Senin, 31 Agustus 2015

#DIY - Dompet Kamera Poket

Saat sedang merapihkan data-data di PC dan eksternal hard disk, saya menemukan draft artikel mengenai cara membuat dompet kamera poket. Seingat saya, saya telah memposting artikel ini, namun lupa di blog yang mana. Gini deh kalo kebanyakan blog, namun saya sudah menghapus beberapa blog dan hanya memiliki satu blog pribadi, yaitu www.zataligouw.com, dan dua blog lain yang berhubungan dengan pekerjaan.

Jadi nggak ada salahnya ya saya posting lagi artikel #DIY ini di sini :)

Yuk, siapkan bahan-bahannya, siapa tahu sedang butuh ide untuk membuat suvenir ulang tahun anak, suvenir pernikahan untuk saudara atau teman, atau hanya sekedar iseng dan membuat untuk dipakai sendiri. Hanya butuh kreativitas, kesabaran, dan...temen yang mau bantuin hehehe..

Untuk membuat pouch kamera pocket  ini hanya butuh beberapa bahan dan untuk mendapatkannya juga gampang banget kok, bisa beli di toko kain di pasar-pasar.

 Ini dia tutorial lengkapnya:

 BAHAN-BAHAN:

gambar 1: bahan-bahan

  • GUNTING

  • KANCING

  • PITA

  • KAIN FLANEL

  • JARUM JAHIT

  • BENANG SULAM


CARANYA MEMBUATNYA:

Potong bahan sesuai bentukgambar 1

jahit kain berbentuk kotak dan bulatan secara bertumpuk

tambahkan kacing di atasnya


jahit pita diujung dompet
jahit sekeliling pouch kecuali bagian atasnya

selesai dijahit
tempel/jahit inisial kamu dan pasangan
suvenir warna-i nan cantik

3 Manfaat lidah buaya bagi rambut ...

Akhir-akhir ini, karena sudah lebih banyak berada di rumah, saya mengikuti jejak mama mertua menamam beberapa tumbuhan di rumah, terutama lidah buaya. Kebetulan papa mertua memiliki banyak tumbuhan lidah buaya di lotengnya, saya pun mengambil beberapa untuk dijadikan bibit. Saya menanamnya di kaleng-kaleng bekas dan hanya di taruh di halaman belakang, siram setiap hari dan beri pupuk dari sisa air cucian ikan dan beras, mudah sekali merawatnya.

pic from here
Sejak kecil saya sudah mengenal lidah buaya dengan baik, ibu saya sering menggunakannya saat saya masih kecil, untuk dirinya sendiri mau pun untuk saya dan kakak adik lainnya. Saya ingat sekali, rasanya kurang nyaman jika sedang dipakaikan lidah buaya oleh mama, terasa lengket di kulit, terutama kulit kepala, dan perlu usaha ekstra juga saat harus membilasnya. Namun saat saya dewasa, saya bisa menikmati hasilnya, rambut saya sangat lebat begitu juga rambut kakak-kakak serta adik saya.

Karena pengalaman tersebut, saya pun melakukan hal yang sama, saat putri saya berambut tipis dan sedikit, saya mulai rajin memakaikannya lidah buaya hingga akhirnya rambutnya tumbuh banyak, meski pun tetap dengan tekstur rambut yang sangat halus dan tipis, namun banyak sehingga kelihatan jauh lebih tebal daripada sebelumnya.

Karena menanam dan memakai lidah buaya, saya pun tertarik mencari tahu lebih jauh apa saja kegunaan lidah buaya bagi kecantikan dan kesehatan dan dalam artikel ini khususnya bagi rambut.

Perawatan Rambut rontok. Lidah buaya mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat melembutkan serta menguatkan rambut. Jika dipakai dengan teratur dan diimbangi dengan konsumsi makanan yang sehat, hasilnya akan lebih maksimal. Dengan memakaikannya ke rambut secara berkala maka hal ini akan memicu pertumbuhan rambut baru serta menguatkan rambut lama. Saya pernah mengalaminya, saat rambut rontok sesudah melahirkan, saya kembali rajin mengoleskan lidah buaya langsung ke kulit kepala. Namun sebagai catatan, perawatan lidah buaya untuk rambut rontok akan berhasil jika rambut hanya rontok tidak terlalu parah, namun saat rontok sudah sampai mengakibatkan kebotakan, sebaiknya langsung berobat ke dokter spesialis.

Mengurangi ketombe. Enzim alami yang terkandung di dalam lidah buaya berfungsi melembabkan kulit kepala sehingga mencegah tumbuhnya ketombe. Enzim tersebut juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan memberikan rasa dingin dan segar di kulit kepala.

Pelembab alami. Lidah buaya juga berfungsi sebagai conditioner bagi rambut. Untuk membuat conditioner alami dari lidah buaya caranya sangat mudah, cukup campurkan satu batang lidah buaya yang sudah dibuang kulitnya dan kita peras sehingga menghasilkan semangkuk kecil gel, lalu tambahkan satu sendok teh minyak zaitun, aduk hingga rata dan pelembab alami ini siap kita gunakan untuk kulit kepala juga bisa untuk kulit wajah. 

