Rabu, 27 Mei 2015

Meningkatkan kreatifitas anak lewat Loomie Band ...

Caca sedang berkreasi dengan Loomie Band
Dari sebuah artikel yang pernah saya baca, kreatifitas dan imajinasi seorang anak akan menjadikan anak lebih percaya diri, membuatnya memiliki kemampuan sosial yang lebih baik serta membantunya dalam proses belajar.

Untuk meningkatkan kreatifitas seorang anak tentunya ada banyak cara, salah satunya adalah lewat permainan yang bisa mengasah otak, meningkatkan kemampuan motorik halusnya, menumbuhkan kreatifitas, dst-nya. Akhir-akhir ini, karena anak-anak, dalam hal ini kaka terlalu sering bermain gadget, saya pun berusaha mengalihkannya ke permainan lain. 

Gadis kecil saya ini orangnya pembosan, jadi saya harus memilihkan mainan yang menyenangkan serta tidak membosankan bagi dirinya. Ia pun lebih senang dengan permainkan yang juga bisa dimainkan bersama teman-teman lainnya dan saat saya tawarkan untuk bermain rainbow loom, tentu saja dia tidak menolak.

selain semakin kreatif, motorik halusnya pun makin terasah ...
Sebenarnya, beberapa bulan lalu, saat permainan ini sedang booming, kaka pun sudah ikut bermain bahkan membeli dengan uang tabungannya sendiri, namun kala ada isu bahwa salah satu charm atau liontin rainbow loom ini bisa menyebabkan kanker, kami cukup was was, bahkan sekolah tempat kaka belajar sempat melarang para muridnya untuk bermain dan membawa gelang dan kreasi rainbow loom ke sekolah. Padahal saat itu kaka dan beberapa temannya sangat senang dan kreatif sekali dengan mainan itu, bahkan mereka sempat belajar 'berbisnis' dengan menjual hasil karya mereka :)

Untung saja sekarang muncul kembali rainbow loom buatan lokal yang memiliki SNI dan aman sehingga orangtua tidak perlu was was lagi dan bisa membiarkan anaknya berkreasi kembali dengan rainbow loom.

Selamat berkreasi kakak!

buatan kaka khusus buat mama *love*

Jumat, 15 Mei 2015

#15MinsDIY - Remaking my old pinboard

Setelah kebanjiran sekitar dua bulan lalu, beberapa barang ada yang lupa untuk diselamatkan akhirnya rusak dan sebagian akan dibuang, salah satunya pinboard yang kebetulan sedang disimpan di bawah meja dan terkena sedikit air waktu itu. Bentuknya sudah jelek banget, tapi mau dibuang sayang, akhirnya gw coba bikin ulang deh...

Bahan dan peralatan yang dibutuhkan hanya empat saja, yaitu:

1. Pinboard bekas/rusak
2. Kain bermotif
3. Stapler tembak
4. Gunting

diy pinboard


Langkah pertama, tutup seluruh permukaan pinboard dengan kain, lalu di bagian belakangnya rekatkan dengan stapler tembak.

zata ligouw


Rekatkan dengan stapler tembak sampai semua bagian depan tertutup dengan rapi. Jika bagian ujung-ujungnya tajam, agar aman bisa ditambahkan pengaman dari bahan yang empuk, atau jika ingin yang gampang dan warna-warni bisa menggunakan pengaman sudut meja.

www.zataligouw.com


Tidak sampai 15 menit, pinboard yang baru sudah siap digunakan :)

www.zataligouw.com


Kamis, 07 Mei 2015

DIY - Instagram's photos

#DIY artikel kali ini masih nyambung dan caranya sama dengan bikin motivational posters dan calendar yang gw posting sebelumnya.

Jadi ceritanya gw lagi bikinin pajangan foto buat adek gw karena dia hobi foto2 dan punya banyak hasil foto dari Fujifilm Instax Camera dan foto2 dia yang Instagram banget itu sayang aja kalo cuma bertebaran dan nggak dipajang.

