Kamis, 05 Mei 2016

Lengkapi Gaya Hidup Sehat dengan Buah Australia ...



Sudah setahun terakhir ini saya berusaha untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, antara lain dengan memperbanyak olahraga dan mengkonsumsi buah serta sayur secara teratur. Olahraga yang saya lakukan cukup beragam, dari mulai fitness, yoga, sampai aerobik yang saya lakukan tidak terlalu sering namun teratur, kurang lebih dua kali seminggu.

Untuk buah dan sayur saya berusaha mengonsumsi semua jenis buah, dari buah lokal mau pun buah impor, mulai dimakan langsung atau pun dibuat menjadi olahan lain seperti jus dan smoothie.

Meski pun saya pecinta buah, tapi tidak dengan anak-anak saya. Mereka agak sulit makan buah dan sayur sehingga saya harus putar otak agar mereka bisa makan cukup buah setiap harinya. Apalagi menurut data dari Departemen Kesehatan, masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi 91 gram buah atau setara dengan 6 sendok makan setiap harinya, padahal jumlah yang dianjurkan oleh WHO adalah 400 gram per hari.

segerrr banget buah-buahan dari Australia ini #NowInSeason #MelbourneMarketID
Kebetulan sekali, belum lama ini saya mendapat kesempatan menghadiri acara "Now In Season, Australia - Melbourne Market" yang diadakan oleh Victoria State Government. Saya pun bersemangat sekali untuk tahu lebih jauh tentang buah apa saja, sih, yang sedang musim di sana dan bagaimana buah-buahan tersebut dihasilkan, apalagi karena saya belum pernah ke Australia sebelumnya. Dalam acara tersebut saya pun berharap mendapat banyak 'pencerahan' soal buah-buahan dan cara mengkonsumsinya sehingga anak-anak menjadi lebih sering makan buah.

Dalam kesempatan yang dihadiri oleh Jansen Ongko dan Brett Stevens dari Victoria Government tersebut, saya mendapat banyak pengetahuan serta fakta baru mengenai buah-buahan dari Australia ini. Saya sudah beberapa kali mencicipi buah dari Australia dan memang rasanya manis dan segar, ternyata hal tersebut terjadi karena beberapa faktor penting salah satunya lingkungan yang bersih, "extremly clean" kalau menurut Brett.

Brett Stevens dari Victoria Government dan Jansen Ongko sedang berbagi mengenai kelebihan buah-buahan Australia

para peserta asik mendengarkan penuturan dari Brett dan Jansen
Kesegaran buah Australia yang kita rasakan di Indonesia juga adalah berkat pengirimannya yang memakan waktu singkat karena dekatnya lokasi Indonesia dan Australia serta infrastruktur yang baik, salah satunya kota Melbourne dengan pelabuhan dan bandar udaranya yang modern. Jadi kenapa manis?, karena buah dipetik saat sudah matang, lalu dikirim ke Indonesia dengan waktu yang cepat. Berbeda dengan beberapa buah dari suatu negara yang pernah saya konsumsi yang karena perjalanan ke Indonesia cukup jauh maka buah dipetik sebelum matang sehingga meski pun penampakannya menggiurkan namun saat dimakan tidak manis dan segar.

Produk makanan dari Australia juga sangat aman dikonsumsi termasuk buah-buahannya. Hal ini dimungkinkan karena regulasi pemerintahnya yang mempunyai standar yang ketat mulai penanaman sampai pengemasan.

Dari Jansen saya tahu bahwa ada sekitar 30 vitamin yang bisa diperoleh dari beragam buah. Agar vitamin yang kita dapatkan lengkap, maka ia menyarankan kita untuk makan buah berwarna-warni setiap harinya. Wahhh, puas banget saya bisa ngobrol dengan Jansen dan Brett sehingga tahu lebih banyak soal buah-buahan Australia mulai dari rasanya sampai nutrisinya.

foto bersama selesai acara
food dan lifestyle bloggers sedang sibuk mengambil gambar saat chef Yuda Bustara mendemonstarsikan  beberapa resep dengan bahan dasar buah Australia
Eits, bukan itu saja, saya pun mendapatkan tiga resep khusus dari chef Yuda Bustara yang ia buatkan khusus untuk kami di acara tersebut. Saya bisa membawa pulang resep tersebut agar anak-anak makin suka makan buah dan saya pun bisa berbagi dengan teman-teman lewat blog saya ini.

Ini dia resep-resepnya, cobain, yukkk...


