Yuk, Dukung Cerdasnya si Kecil dengan Menjadikannya Lebih Sehat, Peduli, Kreatif, dan Berani !


Definisi Anak Cerdas Menurut Saya
Saat ini Sabil Arkananta Pangaribuan sudah berumur 7 tahun dan duduk di kelas dua sekolah dasar. Meski Sabil adalah anak ketiga saya, tapi percayalah, saya tak pernah berhenti belajar soal tumbuh kembang anak, apalagi dengan tiga anak saya mengalami hal yang berbeda-beda, tiap anak berbeda karakter berbeda kecerdasan, dan seterusnya.

Maka saya selalu antusias saat hadir di acara bertema parenting dan tumbuh kembang anak. Seperti beberapa hari lalu, saat saya datang ke acara diskusi bertema "Menciptakan Anak Cerdas yang Sehat" dengan pembicara Dra. A. Kasandra Putranto, Psikolog Klinis, founder Kasandra & Associates.

Saya setuju dengan mba Kasandra yang berpendapat bahwa anak cerdas itu tidak hanya pintar namun juga memiliki kemampuan menyerap informasi dengan cepat. Ingatan serta pemahamannya pun sangat baik serta memiliki satu atau lebih kompetensi. Ia dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik serta memiliki ketangguhan dan kemampuan sosial-emosional yang baik.

Kebanyakan anak cerdas merupakan anak yang sangat nyaman dan menyenangkan bila diajarkan berbagai hal. Mereka juga lebih mampu menyesuaikan diri dengan baik sehingga lebih mahir belajar dan lebih mudah dididik.

Saya bersyukur sekali bahwa Sabil masuk dalam kriteria yang disebutkan oleh mba Kasandra. Ia termasuk anak yang mudah diajari. Kemampuannya menyerap informasi dengan cepat juga cukup membuat saya dan suami takjub. Meski berkacamata, ia memiliki kompetensi di beberapa bidang termasuk olahraga.

Menurut mba Kasandra cerdas tidak sama dengan pintar. Pintar biasanya mengacu pada pengetahuan, wawasan, serta ilmu yang dimiliki dan sering dikaitkan dengan prestasi akademik. Sedangkan cerdas adalah gabungan dari multiple intelligence dan social-emotional intelligence.

Contoh dari multiple intelligence adalah kecerdasan matematika, bahasa, musikal dan seterusnya sedangkan social-emotional intelligence antara lain regulasi diri, empati, pekerti, kejujuran, dan kemampuan bersosialisasi.

Ke sekolah dengan tas baru :)

Anak Cerdas Itu Sehat, Peduli, Kreatif, dan Berani
Dalam kesempatan peluncuran kampanye #AnakCerdasItu, Cerebrofort mendefinisikan 4 aspek penting yang dimiliki oleh anak cerdas yaitu SEHAT, PEDULI, KREATIF dan BERANI. 

Anak cerdas itu SEHAT. Ini ditandai dengan tumbuh kembang yang optimal. Pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi secara simultan dan berkesinambungan. Apabila ukuran tubuhnya tumbuh dengan baik maka harus diikuti juga dengan bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuh lainnya.

Dengan bersikap PEDULI, artinya anak tersebut memiliki kecerdasan sosial-emosional dan memiliki empati. Penelitian membuktikan bahwa individu dengan kemampuan sosial-emosional dapat menjalin hubungan dan bekerja sama dengan lebih baik. Dengan begitu prestasi akademik pun akan meningkat. 

KREATIF. Anak cerdas itu memiliki kemampuan berpikir kreatif dan menemukan solusi dan sudut pandang baru yang akan membantu dirinya menyelesaikan masalah-masalah di era revolusi industri 4.0 ini. 

Dengan rasa BERANI, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mandiri. Dengan begitu anak juga akan lebih siap menghadapi tantangan serta mengambil risiko. Ia juga bersemangat mencoba pengalaman baru serta lebih siap menghadapi kegagalan dan tegas dalam mengambil tindakan serta keputusan.

Nah, untuk memaksimalkan kecerdasan anak, ada 3 peranan penting yang sangat berpengaruh, yaitu:

ORANGTUA
Peranan utama ada pada orangtua di mana di awal kehidupannya anak biasanya hidup bersama orangtuanya, mendapat paparan verbal, musik, emosi, dll, lewat orangtua.

