Jumat, 05 Mei 2017

Rencanakan Kehamilan Demi Hidup yang Lebih Berkualitas

“Kehidupan era modern yang kompleks dan penuh tantangan membuat perencanaan keluarga menjadi poin yang penting bagi seseorang yang ingin membina rumah tangga,” ujar Aditya A. Putra, GM Family Planning & Reproductive Health DKT Indonesia.



Yes, saya setuju sekali dengan pernyataan tersebut. Sebagai ibu dengan tiga anak, saya merasakan sendiri bahwa perencanaan dalam keluarga sangatlah penting, termasuk di dalamnya merencanakan kehamilan. Saat baru menikah, saya tinggal di Brunei bersama suami, di mana situasinya kami belum punya rumah dan kendaraan. Apartemen yang kami tinggali cukup jauh dari tempat suami bekerja dan untuk bepergian ke mana-mana kami sangat tergantung dengan bus yang lewat hanya tiap 30-45 menit, itu pun harus menunggu di tempat tertentu.

Tak terbayang jika kami punya anak dan kesulitan dengan masalah transportasi karena punya anak identik dengan repot ke sana ke mari untuk ke dokter, imunisasi, sekolah, les, dan lain sebagainya. Apalagi di sana tidak ada sanak saudara selain suami. Bukan berarti saya manja dan tidak mau melakukan semuanya sendiri, namun saya ingin merencanakan kehamilan saya agar situasinya lebih baik bagi calon anak kami dan tentunya bagi saya dan suami.

Kami pun tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak kami mulai dari kebutuhan pokok mereka sampai ke dana pendidikan yang makin hari makin mahal. Agak sulit rasanya (bagi kami pribadi)  mewujudkan hal tersebut jika kami belum siap punya anak, atau punya anak dalam jarak yang terlalu dekat. 

Akhirnya saya memutuskan untuk menunda kehamilan dan mengonsumsi pil kontrasepsi. Awalnya saya sempat ragu karena banyak mendengar bahwa pil kontrasepsi akan membuat rahim kering dan sulit punya anak nantinya, namun setelah saya berkonsultasi ke dokter kandungan serta browsing sana-sini, saya mantap untuk minum pil kontrasepsi demi menunda kehamilan.



Saat kembali ke Indonesia satu setengah tahun kemudian, saya dan suami mantap untuk memiliki anak, saya pun berhenti minum pil kontrasepsi. Awalnya ibu saya menduga bahwa akan butuh berbulan-bulan bagi saya untuk hamil mengingat saya cukup lama mengonsumsi pil kontrasepsi, ternyata, dalam hitungan minggu, saya pun hamil, alhamdulillah.

Begitu juga saat menunda kehamilan anak kedua, saya kembali mengonsumsi pil kontrasepsi, namun saat itu, karena pengetahuan saya yang kurang mengenai seluk beluk pil kontrasepsi, saya sering meminumnya tanpa jadwal yang tepat, hari ini minum pagi, besok minum malam, kadang esoknya lupa lalu saya dobel minum keesokan harinya, hehehe, jadi lah di tahun kedua setelah anak pertama saya pun hamil lagi. Meski tidak direncanakan, namun kami sangat bersyukur. 

Setelah kelahiran anak kedua, saya banyak mencari tahu soal kontrasepsi, apa saja jenis-jenisnya, apa saja syarat penggunaannya, bagaimana cara mengonsumsi pil kontrasepsi yang benar, dan seterusnya. Semua informasi itu saya dapatkan dari berkali-kali kunjungan ke dokter kandungan, ngobrol di forum-forum perempuan di internet, browsing dan membaca literatur yang kebanyakan berbahasa Inggris.

Dengan pengetahuan yang benar, saya pun bisa menunda kehamilan hingga enam tahun dan saat berhenti mengonsumsi pil kontrasepsi Andalan saya, beberapa minggu kemudian saya pun kembali hamil.

Nah, saat saya menghadiri acara Media Luncheon “Bahagia dengan Perencanaan Keluarga” yang diadakan oleh Kontrasepsi Andalan, di mana salah satu informasinya adalah mengenai kampanye digital Andalan, saya pun sangat senang karena artinya akan banyak ibu-ibu Indonesia yang makin paham soal kontrasepsi dan tidak perlu mengalami apa yang saya lalui dulu, lewat trial and error serta belajar bertahun-tahun baru benar-benar paham akan cara menunda kehamilan yang benar dan aman.

Dalam kesempatan tersebut, Surya Chandra Surapaty, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, mengatakan bahwa BKKBN turut mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kontrasepsi Andalan terkait dengan kampanye digitalnya karena momentum ini sejalan dengan tema peringatan Hari Keluarga Nasional yang dimulai bulan ini hingga Juli mendatang.

Ingin tahu lebih jauh soal kontrasepsi Andalan dan informasi-informasi berguna lainnya seputar perencanaan kehamilan, langsung aja kunjungi www.tundakehamilan.com ya…

*****

12 komentar:

  1. Thanks ia udah mau sedikit berbagi, semoga kegiatan ini bisa juga dilakukan di daerah-daerah perkampungan
    karena biasanya yang banyak anak disana ,... heeee
    kawasan Pegunungan, pesisir laut, dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminn, setuju mas... makasih yaa udah mampir.

      Hapus
  2. setelah lahiran tahun 2014, gak pake kontrasepsi, takut disuntik *jiahhh

    blum coba2 minum pil, soale aku lupaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayooo.. kalo lupaan bisa pake iud aja mba :)

      Hapus
  3. Ternyata dengan tata cara yang benar, Pil KB ini bisa untuk menunda kehamilan dengan jarak yang agak lama juga yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Wit, soalnya kadang keliatannya gampang tapi ada beberapa hal yang perlu diketahui ya misalnya soal waktu yang sebaiknya sama tiap harinya untuk minum pil kb tsb..

      Hapus
  4. Makasih sharingnya ya ka Zataa! aku selama ini ngga pake KB. Masih ragu2 mau pilih yang mana dan takut ga cocok.

    *brb baca2 dulu aah di web tunda kehamilan* 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. oww yasud, cek2 aja dulu websitenya Cinn..

      Hapus
  5. Wahhh ternyata pakai pil KB Andalan nda bikin rahim kering ya. Cocok nih bisa ayu pake untuk perencanaan anak lagi. Makasih mbak Zata infonya, emang lagi cari referensi nih ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Yu, betul. Pas kan, bisa lihat2 info soal perencanaan kehamilan di websitenya :)

      Hapus
  6. Saya malah udah program kehamilan nih tapi 2 tahun masih kosong juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga berhasil ya mbaaa... sedikit tips dari pengalaman pribadi, olahraga deh mba, entah aerobik atau yoga, kalo aku sih ngaruh banget..badan jadi fit plus subur, hihihi..

      Hapus