Baked Australian Pears with Creme Anglais

Bahan-bahan:
  • 4 pir Australia, dibelah dua memanjang
  • 2 sdm sirup maple
  • 2 sdm air
  • 375 ml susu
  • 1 vanilla bean
  • 4 telur
  • 55g gula

Cara membuat:
  • Panaskan oven sampai 200c, tempatkan pir dalam pinggan tahan panas. Campur sirup maple dan air ke dalam wadah lalu siramkan ke buah pir. Panggang dalam oven selama 30 menit atau sampai lunak.
  • Tuang susu dalam panci, masukan vanilla bean ke dalam susu, didihkan di atas api sedang.
  • Kocok kuning telur dan gula dalam mangkuk hingga kental dan pucat. Secara bertahap kocokan susu ke dalam campuran telur. Kembali ke panci di atas api sedang, masak, aduk terus, selama 5 menit atau sampai mengental, saring
Baked Australian Pears with Creme Anglais

Australian Nectarines and Australian Plums with Soft Cheeses and Toasted Almonds

Bahan-bahan:
  • 1/2 gelas almond
  • 2 sdm minyak almond atau extra virgin oil
  • 4 ons keju kambing
  • 4 ons keju riccota
  • 2 iris Australian nectarine 
  • 1 Australian plum kuning yang sudah dibelah 2
  • 16 biji buah-buahan beri Australia
  • 3 sdm madu

Cara membuat:
  • Panaskan almond dan minyak di wajan dengan tingkat panas sedang. Masukan almond dan goreng hingga berwarna coklat terang, kira-kira 5 menit. Taruh almond di atas piring hingga dingin untuk membuang minyaknya.
  • Aduk kedua keju lalu taruh di piring saji. Taruh keju di tengah piring dan hias dengan buah-buahan dan almond panggang.
  • Tuangkan madu di atas keju.
Australian Nectarines and Australian Plums with Soft Cheeses and Toasted Almonds

Australian Peach with Rocket and Buffalo Mozzarella Salad

Bahan-bahan:
  • 3 Australian peach, potong-potong
  • 100 gram Australian table grapes
  • 3 cangkir daun roket
  • 2 buah buffalo mozzarella
  • 1/2 cangkir daun brasil
  • 60 ml minyak zaitun extra virgin
  • 2 sdm balsamic vinegar

Cara Membuat:
  • Olesi nectarine dengan olive oil lalu grill nectarine hingga kecoklatan dan sisihkan.
  • Campurkan roket, mozzarella, anggur dan basil dalam mangkuk besar dan sisihkan.
  • Kocok minyak dan cuka dalam mangkuk kecil dan bumbui dengan garam dan merica. Sajikan dengan salad.
Australian Peach with Rocket and Buffalo Mozzarella Salad

Nahhh, itu dia resep-resepnya. Resep ketiga adalah favorit saya dan saya yakin resep pertama akan menjadi favorit anak-anak di rumah :)

Mari konsumsi buah lebih banyak lagi dan selamat mencoba resep-resepnyaaa ....

***

Selasa, 03 Mei 2016

Tips Piknik Sederhana Dengan Anak-anak



Minggu ini, kakak yang  masih SD sedang libur sekolah, kebetulan si mbak juga sedang pulang kampung untuk mengurus pernikahannya. Saya pun putar otak memikirkan kegiatan seru yang bisa dilakukan oleh kakak dan si bungsu agar mereka tidak bosan di rumah dan justru mendapat pengalaman yang seru, edukatif, dan tak terlupakan selama liburan singkat ini.

Ke mall tentu saja bukan pilihan kami sama sekali. Main di rumah juga sudah sering kami lakukan. Akhirnya ide yang tercetus adalah…piknik!.

Hmm.., abang tidak bisa ikut karena sekolah, ayahnya anak-anak pun sedang sibuk bekerja, si mbak pun tidak bisa membantu karena sedang pulang kampung, jadi saya harus memikirkan cara termudah untuk melakukan piknik ini bertiga saja dengan kakak dan si bungsu.

Memilih Lokasi Piknik

Usahakan agar lokasi piknik tidak terlalu jauh dari rumah dan mudah diakses dengan kendaraan pribadi maupun umum. Jika tidak memungkinkan untuk bepergian dengan kendaraan, pilih saja taman dekat rumah atau bahkan halaman belakang rumah sebagai lokasinya. 

Yang penting anak-anak bisa merasakan sensasi piknik, sensasi makan dan ngemil sambal bermain di lokasi yang terbuka dan berudara segar.

Menyiapkan Perlengkapan Piknik

Bepergian dengan anak-anak pasti membutuhkan perlengkapan yang tepat juga. Perlu diingat agar tidak mempersiapkannya secara berlebihan apalagi karena yang berangkat hanya saya dan dua anak, tanpa bantuan orang dewasa lainnya, maka jika membawa perlengkapan terlalu berlebihan malah bisa merusak suasana piknik tersebut.

Yang biasanya wajib dibawa saat piknik tentu saja perlengkapan makan dan minum, tempat menaruh camilan, tissue basah, perlengkapan P3K sederhana, kamera, dan baju ganti.



Menyiapkan Makanan dan Minuman

Hindari membawa makanan yang ‘susah’ dimakan saat sedang piknik, misalnya nasi dengan ikan berduri, sop iga, dan sebagainya. Pilihlah makanan yang mudah dimakan tanpa bersusah payah dan tanpa perlu menggunakan alat makan yang ‘ribet’ misalnya harus menggunakan sendok dan garpu, apalagi pisau. Biasanya saya akan membawa nasi dan ayam goreng bisa juga homemade nugget serta irisan timun untuk makanan beratnya. Saya juga selalu membawa buah-buahan saat piknik.

