Senin, 01 Februari 2016

[GIVEAWAY] To be a better mom ...

beberapa hadiah GA #BetterMom, masih banyak lainnya lagi, lho...

Tahun 2015 telah berlalu dengan cukup baik. Tahun di mana saya memutuskan untuk benar-benar berhenti kerja kantoran dan fokus kepada keluarga, terutama anak-anak. Tahun di mana saya mulai 'bekerja' sesuai dengan passion saya yaitu menjadi seorang full time blogger dan instruktur senam di salah satu studio milik seorang sepupu. 

Saya masih aktif di komunitas, terutama di The Urban Mama karena saya adalah TUM Family  yang berperan sebagai offline activation manager.  Tahun lalu saya pun bergabung dengan komunitas Fun Blogging serta menjadi anggota Blogger Perempuan Network

Berkah tak terhingga di tahun 2015 lalu ingin saya syukuri dengan menjadi lebih baik lagi di tahun 2016 ini. Fokus utama saya tahun ini adalah menjadi ibu yang lebih baik alias #BetterMom. Dan inilah 3 hal yang ingin saya lakukan demi menjadi ibu yang lebih baik:
  • Me time. Lho, kenapa justru 'me time'?. Ya, karena dengan memiliki waktu untuk diri sendiri, kita bisa beristirahat dan recharge sehingga saat kembali melakukan tugas rumah tangga, kita akan lebih segar, fit, dan bahagia. Karena saya selalu percaya, ibu yang baik adalah ibu yang bahagia. Me time saya bisa beragam, dari mulai pergi ke salon sampai membaca buku di rumah atau sambil minum kopi sendirian di rumah saat anak-anak sedang sekolah dan si kecil tidur siang :)
  • Time management. Ini adalah salah satu kelemahan saya sejak dulu, itu kenapa saya senang membuat to do list alias daftar apa saja yang harus saya lakukan, karena kalau tidak ada daftar tersebut, meski sudah tahu saya harus melakukan sesuatu, namun saat malas melanda, saya pun terbawa. Akhirnya banyak pekerjaan dan rencana yang tidak terlaksana karenanya.
  • Mendekatkan diri dan keluarga kepada yang di atas. Jujur saja, saya sangat kurang soal agama, apalagi saya adalah seorang mualaf. Kadang saya malu karena anak-anak saya yang kebetulan bersekolah di sekolah agama jauh lebih pintar soal beberapa hal. Tahun ini saya ingin belajar ngaji lagi, teratur ikut kajian, dan lain-lain, niatnya untuk kebaikan diri sendiri, anak-anak, orangtua, dst. Insha Allah ...

Nahhh, para pembaca perempuan :), baik para mama, atau pun calon mama sekalian, kalau kalian rencananya apa nih di tahun ini?. Kira-kira apa yang akan kalian lakukan untuk menjadi #BetterMom?

Sharing ide dan rencana kalian di kolom komentar di bawah ini ya, karena akan ada paket hadiah cantik buat buat 6 orang pemenang.

Ini dia beberapa isi paket hadiahnya:

3 buku Sabtu Bersama Bapak dari kang @adhityamulya

3 Buku Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi serta 3 Pouch dari @Stiletto_Book

2 exclusive handmade doll by @zatagirlythings

2 voucher senilai @250rb Rupiah dari Tokopedia

PAKET HADIAH 1
Voucher @250rb dari @tokopedia
Buku Mengelola Keuangan Pribadi dari @Stiletto_Book
Handmade ragdoll dari @zatagirlythings
Pouch dari Stiletto Book
Mini coin pouch

PAKET HADIAH 2
Voucher @250rb dari @tokopedia
Buku Mengelola Keuangan Pribadi dari @Stiletto_Book
Handmade ragdoll dari @zatagirlythings
Pouch dari Stiletto Book
Mini coin pouch

PAKET HADIAH 3
Planner/Agenda dari @zatagirlythings
Buku Mengelola Keuangan Pribadi dari @Stiletto_Book
Handmade ragdoll dari @zatagirlythings
Pouch dari Stiletto Book
Mini coin pouch

PAKET HADIAH 4
Mainan jumping rope dari ELC
Boneka Teddy Bear dari ELC
Buku notes mini dari ELC
Buku Sabtu Bersama Bapak dari Adhitya Mulya
Mini coin pouch

PAKET HADIAH 5
Tote bag from Korea dari @hayaaliyazaki
Dompet Kartu dari @zatagirlythings
Buku Sabtu Bersama Bapak dari Adhitya Mulya
Paket buku Ika Natassa
Mini coin pouch

PAKET HADIAH 6
Planner/agenda dari @zatagirlythings
Buku Sabtu Bersama Bapak dari Adhitya Mulya
2 buah buku tambahan dari Stiletto Book
Mini coin pouch


CARANYA IKUTAN #GIVEAWAY #BETTERMOM

1. Gampang banget! cuma perlu ninggalin komentar di artikel ini tentang tips atau rencana kamu untuk jadi ibu yang lebih baik.