Akhirnya saat lagi ada waktu luang, dengan dibantu oleh si kaka dan salah satu anak adek gw, jadilah kita bikin prakarya ini :)

Peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan:

1. Cutter
2. Gunting
3. Penggaris
4. Karton duplex
5. Karton plastik atau plastic cardboard
6. Kertas kado
7. Lem
8. Double tape
9. Potongan foto-foto



Yuk mulai!

1. Langkah pertama, buat dulu bingkainya. Langkah-langkah rincinya bisa dilihat lagi di sini.

2. Gunting kardus plastik sedikit lebih besar dari ukuran foto-foto yang ingin di tempel. Buat beberapa buah sesuai jumlah yang muat di bingkai yang kita buat.

potong plastic cardboard sesuai ukuran foto, lebihkan satu senti
3. Tempel karton plastik yang sudah dipotong-potong tersebut ke dalam bingkai yang terbuat dari karton duplex.



4. Tempel foto di atas plastic cardboard.



5. Selesai!!



Gampang, kan??

Cat: maaf ya foto step by step-nya kurang bagus karena diambil pas malam hari dan nggak pake lighting yang memadai (untuk foto), hehehe...

Kamis, 30 April 2015

5 Tips merawat sepatu BOOTS

beberapa koleksi boots gw ;p
Saat kebanyakan wanita senang membeli pakaian dan tas, gw justru senang membeli sepatu, terutama sepatu ankle boots. Entah kenapa, mungkin karena gw merasa bukan tipe wanita feminin dan badan juga besar sehingga tidak cocok menggunakan sepatu-sepatu cantik dengan hak tipis, hehehhe.. Intinya sih gw seneng banget sama sepatu-sepatu yang nyaman tapi keren, makanya gw suka pake sepatu kets dan boots buat sehari-hari karena rasanya 'megang' banget saat harus sibuk beraktivitas.

Tapi, karena koleksi sepatu boots gw cukup banyak, kadang nggak semuanya sering terpakai dan nggak sadar, beberapa boots rusak karena kurang terawat. Karena hal itu, gw pun mulai rajin merawat sepatu-sepatu tersebut.

Ini dia beberapa tips merawat sepatu boots:

1. Simpan kardus tempat sepatu, jangan dibuang, jika sepatu jarang dipakai, sebaiknya masukan kembali ke dalam boksnya, apalagi jika harganya cukup mahal. Keuntungan lain jika kita menyimpan kotak sepatunya, kapan-kapan kita mau menjualnya, tentu saja akan lebih mudah dan lebih baik jika masih lengkap.

2. Isi sepatu dengan kertas koran. Ini berlaku tidak hanya untuk sepatu boots, gw juga melakukan ini untuk sepatu-sepatu lainnya. Tapi terutama untuk boots yang tinggi/panjang, mengisinya dengan gumpalan kertas koran akan membuat bentuknya tetap baik dan tidak 'kusut'.

salah satu ankle boots fav gw dari Pull & Bear
3. Keringkan sepatu dengan benar. Sebelum memasukannya ke dalam rak sepatu atau ke dalam kotaknya pastikan sepatu boots kita sudah benar-benar kering. Tapi ingat, jangan mengeringkannya langsung di bawah cahaya matahari yang kuat, cukup diangin-anginkan saja di luar rumah (masih di bawah atap teras misalnya).

4. Gunakan minyak zaitun. Sedikit olesan minyak zaitun bisa membuat sepatu boots kita terutama yang berbahan kulit menjadi lebih berkilau. Oleskan sedikit saja menggunakan kain yang lembut.

5. Bersihkan dengan campuran jeruk nipis. Gw dapet tips ini dari browsing2 soal perawatan sepatu boots. Campur perasan jeruk nipis atau lemon dengan air, perbandingannya 1;1, lalu gunakan lap untuk membersihkan kotoran dan noda yang ada di sepatu.