***

Jumat, 28 Agustus 2015

Tips online aman bagi si pra-remaja ...

Anak pertama saya , si abang, baru saja masuk SMP, ia pun mulai aktif  berinteraksi dengan teman-temannya lewat media sosial seperti facebook dan Instagram, begitu juga anak kedua saya, kaka. Mereka berdua memang saya ijinkan menggunakan media sosial, namun ada beberapa proses serta syarat yang saya berikan kepada mereka.

Prosedur serta syarat yang saya berikan kepada mereka tidak hanya agar saya mudah mengontrol aktivitas mereka di dunia maya namun juga membantu mereka terhindar dari dampak negatif sosial media misalnya cyber bullying yang pernah terjadi pada kaka sebelumnya. 

Wajibkan mereka untuk meminta ijin setiap ingin membuat akun
Pertama, mereka harus selalu minta ijin kepada saya dan atau suami, jika ingin membuat akun media sosial, lalu biasanya saya akan bertanya mengapa mereka membutuhkan platform tersebut. Sebagai contoh, saat abang selesai mengikuti Ballanced Pillar Camp tahun lalu, ia memutuskan untuk membuat akun Instagram, alasannya agar ia bisa berbagi foto dan berhubungan dengan teman-teman barunya dari camp tersebut. Begitu juga dengan akun facebook yang merupakan jembatan antara ia dan teman-teman sekolahnya yang sudah berbeda kelas, teman-teman rumah yang jarang ditemui, dan seterusnya.

abang Ken si pecinta keluarga (isi IG-nya kbanyakan ttg keluarganya :D)

Mereka harus mengijinkan orangtua mengecek akunnya
Saya meminta ijin kepada mereka untuk memantau dan bahkan ikut campur jika ada masalah dengan akun sosial media mereka. Tidak mesti berteman di facebook, twitter atau pun Instagram, tapi cukup saya bisa melihat timeline mereka, bisa membuka inbox mereka karena saya tahu password-nya serta bisa meminta mereka menghapus postingan dan komen yang menurut saya sebagai orangtua mereka kurang layak untuk ditampilkan.

Bijak menggunakan gadgets dan bertanggungjawab
Saat pertama kali kedua anak tertua saya memiliki smartphones, yang saya tekankan adalah penggunaannya yang bijak, boleh memakai dan mengutak-atik hape asalkan tahu waktu dan tempat serta tidak terlalu sering. Saat mereka sudah kelihatan terlalu sering memegang hape, saya pasti akan menegur dan jika mereka melanggar peraturan akan ada sanksi yang saya berikan yaitu dilarang menggunakan hape sehari penuh pada keesokan harinya.

Penempatan komputer di area terbuka
Khusus untuk PC, saya menempatkannya di ruang tengah sehingga saat mereka membuka internet untuk sekedar browsing atau pun mengerjakan tugas, mereka punya 'resistan' yang cukup tinggi jadi tidak ingin membuka situs-situs yang kurang baik karena pasti ada saya, atau ayahnya atau si mbak yang sesekali melewati ruangan tersebut.

akun IG kaka dikunci dan saya ikut memilih siapa yg boleh dia follow

Soal menghapus postingan, saya rasa ini adalah pembelajaran buat mereka selama mereka masih di bawah umur. Mungkin kedengarannya saya seperti mendikte apa yang tidak dan boleh mereka posting, namun menurut saya ini justru untuk membentuk karakter mereka menjadi individu-individu yang lebih baik. Sebagai contoh, saat kaka beberapa kali membuat status "ughh, capek nih ulangan melulu," atau "sebel, lupa bawa pe er matematika," di facebooknya, saya meminta dia untuk menghapus status tersebut. Saya menjelaskan padanya bahwa terlalu banyak mengeluh, apalagi di media sosial akan membuat citra dia menjadi "si tukang mengeluh" dan takutnya secara tidak sadar ia akan keterusan berbuat seperti itu di dunia maya mau pun dunia nyata. Alhamdulillah ia bisa menerima hal tersebut dan dengan sukarela menghapus beberapa postingan yang berisi keluhan.

Lain lagi dengan si abang, anak berumur hampir 13 tahun ini senang berbagi soal hobi dan keluarganya. Beberapa kali ia memposting gambar yang kurang lebih sama yaitu kucing peliharaannya dengan kualitas yang berbeda-beda, ada yang bagus dan ada yang gelap. Saya mengajarkannya untuk tidak memposting terlalu banyak gambar, apalagi yang kualitasnya tidak bagus. Ya, saya sudah mengajarinya cara 'menjaga image' dalam artian yang positif karena ia akan membutuhkan life skill ini diusianya yang sudah beranjak remaja. Dari empat foto kucing dengan pose dan komposisi yang mirip, dua diantaranya gelap, saya menyarankan ia menghapus dua gambar yang gelap. Saat ia bertanya kenapa, saya menjelaskan bahwa ia tidak mau kan memenuhi timeline IG temannya dengan rentetan gambar yang sama dan berkualitas jelek? ia setuju dan mengerti penjelasan saya, bahkan ia meminta ayahnya untuk mengajarinya soal penggunaan kamera.

