Senin, 20 Juni 2016

Work and Life Balance as a Full Time Blogger | TIPS


Bulan Maret 2016 lalu saya diwawancarai oleh majalah femina bersama blogger lainnya yaitu Andra Alodita dan Ainun Chomsun. Silahkan baca di sini untuk wawancara lengkapnya.

Bangga sekali rasanya, apalagi di situ saya disebut-sebut sebagai seorang professional blogger, padahal menurut saya, ya saya hanya seorang blogger yang mendedikasikan banyak waktu dan tenaga untuk kegiatan ini. Karena jika dipikir-pikir, saya memang sudah menghabiskan lebih dari sepuluh tahun ngeblog (tapi banyakan pasifnya ;p) dan baru dua tahun terakhir ini kembali serius menekuni dunia blogging dan mulai menghasilkan dari kegiatan ini.

Saya bisa menghabiskan waktu 5-8 jam per hari mengurusi blog, dari mulai menulis artikel, mengambil foto untuk ilustrasi blog, membalas komentar-komentar yang ada di blog, melakukan blog walking, berinteraksi di sosial media yang berhubungan dengan kegiatan ngeblog, belum lagi kalau harus menghadiri event yang berhubungan dengan kegiatan ini serta bertemu klien yang ingin bekerja sama dengan saya sebagai blogger, terkadang hal itu bisa memakan waktu seharian.

Dengan banyaknya jam serta usaha yang saya keluarkan untuk kegiatan blogging, rasanya bolehlah kalau saya menyebut diri saya sebagai full time blogger saat ini.

Lalu, apa untungnya menjadi seorang full time blogger?. Bagi saya, keuntungan nomor satu adalah bisa mengekspresikan diri sesuai dengan passion saya. Bisa banyak bercerita dan berbagi sekaligus mengasah kemampuan lainnya seperti menulis, mengedit, berinteraksi secara online, dan seterusnya.

Mendapat banyak teman dan kenalan dari aktivitas ngeblog juga menjadi salah satu kebanggaan saya. Mendapat kenalan yang akhirnya menjadi dekat, mengenal klien dan calon klien yang berujung pada penawaran kerja, sampai sekedar punya teman haha hihi sesama blogger.

Keuntungan tambahannya ya mendapat penghasilan dari kegiatan ini, entah berupa barang, fasilitas, mau pun uang cash.

bersama Alodita,  salah satu blogger idola saya ;p
Nah, masalahnya, saat sudah serius ngeblog, seringkali saya keteteran karena saya punya pekerjaan utama yang sangat penting, yaitu sebagai istri sekaligus ibu dari tiga anak :). Akhirnya saya benar-benar harus 'tegas' pada diri saya sendiri agar kehidupan saya tetap seimbang sebagai seorang istri dan ibu yang kebetulan berprofesi sebagai seorang full time blogger. Berikut ini lima hal yang coba saya lakukan agar kehidupan saya tetap seimbang.

Dukungan keluarga
Ini adalah hal pertama yang harus saya dapatkan saat memutuskan untuk resign dari law firm tempat saya dulu bekerja dan beralih profesi menjadi seorang full time blogger. Ya, saya meminta ijin suami serta menjelaskan situasinya kepada dua anak tertua saya. mereka mengerti dan mendukung penuh keputusan saya. Suami bahkan membuatkan ruang kerja khusus untuk saya di rumah (yang tak lama kemudian tetap saja jadi 'tongkrongan' anak-anak saya, hehehe...).

Sebagai seorang blogger, kadang saya harus sering keluar rumah, meski pun tidak setiap hari dan tidak terlalu lama, namun jika tidak dibicarakan bersama anak-anak mereka akan kecewa, dengar saja pendapat si bungsu saat saya pernah lebih dari tiga hari seminggu pergi keluar rumah, "katanya mama udah nggak kerja, kok mama masih pergi-pergi terus?." See?

Perlengkapan 'perang' ngeblog
Mau ngeblog tapi di rumah wifi lemot, komputer atau laptop sering bermasalah, smartphone tidak memadai untuk sosial media?. Pikirkan kembali. Berinvestasi pada perlengkapan untuk menunjang pekerjaan kita sebagai blogger sangatlah krusial. Ya, tidak mesti langsung punya semuanya juga tidak masalah, bertahap saja.

