Puasa Lancar Imunitas Kuat

Makin fit saat puasa, kok bisa? Lanjut baca, yaa...

Assalamualaikum teman-teman, ngga terasa yah besok kita sudah mulai puasa. Nah, kebetulan banget saya abis ikutan seminar tentang bagaimana agar puasa kita lebih lancar dan imunitas makin kuat. Menariknya, pembicara webinar yang diadakan oleh Usana Indonesia ini keren banget, namanya ibu Emilia Achmadi, MS.RDN, Clinical Dietician & Sport Nutrition, yang membawakan acara dengan sangat menarik dan informatif.

Presentasi bu Emilia juga ngga hanya buat kita yang muslim, lho, buat yang non muslim dan ingin mendapatkan manfaat puasa yang luar biasa ini juga bisa melakukan yang namanya intermitten fasting.

Bu Emilia bicara tentang konteks puasa tidak hanya dari segi spiritual saja tapi juga segi fisikal demi ibadah puasa  yang dijalankan dengan benar dan bermanfaat. Menurut beliau, selain beribadah, kita juga bisa memanfaatkan puasa untuk menyehatkan diri kita serta bonusnya melangsingkan tubuh jika ada yang memang berniat menurunkan berat badannya sekalian.

Biasanya, sebagian orang malah naik berat badannya di bulan puasa. Apa sebab? karena saat puasa orang seringkali menjadi emosional di mana ini malah mengganggu tubuh kita. Emosional eater adalah yang merasa harus makan apa saja yang mereka suka, semacam balas dendam karena siangnya ngga bisa bebas makan. Hal ini negatif sekali karena justru bisa merusak tubuh kita.

Makanya, yuk beralih dari emotional eater menjadi fungtional eater, makan sesuai fungsinya, yaitu untuk energi dan menyehatkan tubuh.

Menurut bu Emilia, banyak sekali orang yang berbuka puasa dengan cara yang salah. Menjelang buka udah mulai jajan, beli es buah, gorengan banyak-banyak, dll. Lalu saat baru bedug langsung buka puasa dengan minum minuman dingin dan manis dalam jumlah besar. Apalagi habis itu langsung pula makan besar seperti nasi goreng, dll, juga dalam dalam porsi besar.

Buka puasa adalah membangunkan pencernaan yang sudah tidak aktif selama beberapa jam. Jadi harus dibangunkan secara bertahap, jangan tiba-tiba. Minum teh hangat agak manis plus kurma adalah pilihan terbaik.

Pembicara webinar tentang kesehatan kali ini, bu Emilia, ahli nutrisi.

Ibadah puasa adalah soal mengontrol emosi dan nafsu, termasuk nafsu makan yang tetap harus dijaga MESKI sudah berbuka puasa.

Nah, ada 4 slot makan selama bulan puasa yang perlu diatur dengan baik, yaitu:

BERBUKA
Saat berbuka, seperti sudah dijelaskan sebelumnya, hati-hatilah, jangan kalap. Jangan makan dan minum makanan dan minuman bersuhu ekstrim, misalnya es buah yang sangat dingin dan manis lalu gorengan panas-panas. Sekali lagi, pilihan yang dianjurkan adalah minum teh hangat agak manis lalu lanjut ngemil sekitar 3 buah kurma.

MAKAN MALAM
Makan malam normal dianjurkan setelah sholat Taraweh. Seperti hari-hari biasanya, makan malam lah dengan lengkap dan dengan pilihan yang sehat juga. Ada karbohidrat, protein, serat, dan cairan. Perhatikan minum air putih ya, karena seharian tidak bebas minum, jadi aturlah agar kita tetap memperoleh air putih yang cukup.

Makan malam setelah taraweh baru makan malam seperti biasa, tetap harus diatur. Jangan merusak pencernaan dengan memborbardir tubuh dengan segala macam makanan. Pilihan makanan sehat di bulan puasa sangat mendukung ibadah kita dan memberikan manfaat.

CAMILAN SEBELUM TIDUR
Makan buah, yogurt, dan camilan sehat juga disarankan saat mau tidur, jangan yang berat-berat ya karena tak lama lagi harus sahur.

SAHUR
Sahur adalah makanan terpenting selama satu hari tersebut. Pilih yang lengkap tapi juga tidak berlebihan. Usahakan ada karbohidrat, protein, serat, dan cairan. 

Saat sahur kita harus mendapat cukup banyak mikro nutrisi apalagi di masa pandemi di mana daya tahan kita tidak boleh turun. Sahur harus direncanakan dengan baik setiap harinya, jangan hanya di awal-awal saja. Karena tipikal kebanyakan keluarga, saat minggu pertama puasa, sahurnya semangat dan makanan lengkap, masuk pertengahan bulan puasa sudah mulai kendor. Jangan sampai seperti itu, ya...

Selain itu, usahakan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih dengan terencana. Misalnya sat buka minum 2 gelas air putih, saat makan malam minum 2 gelas air putih, saat sebelum tidur minum 2 gelas, lalu saat sahur 2 gelas juga sehingga kita tetap bisa mendapatkan 2,5-3 liter per hari.

Kurangi teh dan kopi karena mengandung efek dieuretik. Kalau saat malam kita kebanyakan minum kafein, dikhawatirkan kita akan sering ke belakang dan lebih mudah haus saat puasa. 