Intinya, anak-anak pra-remaja kita perlu untuk memiliki aktivitas online, dan dengan komunikasi yang baik antara kita dan mereka, mudah-mudahan yang akan mereka dapat adalah sebanyak-banyaknya manfaat positifnya ketimbang dampak negatifnya.

***

Senin, 24 Agustus 2015

Nggak punya waktu untuk olahraga? masa, sih?

Isu berat badan selalu menjadi masalah buat saya selama tiga belas tahun terakhir, tepatnya setelah saya melahirkan anak pertama, dan sepertinya tidak pernah selesai bahkan saat saya sudah melahirkan anak ke tiga sekitar empat tahun lalu ;p

Believe me, saya sudah mencoba segala cara untuk menurunkan berat badan, dari mulai pil penurun berat badan, produk MLM yang mahal-mahal itu, akupuntur, hipnotis, jadi member pusat fitness terkenal, sampai diet mati-matian. Hey, saya nggak bilang semua itu nggak berhasil, lho.., tapi sebagian besar kurang efektif bagi saya.

Pil penurun berat badan biasanya punya efek yang tidak enak, mulai pusing, haus berlebihan, sampai rasa mual, jadi biasanya saya hanya pakai maksimal satu minggu. Produk MLM, ahahah, berhasil juga nurunin berat badan saya beberapa kilo, tapi bikin saya bokek karena harganya yang mahal, belum lagi rasa bosan karena harus mengkonsumsi produk tersebut setiap hari sebagai pengganti makanan. Dua bulan adalah maksimal waktu yang saya gunakan untuk produk ini. Menjadi member fitness center terkenal? sudah sampai beberapa kali dan pada akhirnya saya cuma 'nyumbang' setiap bulan ke sana karena saya hampir tidak pernah datang lagi dengan beragam alasan, capek, bosan, dan terutama malas karena jaraknya yang cukup jauh dari rumah.

Sekitar enam bulan yang lalu saya memutuskan untuk kembali menurunkan berat badan namun dengan cara yang semua orang juga sudah tahu, yaitu berolahraga dan menjaga asupan makanan dengan baik dan benar. Yup, pastinya hampir semua orang sudah tahu bahwa berolahraga dengan teratur bisa menurunkan berat badan apalagi bila diimbangi dengan makanan yang sehat dan 'bersih'. Mungkin hasilnya tidak secepat metode lainnya, namun saya memang sudah lelah dengan yang instan, terbukti bahwa berolahraga teratur dan menjaga asupan makanan justru menurunkan berat badan dengan pasti dan bertahan lebih lama.

Sebagai seorang mama, waktu saya tidak terlalu banyak untuk berolahraga ke pusat kebugaran yang berada di mall, jadi saya memilih untuk melakukan olahraga di studio senam terdekat dan tentu saja di rumah dan di mana pun yang memungkinkan saya untuk berolahraga.

Nggak punya waktu untuk olahraga? masa, sih?, sudah coba beberapa hal di bawah ini seperti saya?

1. Jalan kaki. Ini paling efektif menurut saya karena dalam sehari, sesibuk-sibuknya kita, pasti ada kesempatan untuk berjalan kaki, kalau nggak ada? ya cari-cari kesempatan dong :). Misalnya pagi-pagi saya biasa diantar oleh suami saya ke tukang sayur yang jaraknya sekitar 1 KM dari rumah, namun akhir-akhir ini saya lebih suka berjalan kaki, selain pagi hari udaranya masih segar, jalanan pun belum terlalu ramai. Saat pergi keluar rumah untuk mengurus beberapa hal sekaligus, jika jarak lokasinya tidak terlalu berjauhan, saya pasti akan berjalan kaki, misalnya habis antar anak sekolah, lalu saya pergi ke Tiki untuk mengirim barang, mampir ke supermarket beli sabun, jalan lagi ke kantor PAM untuk bayar air, dll, dll. Ribet? kalau sudah terbiasa sih enggak...

2. Melakukan gerakan BL saat sedang menunggu. Saat antri di bank, ATM, dll, dalam posisi berdiri, praktekan saja beberapa gerakan BL yang dijamin jika dilakukan secara rutin akan berdampak cukup signifikan buat perut. Caranya, tegapkan badan, rapatkan kaki, ratakan perut lalu tahan beberapa detik, jangan lupa untuk mengencangkan bagian paha dan miss V dengan cara mengkontraksikan otot-otot paha dalam dan miss V selama beberapa detik, ulangi sampai 10 kali.