Khusus untuk camilan, saya membawa LOTTE Choco Pie kesukaan anak-anak. Selain karena mudah dibawa dan dimakan, Choco Pie ini sangat enak dengan gabungan rasa dari soft cake yang lembut, fluffy marshmallow serta coklat premium berkualitas, yummm…

Yang tak kalah penting, Choco Pie ini sudah berlisensi HALAL dari BPOM dan dibuat dengan standar Jepang namun diproduksi di Indonesia sehingga produk Choco Pie akan selalu baru dan terjaga kualitasnya.


Nah, bagaimana mama? Sudah siap membawa si kecil untuk piknik?

***

Senin, 02 Mei 2016

[Book Review] Diari Putri Klarisa



Kehidupan seorang putri rasanya selalu menarik perhatian dan keingintahuan perempuan, terutama anak-anak, termasuk saya dan kaka Caca. Itu sebabnya kami senang sekali dengan tema cerita yang bertema puteri.

Sebuah buku tulisan Arleen A berjudul Diari Putri Klarisa adalah buku terbaru yang kami baca. Buku setebal 128 halaman terbitan Tiga Ananda ini terbilang unik dan menarik. menurut saya buku ini sangat bagus untuk 'mengeluarkan' imajinasi dan kreativitas anak-anak, baik laki-laki mau pun perempuan. Kenapa? selain karena tulisan yang bagus dan ilustrasi dari Lenny Wen yang menarik, buku ini juga bersifat interaktif dan penuh dengan tips dan trik yang berguna untuk kehidupan mereka sehari-hari.

Diari Putri Klarisa bercerita tentang seorang putri dari Kerajaan Klasinesia, putri dengan banyak hobi, mulai dari membaca, menulis, membuat kue, menjahit, merajut, sampai berkebun. Ia akan berbagi mengenai hobi serta tips yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatannya lewat sebuah diari, ya.., Diari Putri Klarisa ...


Meski pun bentuknya adalah kerajaan, namun latar belakang kisah ini sudah modern seperti sekarang karena putri Klarisa sudah menggunakan surat elektronik atau email, telepon genggam, dan lain sebagainya. Lihat saja cerita saat ia saling bertulis email dengan Frederik, temannya, pangeran dari Kerajaan Fropanasia. Frederik memintanya untuk mengajarkan cara menulis yang baik.

Dalam diari miliknya putri Klarisa juga bercerita mengenai pengalamannya belajar melukis dari seorang seniman keliling yang datang dari jauh. Ia berencana menghabiskan waktu luangnya dengan melukis dan jika sudah memiliki banyak lukisan, putri ingin mengadakan pameran.

Ia menceritakan proses belajarnya, dari mulai meminta Mr. Statonim menjadi gurunya, meminta ibunda membelikan kertas, cat air serta peralatan melukis lainnya, sampai beberapa masalah yang terjadi saat ia melukis, seperti saat ayahandanya menumpahkan kopi ke atas lukisannya!.

Lalu seperti biasa, akan ada tip di akhir bab mengenai lukisan tersebut, yaitu tip melukis dengan cat air, seru, kan?


Kamu punya hewan peliharaan? Kebetulan sekali dalam diarinya putri Klarisa bercerita tentang hewan piaraan putri yang sempurna. Isinya tentang proses pencarian hewan peliharaan untuk ia ajak foto bersama saat pengambilan foto keluarga kerajaan nanti.

Putri Klarisa mempunyai syarat untuk binatang peliharaan putri yang sempurna, yaitu:
  • Hewan harus menakjubkan dan pantas menjadi anggota istana kerajaan.
  • Hewan harus tahu tata krama kerajaan.
  • Hewan harus sehat dan bebas dari bibit penyakit.
  • Hewan harus berguna.

Apakah putri Klarisa bisa menemukan hewan piaran yang sempurna sesuai dengan syarat-syarat di atas?. Duh, rasanya saya dan Caca ingin membocorkan hasilnya, namun rasanya nggak seru kalau kalian tidak mencari tahunya sendiri :)



***

Minggu, 01 Mei 2016

[REVIEW] HYGEIA BODY WASH, sabun cair berbasis propolis pertama


Masih ingat tulisan saya di sini?. Yup, kurang lebih tiga bulan sudah saya menggunakan sabun cair Hygeia ini untuk saya dan keluarga di rumah. Nah, mau tahu kan apa pendapat saya soal sabun kecantikan ini setelah menggunakannya selama lebih kurang tiga bulan?.