2. Follow akun twitter @Tokopedia @Stiletto_Book @adhityamulya @zataligouw

2.a. (update) Follow blog #mamablogger mba Haya Aliya Zaki di www.hayaaliyazaki.com dan www.ceritamelalak.com

3. Share link giveaway ini di akun sosial media kamu (boleh twitter, facebook,  dan Instagram atau semuanya) dan beri hastag #GiveAway #BetterMom dan mention atau tag @zataligouw
(kalau masih muat mention juga @Tokopedia dan @Stiletto_Book)

4. Periode giveaway ini berlangsung dari tanggal 1 Februari 2016 sampai dengan tanggal 25 Februari 2016. Pengumuman tanggal 28 Februari di blog ini dan diumumkan via sosial media @zataligouw.

Nanti akan dipilih 20 jawaban terbaik, lalu pemenangnya akan diundi.

Nah, tunggu apa lagi, ikutan yukkk... :D

***

Minggu, 31 Januari 2016

Yuk, Nonton Sambil Belajar Bahasa Mandarin Bersama Miao Mi ...



"Ni hau ma?"
"Wo hau, Sie sie"

Sebatas itulah kemampuan saya berbahasa Mandarin *laludilemparsendal* :D. Malu sebenarnya karena saya punya darah Chinese dari kakek saya namun bisa dibilang hampir tidak mengerti bahasa tersebut. 

Saat ini keponakan-keponakan saya pun sedang les bahasa Mandarin dan saya pun sempat terpikir untuk memasukan anak-anak saya ke tempat kursus bahasa Mandarin, hanya saja selain waktunya belum ada juga karena biayanya yang lumayan mahal jika digabung untuk tiga anak.

Saat saya diundang ke acara peluncuran Saluran Anak Mandarin Miao Mi di Indonesia, saya langsung bersemangat karena sangat ingin tahu tentang saluran ini yang katanya akan mengajak anak-anak untuk bermain (menonton) sambil belajar.

Celestial Tiger Entertainment (CTE), sebagai operator saluran televisi Asia terbesar, dan PT MNC Sky Vision, perusahaan televisi berbayar terbesar di Indonesia, kemarin, tanggal 28 Januari 2016 bertempat di Lollipop's Land, Lotte Shopping Avenue, mengumumkan peluncuran saluran anak-anak Mandarin Miao Mi ini dengan harapan bisa mendidik, menghibur serta menginspirasi pelanggannya terutama anak-anak Indonesia

pak Yudha, CEO PT MNC Skyvision, Tbk, serta Ofanny Choi, Executive Vice President TV Networks CTE

Menurut Ofanny Choi, ada begitu banyak saluran anak dari negara Barat di Indonesia dan mereka sangat yakin Miao Mi menawarkan saluran alternatif berkualitas tinggi untuk para pelanggan dengan program-program yang diciptakan secara matang untuk menghibur anak-anak dengan perspektif Asia. Saluran anak ini juga mendorong anak-anak untuk belajar Mandarin melalui fitur audio track dua bahasa, Mandarin dan Bahasa Indonesia dan juga program khusus Miao Mi Classroom. 

Saluran ini juga sepenuhnya disulihsuarakan dalam Bahasa Indonesia, namun para orang tua juga memiliki pilihan untuk mengganti ke Bahasa Mandarin untuk meningkatkan pengalaman belajar Bahasa Mandarin anak-anak mereka. Khusus untuk program Miao Mi Classroom hanya tersedia dalam Bahasa Mandarin yang menampilkan lagu-lagu dan cerita sederhana untuk pelajaran bahasa. 

Wahh, saya langsung membayangkan si bungsu menonton tayangan ini sambil mengikuti dan mengulang-ulang kata yang diperkenalkan, pasti akan sangat menyenangkan buat dia dan kakak-kakaknya.

Beberapa program yang tayang perdana dan eksklusif adalah Star Babies, serial animasi pemenang penghargaan mengenai sekelompok balita yang terinspirasi dari ikon film China seperti Bruce Lee dan Monkey King; Little Rabbit’s Kung Fu Academy, serial yang diproduksi khusus untuk anak prasekolah yang menampilkan para karakter dari film animasi 3D peraih penghargaan di China yaitu Legend of a RabbitEori, serial animasi Korea berkualitas tinggi yang disulihsuarakan dalam bahasa Mandarin, yang mengangkat cerita rakyat di Asia dan internasional; Rubi, serial menghibur yang diproduksi oleh studio animasi pemenang penghargaan di China, Zoland Animation; Happy Friends, serial animasi dengan rating tinggi di saluran televisi nasional China, CCTV, yang diproduksi oleh sutradara serial megahit Pleasant Goat and Big Big Wolf.   

