Minggu, 18 September 2011

Ingin menjadi mompreneur?

Banyak wanita bekerja mengidam-idamkan bekerja dari rumah sehingga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya terutama anak-anak. Namun mereka takut dengan risiko yang mungkin terjadi jika mereka berhenti bekerja kantoran. Sementara itu, banyak ibu rumah tangga yang juga sangat ingin memiliki penghasilan namun tidak bisa menemukan pekerjaan yang sesuai, belum lagi kekhawatiran meninggalkan anak-anak di rumah hanya dengan asuhan pembantu atau keluarga lainnya. Itulah kenapa banyak ibu memutuskan untuk membuka usaha sendiri dan menjadi mompreneur.

bing.com
Situasi ekonomi yang semakin sulit membuat banyak wanita terutama ibu mulai berpikir untuk membuka usaha sendiri. Tapi bagaimana menyatukan status ‘wanita wirausaha’ dengan tanggungjawab besar sebagai ibu dan istri? Karena jika usaha kita gagal sementara kita sendiri sudah terlanjur berhenti dari pekerjaan sebelumnya, itu artinya kita kehilangan penghasilan yang sangat berpengaruh terhadap keluarga, terutama anak-anak. Atau jika kita adalah ibu rumah tangga dan terlanjur mengeluarkan modal yang cukup besar untuk memulai usaha dan ternyata tidak berjalan sesuai keinginan, artinya masalah baru akan timbul dalam ekonomi keluarga.

Jadi, jika kita memiliki semangat wirausaha atau ide bisnis yang mungkin bisa berjalan – namun kurang yakin untuk memulai- inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan jalan mana yang harus diambil. (Disadur dari website lain. Untuk versi lengkapnya di bahasa Inggris, silahkan lihat di sini). 
  • Apa kelebihan kita? Buatlah daftar mengenai ketertarikan, pengalaman serta keahlian kita. Para pengusaha yang sukses akan setuju bahwa jika kita tidak bersemangat tentang hal-hal tersebut, coretlah dari daftar kita. Jika kita tidak suka melakukannya, bagaimana kita akan sukses?. Saya punya contoh yang sangat nyata. Saya pernah membuka usaha makanan, yaitu kedai bebek sambal hijau, namun sebenarnya saya tidak suka masak, tidak suka bisnis kuliner tapi memaksakan diri karena kebetulan saya punya saudara-saudara yang jago masak. Bisa ditebak kan akhirnya bagaimana? ya, tutup, karena passion saya memang bukan di bidang itu.
  • Apakah kita memiliki apa yang diperlukan? Selalu menjadi ketakutan banyak orang untuk mempertaruhkan semuanya dan memulai usaha sendiri. Faktanya adalah, menjadi orangtua adalah hal tersulit sedunia. Kita sudah memiliki keberanian, tekad, kesabaran, ketekunan dan  akal; semua sifat yang dibutuhkan dalam berbisnis. Jadi, tunggu apa lagi? yuk segera mulai :)
  • Apakah kita orang yang disiplin? Saat kita menentukan sendiri jam kerja kita, bisakah kita menahan godaan untuk libur seharian dan menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak?, atau menyelinap untuk tidur siang dan menunda semua pekerjaan hingga detik-detik terakhir?. Ini pe er buat saya saat ingin bekerja dari rumah dan menjadi mompreneur karena saya masih sering tergoda untuk melakukan hal-hal tersebut. 
Bagaimana kalau? Jika kita memikirkan pertanyaan ini cukup lama, kita mungkin bisa menemukan 100 masalah dalam usaha kita. Namun, setiap pengusaha akan mengatakan pada kita bahwa tidak ada bisnis yang berjalan tanpa hambatan. Jika hal tersebut mudah, semua orang sudah melakukannya. Jika kita benar-benar percaya pada diri sendiri dan punya dorongan, keinginan serta ide bisnis yang tepat, kita akan mampu melewati rintangan yang ada.

Perlu diingat bahwa kita tidak perlu berhenti bekerja kantoran untuk menjadi seorang mompreneur, yaaasal kita bisa membagi waktu dan mendapat dukungan penuh dari keluarga, go for it!

Z

share