Gampangkan? yuk rawat sepatu boots kita agar lebih awet dan berkilau terus :)


Sabtu, 25 April 2015

10 Alasan asyiknya bekerja dari rumah ...

"Saat akhirnya saya berada di posisi tersebut, luar biasa senangnya hati saya, semua serba mengasyikan! tapi tunggu dulu, sebulan terakhir berada di rumah ternyata tidak melulu seasyik yang saya bayangkan sebelumnya ..."

salah satu supporter saya saat bekerja di rumah :D
Bicara soal bekerja dari rumah, sebenarnya saya sudah semi bekerja dari rumah sejak setahun yang lalu. Saat itu ada kejadian yang cukup membuat saya shock yaitu runtuhnya atap rumah tepat di area tempat anak-anak biasanya tidur-tiduran sambil nonton televisi, alhamdulillah mereka masih dilindungi Allah SWT. Saya merasa lalai, sudah tahu ada masalah dengan atap namun selalu merasa tak sempat memanggil tukang dengan alasan sibuk di kantor, hal tersebut menjadi salah satu pemicu saya memutuskan mengundurkan diri. Namun karena manajemen tidak menemukan pengganti, mereka menawarkan saya untuk bekerja tiga hari seminggu saja, sisanya saya bisa bekerja dari rumah. Saya pun mengambil tawaran tersebut, namun akhir Maret 2015 kemarin saya memutuskan untuk benar-benar resign dari kantor dan bekerja dari rumah saja. 

Saya tetap bekerja untuk theurbanmama.com, konsentrasi sebagai mamablogger, mengambil job menulis, sampai business research pun saya kerjakan selama bisa dikerjakan dari rumah.

Bekerja dari rumah adalah cita-cita saya sejak dulu, saya ingin bisa punya banyak waktu bersama keluarga namun tetap memiliki uang sendiri dan tentu saja aktualitas diri. Saat akhirnya saya berada di posisi tersebut, luar biasa senangnya hati saya, semua serba mengasyikan! tapi tunggu dulu, sebulan terakhir berada di rumah ternyata tidak melulu seasyik yang saya bayangkan sebelumnya, saat harus menghabiskan seharian bersama si bungsu saya bisa tiba-tiba kehilangan kesabaran, bagaimana tidak saking seringnya bersama saya, saat saya ke kamar mandi pun ia berteriak minta ikut, hhrrr...., belum lagi saat ketiga mahluk kesayangan saya itu berkumpul dan bermain dengan suara keras, berlarian ke sana kemari sampai kadang berkelahi karena sudah sama-sama capek, pfiuhhh... Belum selesai mengatasi kegaduhan tersebut, seorang klien menelepon, menanyakan pekerjaan yang belum sempat saya kerjakan karena masih asyik berkutat dengan anak-anak, eits, drama belum selesai, telepon dari penyedia kartu kredit menyadarkan saya bahwa meski pun masih bekerja namun penghasilan saya sudah tidak bisa mendukung gaya hidup saya yang lama, saat masih bekerja kantoran. Nggak ada lagi deh sedikit-sedikit ke coffee shop, saat istirahat makan siang mampir lihat diskonan di mall samping kantor, nggak bisa lagi sering-sering berselancar di dunia maya dan main klik 'buy' *meringis*