Pada awal resign saya belum punya kamera pribadi yang layak untuk ngeblog, jadi saya memanfaatkan kamera iphone yang saat itu cukup bagus bahkan untuk dimasukan ke dalam blog. Butuh setahun kemudian untuk akhirnya saya bisa membeli kamera mirrorless impian saya.

Keuangan
Ah, ini topik yang penting sekaligus sensitif saat saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus menjadi blogger saja. Suami mendukung keputusan saya, apalagi karena alasan saya adalah ingin menghabiskan lebih banyak waktu dekat dengan anak-anak. Namun ada satu pesannya yang sangat saya ingat. "Turunkan gaya hidup kamu, ya..," dan dia meminta saya untuk mengurangi ngopi-ngopi bersama teman di tempat yang cukup mahal yang saat saya masih kerja kantoran bisa hampir setiap hari saya lakukan dengan alasan ngantuk, bosan di kantor, dan seterusnya. "Kan lebih asik ngundang temen-temen kamu ke rumah dan ngopi, ngemil, sambil ngobrol tanpa batas waktu, begitu pendapatnya."

Sebenarnya tanpa ia minta sekali pun saya pasti akan melakukannya. Setelah tidak bekerja kantoran, saya jarang sekali makan di luar dan ngopi di cafe kalau tidak sekalian meeting atau janjian makan dengan teman-teman. Sebagai catatan, saya tetap teratur bertemu teman-teman saya, entah di cafe mau pun di rumah salah satu dari kami, namun memang tidak sesering sebelumnya.

Bersikap profesional
Sama seperti saat bekerja kantoran, saat membuat konten untuk blog saya pun berusaha seprofesional mungkin. Kebanyakan artikel saya tidak bersponsor, namun saat saya menerima bayaran untuk artikel yang saya buat, saya benar-benar menggarapnya semaksimal mungkin.

Di rumah, saya punya ruang kerja serta studio mini di mana saya bisa membuat foto-foto khusus untuk blog. Jika membutuhkan effort lebih, saya akan meminta bantuan suami saya sesekali, misalnya saat saya ingin membuat vlog atau foto yang serius. Anak pertama saya pun seringkali membantu karena kebetulan hobinya sama dengan ayahnya, fotografi dan videografi :)

Manajemen waktu
Cek email hanya di saat-saat tertentu, misalnya 3x sehari, di pagi, siang, serta sore hari, kecuali saat sedang menunggu email penting. Untuk urusan sosial media saya kadang kebablasan dan akhirnya selalu memegang hape seharian dan ini sangat tidak bagus. Saya tidak ingin anak-anak melihat saya tidak pernah lepas dari gadget. Memang sulit rasanya, namun saat sedang bersama mereka dan tidak ada artikel urgent, saya berusaha untuk tidak memegang gadget.

foto bareng dng bbrp blogger idola kesayangan saiah...

Itulah beberapa persiapan penting saya saat memutuskan menjadi full time blogger. Semoga menginspirasi, ya....

***

[BlogWalking] Ophi Ziadah, dari soal parenting sampai soal hukum ...


Blogger yang satu ini punya pribadi yang seunik namanya, Khopiatuziadah aka Ophi Ziadah adalah seorang ibu dengan tiga anak yang banyak menulis soal parenting, gaya hidup, kuliner, travelling, sampai soal hukum. Menarik bukan?

Dalam blognya www.ophiziadah.com ia lebih banyak bercerita tentang dirinya sebagai personal, perempuan, dan ibu dari tiga anak. Blog tersebut berisi cerita tentang family life, parenting, traveling & culinary, lifestyle, pola hidup sehat, blogging, inspirasi, dan tentu saja review.