3. Olahraga di rumah atau di kantor, kapan saja. Anak-anak sudah berangkat ke sekolah, suami sudah ke kantor, masak sudah selesai dan sedang menunggu cucian di mesin cuci? gunakan waktu tersebut untuk melakukan olahraga apa saja, bisa sambil nonton video aerobik, zumba, bahkan yoga dan lakukan sesempatnya, tapi mungkin gunakan waktu minimal, misalnya 15 menit. Bagi yang bekerja kantoran, saat berada di kantor, gunakan waktu istirahat makan siang untuk melakukan gerakan-gerakan olahraga, atau turun anak tangga selama beberapa menit. Sulit? tidak, hanya perlu membuang jauh-jauh rasa malas kita :).
saat punya waktu min 15 menit, saya biasanya  melakukan beberapa gerakan olahraga fav di rumah
Saat pagi hari sebelum yang lain bangun, atau malam hari sesaat setelah anak-anak tidur, gunakan sekitar 15-20 menit untuk menggunakan alat olahraga apa saja. Saya punya beberapa alat fitness yang murmer yang biasa saya gunakan sambil nonton serial favorit di televisi saat anak-anak sudah tidur, mulai dari barbell sampai mini stepper.

Intinya, meski pun hanya di lakukan sebentar-sebentar, namun bila kita konsisten dan melakukannya secara teratur, hasilnya pasti terlihat. Gimana?, masih bilang nggak punya waktu untuk olahraga??  :)

***

Rabu, 12 Agustus 2015

Roasted Chicken ala The Urban Mama ...

Belum lama ini saya dan Eka Gobel (Social Media Manager The Urban Mama) serta Siska Knoch (PR The Urban Mama) melakukan shooting masak-masak untuk program Sajian Istimewa Akhir Pekan di Net5. Shooting dilakukan di rumah Siska Knoch yang akrab dipanggil Chika. Selain karena ia adalah PR The Urban Mama juga karena peralatan dapur miliknya jauh lebih lengkap dan bagus ;p


Pengambilan gambar untuk video dan foto berjalan lancar dan menyenangkan. Karena ceritanya kami sedang playdate kemudian memasak sama-sama, jadi anak-anak pun ikut tampil di acara tersebut, ada Enzo, Dante, Migu, serta baby Vino. Anak-anak saya kebetulan tidak bisa ikut karena sedang diajak jalan-jalan oleh kakak ipar saya.

playdate!




Dalam acara tersebut kami membuat "Roasted Chicken ala The Urban Mama". Ini adalah resep buatan Chika yang memang jago masak :). Saya dan Eka menjadi asisten Chika saat memasak. Seru dan penuh manfaat, sambil shooting saya belajar banyak dari teman saya ini...



Bahan-bahannya adalah:
  • 1 ekor ayam segar 
  • Wortel
  • Kentang
  • Bawang putih
  • Bubuk bawang
  • Rosemary
  • Black Pepper
  • Jeruk lemon

Nah, penasaran kan dengan cara membuatnya?, gampang banget, kok, dan hasilnya, jangan ditanya, enak bangettt :)

Yuk tonton video di bawah ini ...



Selasa, 11 Agustus 2015

Tiba-tiba saja dia sudah remaja ...

Sebagai seorang ibu, seperti halnya kebanyakan ibu lainnya, saya mungkin terlalu memanjakan anak-anak, bahkan saat salah satunya mulai beranjak remaja. Suami saya sudah berkali-kali mengingatkan, namun saya masih merasa 'belum rela' berhenti memperlakukannya sebagai anak kecil dan jujur saja, suami saya pun begitu, beberapa kali saya mendapatkannya membantu abang memakai sepatu (memang sih kondisinya dia habis sunat dan agak susah jongkok, tapi itu sudah hampir sembuh dan dokter menyarankan dia untuk beraktivitas normal).

Saya dan suami bertekad untuk membiasakan diri memperlakukannya sebagai anak remaja, di mana kami berusaha mengurangi keterlibatan kami dalam urusan-urusan yang sudah bisa ditanganinya.

first day at junior high, belum pada pake seragam SMP ;p
#AHAmoment saya terjadi sekitar satu minggu yang lalu saat abang pertama kali masuk sekolah di SMPnya yang agak jauh dari rumah. Saya dan suami mengantarkan dia ke sekolah, masuk ke gerbang, dan menunggu di dekat ruang guru sementara abang yang belum dapat kelas (karena terlambat masuk, menunggu luka sunatnya sembuh) disuruh duduk di sebuah ruang kosong, menunggu guru yang bersangkutan datang. Saat sedang menunggu, bapak kepala sekolah datang, lalu terjadilah percakapn seperti berikut:

KepSek: ibu dan bapak pulang saja, biarkan anaknya menunggu di sini..

Saya : tapi pak, dia baru pertama masuk..

KepSek : iya, nggak apa-apa, nanti akan ada yang mengurusnya (beliau menyebutkan nama seorang guru, tapi saya lupa).

