Kamis, 30 November 2017

5 Alat Fotografi (dan Videografi) yang Saya Pakai untuk Blogging (dan Vlogging)


Sebagai blogger, tulisan yang bagus, baik dan benar, adalah suatu keharusan, namun di era instagram, pinterest, dan platform lainnya ini, foto (hampir) menjadi segalanya, video yang baik pun akhirnya menjadi suatu kebutuhan. Tulisan bagus kadang kurang dilirik jika foto dan videonya tak menarik, apalagi jelek.

Tidak penting apakah kita ngeblog, ngevlog, dan main instagram sekedar untuk hobi atau buat jualan, usaha, branding, dst, foto dan video yang kece wajib banget terpampang nyata di blog kita.

BACA JUGA : TIPS MENINGKATKAN FOLLOWERS INSTAGRAM SECARA ORGANIK

Saya pribadi, sejak awal ngeblog tahun 2001-an sudah banyak bermain di foto. Waktu itu, sih, alat fotografi belum sebanyak sekarang dan harganya bikin ngeriii… Nah, sekarang, saat banyak alat fotografi sudah sangat terjangkau, nggak ada alasan dong buat para blogger dan instagramer untuk tak terlalu peduli pada foto dan video yang baik?.

Perlengkapan fotografi dan videografi bisa banget kok disesuain dengan bujet yang kita punya. Saya  pun untuk keperluan ngeblog, ngevlog, dan main instagram nggak selalu pakai yang bermerek, asal bagus, apalagi harganya terjangkau, langsung deh saya beli atau minimal masuk wish list ;p. 

Btw, ini dia 5 alat fotografi/videografi yang wajib buat saya sebagai blogger:

SMARTPHONE 
Yes, ini alat fotografi dan videografi paling simple favorit saya. Ngga perlu bawa berat-berat, ganti lensa ini itu, dan lain-lain. Kalau ada momen cepet banget ketangkepnya, jadi cocok banget buat mengambil gambar kapan saja di mana saja.

Kelebihan smartphone aka hape juga banyak banget menurut saya, selain praktis, bisa langsung diedit, bisa langsung dipublish pula.., asyik, kan :).

Saat ini saya sedang memakai smartphone keluaran Oppo. So far cukup mumpuni untuk foto, selfie, serta mengambil footage video.


Smartphone yang saya pakai sehari-hari.

KAMERA 
Oke, saat saya harus memproduksi konten foto dan video yang lebih serius, tentu saja pilihan saya beralih ke mirorrless dan DSLR. Saat ini saya sedang memakai mirorrless SONY Alpha 6000.

Hal pertama yang saya pikirkan saat menggunakan sebuah kamera adalah, mudah. Sadar dengan kenyataan bahwa foto dan video yang bagus sudah bukan dilihat dari ketepatan exposure atau terang-gelapnya lagi,  tapi pada sentuhan imajinasi yang  dituangkan untuk sebuah foto/video. Dengan kamera mirrorless saya tidak perlu memikirkan ketepatan exposure lagi, karena kamera mirrorless sudah bisa melakukannya dengan akurat.

Hal kedua adalah kecil dan ringan sehingga mudah dibawa, praktis. Kamera saya ini juga bisa dibawa dengan tas yang saya gunakan, bercampur dengan dompet, alat make up, kadang dengan botol air minum juga. Menggunakan DSLR dengan tas khusus untuk kamera rasanya agak terlalu effort.

Ketiga, hasil fotonya bisa langsung ditransfer ke smartphone. Ini fitur standar yang paling saya suka dari mirrorless. Bagaimana tidak, foto yang saya ambil dari kamera bisa dengan mudah masuk ke HP, nama fiturnya NFC atau Near Field Communication.

Empat. Bisa untuk bikin video. Kebutuhan konten blogger tidak hanya terbatas pada foto, banyak hal yang “lebih baik disampaikan dengan video”.

Karena alasan-alasan di atas itulah mengapa saya memilih Sony Alpha 6000 sebagai pegangan saya dalam memproduksi konten foto dan video saat ini.