ini situasi saya kadang-kadang ... -- gambar dari sini
Hey, tapi tunggu dulu, masih jauh lebih banyak keasyikan yang saya rasakan sejak bekerja dari rumah, ini 10 diantaranya:
  1. Hanya 2 menit perjalanan ke 'kantor'. Ya benar, biasanya saya bisa menghabiskan waktu 1,5 sampai 2 jam untuk sampai ke kantor saya di daerah Pondok Indah, sekarang hanya perlu dua menit saja dari kamar menuju home office saya di lantai dua.
  2. Hemat ongkos dan makan di luar. Ahh, ini penting sekali untuk mama hemat seperti saya (mama hemat wannabe maksudnya ;p). Saya tak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk ongkos naik bis, taksi dan ojek setiap hari dan makan di luar dengan harga yang lumayan mahal, mungkin hanya perlu sekali dua kali setiap minggunya untuk meeting di luar rumah.
  3. Punya satu lemari pakaian kerja!. biasanya masalah perempuan saat hendak berangkat ke kantor adalah sibuk memilih pakaian kantor, coba ini lah, itu lah, nggak matching lah, dan malah merasa tidak punya baju. Sekarang saya bisa bekerja bahkan dengan celana pendek, kaos oblong super nyaman, bahkan dengan daster sekali pun, hehehe...
  4. Ekspresif. Saya tidak perlu bicara berbisik-bisik di telepon genggam, tidak perlu menyetelnya menjadi silent, saya - yang dasarnya senang bicara- bisa ngobrol di telepon dengan klien dan teman sambil berjalan bolak-balik, menggerakan tangan sesuka hati, bahkan tertawa terkekeh jika perlu tanpa khawatir ada yang memandang sinis bahkan berteriak "Ssstttttt!." 
  5. Waktu dan tempat bekerja yang fleksibel. Biasanya membantu anak bersiap sekolah pun saya jarang sekali karena dikejar waktu dan takut terlambat ke kantor, namun dengan bekerja dari rumah, saya bisa bekerja setelah mereka berangkat sekolah atau saat waktunya memungkinkan. Masalah tempat bekerja pun bisa di mana saja, bisa di home office yang saya buat khusus di lantai atas, atau di ruang tamu, bahkan di teras sambil menemani anak bermain dan belajar, itu pun tidak harus selalu menggunakan PC, saya juga bisa bekerja bermodalkan handphone dan tablet Lenovo saja.
  6. Bisa makan lebih sehat. Saya jadi punya lebih banyak waktu untuk menyiapkan makanan bersama asisten rumah tangga di rumah, biasanya kami sering membeli makanan cepat saji karena tidak sempat masak atau bingung mau masak apa. Buah pun lebih sering tersedia.
  7. Badan lebih langsing. Yay!, ini salah satu program yang belum pernah tercapai bahkan sejak kelahiran anak ke dua. Dengan waktu bekerja yang lebih fleksibel, saya bisa mengatur waktu untuk berolahraga ke gym atau sanggar senam. Karena makanan lebih sehat, saya pun terhindar dari tambahan lemak dari jajanan di luar rumah. Super!
  8. Stress berkurang. Yup, dengan semakin kecilnya tekanan pekerjaan (karena saya bisa memilih apa yang mau saya kerjakan), stress pun sangat jauh berkurang, saya lebih menikmati hari-hari saya, seberat apa pun itu.Bisa lebih banyak terlibat dalam perkembangan anak pun merupakan pereda stress yang jitu, misalnya dengan membantu anak-anak bersiap ke sekolah di pagi hari. Si mbak biasanya akan membuatkan mereka sarapan dan saya akan mengajak mereka ngobrol, bercanda, membantu mereka menyiapkan ini itu, dll, lalu sarapan bersama-sama,  sehingga mood mereka yang seringkali kurang baik akibat masih mengantuk bisa segera hilang. Stress saya semakin berkurang, begitu juga pada anak-anak. Sempurna ...
  9. Hubungan dengan pasangan yang semakin baik. Dengan saya di rumah, saya bisa melayani suami dengan lebih baik. Sebelumnya, saat suami pulang kerja saya pun sudah dalam keadaan lelah sehingga jarang menyiapkan makanan untuk suami, sebenarnya dia pun tak keberatan karena ia tahu saya lelah, namun saat saya di rumah dan bisa mengurusnya dengan lebih baik lagi, hubungan kami yang sudah baik menjadi semakin baik, alhamdulillah.
  10. dan yang paling penting dari semuanya adalah Punya lebih banyak waktu bersama keluarga, terutama anak-anak. Drama seperti yang saya ceritakan di atas hanya sebagai 'pemanis' kebersamaan kami, sama sekali tidak membuat saya terganggu apalagi menyesal bekerja dari rumah.
Dengan bekerja dari rumah, saya jadi punya lebih banyak waktu untuk mengajak anak2 beraktifitas fisik di luar rumah

Untuk lebih membuat saya lebih bersemangat bekerja di rumah, saya membaca banyak buku yang menginspirasi, salah satunya adalah yang berjudul "Sukses Bekerja Dari Rumah" karya Brilyantini. Buku setebal 241 halaman ini mengupas tuntas mengenai jurus jitu perempuan yang ingin berkarya dari rumah. 