Sabtu, 18 Juni 2016

3 Days Weight Maintenance with Cold Press Juice | Review



Tepat sebelum puasa di Ramadhan 2016 ini saya melakukan detoks dengan produk Cold Press Indonesia. Niatnya sih hanya untuk cleansing sebelum puasa, namun saya sengaja memilih paket "Skin glow & weight maintenance" karena memang sekalian ingin mengurangi berat badan, lumayan, kannn kalo sekalian bisa turun berat badannya? ;p

Sebelum memulai detoks, saya menghubungi beberapa penyedia cold pressed juice sekaligus untuk mencari tahu mana yang terbaik menurut saya. Selain itu saya juga kembali membaca-baca literatur mengenai detox serta kegunaannya bagi tubuh.

Manfaat detoks bagi tubuh
Ada banyak manfaat dari detoksifikasi, antara lain: 
  • Membuang toksin tubuh
  • Meningkatkan energi
  • Membantu penurunan berat badan
  • Menyehatkan kulit
  • Menyehatkan rambut
  • Membuat tidur lebih nyenyak
  • Memperbaiki konsentrasi
  • Mengubah gaya hidup

Selasa, 14 Juni 2016

[BlogWalking] Berbagi cerita bersama Diah Kusumastuti


Seperti biasa, saat blogwalking saya pasti akan mencari dan membaca blog yang tulisannya berkisar soal dunia mama-mama seperti saya, mulai soal parenting, fashion, kesehatan, blogging, hobi, sampai soal motivasi hidup.

Belum lama ini saya mampir di blog www.dekamuslim.com milik mba Diah Kusumastuti dan membaca postingan terbarunya tentang 'Semangat Ramadhan yang Hadir Terlambat'. Kebetulan sekali saya pun sedang merasakan hal yang sama sehingga postingan tersebut cukup menarik perhatian saya.



Sabtu, 11 Juni 2016

Ngobrol bareng Hannie Hananto | INSPIRING WOMAN


Punya kesempatan ngobrol bareng perancang busana muslim sekelas Hannie Hananto adalah suatu pengalaman yang menyenangkan dan penuh inspirasi bagi saya. Belum lama ini, bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan MUFFEST 2016, saya dan beberapa teman dari BloggerCrony berbincang-bincang dengan mba Hannie.

Hannie Hananto adalah perancang busana muslim terkenal, pemilik brand ANEMONE, serta pendiri komunitas Hijabers Mom Community. Kerennya lagi latar belakang mba Hannie adalah arsitek, sesuatu yang di luar dugaan saya, karena biasanya perancang ya lulusan sekolah mode ;p

Sambil menikmati makan siang, kami ngobrol ngalor ngidul, dari soal fashion, pencarian ide, sampai soal penjiplakan karya-karya perancang yang sering terjadi di Indonesia. 

Selasa, 07 Juni 2016

How to stay in love after 15 years of marriage ...

photo captured by abang Kenan
Beberapa kenalan pernah bertanya pada saya, "apa, sih, rahasianya bisa kelihatan akur dan awet sama suami?." Saya pun langsung menggarisbawahi kata kelihatan. Berarti mereka tahu, dong, bahwa sebenarnya, sama seperti kebanyakan orang, saya pun punya masalah dalam pernikahan, hanya saja saya tidak 'memamerkannya' di hadapan banyak orang :)

Lagipula, menurut saya, tidak ada resep rahasia dalam mempertahankan suatu hubungan. Semua orang juga tahu bahwa resepnya adalah saling menghargai, menghormati, saling memaafkan, menerima pasangan apa adanya, dst, dst, dst, seperti yang sering kita baca di artikel-artikel tentang relationship. Tapi, apakah kita dan pasangan mempraktekannya? menjalankan kata-kata dan nasihat bijak yang diberikan oleh orangtua, penasehat pernikahan, dst?

Minggu, 05 Juni 2016

Masih Mencintamu ...


Windy Ghemary
Nah lo!, judulnya pasti bikin penasaran, kan?. Jadi ceritanya, sudah seminggu terakhir ini saya sedang senang mengeksplor lagu, bahkan saya membuat folder khusus untuk lagu-lagu yang saya suka, mulai dari lagu-lagu lama yang jadi nostalgia, sampai lagu terbaru yang sedang banyak diputar.