Melissa dan Jazz
Dalam kesempatan tersebut hadir juga Melissa Karim yang berbagi pengalaman mengenai bagaimana ia membagi waktu antara pekerjaan dan keluarganya. Ia mengatakan bahwa hampir semua ibu pasti kesulitan membagi waktu tapi tetap saja yang menjadi prioritas utama pasti anak-anak, dalam hal ini Jazz, anaknya.

Melissa mengakui bahwa ia tidak bisa berbahasa Mandari namun ia ingin Jazz bisa belajar bahasa tersebut salah satunya lewat saluran Miao Mi ini.

Miao Mi sendiri diluncurkan sebagai saluran linear di Indovision (Ch. 38), Okevision (Ch. 66) dan Play Media (Ch. 38). Versi on-demand dan over-the-top (OTT) akan tersedia dalam waktu dekat. 

Yuk, kita tunggu saja penayangannya...


***

Rabu, 27 Januari 2016

Mau Bertanya Nggak Sesat Di Jalan :)



Jujur saja, saya ibu yang kadang over protective terhadap anak-anak justru saat mereka semakin besar. Di satu sisi saya ingin anak-anak saya bisa survive menghadapi kehidupan di dunia ini, di sisi lain kadangkala saya tak tega saat mereka harus mengalami proses survival tersebut. Namun berkat dukungan suami serta campur tangannya yang besar dalam mendidik anak-anak , saya pun bisa belajar 'melepaskan' mereka mengikuti proses yang seharusnya mereka jalani agar life skills mereka semakin baik dan lebih baik lagi.

Belum lama ini ada pengalaman yang cukup mendebarkan dada. Si abang, anak pertama saya yang bisa dibilang 'anak mami' bersekolah cukup jauh dari rumah di mana ia diharapkan untuk bisa mengurus semua keperluan yang berhubungan dengan sekolahnya sendiri. Saya justru yang belum siap, karena belum lama, saat SD, hampir semua keperluannya yang berkaitan dengan sekolah, saya yang mengurus, mulai membeli baju seragam di sekolah, membeli buku sekolah, bertanya soal ekskul, membayar iuran sekolah, menghubungi pihak katering, dst.

Saat sudah SMP, suatu hari, ia berangkat ke sekolah tanpa membawa telepon genggam karena sedang diperbaiki. Hari itu ia berangkat naik jemputan namun ia bilang bahwa ia akan pulang naik ojek karena akan ada pemilihan ketua dan wakil ketua Pratama di sekolahnya di mana ia menjadi salah satu kandidat.

Saya bilang padanya bahwa kalau seperti itu situasinya, saya akan mengirim ojek untuk menjemputnya agar ia bisa pulang bersama ojek yang kami kenal. Ia bilang saya tidak perlu mengirim ojek karena ia belum tahu jam berapa acara pemilihan akan selesai. Saya cemas namun suami mengatakan agar saya membiarkan abang yang memutuskan karena abang lebih tahu situasinya dibandingkan kami. Akhirnya saya setuju.

Perkiraan saya, ia akan pulang paling telat jam 4.30 sore, namun tunggu punya tunggu, saat maghrib pun ia belum tiba. Saya menelepon sekolah, tidak ada yang mengangkat, tentu saja karena semua pasti sudah pulang pada jam tersebut. Saya pun mengirim pesan kepada suami yang kebetulan sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, ia langsung berbelok arah menuju sekolah anak saya, sampai di sana sekolah sudah kosong. Saya dan suami sangat resah, namun di dasar hati kecil kami yang paling dalam, kami tahu bahwa anak kami bisa menyelesaikan masalahnya dan kembali ke rumah dengan selamat.

abang dan adik-adiknya, semua pemalu...
Alhamdulillah, jam 7 malam ia sampai dan meminta uang ojek 50 ribu Rupiah karena uangnya tidak cukup. Ia terlihat sangat lelah. Ternyata kelelahannya adalah karena proses pemilihan ketua Pratama yang berat dan melelahkan juga karena ia harus berjalan sekitar 3-4 kilometer untuk akhirnya menemukan ojek karena saat itu sudah maghrib dan kebanyakan ojek pulang ke rumah atau sedang 'narik' juga. Yang membuat hati saya makin tidak menentu juga melihat salah satu bagian sepatunya yang sedikit terbuka, duuhh...

Ooooo..., saya hampir menangis saat mendengar ceritanya, namun suami saya segera mencolek. Suami menasihati, "jangan buat proses yang baru saja ia lewati sebagai sesuatu yang menyedihkan, tapi anggap sebagai sesuatu yang membanggakan.." Saya langsung memeluk abang, menyatakan kebanggaan saya bahwa ia berhasil pulang dengan selamat, apalagi ia juga berhasil terpilih sebagai wakil ketua Pratama.