Buku ini membantu kita mengenali pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan dari rumah, mulai dari penulis, penerjemah, guru privat, sampai programmer. Dibahas cukup lengkap sehingga dapat membantu kita yang selama ini bingung mau mengerjakan apa dari rumah. Saat membaca buku ini, ada beberapa hal yang terpikirkan untuk saya kerjakan dari rumah atau lebih banyak di rumah, mulai dari menulis, blogging, menjadi instruktur senam (Zumba, BL, dll), sampai crafting.
Kendala yang paling sering ditemui oleh seseorang yang ingin membuka usaha sendiri adalah modal. Bab III dalam buku ini khusus membahas masalah ini, "dari mana modalnya?." Sumber modal usaha yang bisa kita coba adalah dari tabungan pribadi, menjual aset pribadi, mengajukan pinjaman lunak ke saudara dan ke bank. Pilih bank yang mana, ya? Kapan balik modal? dan beberapa pertanyaan penting lainnya dibahas tuntas di bab ini.

Bagi yang belum punya pekerjaan pengganti atau rencana ingin mengerjakan apa sesudah berhenti bekerja sebaiknya jangan resign dulu, rencanakan semuanya dengan matang. Tidak semua orang bernasib baik dan langsung mendapat job sebagai pekerja lepas saat sudah berhenti bekerja kantoran. Selanjutnya akan dibahas mengenai cara apa saja yang bisa ditempuh untuk memaksimalkan potensi diri seperti memanfaatkan sosial media, jaringan dan lain sebagainya.

Di akhir buku ini akan ada inspirasi dari beberapa pekerja lepas yang sukses baik di rumah mau pun pekerjaannya. Mereka akan berbagi cerita dan tips mengenai proses perjalanan mereka menjadi seorang pekerja lepas yang berhasil.

menemani anak belajar sambil membaca buku ini ...

Tulisan ini saya buat dalam rangka meramaikan lomba menulis "Asyiknya Bekerja dari Rumah" yang diadakan oleh Stiletto Book. Silahkan lihat info lengkapnya di sini ya ...

***

Jumat, 24 April 2015

Alasan gw mengganti nama blog...

photo credit: Sutan a.ka. hubby :)
Sebelumnya blog gw adalah www.aworkingmamadiaries.blogspot.com (abaikan tata bahasanya karena saat itu semua nama kombinasi kata working mom sudah tidak ada kecuali nama tersebut) dan sekitar dua bulan yang lalu gw menggantinya menjadi www.zataligouw.com

Pada awalnya gw lebih suka pake yang gratisan, lebih membumi (apa, sih?) tapi lama-lama, karena kebutuhan dan saran beberapa teman gw pun menjadikan blog gw sebagai dotcom. Namun satu alasan utama gw mengganti nama blog adalah justru karena gw bukan lagi ibu bekerja (kantoran).

Yup, akhir bulan Maret 2015 lalu merupakan akhir masa kerja gw di sebuah firma hukum di daerah Pondok Indah, setelah sekitar 6 tahun bekerja di sana sebagai seorang Marketing Communication. Jadi tidak tepat lagi rasanya memakai nama "A working mama diary" lagi sebagai nama blog karena kebanyakan saat mendengar kata working mama, orang akan berpikir bahwa dia adalah seorang ibu yang bekerja kantoran, dengan pakaian rapi, sepatu high heels, dst,  padahal ibu yang bekerja dari rumah mau pun pekerja lepas tetaplah seorang working mom

Gw tetep kerja sih, tapi mostly from home, sesekali aja 'ngantor', meeting, dll. Gw akan tetap kerja paruh waktu untuk The Urban Mama dan akan lebih fokus kerja sesuai hobby, yaitu sebagai blogger, penulis lepas, bantu-bantu suami dengan usaha video making-nya, dst, alias palugada, apa lu minta gw ada *LOL*..