Selama 3 bulan saya dan keluarga menghabiskan 3 Hygeia body wash ukuran 500 ml dan 3 lagi yang berukuran 250 ml. Pemakaiannya cukup hemat karena hanya perlu sekitar dua sampai tiga tetes untuk mandi. Memang busanya tidak banyak karena sabun cair ini tidak mengandung deterjen atau SLS yang membuat busa, namun meski tidak menghasilkan banyak busa, seluruh tubuh terasa lebih bersih dan kesat setelah selesai mandi.





Secara umum, kami semua cocok menggunakan Hygeia body wash ini, terutama saya dan si bungsu. Saya merasa kulit saya yang sebelumnya agak bermasalah dan kusam, kini menjadi lebih cerah, belum lagi beberapa jerawat yang biasa muncul kini ikut menghilang, yay! senang sekali rasanya.

Anak bungsu saya yang sering mengalami biang keringat di punggung pun kini sudah hampir tidak mengalaminya lagi sejak teratur memakai produk ini. Jadi memang sesuai dengan klaimnya yang mengatakan bahwa sabun cair ini berkasiat mengurangi gatal dan ruam di kulit karena kandungan flavonoidnya yang mencapai 9% merupakan antimicrobial dan anti alergi alami yang efektif membantu problem kulit sensitif dan bermasalah. 



Hygeia body wash ini juga tidak menggunakan bahan-bahan umum yang digunakan oleh produk sabun lain seperti SLS (Sodium Laureth Sulfate) yang tidak baik bagi kulit yang sensitif dan berpotensi limbah, serta anti bacterial Triclosan yang memiliki resiko hormonal jika digunakan dalam dosis dan jangka waktu tertentu. 


Hygeia body wash ini bisa ditemukan di beberapa retail dengan kisaran harga 120rb Rupiah untuk ukuran 500ml dan 70rb Rupiah untuk ukuran 250ml. Untuk informasi lebih lanjut silahkan lihat hygeia.co.id.

***

Selasa, 26 April 2016

[Blog Review] Mandi Kembang bersama Meriska Putri ;p


blogger cantik beranak satu ;p

Beberapa bulan terakhir ini saya dan beberapa teman konsisten untuk mereview beberapa blogger perempuan. Blogger keren tersebut tidak harus blogger terkenal, namun blogger yang inspiratif, yang mampu membuat kami sesama perempuan, sesama (calon) blogger, makin semangat menulis dan berbagi.

Kali ini tulisan saya akan bercerita tentang Meriska Putri Wahyuningtyas. Mama dari Maulana Fathir Alghifari (Alif) dan istri dari Abdurrohman Taufiq adalah blogger yang lahir di Blitar, Jawa Timur, lalu kemudian besar di Lombok dan kuliah di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.

Ia pernah bekerja di perusahaan konsultan teknik milik BUMN di kota Malang kemudian resign setelah Alif lahir, dan memutuskan untuk menjadi Stay at Home Mother (SAHM) sampai saat sini.

Blog Meriska terdiri atas beberapa kategori, yaitu jalan-jalan, beauty talk, mommy daily, serta giveaway/lomba blog. Seperti judulnya, kategori jalan-jalan pasti bercerita tentang tempat-tempat yang pernah dikunjunginya. Salah satu postingan terbarunya bercerita tentang RTH Keplaksari, sebuah taman di Jombang.

Tulisannya menarik sekali, pertama karena saya baru mendengar nama taman tersebut, kedua, foto-fotonya yang menarik, dan ketiga cara penulisannya yang santai namun informatif membuat saya bisa bertahan membaca postingan tersebut sampai akhir ;p.


salah satu artikel beauty talk Meriska
























Untuk tulisan-tulisan tentang kecantikan, klik saja kategori beauty talk di blognya, kita akan menemukan review-review menarik mengenai produk kecantikan yang direkomendasikan olehnya.

Eits, ada yang penasaran nggak kenapa di judul ada kata "Mandi Kembang"?.

Yup, karena judul blog Meriska adalah "Mandi Kembang" dan kenapa ia memilih nama tersebut? kalo menurut saya sih karena ia pernah jadi kembang desa, tapi menurut Meriska, seperti yang tertulis di bio blognya, ia memilih nama tersebut karena mandi kembang adalah adat asli Indonesia dan biasanya dilakukan sebagai ritual membuang sial, begitu pun blognya, ia jadikan curhatan cantik yang mudah2an bisa membuang sial, ahahaha.., kocak juga blogger yang satu ini, ya ;p

Yuk, blogwalking langsung ke MANDI KEMBANG-nya Meriska...

***

Sabtu, 23 April 2016

#SMESCODigipreneurDay - Menghasilkan Foto yang Menggugah Rasa ...



Coaching Class Fotografi 

Belum lama ini, tepatnya tanggal 19 April 2016 yang lalu, saya menghadiri acara SMESCO Digipreneur Day yang diselenggarakan di Galeri Indonesia WOW, Gedung SMESCO, seperti yang saya ceritakan di sini.