Kamera mirorrless yang saya pakai.

TRIPOD
Saya memang tidak sering membawa tripod jika bepergian atau ketika diundang menghadiri suatu event, namun untuk perjalan panjang, misalnya pergi ke Makassar selama seminggu, saya pasti membawa tripod.

Di rumah, terutama untuk foto produk, saya perlu tripod karena saya perlu berkonsentrasi pada produknya. Dengan tripod saya bisa meletakan produk dengan baik, membuat sudut yang tepat, intinya konsentrasi untuk membuat foto yang sesuai dengan emosinya. Setelah menurut saya semua sudah oke, tinggal pencet kamera yang terpasang di tripod, dan voila!, foto yang cantik sudah terekam dengan baik.

Hal yang sama kurang lebih berlaku saat saya mengambil gambar video dengan tripod.

Tripod dan monopod sangat membantu jika sedang mengambil gambar foto mau pun video.

REFLEKTOR 
Yang saya tau dari pencahayaan fotografi adalah cahaya utama, cahaya pengisi dan cahaya lainnya J. Fungsi reflektor adalah memantulkan cahaya utama hingga menjadi cahaya pengisi.

Jika tidak punya reflektor bisa pakai bahan tebal berwarna putih sebagai penggantinya, misalnya foam yang sering dipakai untuk majalah dinding, dll.

LAMPU LED  
Ini alat favorit saya. Namanya juga berkegiatan dari rumah, urusan rumah tangga jelas menyita waktu. Kadangkala, saya hanya bisa motret di malam hari. Cahaya lampu di rumah sebenarnya cukup terang untuk menghasilkan exposure yang cukup, tapi ingat, foto bukan sekedar exposure.

Saya menggunakan lampu tambahan untuk menjadi lampu utama (dalam fotografi biasa disebut sebagai key light). Si key light ini kalau dalam ilmu tulis menulis kira kira seperti “pokok pikiran utama”.

Lampu LED kecil yang cukup mumpuni untuk foto dan video.

PORTABLE PHOTOSTUDIO          
Bagi blogger yang sering mereview produk, portable photostudio atau light box memberikan kemudahan dalam memproduksi foto yang bagus. Alat ini membuat urusan foto jadi semakin mudah. Terang benderang, jelas dan indah adalah efek yang dihasilkan dengan alat ini.

Khusus untuk portable photostudio saya lagi bikin DIY-nya, nih :). Tunggu postingan saya soal DIY Portable photostudio, yaaa...


*********

12 komentar:

  1. lagi nyari kamera buat hadiah nikah adikku februari 2018, adikku ini cowok + doyan jalan2 pluuus calon istrinya punya hobi travelling juga ... bingung kan, mau beli DSLR berasa mihil gitu yah, mirrorless kayaknya cocok karena lebih enteng

    gugling ah soal mirrorless sony

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya, mirorrless oke buat dibawa jalan2, gak berat tapi kualitas oke :)

      Hapus
  2. Sony emang bagus hasil foto dan videonya. Kalau Fuji, videonya ga fokus. Aneh deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh masa sih? aku blum nyobain video fuji soalnya..

      Hapus
  3. wah jadi kepincut pengen mirorrless juga. biat ga berat kalo dibawa kemana2.

    ditunggu tutorial portable photostudionya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sipp, doakan minggu depan banyak waktu luang buat DIY2an yaa..

      Hapus
  4. Huwoow ini sudah profesional lho mbak, aduh saya cuma seujung kuku. Tahun 2001 aja masih jadi org galau gak tau mau ngapain hihi, mbak malah udah ngeblog ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi... udah mulai tapi blom aktif mba :)

      Hapus
  5. Gak sabar mau liat portable photostudionya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. doakan semoga sempet nyelesainnya ya hihhi

      Hapus
  6. samaan mba kita mirrorlessnya ^_^ tapi tetap tergantung skill orangnya ya, saya masih harus banyak belajar motret :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau soal belajar kita semua memang nggak boleh berhenti belajar ya mba :)

      Hapus