Berdasarkan kejadian di atas, ada banyak hal yang membuat saya introspeksi diri. Saya pun semakin merasakan perlunya mengajarkan life skills pada anak-anak yang sudah beranjak remaja, dalam hal ini komunikasi yang tepat salah satunya mau bertanya kepada orang lain.

"jangan buat proses yang baru saja ia lewati sebagai sesuatu yang menyedihkan, tapi anggap sebagai sesuatu yang membanggakan.."

Sebenarnya, kemampuan komunikasi abang sangat bagus untuk sehari-hari, namun saya tersadar bahwa kemampuan komunikasi untuk survivalnya ternyata masih kurang. Ia masih seringkali malu untuk banyak bertanya, contohnya saat ia mencari ojek, ia hanya bertanya satu kali dan lebih memilih untuk mencari sendiri meski pun harus berjalan kaki sangat jauh. Padahal jika ia banyak bertanya, mungkin ia tidak perlu berjalan sampai sekitar empat kilometer untuk menemukan tukang ojek.

Dunia modern saat ini, di mana kita dan anak-anak sangat tergantung pada gadget ternyata sudah sangat mengikis kemampuan komunikasi survival ini. Saat ingin mencari tahu sesuatu, daripada bertanya pada orang lain saya memilih bertanya pada 'mbah Google', saat ingin memesan sesuatu, saya cukup meng-install aplikasinya dan klik 'pesan', tak lagi perlu repot-repot menelepon untuk melakukan reservasi.

Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir kali saya memesan taksi lewat telepon, di mana saya harus berbicara dengan operator, menerangkan beberapa hal dan seterusnya. Ouch, ini dia yang juga diaplikasikan oleh anak-anak saya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Jadi terbayang kan?, saat abang tidak membawa smartphone ke sekolahnya, ia langsung mendapat 'masalah', padahal jika ada smartphone miliknya, ia bisa langsung mengklik untuk pesan layanan ojek atau taksi yang sudah biasa kami pesan.


jangan biarkan anak terlalu lama memegang gadget.
Intinya gadget memang mempermudah kehidupan, namun mengikis daya survival kita yang harusnya tetap kita miliki untuk menghadapi masalah yang tidak terduga. Jadi, membiasakan mereka menelepon call center/customer service untuk menanyakan atau memesan sesuatu adalah hal yang sangat baik untuk melatih komunikasi mereka.

Terhadap abang pun saya sudah berusaha untuk membiarkan ia yang bertanya segala macam kepada pihak sekolah mengenai buku-buku, seragam, ekskul, dll. Awalnya saya menerima penolakan saat ia berkata, "ma, temen-temenku katanya diurusin sama ibunya. Jadi ibunya datang ke koperasi sekolah dan pesen di sana." Meski pun hati kecil saya rasanya ingin melakukan hal yang sama, namun dengan berat hati saya menjelaskan padanya bahwa saya bisa saja melakukan hal tersebut, namun saya yakin, jika ia melakukannya sendiri, akan ada begitu banyak manfaat yang ia dapatkan, mulai dari keberanian untuk berbicara dengan orang dewasa lain, kemampuan menggali informasi (seperti apa saja yang dibutuhkan untuk mendapat seragam dan buku sekolah, berapa biayanya, kapan harus ukur, kapan paling telat untuk melakukan pembayaran, dst).

Dalam prosesnya pun ia belajar soal 'bertanya pada orang yang tepat.' Saat minggu-minggu awal di SMP, ia ingin ikut ekskul namun belum tahu ada ekskul apa saja di sekolahnya. Saya minta ia untuk langsung bertanya ke bagian tata usaha sekaligus untuk mengetahui jadwalnya. Pulang ke rumah saya tanya, apakah tugas bertanya ke tata usaha sudah ia lakukan?, ia menggeleng, namun sebelum sempat saya bereaksi ia segera menjawab, "tapi aku udah tanya temenku kok, katanya hari Sabtu ini ada ekskul futsal, jadi aku dateng ya, ma." Saya tahu, ia enggan dan malu bertanya ke bagian tata usaha, apalagi ia masih sangat baru di sekolah tersebut.

Pada hari Sabtu, saya dan suami mengantarnya ke sekolah, dan ternyata keadaan sekolah sangat sepi. Saya bertanya pada satpam dan saya peroleh informasi bahwa kegiatan ekstra kurikuler memang belum dimulai karena masih disibukan dengan proses daftar ulang, dsb. Ekskul baru akan aktif kembali bulan berikutnya.