Pada kesempatan tersebut hadir bapak Ahmad Zabadi, selaku Direktur Utama LLP-KUKM atau Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil dan UKM juga beberapa pembicara lainnya yang mengupas mengenai digitalisasi UKM.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah sesi coaching bersama Ferry Ardianto berjudul "Dialog Visual Dalam Fotografi".

Ferry Ardianto adalah seorang fotografer profesional yang telah menggeluti dunia fotografi selama kurang lebih 30 tahun. Karirnya berawal dari tahun 1984 di mana ia mendirikan studio Infinity yang khusus mengerjakan foto-foto untuk kebutuhan periklanan. Saat ini ia aktif mengajar di Universitas Trisakti serta sekolah fotografi Darwis Triadi.

Dalam coaching class di #SMESCODigipreneurDay tersebut, Ferry mengatakan bahwa fotografi adalah seni berkomunikasi melalui gambar. Siapa pun yang senang memotret, tujuannya adalah untuk membuat orang tergugah. Esensi dari kegiatan fotografi yang kita lakukan adalah agar orang lain yang melihat hasil foto kita ikut merasakan apa yang kita rasakan.

Lalu, apa tujuan kita memotret? yaitu untuk mempromosikan, menginformasikan, dan bercerita. Jadi, jangan terlalu memikirkan mediumnya dulu, namun berkonsentrasilah pada konten, yaitu konten yang bisa berpromosi, informatif, serta bercerita.

Ferry Ardianto

Gambar yang BAGUS vs Gambar yang BAIK

Mana yang kita pilih? gambar yang bagus atau gambar yang baik?. Menurut Ferry, menciptakan gambar yang bagus adalah mudah, gunakan saja kamera canggih, pasti gambarnya akan bagus (selama dipakai dengan cara yang benar).

Gambar atau foto yang bagus adalah foto yang diambil dengan asa, kecepataan, dan bukaan yang tepat. Sedangkan foto yang baik adalah foto yang diambil dengan cahaya yang bagus, komposisi yang sesuai, memiliki cerita, serta MENGGUGAH RASA.

Gambar yang baik mengandung pesan dan punya persepsi serta bertutur. Untuk menghasilkan gambar yang bertutur persiapkan diri kita untuk bercerita dan resapi pengalaman emosional yang kita rasakan.

Ferry memberi contoh, misalnya saat ia dalam perjalanan untuk memotret dan selama di jalan ia tidak menemukan pengalaman emosional terhadap sesuatu, biasanya ia tidak akan mengeluarkan kameranya, namun saat ia melihat sesuatu dan berpikir, "gila, bagus banget pemandangannya!", ia akan langsung mengeluarkan kameranya dan memotret.

Karena saat ia berpikir seperti itu, ia mengharapkan orang juga akan ikut merasakan apa yang ia rasakan saat melihat pemandangan di dalam foto karyanya.

contoh photo essay


Pentingnya Konsep dalam Fotografi

Salah satu hal yang penting dalam fotografi adalah KONSEP. Sebaiknya, sebelum datang ke suatu tempat untuk memotret, rencanakan dulu apa yang ingin kita buat, hasil seperti apa yang kita harapkan dan semua harus dikonsepkan.

Hindari datang ke suatu tempat atau acara tanpa tahu ingin memotret apa. Misalnya saat saya ingin menghadiri acara Smesco Digipreneur Day ini, apa konsep foto yang ingin saya buat?. Namun saat kita gagal menvisualisasikan konsep, jangan menyerah, jabarkan lagi konsep tersebut, buat lebih mengerucut agar lebih mudah divisualkan.


Photo Essay dan Photo Story

Photo Essay adalah serangkaian foto yang dibuat untuk menghasilkan rangkaian emosi kepada orang-orang yang melihatnya. Biasanya foto esai akan menampilkan rangkaian foto yang mengandung nilai emosi yang mendalam.

Dalam kesempatan tersebut Ferry memberikan contoh foto esai yang pernah dibuatnya, salah satunya adalah foto untuk mencari dana bagi anak-anak yang menderita penyakit jantung. Ia bercerita bahwa untuk proyek sosial tersebut ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengikuti proses operasi jantung yang dilakukan oleh seorang dokter bernama dr. Yusuf.

Ia pun mengamati proses operasi yang dilakukan oleh dr. Yusuf dari awal hingga akhir. Dari saat sang dokter berjalan melewati lorong rumah sakit, di mana para pasien dan orang tua pasien menyambutnya, memandanginya sebagai 'penyelamat'. Lalu saat dr. Yusuf masuk ke ruang operasi dan para asisten langsung membantunya memakai pakaian steril untuk operasi, sarung tangan, masker, dan lain sebagainya.

