Kamis, 25 Agustus 2016

Gigiku Sehat dan Kuat | BOOK REVIEW



Sejak Sabil (5 tahun) sudah lancar membaca, saya pun senang memberikannya beragam buku, terutama yang edukatif dan menghibur. Buku pilihan saya tentu saja buku yang mudah dibaca dan dipahami oleh anak-anak seumurannya, ya ...


Belum lama ini saya memberikan Sabil buku berjudul "Gigiku Sehat dan Kuat" yang ditulis oleh drg. Stella Lesmana dan drg. Tara Prathita. Ia senang sekali, apalagi melihat gambarnya yang juga menarik karya illustrator Nathan Adianta.

Dalam hitungan menit ia selesai membaca buku tersebut lalu asik mengulangnya lagi, ia pun sangat menikmati aktivitas "lift-the-flap book"nya.

dua tokoh dalam cerita yang menggemaskan :)

Sabil senang membuka kertas dan membaca cerita di dalamnya ..
Selesai membaca buku tersebut kami berdiskusi, saya ingin tahu apa yang ia tangkap dari buku terbitan Gramedia ini. Ternyata kurang lebih semua pesan dan cerita bisa ia tangkap dengan baik, tentu saja karena bahasa yang menarik namun sederhana serta ilustrasi yang pas. Saya tersenyum-senyum saat ia bersemangat sekali menceritakan tentang kuman laki-laki yang tiba-tiba jadi kuat besar dan berperut six-pack karena mendapat makanan enak dari sisa-sisa makanan manis di gigi kita, hihihi..

Pesan yang ada dalam buku ini pun sampai dengan sukses kepada Sabil. Ia tergolong rajin sikat gigi, namun kadang diselingi drama dan paksaan, namun sejak membaca buku ini, dia malah dengan sukarela menggosok gigi tanpa perlu disuruh lagi, apalagi setiap habis makan atau minum manis, sepertinya ia tidak rela kuman-kuman di dalam giginya makin sehat ;p

Berikut ini review ala-ala Sabil. Niatnya mau menceritakan dan membacakan sedikit isi buku, tapi entahlah, sepetinya dia lupa, hehehe...


Tertarik mau memberikan buku ini untuk si kecil? buku ini tersedia di toko buku Gramedia ya mama...

Selamat membaca ....

********

Senin, 22 Agustus 2016

Jadi Konsumen Cerdas, Gunakan Obat Dengan Izin Edar [ODIE]



Sekitar delapan tahun yang lalu papa saya meninggal dunia setelah bertahun-tahun menderita dan keluar masuk rumah sakit. Penyakit jantung adalah salah satu yang dideritanya. Minum obat sudah menjadi keseharian, kadang bisa tujuh macam obat sekali minum, bayangkan berapa banyak obat yang ia minum dalam seminggu, sebulan, bahkan setahun.

Sebelum papa akhirnya dimasukan ke rumah sakit jantung dan meninggal beberapa hari kemudian, ia sempat meminum obat yang dibeli bukan di tempat yang resmi, alasannya karena obat-obatannya sangat mahal dan perlu banyak diminum, jadi ada kenalan yang menawarkan membeli di suatu tempat yang bisa diskon cukup lumayan. Saya tidak tahu tepatnya di mana kenalan papa itu membeli obat tersebut, karena seringkali obat-obatannya sudah tersedia di rumah. Obat yang sama yang diresepkan dokter namun dibeli bukan di apotek rumah sakit.

Saat berita tentang obat palsu dan obat illegal beredar, saya sempat bertanya-tanya, apakah papa saya salah satu korbannya?, apakah ia pernah mengkonsumsi obat palsu sehingga kondisinya bukannya membaik, bahkan memburuk?. Rasa penasaran tersebut cukup mengganggu dan menyakitkan. Pada intinya, saya tidak ingin saya dan keluarga saya, serta orang-orang lainnya tanpa sadar turut mengonsumsi obat illegal.

ibu Penny dan staff BPOM lainnya di Bundaran HI tanggal 21 Agustus kemarin
Oleh karena itu, saat BPOM mengkampanyekan penggunaan Obat Dengan Izin Edar atau #ODIE, saya sangat mendukung hal tersebut. Saya ingin agar keluarga saya serta masyarakat Indonesia teredukasi mengenai pentingnya membeli obat yang benar, jangan sampai kelak muncul tanda tanya dan penyesalan yang tak ada gunanya seperti yang saya ceritakan di atas.

