Mewujudkan "Happy Life Before 40s" Dengan Kembali Menata Prioritas

Happy Life Before 40s. Is it Possible?

Within four months i will be 40 years young. Tiba-tiba saja saya merasa perlu merenungi hidup dan flash back mengingat kembali apa saja yang sudah saya capai serta yang belum saya raih di usia yang katanya "the new 20" ini.


Saya pernah membuat daftar 40 hal yang ingin saya lakukan sebelum berusia 40 tahun di sini. Setelah beberapa bulan berjalan, alhamdulillah ternyata ada banyak hal yang berhasil saya coret dari list tersebut, termasuk salah satunya pergi ke Jepang yang rencananya akan saya lakukan bulan depan.

Namun masih ada beberapa impian yang belum tercapai, antara lain menulis buku (meskipun sebenarnya masih dalam proses), mengajak ibu saya ke Manado lagi, be debt free dan yang paling saya impikan adalah memiliki rasa aman terutama secara finansial agar saya dan keluarga terus terlindungi.

Kenapa rasa aman?. 

Saya ingat sekali, beberapa tahun lalu saya pernah berada di kondisi yang kurang baik dan kurang bahagia. Saat itu saya bekerja di sebuah perusahaan internasional dengan gaji yang menurut saya besar. Suami juga bekerja di televisi swasta dengan posisi yang baik. 

Di rumah saya punya 3 asisten rumah tangga (ART). Yes, tiga, satu untuk membantu mengurus si bungsu yang saat itu masih bayi, satu lagi untuk mengurus keperluan abang dan kakak. ART yang ketiga tidak tinggal di rumah, ia datang pagi hari dan pulang siang hari untuk mengurus rumah seperti beberes, cuci gosok, dan masak. Sounds perfect, right?. But, unfortunately, it wasn't.

Pada masa itu, frekuensi saya ke dokter cukup sering terjadi. Masalahnya pun beragam dan tidak biasa, misalnya rasa lelah berkepanjangan atau dikenal sebagai fatique. Saya juga mengalami kerontokan rambut yang menyebabkan beberapa bagian kepala saya pitak, alias botak-botak kecil. Huhuhuuu...
Impian saya adalah memiliki asuransi terbaik yang bisa melindungi saya dan keluarga.

Hingga suatu saat saya berkonsultasi dengan dokter dan kesimpulannya, menurut dokter saya mengalami stressWhattt?!! Saya denial. Saya merasa hidup saya tergolong sempurna, punya pekerjaan yang baik, punya rumah, motor, mobil, ART, dan terutama punya suami yang bertanggung jawab dan anak-anak yang sehat.

Namun ada yang saya lupakan, saat itu, karena rasa bersalah sering meninggalkan anak-anak di rumah, saya sangat boros dan banyak menghamburkan uang untuk kesenangan bersama keluarga terutama anak-anak. Saya pun sulit menabung, apalagi berinvestasi. Asuransi?, boro-boro!

Hal itulah yang ternyata diam-diam membuat saya merasa insecure dan berujung pada beberapa masalah kesehatan tersebut.

Setelah menemukan permasalahannya, saya dan suami pun bertekad untuk menata prioritas hidup kami, salah satunya dengan mencari tahu lebih dalam soal unit link, mencari tahu soal manfaat asuransi dan asuransi jiwa mana yang paling tepat sehingga kami bisa merasa aman dan pikiran pun tenang. 

Yes, i choose to be happy and secure. Jadi memiliki investasi terbaik adalah salah satu prioritas utama serta impian yang ingin saya wujudkan segera :). Doakan, yaaa....


*****

Posted By

6 comments

  1. Setuju dengan pilihannya, Mbak. Be happy and secure.

    Saya paling gampang kena sakit kepala kalau lagi stress. Jangankan stress, sedikit kesal atau marah aja, langsung sakit kepala. Makanya sekarang makin menata diri aja, deh. Mencoba menjauh dari segala yang negatif. Coba tetap happy aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes, setuju banget, jauh2 aja dari yang negatif ya biar tenang :)

      Hapus
  2. kalau gue dah 40, berarti mewujudkan happy life before 50 kali yaaa hahahaah :D di umur 40 aku kayaknya lebih santai & enjoy life aja, ngga terlalu ngoyo dan berusaha lebih sehat kayak zata untuk anak2 secara baru lahiran umur 40 boooo, apakabar gue kalau anak udah 20thn :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju San, santai dan menikmati hidup serta banyak2 bersyukur itu ngaruh banget buat kesehatan dan kebahagiaan. Insha Allah kita sehat2 terus yaa ...

      Hapus
  3. iya setuju rasa nyaman dan aman penting banget buat pribadi dan keluarga, biar kebutuhan lahir dan psikologis tercukupi dan tidak ada rasa khawatir gitu yang mengakibatkan stress

    BalasHapus
  4. Happy and secure. Hmmm, meskipun saya masih mid 20an, tapi kayaknya harus mempersiapkan segala sesuatunya juga supaya bisa menjalani hidup bahagia sebelum 40 tahun yaa :)

    BalasHapus