Saya :tapi pak, dia belum dapet kelas..

KepSek : (senyum simpul) iya, nanti gurunya ngasih tahu dia kelasnya di mana dan akan ada kakak kelas yang mengantar..

Saya : o gitu ya, pak. Ya sudah pak, saya nungguin sebentar karena masih mau ketemu ibu Ida untuk kasih berkas-berkas ini (sambil menunjukan map berwarna biru).

KepSek : Nggak apa-apa, kasih aja ke anaknya, nanti dia yang kasih ke bu Ida. Kalau ditungguin terus kapan anaknya mandiri, bu..

Saya : saya juga mau ke koperasi untuk ambil baju seragam dia, pak..

KepSek : dia bisa ambil sendiri nanti..

Saya masih mau membuka mulut lagi, tapi suami langsung memegang lengan saya dan mengangguk sopan pada bapak kepala sekolah, "baik pak, kalau begitu kami menunggu di luar sekolah saja sebentar, kalau ada apa-apa, kami parkir di seberang sekolah"

Sampai di luar, suami mencolek saya, "duh, kamu kok maksa gitu tadi, kan nggak enak sama kepsek," dan dijawab dengan cerocosan panjang saya padanya. Tak lama berselang, seorang petugas sekolah menghampiri kami, mengatakan bahwa abang sudah di kelasnya, diantar oleh seorang kakak kelas, jadi kami dipersilahkan untuk pulang saja. Tanpa saya duga, giliran suami yang bertingkah 'memalukan' :D

Suami : pak, saya boleh melihat anak saya dari jendela?

Petugas sekolah: untuk apa, pak? dia baik-baik saja, kok. Serahkan saja pada pihak sekolah, ya..

Suami : iya, soalnya ini hari pertama dia masuk SMP dan pertama kali sekolahnya jauh dari rumah..

Petugas sekolah : (mesem-mesem) 

Kini gantian saya yang menarik lengan suami setelah mengucapkan terima kasih kepada petugas sekolah. And you know what? mata suami saya berkaca-kaca ketika kami berjalan meninggalkan sekolah. Owww....

tiba-tiba anak2 ini sudah mulai remaja :) terutama si abang...

Minggu, 09 Agustus 2015

Rumah impian saya ...

Sejak dulu, saya suka sekali dengan rumah yang memiliki sentuhan alam, misalnya lantai yang terbuat dari kayu atau pun hanya bercorak kayu, dinding dan lantai dengan warna-warna natural seperti batu alam, dan seterusnya. Rumah impian saya pun tidak jauh-jauh dari gambaran tersebut, indah, nyaman, natural, dan tentu saja kokoh.

Bagi saya rumah adalah salah satu lambang kenyamanan dan perlindungan sehingga selain nyaman, rumah haruslah kuat dan kokoh, mulai dari atap sampai lantainya, karena di situlah saya akan menghabiskan sebagian besar waktu saya bersama keluarga tercinta.

Semua ruang haruslah nyaman dan hangat. sumber dari sini

Saat ini rumah saya alhamdulillah sudah nyaman dan cukup kuat, namun saya tetap punya cita-cita untuk membangun rumah impian saya, mungkin belum dalam waktu dekat, tapi saat saya akan membangunnya, saya ingin saya sudah punya gambaran yang jelas tentang rumah seperti apa yang saya mau, dari mulai modelnya, luasnya, warnanya, mau pakai cat dan bahan apa, diisi dengan furniture seperti apa, sampai mau pakai ubin merek apa.

Karena keluarga inti saya terdiri atas 5 orang, saya ingin punya tempat bercengkrama dengan mereka, sebuah ruang keluarga yang ukurannya tidak terlalu besar, namun bisa memberikan kenyamanan dan kehangatan. Kami bisa menghabiskan waktu di sana sambil nonton televisi atau sekedar bercerita ngalor ngidul sambil ngemil :)

Ruang lain yang sangat penting di rumah idaman saya adalah dapur. Saya tidak hobi memasak, tapi justru karena itulah saya bercita-cita punya dapur yang layak, bagus, dan nyaman. Saya memilih gambar di bawah ini sebagai dapur idaman. Saya suka dengan pintu dan jendelanya yang membuat cahaya matahari dapat menerangi dapur dengan sempurna. Dekorasinya yang kontemporer ini pun bisa memberi saya semangat untuk lebih rajin memasak untuk keluarga. Dan satu yang paling penting di dapur adalah meja makan yang luas, di mana kami bisa menghabiskan waktu sarapan sambil ngobrol, mengerjakan pe er atau pun hal lainnya bersama-sama. Ideal sekali ...

ini dia dapur impian saya. Sbr dr sini
Bicara soal kamar mandi, saya membayangkan memiliki kamar mandi yang simple namun enak dilihat dan tentu saja bikin betah untuk bebersih lama-lama :). Untuk lantainya, saya ingin yang structured agar tidak licin terutama bagi anak-anak atau bagi orangtua kami jika mereka berkunjung, warnanya pun yang earthy colours, entah itu warna batu atau pun warna kayu dan tanah.