Ferry meresapi semua perasaan emosional yang muncul saat menyaksikan hal-hal tersebut, saat ia melihat dada kecil sang bayi dibedah oleh dokter, saat dadanya bergetar dan tergugah melihat sang dokter beserta staff lainnya yang begitu berdedikasi melakukan pekerjaan mereka demi nyawa si bayi... ya, sekali lagi, menggugah..., itulah yang perlu dihasilkan, foto-foto yang bercerita, yang dapat menggugah perasaan orang-orang yang melihatnya.

contoh photo story
Dr. Yusuf pun menggunakan foto-foto tersebut dalam presentasinya sampai ke luar negeri untuk mencari dana bagi anak-anak penderita penyakit jantung dan bantuan materi yang dihasilkan sangat banyak karena para penyandang dana yang mendengar presentasi dr. Yusuf serta melihat foto-foto Ferry merasa tergugah dan akhirnya tergerak untuk membantu. Seperti itulah kekuatan foto-foto yang yang bercerita...

Photo story adalah foto-foto yang bercerita mengenai seseorang, suatu tempat atau bahkan situasi. Salah satu contoh photo story yang diberikan oleh Ferry adalah saat ia memotret seorang pembuat keris di Bali.

Bagaimana menjadikan foto menarik? Menurut Ferry, untuk menghasilkan foto yang menarik dan menggugah, berimajinasilah dengan kreatif lalu beri judul dan atau caption yang menarik.

Sebelum melakukan perjalanan untuk mengambil foto, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan, antara lain:

1. Ketahui sebanyak mungkin tentang daerah tujuan
2. Lakukan survey kecil-kecilan tentang hal-hal menarik di tempat tujuan
3. Persiapkan diri untuk berkomunikasi dengan masyarakat setempat
4. Berimajinasi sepanjang waktu

Bagaimana? sudah siap menghasilkan foto yang menggugah rasa? :)

***

Minggu, 10 April 2016

5 Kegiatan Seru dan Edukatif Saat Liburan di Rumah


liburan asik di rumah

Anak- anak sedang libur panjang?. Bosan ke mall atau keluar rumah? (dan pastinya menghabiskan banyak uang). Tak perlu takut mati gaya, ini dia beberapa ide yang bisa dilakukan di rumah bersama anak-anak dan keluarga saat liburan tiba.

1. Bikin kue

Ini kegiatan favorit anak pertama dan kedua saya. Saat punya waktu, mereka akan sibuk di dapur untuk membuat sesuatu yang bisa dimakan, entah kue terigu, mie goreng, sampai pizza. Kunjungi artikel ini untuk ide membuat pizza praktis dengan anak-anak.

Membuat no bake oreo cheese cake alias kue keju oreo anpa dimasak juga ide yang keren buat anak-anak. Lihat caranya di sini.

Memang sih 'kerusuhan' di dapur akan sedikit membuat saya stress (melihat dapur yang berantakan dan tumpukan peralatan kotor), namun setidaknya itu bisa menghibur dan mengenyangkan mereka. Yak, satu hari terlewati dengan seru...

kaka Caca dengan kue oreo buatannya, yummm...

2. Bikin rumah-rumahan
Nah, kalau ini adalah kegiatan favorit anak kedua dan ketiga saya. Meski pun perbedaan usia mereka cukup jauh, namun hobi mereka main rumah-rumahan masih nyambung :). Beberapa kali mereka membuat rumah-rumahan bersama, seperti yang saya ceritakan di sini.

Ada kalanya mereka membuat rumah-rumahan untuk bersama, namun seringkali abang dan kaka bahu membahu membuatkan rumah-rumahan buat si bungsu. Kalau hanya dari kain sprei biasanya abang dan kaka membuatnya sendiri namun kalau dari kardus dan ukurannya pun besar, saya biasanya turun tangan.

ini proyek rumah kami untuk Sabil :)

3. Membaca dan menulis review buku
Saat libur kami biasanya jalan-jalan ke toko buku. Sepulangnya dari sana pasti anak-anak akan langsung membacanya. Untuk memaksimalkan manfaat buku tersebut serta mengasah kreativitas mereka, saya meminta mereka untuk menulis review mengenai buku yang baru mereka baca.

Saya pun pernah meminta kaka untuk membaca serta menulis review buku tersebut di blog saya, di mana ia menulis guest post di blog saya. Seru, kan..

Ini dia salah satu contoh review buku hasil tulisan kaka di blog saya, judulnya "Dongeng Resep Unik - By Caca"

buku yang direview kaka di blog saya


4. Membuat DIY dari kardus bekas susu dan karton
Saat kita membuat anak sibuk dengan hal-hal yang menyenangkan, pasti liburan mereka akan sangat berkesan. Salah satu kegiatan menyenangkan dan edukatif yang mereka lakukan di rumah bersama saya dan ayahnya adalah membuat komplek perumahan dari kardus bekas susu untuk si bungsu, semantara si abang membuat proyek bandara untuk koleksi miniatur pesawatnya.

DIY komplek perumahan ini bisa membuat si bungsu anteng berjam-jam.

kalau ini DIY hasil buatan abang Kenan, airport untuk miniatur pesawat2nya.

5. Beres-beres
Hihihi, jangan protes yah, ini memang kegiatan favorit ibunya sebenarnya, namun agar anak-anak juga terbiasa rajin dan rapih, ya saya menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu kegiatan liburan.