Jangan banyak makan bergaram dan pedas karena juga akan bikin kita lebih gampang dehidrasi. Puasa aja udah cukup sulit, jangan dipersulit lagi dengan mengonsumsi makanan yang malah akan memberatkan puasa kita seperti kafein makanan pedas, dan bergaram.

Makanan favorit kebanyakan orang saat puasa. Sbr detik.com

Ada 3 jenis makanan yang kembali diingatkan untuk dikurangi bahkan dihindari, yaitu :

GORENGAN
SANTAN
BERLEMAK

Hindari makan ini ! (yang justru paling banyak dibeli saat bulan puasa)

Oh ya, seperti dijelaskan di awal artikel ini, buat non muslim yang mau mengambil manfaat puasa di bulan ini, sekalian aja melakukan intermitten fasting. Syarat melakukan INTERMITTEN FASTING harus saat sedang sehat.

Menurut ibu Emilia, sebenarnya kita sudah melakukan intermitten fasting yaitu dari terakhir makan sampai bangun tidur, cuma intermitten fasting yang kita lakukan lebih diperpanjang lagi waktunya. Setelah saatnya makan pun tidak boleh kalap, tetap harus makan makanan sehat dan lengkap.

Salah satu tujuan utama intermitten fasting adalah untuk membakar lemak dan membawa level insulin ke level yang benar.

Beberapa tips tambahan yang diberikan oleh ibu Emilia adalah :

KEEP IT BALANCE - pastikan semuanya seimbang, ada makro nutriens, mikro nutriens, serta serat yang mengontrol gula darah. Karena kalau kita nggak makan serat kita akan menjadi cepat lapar.

SUPLEMEN PENDUKUNG - Ini adalah salah satu kunci menjaga kesehatan dan imunitas saat puasa, yaitu suplemen yang mendukung gaya hidup sehat kita. Dalam hal ini ibu Emilia merekomendasikan dua suplemen penting (selain suplemen yang sudah biasa kita konsumsi sehari-hari) yaitu Digestive Enzyme dan Hepasil dari Usana.

Dua produk ini yang akan membantu proses pencernaan di masa puasa.

Digestive Enzyme sangat penting karena saat puasa pasti makanan akan masuk saat lambung sudah kosong dalam waktu lama, digestive enzyme akan membantu tubuh dengan menambahkan enzim-enzim yang bisa dengan cepat mengolah makanan saat masuk. Jadi meski lambung kosong dalam waktu lama dan tiba-tiba diisi makanan, sistem pencernaan kita tidak akan terganggu.

Enzim pencernaan kita adalah bagian dari proses pencernaan. Enzim-enzim ini merupakan zat yang membantu mengolah makanan menjadi senyawa yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel tubuh kita.

Tubuh kita secara alami memproduksi enzim lewat proses pencernaan termasuk lewat air liur, pankreas, dan hati, yang membantu memecahkan molekul lemak, protein, dan karbohidrat menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Saat kita memiliki fungsi enzim yang sehat dan normal, tubuh kita mencerna makanan dengan efisien sehingga makronutriens dapat diserap dan digunakan oleh tubuh.

Masalahnya adalah, seiring dengan usia kita, kemampuan alami tubuh dalam memproduksi enzim pencernaan pun bisa turut menurun.

Inilah yang seringkali menyebabkan kita mengalami kembung, begah, dan ketidak nyamanan lain setelah mengonsumsi makanan tertentu atau usai makan berat. Nah, Digestive Enzyme lah yang bisa membantu kita meredakan perasaan begah, kembung, dan rasa tak nyaman lainnya tersebut.

Catatan: Digestive Enzyme dikonsumsi saat sahu dan saat makan malam ya (bukan saat berbuka puasa).

Hepasil memiliki fungsi yang luar biasa dalam membantu puasa kita. Selain membuat kita tetap berenergi selama puasa, Hepasil juga membantu  mengontrol insulin.

Hepasil membantu tubuh memproduksi energi dengan mendukung proses metabolisme yang normal. Ia juga membantu tubuh memproduksi bahan-bahan penting alami yang diperlukan untuk memberi energi pada tubuh. Kerennya, Hepasil 'mencuci' tubuh kita dari sampah-sampah seperti racun dan lemak jelek.

Hepasil diminum saat sahur dan berbuka. Boleh dibarengin dengan suplemen lain yang biasa kita minum seperti CellSentials, Biomega, Proflavanol C, dll.

Bisa dikonsumsi saat sahur dan malam hari.

Sebagian suplemen Usana yang saya konsusmi sehari-hari dan pastinya untuk puasa juga.

Last but not least, tetap aktiflah selama berpuasa. Usahakan tetap berolahraga ringan dan bergerak aktif. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang berbuka puasa. 

Sebagai penutup, ibu Emilia mengingatkan buat yang sedang ingin menurunkan berat badan sambil puasa, tidak ada suplementasi yang bisa menurunkan berat badan, yang ada adalah suplementasi yang bisa membantu mendukung proses penurunan berat badan dengan digabungkan dengan gaya hidup sehat (kalori defisit, atur makan, olahraga, suplemen).

Sekian dulu review acaranya, ya, kalau mau tanya-tanya tentang isi artikel ini atau pun tentang produk Suplementasi Usana, hub saya via IG @LoveYourBodyID atau tinggalkan komen di sini.

Semoga puasa kita dimudahkan, ya, aminnn...

******

0 comments