Belum lama ini saya mendapatkan kesempatan istimewa yaitu berkunjung ke studio Niro Granite di Noble House, kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Wuahhh, saya semakin mendapat gambaran serta inspirasi mengenai rumah impian saya. Di sana saya bisa menemukan lantai yang saya inginkan, yang earthy colours, randomized designs, natural look, various surfaces (ini penting karena menurut saya setiap ruangan membutuhkan permukaan yang berbeda-beda, misalnya khusus kamar mandi harus lebih kasar atau structured), serta ukurannya pun berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan kita.


Nah, bagaimana dengan rumah impian kamu? berbagi yuk lewat blog atau pun lewat FB note, dan dapatkan hadiah makeover kamar mandi dari Niro Granite Indonesia, asyik, kan??

Ini dia cara ikutannya:


Mekanisme
  • Writing competition berlangsung di fanpage Niro Granite Indonesia, dan twitter @nirogranite.
  • Peserta writing competition diharuskan membuat tulisan dengan tema  yang berhubungan dengan rumah impian Anda, dapat berupa konsep rumah, arsitektur, desain, ataupun dekorasi.
  • Peserta yang memiliki blog, dapat membuat tulisan di blog dan share link di fb peserta dengan men-tag Niro Granite Indonesia atau share link melalui twitter dengan mention @nirogranite disertakan dengan hashtag #DreamsWellEngineered
  • Peserta yang tidak memiliki blog dapat membuat tulisan di note fb dengan men-tag Niro Granite Indonesia atau share link note fb melalui twitter dengan mention @nirogranite disertakan hashtag #DreamsWellEngineered
  • Selain berupa tulisan, peserta dapat menyertakan gambar yang diambil dari berbagai sumber (internet atau milik pribadi) dengan menyertakan sumber gambar.
  • Periode writing competition #DreamsWellEngineered dimulai pada tanggal 1 – 31 Agustus 2015 dan akan dipilih 1 orang pemenang beruntung dengan tulisan sesuai kriteria yang akan diumumkan pada  14 September 2015.
  • Hadiah writing competition #DreamsWellEngineered berupa Bathroom Make Over untuk 1 orang pemenang. Maksimal area  2x3m ,  area lantai dan dinding (tidak termasuk aksesoris kamar mandi),  termasuk pemasangan/ instalasi.

Syarat dan Ketentuan

  • Peserta writing competition diharuskan untuk ‘Like’ fanpage Niro Granite Indonesia, follow twitter @NiroGranite dan follow Instagram @nirograniteid
  • Peserta writing competition diharuskan membuat tulisan dengan tema “Dreams Well Engineered” yang menggambarkan keinginan peserta akan konsep rumah impian (dapat termasuk di dalamnya konsep arsitektur, interior, eksterior)
  • Peserta yang memiliki blog, dapat membuat tulisan di blog dan share link di fb peserta dengan men-tag Niro Granite Indonesia atau share link melalui twitter dengan mention @nirogranite disertakan dengan hashtag #DreamsWellEngineered
  • Peserta yang tidak memiliki blog dapat membuat tulisan di note fb dengan men-tag Niro Granite Indonesia atau share link note fb melalui twitter dengan mention @nirogranite disertakan hashtag #DreamsWellEngineered
  • Peserta hanya diperbolehkan  membuat 1 (satu) buah  karya tulisan.
  • Tulisan terdiri dari minimal 700 kata. Dapat menyertakan image dengan mencantumkan sumber foto (misalnya dari internet atau foto original milik pribadi). Peserta juga dapat mengambil  image milik Niro Granite dari www.nirogranite.co.id dengan tetap mencantumkan keterangan sumber foto.
  • Tulisan tidak mengandung unsur politik, SARA dan pornografi.
  • Niro Granite Indonesia akan memilih 1 (satu) orang pemenang untuk mendapatkan hadiah utama dan hadiah hiburan untuk 5 (lima) orang komentator yang memberikan komen menarik pada tulisan peserta writing competition.
  • Penilaian juri berdasarkan kreativitas, orisinalitas, keunikan dan kesesuaian dengan kriteria karya tulis.
  • Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Tulisan yang tidak sesuai dengan kriteria kompetisi dapat didiskualifikasi.
  • Syarat & ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Selamat menulis!!!

Selasa, 28 Juli 2015

Hello from Cikreteg!


si bungsu sudah ngantuk setelah capek main dan foto2 ;p
Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga besar dari pihak suami menikmati liburan singkat di sebuah villa di daerah yang namanya cukup unik menurut saya, Cikreteg.


Villa yang kami tinggali bernama Villa De Hoek, terletak di desa Lemah Nendeut, Pancawati, Sukabumi, namun tidak terlalu jauh dari Bogor. 