Eits, jangan pikir kegiatan beres-beres ini akan membuat mereka bete, lho. Berdasarkan pengalaman saya, awalnya saja mereka kelihatan ogah-ogahan, namun saat sudah mulai mengerjakan, apalagi dilakukan bersama-sama dan sambil seseruan, mereka justru senang dan bersemangat, apalagi setelah selesai mereka juga mengalami kepuasan pribadi karena merasa telah berguna dan mampu melakukan kegiatan beres-beres tersebut dengan benar. Mereka pun jadi nyaman main dan belajar karena area bermain serta area belajar mereka makin apik.

wajah puas setelah selesai beres-beres bersama kakak2nya.

Dan masih banyak lagi kegiatan asik yang bisa dilakukan di rumah saat liburan...

Yuk, yuk, habiskan liburan di rumah dengan kegiatan yang seru dan edukatif...

***

Sabtu, 09 April 2016

Terima kasih, nek!


Cerita horror adalah tema one day one post hari ke-13, wuihhhh...saya tergolong orang yang penakut jadi saat memikirkan cerita horror ya saya langsung takut duluan, heheh, tapi saya tetap akan bercerita, namun pendek saja ya..

Jadi dulu saat saya masih duduk di sekolah menengah atas, saya punya hobi naik gunung bersama teman-teman saya. Suatu ketika, kami naik gunung Gede dan masih berjalan hingga tengah malam, namun karena cahaya bulan cukup terang, kami tetap melanjutkan perjalanan ditemani cahaya senter. 

Sampai di suatu tempat, kami melewati sebuah dataran yang agak terbuka dan kami melihat seorang nenek sedang menyapu. Saat itu kami berpikir bahwa nenek itu adalah warga setempat yang entah karena apa harus menyapu di tengah malam. Kalau dipikir-pikir aneh sekali ya, untuk apa seorang nenek menyapu tengah malam, di gunung pula, namun karena sudah kelelahan dan dalam keadaan bersama-sama, tidak ada satu pun dari kami yang takut dan memikirkan hal-hal aneh.

Kami hanya bilang permisi pada si nenek sambil berjalan ke arah lain (jadi kami tadi hendak berjalan lurus namun karena ada si nenek sedang menyapu, kami pun berbelok). Tak berapa lama, kami pun berhenti dan membuat tenda untuk kemudian beristirahat,

Keesokan harinya, saat beberapa dari kami mencari sungai untuk mengambil air dan bersih-bersih, kami menemukan dataran tempat si nenek menyapu tadi malam dan ternyata tepat di tempat nenek tersebut berdiri adalah sebuah jurang yang dibagian depannya tertutup semak rimbun! hiii..., kami pun langsung membayangkan bagaimana jadinya kalau si nenek tidak muncul di sana sambil menyapu tadi malam, pasti kami akan tetap berjalan lurus dan mungkin bisa celaka.

Sekian ;p

Jumat, 08 April 2016

[Blog Review] Belajar parenting di blog Liza Arjanto


Beberapa lama yang lalu, anak bungsu saya sering rewel, manja sekali dan suka memaksa, sampai-sampai saya kewalahan menghadapinya. Namun saya tak mau menyerah, saya mencari cara untuk menghadapi sikapnya yang emosional tersebut. Saya berusaha memahami dia dengan mengamati kesehariannya, berbincang dari hati ke hati, meluangkan waktu lebih banyak dengannya, serta membaca buku serta artikel-artikel yang terkait dengan perkembangan anak seusianya. Saat itulah saya terdampar dengan manis di blog mba Liza Arjanto.

Saya ingat sekali salah satu tulisannya yang membantu saya melewati tahap emosiaonal anak bungsu saya itu. Liza Arjanto menulis soal melatih anak mengelola emosinya yang dalam blog MomaLiza. Mengutip kalimat di artikel tersebut yang mengatakan "Ketika seorang anak belajar menahan diri, ia akan belajar mengelola emosinya. Ia akan mempelajari bagaimana cara menghormati aturan, bagaimana cara mendapatkan sesuatu melalui proses yang benar. Dan ini merupakan proses dalam membentuk hati nurani anak. Kita tahu, keinginan seorang anak manusia tak akan pernah mencapai kata puas. Ia akan terus berkembang sesuai dengan pengalaman, usia dan kebutuhannya. Akan tetapi anak yang dilatih mengelola keinginan akan selalu belajar memperolehnya sesuai dengan konsep kebenaran dan hati nuraninya sesuai dengan pengalamannya (kognitif)."

Kutipan tersebut saya peroleh dari blog Liza Arjanto, blogger yang saat ini berdomisili di Bekasi. Saat membaca satu artikel di atas dan merasa mendapat banyak pencerahan, saya pun tergugah untuk membaca artikel-artikel lain di blog miliknya dan saya merasa 'dimanjakan' dengan artikel-artikel yang memang sangat saya butuhkan sebagai orangtua. Sebut saja artikel "9 bahaya game online anak" yang mengingatkan saya untuk mengurangi waktu bermain game buat si bungsu.