Peredaran obat ilegal kini merupakan masalah yang tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan sudah menjadi masalah global yang hingga kini masih memerlukan langkah pemberantasan yang tepat untuk menuntaskannya. Upaya penanggulangan peredaran obat ilegal tidak mungkin dapat dilakukan oleh hanya satu pihak saja. Mengingat sudah lamanya permasalahan ini terjadi dengan kemungkinan luasnya jaringan pelaku, tentunya dibutuhkan kepedulian semua pihak untuk bersama-sama memerangi peredaran obat ilegal, baik dari sektor pemerintah, pelaku usaha, termasuk masyarakat, ya masyarakat, kita-kita ini..

eh, ada maskot ODIE dari BPOM
Obat ilegal dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu obat tanpa izin edar (TIE) atau obat palsu. Obat TIE merupakan obat yang tidak memiliki izin edar dari Badan POM. Kode izin edar Badan POM untuk obat diawali dengan huruf D untuk obat dengan merek dagang atau G untuk obat generik, lalu diikuti dengan huruf kedua, yaitu B untuk obat bebas, T untuk obat bebas terbatas, K untuk obat keras. Seringkali obat TIE disertai dengan penandaan yang berbeda dengan obat yang telah memiliki izin edar.  Sementara, obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau produksi obat menggunakan penandaan yang meniru obat dengan izin edar.

Produk obat yang cenderung dipalsukan biasanya merupakan obat-obatan lifestyle, life-saving, dan obat lain yang banyak dicari oleh masyarakat. Berdasarkan data pengawasan Badan POM periode 2013-2015, temuan obat palsu didominasi oleh obat golongan disfungsi ereksi, antibiotika, antipiretik-analgetik, antihipertensi, dan Antihistamin. Jika dilihat dari jenis obat, obat branded dengan harga yang relatif mahal lebih sering dipalsukan dibanding dengan obat jenis generik. Beberapa obat dengan merk dagang yang ditemui dipalsukan berulang kali, misalnya Blopress, Cialis, Viagra, Ponstan, Bloppres, incidal OD, Diazepam, Anti-Tetanus Serum, dan Nizoral. Hingga periode Januari - Juni 2016, Badan POM juga telah mengidentifikasi 17 merek obat palsu yang didominasi oleh golongan vaksin, Anti-Tetanus Serum, serta obat disfungsi ereksi.

Ingat ya pesan cewek2 cantik ini, waspada obat ilegal!
Dalam kampanye Aksi Sosial Peduli Obat Legal di area Car Free Day Jakarta, hari Minggu, 21 Agustus 2016 kemarin, ibu Penny selaku Kepala BPOM menyatakan bahwa modus pemalsuan obat yang dilakukan pelaku, antara lain mengemas ulang produk obat dengan kemasan dan label produk obat lain yang harganya lebih tinggi, mengubah tanggal kedaluwarsa dengan tanggal kedaluwarsa baru, mengganti kandungan zat aktif dengan zat aktif lain yang efek terapinya berbeda atau mengurangi kadar zat aktif obat sehingga tidak sesuai dengan kandungan produk aslinya. Dari sisi jalur distribusi, modus pelanggaran penyebab masuknya obat palsu ke jalur distribusi resmi disebabkan ada fasilitas pelayanan kefarmasian yang melakukan pengadaan obat dari sumber tidak resmi atau dari sumber freelance tanpa disertai dokumentasi yang memadai.

Saat diwawancarai oleh beberapa media kemarin, ibu Penny juga mengatakan bahwa masyarakat sebagai konsumen pengguna produk obat di Indonesia merupakan salah satu kunci utama keberhasilan upaya penanggulangan peredaran obat ilegal. Peran aktif masyarakat sangat diharapkan dalam melakukan pengawasan obat ilegal termasuk palsu, minimal dimulai dari pengawasan peredaran obat yang ada di lingkungan sekitarnya.