Abang mesem-mesem, antara malu dan merasa bersalah. Di situ ia kembali belajar bahwa bertanya kepada orang yang tepat, dalam hal ini pihak sekolah sebagai penyelenggara ekskul adalah yang paling benar, karena meski pun si teman mungkin punya informasi juga, namun ia sama-sama anak baru seperti abang. Saya bilang pada abang bahwa tidak apa-apa untuk bertanya pada teman, namun sebaiknya, jika memungkinkan, bertanyalah pada pihak sekolah langsung. Yup, lesson learned. Malu bertanya sesat di jalan, mau bertanya nggak sesat di jalan :)

*Tulisan ini diikutsertakan dalam BNI Blogging Competition*



[Resep] Ayam Woku ala Oma


Belum lama ini abang berulang tahun yang ketiga belas, namun seperti halnya ulang tahun kakak dan ayah mereka di bulan sebelumnya, kami tidak mengadakan perayaan apa-apa. Saya hanya membuatkan makanan favorit abang yang juga adalah makanan favorit kami sekeluarga, ayam woku khas oma.

Ini dia resepnya...

Bahan-bahan:
  • 1 ekor ayam kampung
  • 2 ikat daun kemangi
  • 4 lembar daun jeruk
  • 2 batang serai
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 lembar daun kunyit
  • 2 batang daun bawang
  • 2 buah tomat hijau
  • 8 siung bawang merah
  • 25 buah cabe rawit hijau
  • 7 butir kemiri yang sudah disangrai
  • sedikit kunyit yang sudah dibakar
  • sedikit jahe
  • air
  • garam
  • gula
  • minyak goreng


Cara Membuat:
  1. Haluskan bawang merah, cabe rawit, kemiri, kunyit serta jahe. Saya tidak suka bumbu yang terlalu halus, jadi diulek agak kasar.
  2. Panaskan minyak secukupnya lalu tumis bumbu yang sudah diulek tadi, masukan daun jeruk, daun kunyit, daun pandan, dan serai, aduk sampai tercium bau harum tumisannya.
  3. Masukan ayam yang sudah dipotong kecil-kecil, aduk-aduk sehingga bercampur dengan bumbu. Aduk sebentar hingga ayam berubah warna lalu masukan sedikit air, kira-kira satu gelas (kurang lebih hingga ayam terendam setengah), tutup hingga air mendidih, sesekali diaduk agar semua bagian ayam terkena rebusan air. Masak hingga air tinggal sedikit.
  4. Menjelang matang, masukan gula dan garam, lalu masukan potongan tomat hijau, daun bawang, serta kemangi.

Setelah matang, masukan ke dalam wadah makanan dan siap dinikmati bersama nasi hangat. Cukup untuk 4-6 porsi.

Ayo siapkan peralatan masak Anda dan coba resep ini, dijamin enak :)

ayam woku yang langsung habis dimakan sekeluarga :D
***

Selasa, 26 Januari 2016

Ini 5 cara saya mengatasi mood jelek

sumber
Pernah nggak merasa sangat tidak termotivasi melakukan apa pun (kecuali ngurusin anak). Rasanya sepanjang hari mood jelek terus. Saya sedang mengalaminya saat ini, mungkin karena sedang datang bulan, mungkin karena sedang bosan, mungkin juga karena hal-hal lainnya yang kurang saya sadari.

Kadang kalau perasaan seperti ini sedang melanda, rasanya nggak enak banget, nggak berdaya dan saya harus segera melakukan sesuatu sebelum perasaan malas berkepanjangan ini menggerogoti dan membuat rumah tak terurus, tulisan nggak selesai-selesai, pekerjaan lain terbengkalai, dst.

Dari pengalaman sebelumnya, biasanya saat perasaan malas serta unmotivated melanda, selain berdoa pada yang memiliki segalanya, saya akan melakukan beberapa hal di bawah ini, yang biasanya cukup sukses nge-boost mood saya.

1. Beres-beres. Yes, ini salah satu kesukaan saya saat sedang galau. Yang saya maksud beres-beres di sini bukan beres-beres keseharian seperti menyapu lantai, mengepel, dst, tapi membereskan tempat-tempat yang tidak biasa serta menata ulang bagian tersebut. Jadi gabungan antara beres-beres dan dekorasi ulang.

Setelah selesai beres-beres dan dekorasi ulang rasanya puas sekali, saya merasa lebih 'baru' dan lebih segar. 

2. Menghadiahi diri sendiri. Cukup pergi ke salon murmer di dekat rumah dan menghabiskan dua jam untuk pijat dan creambath adalah salah satu yang kadang saya lakukan untuk kembali bersemangat. 

Atau beli barang yang selama ini kita inginkan, tapi jangan yang membuat kita merasa bersalah ya, misalnya lagi bete malah beli hape baru, kalau betenya sering-sering, gimana??. Saya biasanya membeli barang-barang kecil yang benar-benar saya butuhkan, misalnya binder untuk menyimpan catatan dan dokumen-dokumen pekerjaan, atau tempat pinsil cantik untuk menggantikan tempat pinsil lama yang sudah kurang bagus, dll.

3. Ngopi. Sebagai pecinta kopi, meski pun sehari-hari minum kopi di rumah, saat sedang butuh inspirasi saya akan ngopi di tempat yang tidak biasa, entah di cofee shop favorit atau justru di rumah teman. 