Liza Arjanto
Ada juga artikel mengenai tips mendeteksi anak yang terlambat bicara, penyebab anak suka berbohong, dan seterusnya, lengkap sekali deh. Karena merasa mendapat banyak informasi yang menarik dan bermanfaat mengenai dunia parenting, saya pun mencari tahu lebih banyak tentang blogger perempuan ini dan ternyata ia memiliki 6 anak!. Salut sekaligus bangga melihat teman sesama wanita, sesama blogger yang begitu berdedikasi untuk keluarganya namun masih menyempatkan diri untuk berbagi.

Oh ya, mba Liza juga menulis buku bersama seorang rekannya, Endah Kurniadarmi. Buku berjudul "Nyebur ke Dunia Anak" ini berisi kisah tentang dunia anak yang penuh kejutan. Penuh letupan-letupan emosi. Kaya akan cetusan-cetusan imajinasi dalam bungkus ekspresi yang demikian jujur dan alami. Mendampingi anak-anak dalam keseharian mereka, melihat mereka tumbuh dan berkembang merupakan kebahagiaan yang sulit diukur. Menyadari bahwa dalam setiap masa perlumbuhan anak merupakan jejak-jejak sejarah yang tak akan terulang, membuat hari-hari menjadi penuh makna.

Anak-anak dalam perkembangannya selalu menemukan hal-hal yang tidak saja menarik untuk diperhatikan namun juga penting bagi pembentukan karakter yang akan menentukan masa depan yang akan mereka jalani. 

Kisah-kisah ini semakin bergizi dengan adanya ulasan dari sudut pandang psikologi di setiap tema, yang akan memotivasi orangtua agar lebih mengetahui dan memahami perilaku anak-anak, serta membantu orangtua agar bersikap bijak dalam menyikapi setiap tahap perkembangan anak-anaknya.

Wahhh, makin salut kan sama blogger yang satu ini?, yuk ah kunjungi blognya dan baca bukunya :)

buku karya mba Liza
***

Kamis, 07 April 2016

Mengatasi kejadian memalukan ala saya ;p

sumber: WikiHow

Sekarang sudah hari ke 11 (dari 14 hari) One Day One Post Challenge yang saya ikuti dan temanya adalah tentang kejadian memalukan yang pernah dialami. Hmmm..., saya benar-benar harus berpikir keras untuk yang satu ini. Bukan karena saya tidak pernah atau jarang mengalami kejadian memalukan, namun saya mencari-cari kisah apa yang benar-benar memalukan hingga layak menjadi sebuah postingan blog.

Akhirnya ingatan saya jatuh pada masa kuliah di mana saat itu saya sedang berpacaran dengan mantan pacar saya yang sekarang sudah jadi suami (duhhh, belum apa-apa udah malu inih...).

Jadi waktu itu kami sedang jalan-jalan di tempat yang ramai dan biasanya kami selalu jalan bergandengan tangan. Namun karena tempatnya ramai, sesekali kami harus melepaskan gandengan tersebut. Sudah ketebak dooonggg arah ceritanya ke mana, hehehe. Yup, betul, saya salah gandeng. Saat sedang jalan sambil melihat-lihat sekeliling, saya langsung meraih tangan di sebelah saya. Eh, si mas yang saya gandeng ngga melepaskan tangan saya lho, dia cuma mesem-mesem dan saat saya menoleh, saya kaget dan malu sekali. Ternyata mantan pacar saya masih ada beberapa langkah di belakang saya, sedang melihat-lihat juga, duhhh, tengsin banget deh..

Kejadian lainnya yang cukup memalukan adalah saat saya tanpa sengaja mengotori sofa mahal murid saya (saat itu saya mengajar privat bahasa Indonesia untuk 

Anyway, ada beberapa kasus memalukan yang pasti kita alami dalam hidup, saya pun begitu. Namun daripada dipikir terus menerus dan makin malu, saya memilih untuk mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:

Tertawa
Ya, saya menjadikan diri saya dan kejadian tersebut sebagai bahan tertawaan, maksudnya, sih, biar yang lain nggak usah kasihan sama saya dan ikut tertawa saja.

Pura-pura 'gila'
Ahahah, ini trik saya jaman SMA. Beberapa kali saya mengalami kejadian memalukan misalnya salah masuk kelas, saat orang sekelas tertawa saya pun dadah-dadah sambil melenggang pergi, padahal setelah tidak terlihat oleh mereka saya ngibrit sambil menahan malu, huhuhu...

Mengakui kalau kita malu
Daripada menahan malu dan bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa, saya lebih memilih untuk mengakui bahwa saya malu dengan kejadian tersebut dan meminta maaf jika diperlukan. Misalnya saat saya salah memanggil nama orang, atau saat saya tanpa sengaja mengkonsumsi minuman yang ternyata bukan milik saya.

Itu cara saya, kalau kamu?

***