Melalui kampanye Aksi Sosial Peduli Obat Legal, Badan POM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang kritis dalam memilih atau menggunakan obat.  Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas. Ingat untuk selalu melakukan Cek KIK  (Cek Kemasan, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluwarsa). Pastikan juga untuk selalu membeli obat di sarana resmi. Belilah obat keras sesuai dengan resep dan petunjuk dari dokter. Hindari pembelian obat melalui situs penjualan online. Jangan mudah tergiur dengan harga obat yang lebih murah dari harga pasaran.


"Ingat Cek KIK - Cek Kemasan, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluarsa!"


Masyarakat yang kritis diharapkan dapat mempercepat upaya memutuskan mata rantai peredaran obat ilegal di Indonesia. Dengan semakin menurunnya jumlah konsumen yang menggunakannya, maka pelaku juga akan semakin mengurangi aktivitas usahanya dalam mengedarkan produk obat ilegal karena tidak memberikan keuntungan. Ibu Penny menghimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada Badan POM jika mencurigai adanya aktivitas peredaran obat ilegal.


Nah, sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia untuk turut membantu pemerintah dalam mengatasi masalah ini dengan berhenti menggunakan obat yang tidak memiliki izin edar dan tidak membeli obat secara online, setidaknya mulai dari diri kita sendiri dulu lalu sosialisasikan kepada kerabat, kenalan, dan orang-orang lainnya ....

Selesai melihat kampanye #ODIE, kami pun berfoto dulu ;p

****

Sabtu, 20 Agustus 2016

Mengatasi Gangguan Pencernaan pada Balita | TIPS



Belum lama ini, si bungsu yang masih balita mengalami gangguan pada perutnya, yaitu perut kembung. Ia sudah bisa mengatakan apa yang dirasakannya saat itu. "Perutku nggak enak rasanya, ma, terus perutku rasanya keras, tapi bukan kayak mau poop," ungkapnya. Saya memegang perutnya, agak besar dan benar, terasa lebih keras dari biasanya dan saya perhatikan ia pun sering buang gas saat mengalami gangguan perut kembung seperti itu.

Saya jadi ingat, saat bayi pun si bungsu, juga kakak-kakaknya beberapa kali mengalami gangguan perut kembung sehingga saya tidak terlalu khawatir karena sudah terbiasa menanganinya. Dari pengalaman pribadi serta dari beberapa literatur yang saya baca, balita memang sering mengalami gangguan sistem pencernaan seperti gumoh (muntah sedikit), muntah, perut kembung, poop tidak lancar dan sering buang gas.         

Jumat, 19 Agustus 2016

Memajukan Bisnis Bersama Tata Motors di GIIAS 2016


Kemarin saya dan beberapa rekan blogger menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Mobil123 dan Tata Motors Indonesia. Temanya sangat menarik menurut saya, yaitu "Memajukan Bisnis Bersama Tata Motors." Bisnis selalu menjadi topik yang seksi buat kebanyakan orang, tak terkecuali saya, sehingga dengan bersemangat saya sibuk menyimak perbincangan hari itu.

Bertepatan dengan penyelenggaraan GAIKINDO International Indonesia Auto Show 2016 ( GIIAS 2016), Tata Motors menjalankan tema baru pemasarannya yaitu "Think Business. Think Tata Motors," di mana diharapkan Tata Motors bisa menjadi mitra bisnis yang handal bagi setiap pengusaha.

Kamis, 18 Agustus 2016

Ngopi bareng MPR RI ...

wefie dulu yah di sela-sela acara :)
"Ngopi bareng MPR? kok? santai banget?"

"Loh, memangnya kenapa? gak harus selalu serius, kan? nggak selalu saat ada perlu aja dong ngundang-ngundang netizen, blogger serta korlip..."

Jujur saja saya sangat senang saat menerima undangan dari mbak Mira Sahid untuk menghadiri acara netizen gathering ini. Diundang ke suatu acara yang bagus, menarik, dan penting rasanya sudah tak terhitung, namun diundang untuk ngobrol santai bersama MPR RI rasanya sesuatu banget.

Rabu, 17 Agustus 2016

Dampak Pekerjaan pada Infertilitas Pria



Judulnya berat ya, tapi cukup mengundang keingintahuan saya saat mendengar bahwa RSU Bunda Jakarta akan mengadakan seminar mengenai hal tersebut.