4. Olahraga. Melawan rasa malas dengan olahraga ternyata sangat sangat efektif. Saya merasa terpicu untuk kembali bersemangat. Yang menjadi perjuangan adalah saat ingin melakukannya, paksa diri dan saat selesai rasanya jauh lebih baik.

5. Crafting. Intinya melakukan hobi kita. Saya kadang tidak punya waktu untuk membuat bermacam crafts yang saya suka, nah saat sedang bete, saya biasanya akan membuat crafts apa saja, mulai dari boneka kain, mainan dari kardus untuk si bungsu, dll.

***

Senin, 25 Januari 2016

Dengan Acer Liquid Z320, Bye bye Mimpi Buruk!

seimbang antara bermain dan belajar

Belum lama ini saya menulis tentang pengalaman anak perempuan pra-remaja saya, si kakak, yang mengalami cyberbullying, di mana ia mendapat beberapa pesan berisi hinaan yang tentu saja bisa mempengaruhi kepercayaan dirinya di umur yang tergolong masih labil ini.

"Slime-nya sih biasa aja, tapi itu lho, tangan kirinya kayak banci!," tulis salah seorang anak di video tentang "cara membuat foam slime" yang sempat diunggah oleh anak saya di youtube.

Ahaha, slime-nya jelek banget!," komentar yang lain lagi.

"Ih, sok tau banget pake ngajar-ngajarin."

Aduuuh, terbayang, kan, perasaan saya sebagai ibu saat membaca komentar-komentar negatif tersebut?.

Selain itu, ada lagi pengalaman tak terlupakan soal anak pra-remaja saya yang nomor satu, si abang. Itu benar-benar mimpi buruk buat saya. Saya ingat sekali, sekitar dua tahun yang lalu, saat ia masih duduk di sekolah dasar, saya menemukan hal yang membuat dengkul saya lemas.

Pada suatu hari, saat beberapa teman yang umurnya lebih tua selesai bermain ke rumah, saya memeriksa smartphone serta tablet yang mereka pakai bersama-sama. Seperti biasa, saya memeriksa bagian browsing history dan 'deg!', saya mendapatkan sekitar lima link yang mengarah pada pornografi.

Ya, Tuhan, saya langsung menelepon suami saya, setengah menangis saya membeberkan temuan saya di smartphone dan tablet abang. Suami saya meminta saya untuk tenang dan mengatakan bahwa ia akan berbicara empat mata dengannya saat pulang kantor nanti malam.

"Ya, Tuhan, saya langsung menelepon suami saya, setengah menangis saya membeberkan temuan saya di smartphone dan tablet abang"

Singkat cerita, abang mengatakan bahwa ia sama sekali tidak membuka website yang berbau pornografi yang ditemukan di history gadget miliknya, di satu sisi, ia membela teman-temannya saat suami saya menanyakan kemungkinan apakah mereka yang membuka situs tersebut.

Akhirnya, tanpa sedikit pun memarahi, kami memberi wejangan padanya untuk lebih hati-hati dalam menggunakan smartphone dan juga untuk tidak ikut-ikutan teman yang lebih tua jika diajak melihat hal-hal yang berbau pronografi.

mimpi buruk saya soal bahaya internet pada anak. sumber.

Dua pengalaman di atas membuat saya sedikit paranoid namun positifnya, saya makin berusaha maksmal agar abang, kakak, serta si bungsu yang masih balita, aman menggunakan smartphone yang kebanyakan memang mendukung bertambahnya pengetahuan mereka.

Saya ingin agar mereka mendapatkan sebanyak-banyaknya manfaat positif dari perkembangan teknologi saat ini sehingga saya tetap mengijinkan mereka menggunakan smartphone dan gadget lainnya namun dengan beberapa tips yang saya temukan di situs milik  Acer Indonesia ini.

Saya pun langsung berusaha menerapkan tips dari artikel yang berjudul 4 Tips Aman Anak Main Smartphone tersebut sebagai berikut:

1. Alokasi waktu bermain gadget.

Untuk dua anak saya yang sudah menjelang remaja, bermain smartphone tetap saya batasi. Pastinya waktu mereka berinteraksi dengan smartphone jauh lebih banyak dibanding adik mereka yang masih balita, karena abang dan kakak, panggilan untuk anak pertama dan kedua saya, memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan teman-teman sekolahnya mengenai pe er, jadwal kegiatan ekskul, atau sekedar ngobrol. Browsing juga menjadi keseharian mereka untuk menambah ilmu atau sekedar hiburan.