SEKOLAH
Sekolah sangat berperan dalam memberikan stimulasi bagi anak tidak hanya secara akademik tapi juga kepekaan terhadap lingkungan, misalnya peduli terhadap bencana di Lombok.

LINGKUNGAN / MASYARAKAT
Lingkungan di luar rumah dan sekolah, termasuk institusi dan juga Kalbe yang sudah mendedikasikan usahanya untuk menciptakan anak yang cerdas lewat beragam kegiatan.
Dalam bekal si bungsu tak ketinggalan Cerebrofort Marine Gummy favoritnya.

Komitmen Kalbe Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak
Johan Leo, head of Vitamin PT Kalbe Farma TBK, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Kalbe berkomitmen dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya dengan mendukung masa tumbuh kembang anak demi menghasilkan anak-anak yang cerdas. 

Melalui Cerebrofort, Kalbe ingin mengajak keluarga Indonesia untuk menjadi orangtua yang cerdas yang dapat membentuk anak-anak yang memiliki 4 pilar tadi.

Tak hanya itu, Cerebrofort juga secara konsisten melakukan berbagai aktivitas edukasi bagi anak-anak usia dini salah satunya dengan menyelenggarakan kampanye #AnakCerdasItu serta beberapa aktivitas penunjangnya yaitu lomba menulis blog, lomba sharing cerita dan definisi Anak cerdas Itu di sosial media serta mengadakan seminar parenting di sekolah-sekolah. 

Bersama Majalah Sang Buah Hati, Kalbe juga mengadakan acara Cerebrofort Kids Got Talent atau KGT.  Cerebrofort KGT berlangsung tanggal 9 sampai 12 Agustus di Atrium Utama Mall AEON, Tangerang.
MC, mba Kasandra, bpk Johan, dan dokter Anggi di acara Media & Blogger Gathering di AEON Mall, BSD, lalu.
Foto bersama di acara gathering di AEON Mall. (photo courtesy of  Andiyani)

Pentingnya Nutrisi di Masa Awal Masa Pertumbuhan Anak
Dokter Anggi, SpA, salah satu narasumber yang juga hadir di acara media & blogger gathering tanggal 9 Agustus 2018 lalu, menekankan pentingnya nutrisi yang cukup terutama di 1000 hari pertama anak. Dihitungnya bukan setelah anak lahir, lho, tapi bahkan sejak dari anak masih dalam kandungan. Artinya sejak hamil pun, ibu harus sudah menjaga asupan nutrisi dan menjaga kesehatannya buat dirinya serta si jabang bayi.

Apa yang terjadi jika dalam 1000 hari pertama kehidupannya, anak kurang mendapat nutrisi?. Dr Anggi mengingatkan soal stunting. Data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2017 menyebutkan ada 9 juta anak Indonesia yang menderita stunting.

Apa itu stunting?. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupannya, bahkan sejak anak berada di dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Kekurangan gizi kronis ini akan menyebabkan perkembangan anak pada usia tersebut akan menjadi lambat.

Disinilah peran media dan blogger, yaitu untuk turut memberikan informasi terkait masalah ini sehingga akan makin banyak anak Indonesia yang terhindar dari stunting dan tentunya menjadi anak yang cerdas yang memiliki 4 pilar tersebut.

Komposisi Cerebrofort Gold yang diperkaya dengan minyak ikan untuk kecerdasan yang optimal.
Komposisi Cerebrofort Marine Gummy kesukaan Sabil. Gummy sehat yang mengandung minyak ikan tuna dan baik untuk otak.

Multivitamin untuk Masa Tumbuh Kembang
Untuk membantu memenuhi kenutuhan nutrisi dan vitamin harian anak-anak selama masa pertumbuhannya, Cerebrofort memiliki Cerebrofort Gold Syrup serta Cerebrofort Marine Gummy.

Cerebrofort Gold Syrup dilengkapi dengan kandungan multivitamin lengkap seperti AA, DHA, EPA. Juga dilengkapi lysine untuk menambah nafsu makan serta biotin yang berperan penting dalam metabolisme tubuh sehingga semua zat gizi dari makanan terserap dengan sempurna.