Seperti diketahui, berbagai kelainan mulai dari gangguan hormonal, masalah fisik, sampai masalah psikologis bisa menyebabkan infertilitas pada pria, termasuk pekerjaan yang dipilihnya. Bukan berarti suatu pekerjaan tertentu mengakibatkan seorang pria menjadi infertil, namun pekerjaan-pekerjaan tertentu bisa berdampak pada infertilitas pria.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh RSU Bunda Jakarta pada tanggal 12 Agustus 2016 jam 3 sore, dr. Sigit Solichin, SpU dari Klinik Urologi RSU Bunda Jakarta menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 15% pasangan di dunia yang infertil dan 50 % penyebabnya adalah dari pihak pria. Hmmm.. padahal biasanya infertilitas seringkali dikaitkan ke pihak perempuan, ya ...

Senin, 15 Agustus 2016

Ketemu @amrazing dan berkesempatan menang iPhone 6? Hanya di Indonesia Is Me ...



Dalam hitungan hari, Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke 71. Semangat nasionalisme di mana-mana, rencana perayaan dan lomba pun sudah terlihat di sekitar kita. Sepertinya hampir semua orang ingin merayakannya dengan meriah, termasuk  Synthesis Development yang kembali menggelar Indonesia Is Me, berupa rangkaian acara yang melibatkan semua proyek propertinya selama bulan Agustus 2016 ini

Rangkaian acara yang digelar antara lain, Petualangan Kuliner Indonesia, pementasan dan aktifitas seni budaya, National Music Festival, dan acara puncak Synthesis Merdeka Ride - bersepeda sejauh 71 km berkeliling Jakarta. Wuih ...

Minggu, 14 Agustus 2016

Santai Sekeluarga di ZenRooms Tendean

happy faces!

Akhir-akhir ini suami sibuk sekali karena perubahan posisinya di kantor, setiap hari ia bisa pulang sekitar jam 1 tengah malam, saat akhirnya libur, karena kelelahan, ia menghabiskan banyak waktunya untuk tidur siang, padahal anak-anak kangen sekali padanya. Anak-anak sebenarnya sangat ingin mengajak ayahnya menginap sambil bersantai, namun karena waktu libur suami yang hanya dua hari dan masih agak sulit mengambil cuti, akhirnya kami berpikir untuk bersantai dan menginap di tengah kota saja.

Ya, kenapa tidak? menginap semalam di salah satu hotel di Jakarta akan cukup menyegarkan bagi anak-anak yang kangen sekali dengan ayahnya. Kami tidak perlu terkena macet, bisa menikmati suasana hotel, makan malam bersama di luar hotel, sarapan pagi di hotel, lalu lanjut ngobrol santai sambil nonton tivi dan ngemil sebelum pulang ke rumah. What a perfect plan!

Sabtu, 06 Agustus 2016

Unboxing My Althea Box

Belum lama ini saya menerima kiriman dari  ALTHEA Korea | Indonesia berupa satu kotak cantik berisi beberapa kosmetik Korea favorit saya. Wuahhh, saya senang sekali. Isinya pun lucu banget, ada dekorasi ulang tahunnya juga. Yup, tanggal 20 Juli kemarin adalah ulang tahun Althea yang pertama. Selamat ulang tahuuun Althea!. Di bulan yang sama saya juga berulang tahun, lhooo.., jadi saya serasa nerima hadiah ulang tahun dari Althea, hihihi.., makasih banyak yaaa Althea #ketjup

happy birthday Althea! happy birthday to mee, toooo.. ;p

Senin, 01 Agustus 2016

Hello Monday - Don't Forget To Play!

Hello Monday Quote - Playin'

Saya ingat sekali, dulu, waktu saya masih kecil, kalau saya atau saudara kandung saya sakit, papa dan mama saya justru akan mengajak kami main, entah sekedar ke pasar untuk membeli mainan atau makanan kesukaan kami, atau sekedar main sepeda sebentar di depan rumah. Namun jika kami terlalu sakit hingga tidak bisa keluar rumah, mereka hanya akan membelikan kami mainan. Tidak mahal namun sudah sangat membuat saya, adik, atau kakak-kakak saya senang.