Alasan lainnya adalah karena gw pengen lebih serius nge-blog dan mengganti blog gw menjadi dotcom. Gitu aja, sih, alasannya..hihihi.., maaf ya, postingan ini terasa nggak penting tapi gw pengen aja nulis tentang hal ini..

sumber gbr dari google
Happy weekend all!

Kamis, 23 April 2015

[Book Review] Sukses Bekerja dari Rumah

isi buku ini makin memantapkan saya untuk bekerja dari rumah

Kali ini saya ingin me-review sebuah buku karya Brilyantini berjudul SUKSES BEKERJA DARI RUMAH. Buku setebal 241 halaman ini mengupas tentang jurus jitu bagi perempuan yang ingin sukses berkarya dari rumah. Wuihhh, sebelum membaca, saya menyiapkan kopi dan camilan rujak cireng dulu biar membaca makin asik dan seru :D

Ada begitu banyak alasan seseorang, dalam hal ini seorang ibu, memilih untuk bekerja dari rumah, mulai dari bosan dengan pekerjaan kantor, waktu yang terlalu lama dihabiskan di luar rumah akibat jalanan yang macet, bos yang galak, gaji yang tidak sebanding, atau ingin meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga di rumah. Apa pun alasannya, bekerja dari rumah adalah pilihan dan saat kita sudah memilih sudah seharusnya kita berbuat yang terbaik untuk menjadi seorang pekerja yang sukses.

gbr dari sini 
Saat kita sudah memutuskan untuk tidak bekerja kantoran dan lebih memilih menjadi pekerja lepas, ada beberapa persiapan untuk membuat semuanya menjadi lebih mudah dan lancar. Dalam buku ini ditulis beberapa hal yang penting untuk dipersiapkan, yaitu hidup teratur, kondisi segar, manajemen waktu, dan seterusnya. Yang penting untuk saya garis bawahi adalah bahwa meski pun bekerja dari rumah, kita selalu harus dalam kondisi segar sama seperti saat kita bekerja kantoran, tetap aktif di pagi hari membantu anak-anak yang hendak bersiap ke sekolah, mengurus suami dan mengurus diri sendiri seperti mandi, memakai make up bila perlu, dan seterusnya. Bekerja dari rumah bukan berarti kita harus selalu berada di rumah, sesekali keluar rumah untuk refreshing pun sangat diperlukan, misalnya pergi ke coffee shop atau sekedar jalan-jalan mencari inspirasi.

Buku ini membantu kita mengenali pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan dari rumah, mulai dari penulis, penerjemah, guru privat, sampai programmer. Dibahas cukup lengkap sehingga dapat membantu kita yang selama ini bingung mau mengerjakan apa dari rumah. Saat membaca buku ini, ada beberapa hal yang terpikirkan untuk saya kerjakan dari rumah atau lebih banyak di rumah, mulai dari menulis, blogging, menjadi instruktur senam (Zumba, BL, dll), sampai crafting.


Kendala yang paling sering ditemui oleh seseorang yang ingin membuka usaha sendiri adalah modal. Bab III dalam buku ini khusus membahas masalah ini, "dari mana modalnya?." Sumber modal usaha yang bisa kita coba adalah dari tabungan pribadi, menjual aset pribadi, mengajukan pinjaman lunak ke saudara dan ke bank. Pilih bank yang mana, ya? Kapan balik modal? dan beberapa pertanyaan penting lainnya dibahas tuntas di bab ini.

Bagi yang belum punya pekerjaan pengganti atau rencana ingin mengerjakan apa sesudah berhenti bekerja sebaiknya jangan resign dulu, rencanakan semuanya dengan matang. Tidak semua orang bernasib baik dan langsung mendapat job sebagai pekerja lepas saat sudah berhenti bekerja kantoran. Selanjutnya akan dibahas mengenai cara apa saja yang bisa ditempuh untuk memaksimalkan potensi diri seperti memanfaatkan sosial media, jaringan dan lain sebagainya.

Di akhir buku ini akan ada inspirasi dari beberapa pekerja lepas yang sukses baik di rumah mau pun pekerjaannya. Mereka akan berbagi cerita dan tips mengenai proses perjalanan mereka menjadi seorang pekerja lepas yang berhasil.