Meski pun begitu, saya tetap mengalokasikan waktu bermain gadget mereka antara 2-4 jam sehari tergantung situasi. Sedangkan buat si bungsu cukup 1-2 jam per hari, sisanya bisa ia pakai untuk bermain dengan mainan robot serta aktivitas yang mendidik lainnya.

main gadget-nya jangan lama-lama, ya, nakkk... :)

2. Batasi konten.

Seperti tertulis di website acer untuk menjadikan smartphone sebagai sarana belajar bukan babysitter, saya setuju sekali. Mungkin banyak yang memberikan smartphone pada anaknya terutama yang masih kecil agar anaknya anteng, di mana anak tersebut bisa main game berjam-jam tanpa pengawasan yang cukup. Hal ini berbahaya bagi perkembangan anak karena kita tidak tahu konten apa saja yang mereka lihat dan mainkan saat kita memberi mereka smartphone.

Itulah pentingnya mengapa kita harus mengatur konten yang bisa dilihat dan dimainkan oleh anak-anak, misalnya konten yang bermanfaat, mendidik serta merangsang daya pikir serta kreativitas mereka.

Untuk anak saya yang sudah besar, biasanya saya mengijinkan mereka bermain game yang merangsang daya kreativitas mereka seperti permainan membangun gedung, permainan tebak kata, dan lain sebagainya.

Untuk si kecil, selain mendengarkan lagu anak-anak, ia juga senang bermain dan belajar mengenai warna di gadget miliknya.

konten buat abang pun tetap saya batasi

3. Dampingi anak.

Untuk anak saya yang masih balita, saya memberikan pendampingan penuh saat ia bermain gadget, tidak hanya untuk mencegah kalau ia tanpa sengaja mengunjungi situs tertentu atau mengklik gambar yang tak diinginkan, namun juga agar setiap saat saya bisa memberi pengertian tentang apa yang sedang dilihat dan dimainkannya.

Kabar baiknya, saat menggunakan Acer Liquid Z320, orangtua tak perlu khawatir anak-anak tanpa sengaja membuka situs yang tidak diinginkan karena ada fungsi parental control.

Berbeda dengan dua kakaknya. Mereka hanya sesekali saya dampingi, namun setiap hari selalu saya periksa history dari apa saja yang mereka kunjungi dan lihat. Saya pun meminta ijin pada mereka untuk bisa sering mengecek akun sosial media mereka agar saya juga bisa mengontrol apa yang mereka lalukan di sana.


4. Selektif memilih perangkat.


Bicara soal poin terakhir, yaitu selektif memilih perangkat, saya menemukan satu smartphone yang bisa menjadi solusi tepat bagi orangtua dan anak, yaitu Acer Liquid Z320. 

Ada dua alasan utama mengapa saya merekomendasikan smartphone ini. Pertama adalah karena fitur kids center yang dikhususkan buat anak-anak dan kedua karena spesifikasinya.

Yuk, kita bahas satu per satu.

Fitur Kids Center

Karena niatnya memang untuk anak-anak, namun bisa juga digunakan oleh saya dan suami, maka poin pertama yang menarik perhatian saya adalah adanya fitur Kids Center yang dimiliki oleh Acer Liquid Z320 ini.

Fitur Kids Center adalah sebuah ekosistem yang dirancang khusus untuk anak-anak di mana ditawarkan konten menarik dan baru setiap harinya, baik yang gratis mau pun berbayar. Isinya pun adalah apa yang biasanya disukai oleh anak-anak yaitu game dan video namun tentu saja yang sesuai dengan anak-anak.

Seperti saya ungkapkan sebelumnya bahwa smartphone ini memiliki parental control yang merupakan bagian tak terpisahkan dari fitur Kids Center. Orangtua bisa mengontrol apa yang bisa dibuka oleh anaknya bahkan bisa menentukan berapa lama anak menjelajah di sana dengan menggunakan setting time limit.

fungsi parental control yang membuat orangtua tenang :)

Selain pertimbangan keamanan bagi anak, yang mempengaruhi pilihan saya dan suami adalah isi dari Kids Center tersebut. Apakah isinya menarik buat anak?, apakah bisa membangun daya kreativitasnya? apakah tidak membuat kecanduan? dst, dst. Cerewet? memang, namanya juga buat anak sendiri, ya kan? :)

Setelah mencari tahu, akhirnya saya berkesimpulan bahwa fitur Kids Center ini ternyata sangat menarik, baik permainan mau pun tayangan video-videonya. Anak bungsu saya yang berusia 4 tahun sedang gemar sekali menonton video anak-anak di youtube, ia juga suka sekali mewarnai, jadi harusnya fitur ini mampu mengakomodir kebutuhan si bungsu.

kegiatan mewarnai di Kids Center, cocok buat si bungsu!

Spesifikasi

Untuk anak-anak sudah super aman dan nyaman, lalu apa lagi pertimbangan lainnya?, ya spesifikasi, dong. Percuma jika ada fitur yang baik buat anak namun spesifikasinya tidak bagus.

Layar yang pas
Karena kebutuhan utamanya adalah untuk belajar dan bermain yang pastinya akan banyak digunakan untuk menonton video, bermain game serta melihat gambar, layar yang besar (namun tidak kebesaran) adalah hal yang sangat penting.