Perjalanan ke sana pun tidak macet sehingga menjadi pilihan yang tepat bagi keluarga besar kami yang hanya ingin menghabiskan waktu bersama selama satu dua hari saja, jauh dari keramaian kota namun tidak menghabiskan banyak waktu untuk perjalanannya apalagi di waktu-waktu yang masih ramai karena arus balik setelah Lebaran 2015 ini.



Di sini, kami semua menghabiskan waktu dengan bermain (bagi anak-anak), ngobrol ngalor ngidul, dan ...makan!

Makanannya sudah bukan makanan sisa lebaran lhoo, udah 'eneq' alias cukup dengan segala makanan bersantan itu, jadi kami masak bersama dengan menu klasik namun bikin nambah berkali-kali, yaitu ayam goreng, tempe dan tahu goreng, lalapan, serta sambal pedas favorit kami. Yummm..

Camilannya pun sudah tidak banyak kue kering seperti saat lebaran, kami ngemil camilan sehari-hari seperti pisang goreng, tape goreng, dan keripik tempe favorit.




Saat berlibur di Cikreteg, saya pun tidak mau melewatkan udaranya yang segar dan pemandangannya yang indah untuk berolahraga. Saat pagi dan sore, di mana cuaca cerah dan suasana sangat indah, saya menyempatkan diri untuk lari sebentar. Mood jadi jauh lebih bagus saat selesai berolahraga di udara terbuka..., life is good...

***

5 tips mendandani si anak praremaja :)

"Ma, besok temenku ulang tahun..," kata Caca suatu kali. "Oo, ok, nanti mama anter."
"iya, aku tau..," jawabnya tapi tidak diteruskan. "Ooo, iya, beli kado pasti, kan, ka?," tebak saya yakin. "Iya, sih, ma, tapi bukan itu masalahnya...," ujarnya sambil merengut. "Lho?, trus apa?," saya mulai heran. Gadis kecil saya yang mulai beranjak remaja ini berkata pelan, "aku nggak punya baju"
"What?!, that's my lineee!!," seru saya cepat, tentu saja dalam hati, hehehe...

saya 'lupa' kalau dia sudah beranjak remaja ;p
Bagaimana mungkin anak perempuan kesayangan saya ini tiba-tiba mengeluh tidak punya baju? lemarinya bahkan sudah kepenuhan dan beberapa kali saya minta dia untuk mensortir pakaian yang sudah tidak ia sukai agar bisa diberikan kepada yang membutuhkan. Kok sekarang bisa-bisanya dia bilang nggak punya baju?, duhh, mamanya banget nggak, sih?

Okay, saya lalu mengajaknya ke depan lemari pakaian dua pintunya. Saya minta dia menjelaskan definisi 'nggak punya baju' versi dia. Nah, seperti yang sudah saya duga, dia mulai kurang nyaman dengan beberapa baju yang masih muat tapi motifnya anak kecil banget, misalnya kaos-kaos pergi miliknya yang bergambar kartun, roknya yang terlalu mengembang, warna yang terlalu nge-jreng, dan seterusnya.. dan seterusnya...

Saya memeluknya erat, ternyata gadis kecil saya sudah mulai remaja, seleranya sudah tidak se'lucu' dulu, dia sudah mulai menyukai pakaian dengan gaya yang simple, funky,edgy, sporty dan casual, pantas saja beberapa kali ia meminjam sepatu wedges sneakers dan rok panjang saya (yup, sudah muat dipakainya..).



Oke, berarti sekarang saatnya saya dan dia harus membeli beberapa pakaian baru serta membereskan lemari pakaiannya, memilah-milah yang masih masuk seleranya atau setidaknya bisa di mix and match dengan baju-baju barunya nanti.

Sebelum 'membuang' beberapa baju lama dan membeli yang baru, ini adalah yang saya minta dia lakukan:

1. Menentukan style yang ia suka. Sebenarnya ia bebas berekspresi dan memilih gaya apa saja, tapi demi kebutuhan membeli baju dan nggak bisa terlalu banyak, ya saya minta dia untuk memilih style yang paling ia suka.  Kebetulan kaka Caca memilih sporty sebagai main style-nya, jadi kami akan banyak berinvestasi di kaos yang sporty dan funky, jaket, legging (dia suka sekali legging!), dan celana pendek yang nyaman dan sopan.

2. Memilah isi lemarinya. Sebenarnya, kalau mengikuti kata hati sebagai mamanya, saya masih ingin mempertahankan baju-bajunya yang lucu. Baju yang membuatnya terlihat sebagai gadis kecil yang manis, namun saya harus merelakan ia untuk memilih mana yang masih mau dipakainya, mana yang tidak. Ooops, ia 'membuang' sweater dengan gambar Minnie Mouse besar di tengahnya! (saya harus tahan untuk tidak memungutnya kembali, LOL).

gbr dr sini

3. Membuat daftar baju yang diinginkannya. Saya membatasinya hanya 10 dulu. Nanti berikutnya boleh membeli lagi tapi sedikit-sedikit.