Inspiratif sekali, kan, buku ini? yuk baca bukunya langsung ...



INFORMASI BUKU:

Judul: Sukses Bekerja Dari Rumah
Penulis: Brilyantini
Editor: Herlina P. Dewi
Proof Reader: Weka Swastika
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout isi: Sindy Fatika
ISBN: 978-602-7572-35-5
Tahun terbit: 2015
Penerbit: Stiletto Book

Ringkasan yang tertulis di belakang buku:

Berkutat dengan rasa bersalah karena harus membagi waktu antara anak dan pekerjaan, akhirnya banyak perempuan memutuskan berhenti kerja setelah menikah dan punya anak. Namun, masalah lain pun muncul. Setelah berhenti bekerja, lalu ngapain? Banyaj sekali perempuan yang ingin bisa terus berkarya dari rumah, tetapi tak tahu bagaimana cara memulainya.
Buku ini membeberkan pengetahuan serta trik yang bisa dilakukan perempuan untuk terus berkarya dari rumah, seperti:
  • Berbagai macam pekerjaan untuk freelancer
  • Bagaimana cara memulainya
  • Keahlian yang dibutuhkan
  • Strategi marketing yanf harus dilakukan
  • Trik membangun jejaring
  • Manajemen waktu dan keuangan untuj pekerja lepas
  • Sampai, profil para perempuan inspiratif

Buku ini memang didedikasikan untuk Anda, perempuan yang tetap berkarya dari rumah, baik bagi yang masih lajang, terlebih untuk yang sudah menikah dan punya anak.

***

Rabu, 22 April 2015

DIY - Motivational Posters

Masih seneng posting soal #DIY nih. Seperti gw ceritain di postingan sebelumnya bahwa gw lagi asik menata ruang kerja agar lebih nyaman dan makin semangat nyari uang jajan, hehehe..

Kali ini gw mau kasih tutorial tentang cara bikin poster-poster buat pemanis ruangan atau meja kerja ya.. Gampang banget kok bikinnya, langkah-langkahnya pun hampir sama dengan membuat #DIY Calendar di sini.

Gw seneng banget sama quotes, terutama yang indah-indah dan memotivasi. Biasanya quotes dengan gambar2 yang bagus cuma jadi wallpaper di komputer atau gw posting di social media, namun sekarang, gw mau quotes tersebut pun terlihat di ruang kerja gw.


Berikut ini langkah-langkah pembuatannya:

Bahan dan peralatan:
  • Karton duplex
  • Kertas kado dengan motif yang bagus
  • Gambar atau quotes yang kita sukai, cetak di kertas A4
  • Penggaris
  • Cutter
  • Pulpen/pensil
  • Double tape dan/atau lem tembak


Cara membuat:

Pertama-tama, buatlah sebuah bingkai dari karton duplex. Potong karton menggunakan cutter dengan sangat hati-hati, olesi bingkai dengan lem lalu bungkus dengan kertas kado sehingga seluruh bagian bingkai tertutup kertas kado.

Langkah selanjutnya, tempel bingkai tersebut di karton duplex lainnya lalu tempel dengan lem dan jika ingin lebih kuat, gunakan lem tembak. Jadilah sebuah bentuk pigura.

Taruh kertas berisi gambar dan quotes yang ingin kita pajang, dan voila! Sebuah poster motivasional nan cantik pun siap ditempel di dinding ruang kerja! J



Selasa, 21 April 2015

[Book Review] Lisa's Movement

Gara-gara membaca tulisan teh Ninit di website The Urban Mama tentang buku ini, saya pun langsung tertarik ingin membacanya karena sepertinya inspiratif sekali.

Benar saja, saat membaca halaman pertama buku tulisan Lisa Namuri tersebut, saya langsung bersemangat untuk hidup lebih sehat dan aktif.

"It's a movement... Let's move on to a healthier life!"