Dengan ukuran layar 4,5 inch, smartphone ini sangat memuaskan untuk aktivitas yang saya sebutkan di atas, apalagi saya sendiri sering memakainya untuk keperluan di sosial media dan blogging, layar ukuran 4,5 inch tersebut sangat mempermudah pekerjaan saya dan pas dengan jari-jari tangan kami sehingga meminimalisir typo alias salah ketik saat sedang menulis.

Kamera
Nah, ini penting!, saya sekeluarga hobi memotret kapan saja, di mana saja, dari mulai menggunakan kamera poket, kamera mirorrless, DSLR, sampai kamera handphone. Dengan kamera utama 5 mp auto focus dengan LED flash light serta kamera depan 2 mp fixed focus, kamera ini cukup untuk kegiatan sehari-hari kami.

Uniknya, ada fitur Gourmet Mode di kamera smartphone ini yang memberi kemudahan bagi para pecinta makanan yang juga hobi memotret. Klik saja logo Gourmet Mode pada layar preview, maka kamera smartphone ini akan langsung menyesuaikan temperatur warna pada makanan sehingga hasilnya adalah foto makanan yang menggiurkan, yummm...

Kualitas suara
Karena aktivitas yang banyak dilakukan menggunakan smartphone ini adalah menonton video dan main game, serta mendengarkan musik, haruslah kualitas suaranya mendukung.

Smartphone ini menggunakan DTS sound yang membuat suara menjadi sangat jernih dan detail suara akan lebih terasa. Ini cocok sekali untuk si bungsu yang sedang senang menangkap kata-kata yang jarang didengarnya dan mencari tahu artinya. Bagus juga untuk kakak yang hobi menonton dan mendengarkan musik, juga bagi abang yang sering menonton video para youtubers favoritnya.

si kakak yang hobi nonton video Aikatsu :)
Dan masih banyak lagi kelebihan dari Acer Liquid Z320 ini, secara rinci ini dia spesifikasinya:

Layar
4.5 inch, FWVGA (854 x 480)
IPS wide view angle
Kamera Utama
5 MP auto focus with LED flash light
Kamera Depan
2 MP fixed focus
Prosesor
Quad core 1.1GHz, Qualcomm MSM 8209
Internal Storage
8GB
Memori
1GB
Jaringan
·         3G:
·         HSPA/WCDMA: 850MHz / 900MHz / 1900MHz / 2100MHz
·         GSM/GPRS/EDGE: 850/900/1800/1900MHz
·         3G up to 42Mbps
Konektivitas
·         WiFi 802.11 b/g/n
·         Bluetooth 4.0 EDR
·         GPS/AGPS
·         Micro SD slot, Micro USB, 3.5mm audio jack
Sensor
Light sensor, G sensor, Proximity sensor
SIM
Dual SIM Card
Sistem Operasi
Android 5.1
User Interface
Acer Liquid UI
Hiburan
Youtube
Produktivitas
·         abFiles
·         Acer SnapNote
Utility
Acer Aid Kit, Quick Mode
Fitur Spesial
·         Acer BluelightShield™
·         DTS Studio Sound™
·         Kids Center
·         Gourmet Mode
Baterai
2000 mAh, replaceable battery
Talk time: up to 11 hours *
Standby time: up to 480 hours*
Dimensi
136 x 66.5 x 9.6 mm
Bobot
142 g with battery


Gimana? keren kan?. Tapi akan lebih keren lagi kalau tahu harganya. Saat ini harga Acer Liquid Z320 sedang diskon loh, harganya hanya berkisar di angka satu juta lebih!

apa?!!!, harganya nggak sampe dua juta??!! (gambar)
Nah, puas dengan fitur khusus untuk anak serta spesifikasinya ditambah lagi harganya yang sangat ramah di kantong menjadikan Acer Liquid Z320 ini pilihan yang tepat dan aman bagi anak dan orangtua.

Kesimpulannya, orangtua bertanggungjawab penuh untuk mendampingi anak-anaknya serta memberikan dukungan dan perangkat yang tepat untuk menunjang keperluan anak-anak mereka. Dalam kasus saya, perangkat yang tepat membebaskan saya dari mimpi buruk dan ketakutan bahwa anak-anak secara sengaja mau pun tidak sengaja membuka situs-situs yang tidak seharusnya mereka lihat.

sumber-sumber:

http://funblogging.web.id/acer-liquid-z320-blog-competition-berhadiah-jutaan-rupiah.html

http://www.acerid.com/2015/11/4-tips-aman-anak-main-smartphone/

http://www.acerid.com/2016/01/product-review-harga-smartphone-acer-liquid-z320/

https://www.facebook.com/Acer.Indonesia/videos/10153270040721606/.

http://duniaspasi.blogspot.co.id/2016/01/acer-liquid-z320-bagi-bagi-hadiah-dan.html