"Saat mendengarkan lagunya Windy Ghemary, terlepas dari isi lagu yang sebenarnya buat mantan, namun saya suka nada dan suaranya Windy, duhh, bikin sendu, deh, hihihi... "

Sabtu, 04 Juni 2016

IT'S ME! - Tips Personal Branding ala Dya Loretta | Book Review


Suka deh sama buku ini. Kenapa? karena biasanya buku-buku tentang personal branding bahasanya terlalu serius dan berat, yang harus dibaca saat punya waktu khusus agar lebih meresap dan bisa diparaktekan, namun buku ini berbeda, bahasanya ringan, asik, dan santai tanpa mengurangi isi bukunya yang penting.

Bahasanya yang mudah dipahami tentu saja membuat buku ini bisa dibaca juga oleh kalangan remaja. Saya pun meminta dua anak saya yang beranjak remaja untuk membaca buku ini. Beberapa bagian memang masih perlu bimbingan saya, namun secara keseluruhan buku ini bisa mereka pahami.

Buku IT'S ME - Superbrand Diri Untuk Jadi Beda, karya Dya Loretta ini 'hanya' 96 halaman dengan font yang cukup besar dan mudah dibaca. Hanya perlu kurang dari satu jam buat saya melalap buku ini, namun perlu berhari-hari untuk saya dan anak-anak abege di rumah untuk mengupasnya bab demi bab. Such a fun activity!

Minggu, 29 Mei 2016

Trend Busana Ramadhan dari 4 Perancang Ternama di MUFFEST 2016

Jenahara, Restu Anggraini, Ria Miranda, dan I.K.Y.K dengan trend busana Ramadhan koleksi mereka

Sudah beberapa tahun terakhir ini saya dan teman-teman memilih untuk lebih sering berbelanja produk fashion, termasuk busana muslim dan modest wear (pakaian tertutup).

Alasannya adalah karena belanja secara online itu sangat mempermudah hidup saya sebagai perempuan. Saat masih bekerja kantoran, saya ingin menghemat waktu berbelanja, jadi daripada bermacet-macetan dan menghabiskan waktu berjam-jam yang melelahkan untuk mencari dan membeli baju, saya memilih belanja online, sehingga waktu yang saya punya bisa saya habiskan bersama keluarga.

Selain menghemat waktu, pertimbangan lainnya adalah karena belanja online saat ini sudah sangat aman, dengan pilihan pembayaran yang beragam, serta pengiriman yang relatif cepat. Bicara soal pengiriman, bahkan ada yang menggratiskan biaya kirim. Solusi banget, deh, buat mama sibuk seperti saya ;)

Minggu, 22 Mei 2016

Nikmati Steak Premium Bersama Keluarga di Willie Brothers Steakhouse | Review

Daging steaknya juicy banget...

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan menghadiri acara launching Willie Brothers Steakhouse yang berlokasi di Meruya Utara, Jakarta Barat.

Sebagai seorang ibu beranak tiga yang senang mencari tempat makan untuk keluarga, saya pun merasa bersemangat untuk datang dan mencari tahu lebih lanjut tentang restoran yang mengklaim sebagai #familirestaurant ini.

Saat tiba di lokasi, acara belum dimulai sehingga saya bisa berkeliling dan melihat-lihat. Suasana restoran ini didominasi dengan dekorasi kayu sehingga terasa 'lebih rumah' alias homey. Saya sangat suka dengan gabungan ornamen kayu dan tanaman yang terdapat di beberapa sisi restoran steak ini.

Selasa, 17 Mei 2016

[REVIEW] Grand Entrance Mascara by Elizabeth Arden



Sekitar satu bulan yang lalu saya menghadiri undangan dari Elizabeth Arden dalam rangka peluncuran maskara terbarunya "Grand Entrance Mascara" di Lotte Shopping Avenue. Wuihh, namanya keren banget, saya jadi penasaran, apakah produknya sekeren namanya :).

Kalau begitu, mari kita coba dan buktikan keunggulan maskara Elizabeth Arden ini. Apakah maskara seharga IDR 350,000 ini worth the price??.