Buku ini mengingatkan kita untuk tidak punya alasan untuk tidak berolahraga. Tidak punya pakaian olahraga? masa? coba cek lagi deh lemari pakaian kita? benar sekali, sih, dulu saya sering malas berolahraga karena merasa nggak ada kostum yang cocok, dan berpikir "ntar aja ah olahraganya, mau beli baju dulu," jadinya sih nggak mulai-mulai, heheheh...

Ini tips yang bagus banget dari buku tersebut mengenai cara memilih pakaian olahraga dari lemari kita:

  • Pilih bahan yang menyerap keringat.
  • Pilih model yang memudahkan kita untuk bergerak dan yang pasti baju harus nyaman.
  • Hindari memakai kerudung yang licin dan minimalisisr pemakaian jarum pentul dan peniti.
  • Pilih warna favorit agar semakin bersemangat berolahraga.
  • Terakhir dan terpenting, kalau kita bercermin dan tersenyum melihat diri kita dicermin, artinya kita sudah memilih kostum latihan yang tepat :)


cek lemari baju kamu, siapa tahu banyak yang bisa dipakai utk berolahraga :)

Jangan jadikan tidak punya waktu sebagai alasan untuk tidak berolahraga. Di buku ini Lisa Namuri mencontohkan bahwa saat macet justru saat yang tepat untuk berolahraga. Nggak percaya? lihat saja aksinya saat melakukan peregangan di ojek dan di bus Trans Jakarta. Nah, jika saat di kendaraan pun kita masih bisa berolahraga, kenapa tidak menyempatkan waktu lebih khusus lagi untuk berolahraga?. Itu lah yang saya lakukan beberapa bulan terakhir ini, make time to exercise, not find time to exercise.

Healthy eating juga menjadi pokok bahasan di buku ini dan tentu saja yoga!, yup, bab mengenai #yogaeverywhere begitu menginspirasi saya yang sedang ingin belajar yoga, makin bulat deh tekad saya untuk segera mulai, apalagi sudah sampai membeli matras yoga segala ...




Intinya buku ini enak dibaca, ringan dan menyegarkan, bisa menjadi inspirasi bagi para wanita terutama yang berhijab (karena ada beberapa tips mengenai hal ini juga) untuk hidup lebih sehat dan bergaya :)

Minggu, 19 April 2015

DIY - Calendar

DIY Kalender utk ruang kerja
Karena lagi beberes ruang kerja alias home office, jadi gw lagi seneng-senengnya beli dan bikin segala macam printilan untuk melengkapi home office tersebut, dan kebanyakn printilan yang gw bikin adalah barang-barang #DIY alias bikin sendiri.

Beberapa barang yg belum ada dan gw perluin untuk ruang kerja ini antara lain wooden LED clock, kalender, tempat stationary, poster-poster penyemangat kerja, dan lain-lain. Kebetulan gw belum punya kalender yang cocok.

Kalender yang gw mau adalah yang ada space buat dicorat-coret dan bikin catatan. Gw juga mau kalender tersebut bikin gw semangat, jadilah di kalender tersebut gw bikin beberapa quotes dan gambar yang bisa memotivasi gw.

Ini dia langkah-langkah sederhana membuat kalender tersebut:

Siapkan beberapa bahan dan peralatan yang diperlukan, yaitu:

  • Karton duplex
  • Kertas kado dengan motif yang bagus
  • Kalender per bulan yang diprint di kertas A4
  • Penggaris
  • Cutter
  • Pulpen/pensil
  • Double tape/lem

step by step pembuatan ...
Cara membuat:

Pertama-tama, buatlah sebuah bingkai dari karton duplex. Potong karton menggunakan cutter dengan sangat hati-hati, olesi bingkai dengan lem lalu bungkus dengan kertas kado sehingga seluruh bagian bingkai tertutup kertas kado.

Langkah selanjutnya, tempel bingkai tersebut di karton duplex lainnya lalu tempel dengan double tape. Jadilah sebuah bentuk pigura.

Taruh lembaran kalender di tengah-tengah pigura dan rekatkan dengan pin agar bisa diganti-ganti sesuai bulannya.

Mudah, kan? cobain bikin, yuk??

kalender buatan sendiri ini sudah siap dipakai, keren, kan?