Cerebrofort Marine Gummy mengandung minyak ikan tuna yang memiliki kandungan omega-3 yang penting untuk perkembangan otak. Gummy ini memiliki 4 rasa yaitu rasa jeruk, mangga, stroberi, dan anggur.

Yang Saya Lakukan untuk Mendukung Cerdasnya si Kecil
Sama seperti yang saya lakukan terhadap kakak-kakaknya, si bungsu selalu saya usahakan untuk mendapat nutrisi yang terbaik yang bisa kami berikan. Salah satunya dengan memastikan bahwa bekal makanannya memiliki gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya serta tentu saja dengan menambahkan asupan vitamin yang ia suka.

Kebetulan sekali anak-anak saya sudah sejak dulu mengonsumsi Cerebrofort Gold Syrup, namun untuk Cerebrofort Marine Gummy baru kali ini mereka mencobanya dan segera menjadi vitamin favorit si bungsu, bahkan menjadi bawaan wajib bersamaan dengan bekal sekolahnya.

Untuk meningkatkan keberaniannya, saya mengikutkan anak-anak, termasuk si bungsu dalam beragam kegiatan yang mereka pilih sendiri. Kebetulan Sabil suka sekali bermain bola dan ikut ekskul futsal di sekolahnya.

Dari segi kreatifitas kebetulan sejak masih kecil sekali, ia sudah suka berimprovisasi, membuat segala macam yang dia inginkan dengan metode DIY atau do it yourself. Sebagai ibu, saya dukung cerdasnya si bungsu dengan memberikan fasilitas yang ia butuhkan seperti alat-alat crafting, dll.

Kepedulian adalah salah satu hal yang selalu saya ajarkan pada anak-anak. Dimulai dari hal paling dekat dengan mereka yaitu keluarga. Pelan-pelan saya mengajarkannya untuk peduli pada sekitar, termasuk pada hewan peliharaan, pada teman sekolah, sampai pada korban bencana alam.

Nah, itu dia cerita saya soal pengalaman saya hadir di acara kampanye #AnakCerdasItu serta bagaimana saya berusaha memberikan yang terbaik buat anak-anak dengan selalu mendukung mereka.

Semoga bermanfaat, yaaa...
Minum Cerebrofort Gold seusai belajar :)

**********

Posted By

10 comments

  1. Sabil ini kok kelihatan ada aura ilmuwan gitu, Mbak Zata. :)) Anak-anakku juga baru ini makan yang Marine Gummy. Mereka suka kayak makan permen, tapi aku kudu ingetin juga bahwa itu bukan permen sebenernya, melainkan mulitvitamin. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaa mba Hay, itu sebungkus mau langsung diabisin gummy-nya, harus diingetin kalo itu bukan permen, hihihi..

      Hapus
  2. Mba zata kemarin itu bersua sebentar banget yaaa.. Huhuhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho oh..kapan2 ngopi bareng lah kuy..

      Hapus
  3. Sesuai era, kini definisi cerdas semakin berkembang ya. Istilah pintar semakin ditinggalkan. Cerdas lebih mewakili, lebih nendang istilah netizen, hihihi.

    Aku juga pernah baca, sebuah survey membuktikan, bahwa gen ibu berperan membentuk kecerdasan buah hati, disusul lingkungan, gizi dan peran serta orang tua.

    Orangtua dalam hal ini keluarga menurutku adalah yang utama, karena dia bagai fondasi. Jika sudah kuat, buah hati akam mampu bertahan.

    Setuju, mba. Meski buah hatiku sudah 17 tahun, aku juga masih menimba ilmu dan masih bersemangat terutama tentang gaya pengasuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, nggak pernah berhenti belajar jadi orangtua ya kita :)

      Hapus
  4. Aku koq sekilas liat Mba Zata di acara ini, tapi ga sempet ngobrol-ngobrol. Padahal kangen.....eh iya acara ini jadi tambah semangat untuk #dukungcerdasnya anak-anak ya Mba.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku buru2 pulang karena mau gantian jaga si bungsu :)

      Hapus
  5. haduh kakak ganteng makin pinter yaa sekarang. Btw, mau punya anak 1, 3, atau 6, orang tua harus terus upgrade ilmu karena tiap anak tantangannya beda-beda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes, setuju banget, jadi pembelajar seumur hidup ya kita :)

      Hapus