4. Mix and Match. Setelah memilah isi lemari dan membeli beberapa baju baru, kami pun mulai memikirkan mana baju-baju yang bisa di mix and match agar koleksi yang ia punya tetap bisa maksimal dan ia memiliki banyak pilihan untuk dipakai. Mix and match tidak hanya berlaku untuk pakaian saja tapi juga untuk koleksi sepatu dan tasnya.

5. Aksesoris!. Yup, meski pun saya belum membolehkannya memakai banyak aksesoris, namun ada beberapa yang sudah bisa ia pakai dan kelihatan bagus seperti kalung, gelang, jam tangan, dan bros.



***

Senin, 20 Juli 2015

Simple Beef Fettuccine untuk menu hari raya ...

ini bahan-bahannya ...
Idul Fitri 2015 kali ini keluarga besar suami akan berkumpul di rumah ibunya. Karena sudah cukup berumur, anak-anak dan menantu membuat makanan tambahan untuk di bawa ke sana karena yang akan hadir pasti banyak, maklum, mama mertua saat ini adalah mak tuo alias orang tertua di keluarga suami.

Berhubung saya tidak bisa memasak, jadilah andalan saya hanya spageti dan kebetulan sekali ini memang makanan favorit anak-anak dan para keponakan. Ya sudahlah, saya bikin makanan untuk krucils aja ya, yang bikin makanan 'kelas expert' seperti ketupat, opor ayam, rendang, dll, biar saudara-saudara lain yang jago masak aja, hehehe...

Kali ini saya memakai pasta fettuccine agar anak-anak dan keponakan tidak bosan (biasanya pakai pasta spageti soalnya).

Nah, buat yang sama-sama nggak jago masak, ini dia step by step-nya yaa :)

Bahan-bahan:
  • Saus spageti instan, saya biasa pakai merek Del Monte
  • Pasta fettucinne atau spageti, saya suka yang La Fonte
  • Daging sapi cincang
  • Saos tomat sebagai tambahan jika suka (saya suka menambahkan saos tomat karena selain rasanya menjadi lebih enak, sedikit lebih asam, dan tentu saja jadi lebih banyak).
  • Saos pedas jika suka (saya tidak pernah langsung menambahkan saos pedas di bumbu spageti agar anak-anak dan orang dewasa bisa menakar sendiri kadar pedas yang mereka inginkan).
  • Bawang putih dicincang halus
  • Bawang bombay dicincang kasar
  • Tomat dipotong dadu 
  • Oregano jika suka (ada beberapa anak tidak suka rasa oregano)
  • Keju parut (optional)


Cara membuat:

1. Masukan minyak goreng secukupnya ke dalam wajan, setelah panas, masukan bawang putih dan bawang bombay, aduk hingga harum dan kecokelatan.



2. Masukan daging cincang, aduk hingga berwarna agak kecokelatan. Hati-hati, jangan terlalu matang dan coklat dulu karena bisa alot dan susah dikunyah oleh anak-anak jika ditahap ini daging sudah terlalu matang. 




3. Setelah daging agak kecokelatan, masukan bumbu spageti instan. Aduk rata sampai mendidih.



4. Setelah mendidih, masukan lagi saos tomat sesuai selera.



5. Masukan potongan tomat ke dalam wajan. Saya sengaja menambhakan tomat terakhir agar saat dimakan masih terasa keras dan enak untuk dikunyah, tapi ada juga yang suka tomatnya matang dan melebur bersama bumbu spageti.



6. Tambahkan oregano secukupnya, aduk rata, dan matikan api sesaat kemudian.



7. Parut keju, hidangkan secara terpisah, jadi bagi yang suka bisa menambahkan keju ke dalam fettuccine-nya.

8. Rebus fettuccine di dalam panci besar. Didihkan air di dalam panci, setelah mendidih masukan satu sendok minyak goreng baru serta seujung sendok garam, aduk-aduk, baru masukan pasta fettuccine ke dalamnya. Minyak goreng berguna untuk membuat pasta tidak lengket dan garam memberi sedikit rasa pada pasta.

Setelah selesai, ada dua cara menghidangkannya, taruh pasta yang sudah matang di piring saji besar, lalu taruh bumbu di mangkok saji yang berbeda dan hidangkan di samping pasta. Namun kali ini, demi alasan kepraktisan, apalagi penggemarnya biasanya anak-anak, saya mencampur pasta yang sudah direbus dengan bumbunya. Jadi saya tempatkan pasta di penggorengan besar dan memasukan saos spageti yang sudah jadi lalu mengaduknya dengan api sedang selama sekitar dua menit, agar bumbu meresap dan tercampur dengan rata. Setelah pasta dan sausnya tercampur dengan sempurna, pindahkan beef fettuccine tersebut ke piring saji dan siap dihidangkan...

beef fettuccine dan makanan lainnya siap dinikmati...


SELAMAT MENIKMATI dan selamat lebaran semuanya....

***