Kamis, 12 Oktober 2017

Pengelolaan Fiskal Demi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan


Hmmm, berat ya bahasan artikel saya kali ini. Jujur aja saya awam banget dengan bahasan yang bertema keuangan tapi saya selalu tertarik dan mengikuti acara bertema keuangan apalagi yang diadakan oleh negara, selain nambah ilmu, ini adalah bentuk dukungan saya pada pemerintah.

Okay, jadi tanggal 6 Oktober lalu, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengadakan acara 'bincang blogger' dalam rangka memperingati Fiscal Day 2017. Blogger yang hadir tidak terlalu banyak namun beragam. Mayoritas memang blogger yang aktif membahas masalah keuangan namun ada juga beberapa lifestyle blogger seperti saya yang memang tertarik dengan topik keuangan.

Bincang-bindang dengan BKF (Badan Kebijakan Fiskal) ternyata tidak seseram dan seberat yang saya bayangkan. Bapak Hidayat Amir dari Pusat Kebijakan APBN, BKF, menyampaikan banyak hal dengan cara yang mudah saya tangkap. Mungkin beliau sudah tahu bahwa akan ada ibu-ibu seperti saya yang awam banget soal keuangan apalagi yang temanya fiskal, hehehe...

Dalam kesempatan tersebut, bapak Hidayat Amir berbicara tentang perbedaan situasi ekonomi yang dulu dan sekarang. Beliau juga bicara mengenai utang negara. Mengenai beberapa pandangan masyarakat yang kurang baik mengenai utang negara padahal utang tetap diperlukan jika dipakai dan dikelola dengan bijaksana seperti untuk pembangunan infrastruktur, dll.


Yang menjadi bahan diskusi juga adalah hasil evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan APBNP 2016 dan perkembangan ekonomi tahun 2017, di mana hasilnya adalah sebagai berikut:

TAHUN 2016
  • Tahun 2016 defisit terjaga di 2,49% thd PDB sehingga fiskal stabil, kredibel, dan sustainable
  • Penerimaan negara mengalami revisi turun sebesar 230 T. Hal ini terjadi salah satunya karena adanya program tax amnesty
  • Di tahun 2016 efisiensi belanja negara berjalan dengan baik di mana belanja prioritas tetap terjaga, pelayanan tidak terganggu, belanja non prioritas bisa dihemat, transfer ke daerah dikendalikan sesuai kemampuan penyerapan, dan yang terpenting adalah subsidi tepat sasaran.
  • Utang pada tahun 2016 ini terukur dan digunakan untuk investasi yang mendukung pembangunan infrastruktur.
  • Secara garis besar ekonomi dan tata kelola keuangan negara membaik. Perekonomian tumbuh 5,01%, dst.
TAHUN 2017
  • Outlook defisit 2,67% dari PDB yang artinya lebih rendah dari target defisit APBNP-nya.
  • Tahun 2017 ini penerimaan perpajakan lebih realistis dengan adanya era keterbukaan perpajakan.
  • Seperti tahun sebelumnya, di 2017 ini belanja mendesak tetap sesuai dengan perencanaan serta tetap efisien dan efektif.
  • Pengendalian utang secara hati-hati, kisarannya 28-29% terhadap PDB.
  • Mengalami peningkatan peringkat ke investment grade.
Lalu apa fokus RAPBN tahun 2018 mendatang?. Berkaitan dengan hal ini ada 6 fokus utama, yaitu:
  1. Momentum perbaikan ekonomi yang harus dijaga.
  2. Penerimaan negara yang harus terus ditingkatkan dan menjaga iklim usaha.
  3. Prioritas program harus makin fokus untuk penurunan kemiskinan dan kesenjangan, penciptaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  4. Pelayanan rakyat harus makin baik dan menjaga kepercayan rakyat melalui birokrasi yang efisien, bersih, dan melayani.
  5. Defisit terjaga dan tambahan utang terukur untuk hal-hal yang produktif.
  6. RAPBN 2018 makin sehat, ekonomi makin kuat.
Sesi diskusi yang menarik sehingga banyak blogger yang aktif bertanya.

Tujuan dari kebijakan RAPBN 2018 adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan yang pada gilirannya bermuara pada terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat secara lebih berkeadilan.

Strategi yang akan digunakan tentunya yang lebih produktif, efisien, berdaya tahan dan mampu mengendalikan risiko dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang dituangkan dalam kebijakan baik di bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

Arah kebijakan fiskal sendiri masih bersifat ekspansif dan difokuskan untuk mendukung kegiatan produktif guna meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing. Arah kebijakan fiskal ekspansif tersebut tetap diikuti dengan pengelolaan kebijakan fiskal yang sehat dan berkesinambungan yaitu melalui:
  1. Pengendalian defisit dalam batas aman,
  2. Pengendalian rasio utang terhadap PDB melalui pengendalian pembiayaan yang bersumber dari utang dalam batas yang terkendali (manageable), serta mengarahkan pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif;
  3. Mengendalikan keseimbangan primer melalui pengendalian kerentanan fiskal
Tantangan ekonomi tahun 2018
Defisit RAPBN tahun ini dapat diturunkan menjadi 2,19 % PDB

Yang menjadi bahasan menarik dalam diskusi tersebut juga adalah soal pajak. Bagaimana kondisi penerimaan perpajakan saat ini dan bagaimana kaitannya dengan pendapatan negara serta APBN. Penerimaan perpajakan tentunya akan terus ditingkatkan dengan tetap menjaga perbaikan iklim investasi dan dunia usaha.

Ada pun langkah-langkah perbaikan yang diambil antara lain mengupdate dan mengintegrasi data dan sistem informasi perpajakan melalui e-filing, e-form, dan e-faktur. Meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan membangun kesadaran pajak (sustainable compliance) antara lain melalui e-service, mobile tax unit, KPP Mikro, dan outbond call.

Langkah lainnya adalah AEoI atau Auto Exchange of Information untuk meningkatkan basis pajak serta mencegah praktik penghindaran pajak dan erosi perpajakan. Insentif perpajakan tax holiday dan tax allowance juga menjadi langkah perbaikan lainnya.

Setelah bicara soal penerimaan pajak, juga diikuti dengan bahasan mengenai penerimaan negara bukan pajak serta belanja negara tentunya. Nah, belanja pemerintah pusat buat apa saja, sih? dan langkah-langkah apa saja yang diambil untuk peningkatan kualitas belanja?. Silakan lihat informasi lengkapnya di bawah ini:



Nah, sebagai warga negara yang baik, saya merasa ikut bertanggung jawab untuk mendukung serta memonitor langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, salah satunya ya lewat tulisan di blog ini. Semoga langkah kecil saya ini bisa sedikit memberi kontribusi pada pemerintah dan masyarakat pada umumnya :).

********  

6 komentar:

  1. Ooh, jadi bertambah pengetahuan saya berkat informasi pengelolaan fiskal ini. :D

    BalasHapus
  2. Perlu banget kita belajar soal fiskal ini ya Mba? Selain sebagai acuan pertimbangan bayar pajak, kita juga bisa mengawal APBN yang dibuat pemerintah

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes betul sekali teh, bantu mengawal juga bentuk dukungan kita sbg blogger ya teh..

      Hapus
  3. buat mamah yang biasa ngurus keuangan keluarga, topik ini kesannya far far away hihihi. Aku ya berharap semoga program pemerintah tepat sasaran terutama yang PKH.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul, far2 away tp penting ya hehehe...

      Hapus