menerapkan dan mendapat hasil maksimal. 

Mba Dewi cukup concern dengan situasi blogger yang blog-nya bagus namun kurang exist di sosial media, atau pun sebaliknya, seseorang yang dikenal dari sosial media (semacam selebgram, lah..) , namun tidak punya blog, padahal ia sebagai agensi seringkali membutuhkan blogger dengan sosial media yang kuat untuk diajak bekerjasama.

Nah, penting banget berarti branding di sosial media juga, kan ...

mba Dewi dari Inmark

Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam branding sosial media, kita harus konsentrasi pada empat hal di bawah ini:

1. Personal Branding
2. Social Media Team Work
3. Social Media Writing
4. Social Media Planning 

Untuk poin soal branding dan personal branding sudah cukup tahu dong, ya?. Saya pernah menuliskannya sebagian di sini dan di sini. Nanti di artikel terpisah saya juga akan kembali membahas topik ini secara rinci.

Menurut mba Dewi sendiri, personal branding adalah cara kita 'memasarkan' diri sendiri. Kita ingin dikenal sebagai siapa, sebagai apa, dan apa value yang kita miliki?.

Saat diminta untuk menggambarkan diri sendiri, beberapa peserta yang hadir cukup kesulitan, kebanyakan menjawab secara general, termasuk saya. Namun ada salah satu peserta yang dianggap mba Dewi memberikan jawaban yang bagus, kurang lebih ia menggambarkan dirinya sebagai "jomblo yang senang makan dan menulis." Menarik dan beda, bukan?.  😄

Oh ya, tolong bedakan penggunaan tiap platform sosial media yang kita gunakan, ya, pesan mba Dewi. Untuk instagram sebaiknya pilihlah gambar-gambar terbaik saja, jangan apa-apa diposting. Jika ingin banyak posting, gunakan saja twitter karena di platform ini sah-sah saja kita memposting banyak hal, gambar mau pun caption dan sifatnya juga real time, jadi tidak akan mengganggu followers kita. Beda halnya dengan facebook, sama dengan instagram, sebaiknya tidak perlu terlalu banyak membuat status dan membagikan foto karena yang akan 'muncul' adalah yang paling banyak engagement-nya saja.

Selain itu social media planning juga sangat penting. Pikirkan baik-baik apa yang akan kita unggah di media sosial, hindari status galau (kecuali isi blog kamu adalah curhatan dan kamu memang sengaja mem-branding diri kamu sebagai blogger galau, hehehe...). Jangan juga bikin status baper, sinis, apalagi sampai menyinggung sara, dijamin brand kita juga akan jelek. Cek dulu sumber suatu berita atau gambar, jangan mudah menyebarkan informasi dan foto yang belum pasti kebenarannya. Sering tanpa sengaja menyebarkan hoax juga akan merusak image kita.

Social media planning juga berkaitan dengan membuat jadwal postingan blog dan sosial media. Saya pribadi juga sebisa mungkin membuat draft dan jadwal tentang apa saja yang akan saya posting di blog dan instagram. Untuk twitter saya belum menerapkan hal itu, sedangkan untuk facebook saya memang tidak membuat jadwal karena bagi saya facebook itu lebih personal.

Singkat kata, konsisten saja melakukan semua hal di atas hingga orang-orang sadar dan mulai mengenal kita sesuai dengan apa yang kita inginkan. Butuh bahkan sampai tahunan untuk bisa mewujudkan branding yang tepat.


Belajar dari Vincent – Founder helofranchise.com
Bersama mas Vincent, kami belajar soal “Membangun Branding Lewat Website." Buat saya temanya agak berat tapi penting banget buat yang mau serius dengan branding blognya.

mas Vincent dari helofranchise.com

Di awal presentasi, mas Vincent memaparkan tentang apa itu website dan blog. Pada dasarnya keduanya sama. Website adalah situs url yang kita akses dengan memasukan protocal www.  Sedangkan blog adalah istilah di dalam website yang berupa suatu halaman konten berisi tulisan dengan topik spesifik yang telah ditentukan oleh penulis.

Komponen-komponen penting dalam sebuah website adalah:

1. Konten
2. Fitur
3. Design
4. Layout 
5. Performa

Mas Vincent menjelaskan komponen di atas satu per satu, tapi karena buat saya ini topik yang teknis banget, jadi saya kurang bisa menyampaikan kembali secara rinci.

Konten, seperti sudah kita ketahui merupakan satu bagian yang paling penting dalam sebuah website sehingga sering ada istilah "konten adalah raja." Selain isi tulisan yang harus bagus dan baik, penting juga untuk diperhatikan tentang judul, gambar utama, deskripsi, nama penulis, waktu, serta tentu saja engagement seperti komentar dan likes.

Fitur berfungsi untuk membantu pembaca untuk mengenal isi website dan berinteraksi di dalamnya. Yang dimaksud dengan fitur adalah widget seperti pencarian, postingan terakhir, dll. Halaman kontak, FAQ, serta interaksi seperti kolom komentar dan bagikan juga merupakan fitur.

Belajar dari Gusti – Promotion & Marketing CNI
Mas Gusti Alendra dari CNI yang selama ini sering berbagi rahasia sukses CNI di dunia digital, pada kesempatan yang sama juga kembali memberi gambaran singkat soal apa yang sudah dicapai oleh CNI saat ini, seperti yang bisa dilihat di salah satu foto di bawah ini. Tentu saja pencapaian tersebut adalah lewat usaha branding yang konsisten dan tepat sasaran.

Mas Gusti dan Nico dari CNI

Pencapaian tim digital CNI

Wah, saya salut dengan CNI dan juga berterimakasih karena telah memfasilitasi kami para blogger untuk belajar lebih dalam lagi soal branding di era digital ini. 

Terimakasih juga buat Komunitas ISB yang sudah mengundang saya dan blogger lainnya, semoga kita bisa terus belajar dan berkembang bersama, yaa..

*****

13 komentar:

  1. Saya jadi ikut mikir, branding saya kira-kira apa ya, biar spesifik juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya beneran harus serius mikirin branding ya sekarang mba Ipeh..

      Hapus
    2. sama, saya sebenarnya masih rada bingung utk yg satu ini... masih belum ketemu yg pas... tp yah sambil jalan deh...

      Hapus
  2. Emang keren acaranya, moga next bisa ikutan lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes, setuju, acara ISB dan CNI bagus2 dan bermanfaat banget..

      Hapus
  3. Maaf tadi linknya salah.
    Blogger butuh ilmu kayak gini lagi ya paling tidak ikitan workshop kayak gini per 6 bulan sekali. supaya update dan charge ilmu lagi tentang personal branding :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah bener banget tuh Lin, belajar secara teratur dan berkala biar tambah keren branding, skill, dll-nya..

      Hapus
  4. branding emang penting banget y mba, ga terkecuali blogger. aku udah punya, tp pas bikin blog lagi kok malah jd membingungkan, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha brarti belum yakin banget sama brand yang mau dipilih kali mba :) aku juga bbrp kali kayak gitu, makanya mau ngelurusin niat lagi buat konsisten branding sesuai keinginan..

      Hapus
  5. Branding, branding dan branding... *kemudian menatap nanar sejumlah sosmed yg sudah dipunya* eaaa. Perlu dikulik lg sepertinya hihihi, tfs Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayooo semangat. It takes time, but worth it deh.. ;)

      Hapus
  6. Mbak zata brandingnya apa nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pengen dikenal sebagai lifestyle blogger yang juga senang berbagi soal tips hidup sehat aka #fitblogger mba :)

      Hapus