Selasa, 28 Juli 2015

Hello from Cikreteg!


si bungsu sudah ngantuk setelah capek main dan foto2 ;p
Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga besar dari pihak suami menikmati liburan singkat di sebuah villa di daerah yang namanya cukup unik menurut saya, Cikreteg.


Villa yang kami tinggali bernama Villa De Hoek, terletak di desa Lemah Nendeut, Pancawati, Sukabumi, namun tidak terlalu jauh dari Bogor. 

Perjalanan ke sana pun tidak macet sehingga menjadi pilihan yang tepat bagi keluarga besar kami yang hanya ingin menghabiskan waktu bersama selama satu dua hari saja, jauh dari keramaian kota namun tidak menghabiskan banyak waktu untuk perjalanannya apalagi di waktu-waktu yang masih ramai karena arus balik setelah Lebaran 2015 ini.



Di sini, kami semua menghabiskan waktu dengan bermain (bagi anak-anak), ngobrol ngalor ngidul, dan ...makan!

Makanannya sudah bukan makanan sisa lebaran lhoo, udah 'eneq' alias cukup dengan segala makanan bersantan itu, jadi kami masak bersama dengan menu klasik namun bikin nambah berkali-kali, yaitu ayam goreng, tempe dan tahu goreng, lalapan, serta sambal pedas favorit kami. Yummm..

Camilannya pun sudah tidak banyak kue kering seperti saat lebaran, kami ngemil camilan sehari-hari seperti pisang goreng, tape goreng, dan keripik tempe favorit.




Saat berlibur di Cikreteg, saya pun tidak mau melewatkan udaranya yang segar dan pemandangannya yang indah untuk berolahraga. Saat pagi dan sore, di mana cuaca cerah dan suasana sangat indah, saya menyempatkan diri untuk lari sebentar. Mood jadi jauh lebih bagus saat selesai berolahraga di udara terbuka..., life is good...

***

5 tips mendandani si anak praremaja :)

"Ma, besok temenku ulang tahun..," kata Caca suatu kali. "Oo, ok, nanti mama anter."
"iya, aku tau..," jawabnya tapi tidak diteruskan. "Ooo, iya, beli kado pasti, kan, ka?," tebak saya yakin. "Iya, sih, ma, tapi bukan itu masalahnya...," ujarnya sambil merengut. "Lho?, trus apa?," saya mulai heran. Gadis kecil saya yang mulai beranjak remaja ini berkata pelan, "aku nggak punya baju"
"What?!, that's my lineee!!," seru saya cepat, tentu saja dalam hati, hehehe...

saya 'lupa' kalau dia sudah beranjak remaja ;p
Bagaimana mungkin anak perempuan kesayangan saya ini tiba-tiba mengeluh tidak punya baju? lemarinya bahkan sudah kepenuhan dan beberapa kali saya minta dia untuk mensortir pakaian yang sudah tidak ia sukai agar bisa diberikan kepada yang membutuhkan. Kok sekarang bisa-bisanya dia bilang nggak punya baju?, duhh, mamanya banget nggak, sih?

Okay, saya lalu mengajaknya ke depan lemari pakaian dua pintunya. Saya minta dia menjelaskan definisi 'nggak punya baju' versi dia. Nah, seperti yang sudah saya duga, dia mulai kurang nyaman dengan beberapa baju yang masih muat tapi motifnya anak kecil banget, misalnya kaos-kaos pergi miliknya yang bergambar kartun, roknya yang terlalu mengembang, warna yang terlalu nge-jreng, dan seterusnya.. dan seterusnya...

Saya memeluknya erat, ternyata gadis kecil saya sudah mulai remaja, seleranya sudah tidak se'lucu' dulu, dia sudah mulai menyukai pakaian dengan gaya yang simple, funky,edgy, sporty dan casual, pantas saja beberapa kali ia meminjam sepatu wedges sneakers dan rok panjang saya (yup, sudah muat dipakainya..).



Oke, berarti sekarang saatnya saya dan dia harus membeli beberapa pakaian baru serta membereskan lemari pakaiannya, memilah-milah yang masih masuk seleranya atau setidaknya bisa di mix and match dengan baju-baju barunya nanti.

Sebelum 'membuang' beberapa baju lama dan membeli yang baru, ini adalah yang saya minta dia lakukan:

1. Menentukan style yang ia suka. Sebenarnya ia bebas berekspresi dan memilih gaya apa saja, tapi demi kebutuhan membeli baju dan nggak bisa terlalu banyak, ya saya minta dia untuk memilih style yang paling ia suka.  Kebetulan kaka Caca memilih sporty sebagai main style-nya, jadi kami akan banyak berinvestasi di kaos yang sporty dan funky, jaket, legging (dia suka sekali legging!), dan celana pendek yang nyaman dan sopan.

2. Memilah isi lemarinya. Sebenarnya, kalau mengikuti kata hati sebagai mamanya, saya masih ingin mempertahankan baju-bajunya yang lucu. Baju yang membuatnya terlihat sebagai gadis kecil yang manis, namun saya harus merelakan ia untuk memilih mana yang masih mau dipakainya, mana yang tidak. Ooops, ia 'membuang' sweater dengan gambar Minnie Mouse besar di tengahnya! (saya harus tahan untuk tidak memungutnya kembali, LOL).

gbr dr sini

3. Membuat daftar baju yang diinginkannya. Saya membatasinya hanya 10 dulu. Nanti berikutnya boleh membeli lagi tapi sedikit-sedikit.

4. Mix and Match. Setelah memilah isi lemari dan membeli beberapa baju baru, kami pun mulai memikirkan mana baju-baju yang bisa di mix and match agar koleksi yang ia punya tetap bisa maksimal dan ia memiliki banyak pilihan untuk dipakai. Mix and match tidak hanya berlaku untuk pakaian saja tapi juga untuk koleksi sepatu dan tasnya.

5. Aksesoris!. Yup, meski pun saya belum membolehkannya memakai banyak aksesoris, namun ada beberapa yang sudah bisa ia pakai dan kelihatan bagus seperti kalung, gelang, jam tangan, dan bros.



***

Senin, 20 Juli 2015

Simple Beef Fettuccine untuk menu hari raya ...

ini bahan-bahannya ...
Idul Fitri 2015 kali ini keluarga besar suami akan berkumpul di rumah ibunya. Karena sudah cukup berumur, anak-anak dan menantu membuat makanan tambahan untuk di bawa ke sana karena yang akan hadir pasti banyak, maklum, mama mertua saat ini adalah mak tuo alias orang tertua di keluarga suami.

Berhubung saya tidak bisa memasak, jadilah andalan saya hanya spageti dan kebetulan sekali ini memang makanan favorit anak-anak dan para keponakan. Ya sudahlah, saya bikin makanan untuk krucils aja ya, yang bikin makanan 'kelas expert' seperti ketupat, opor ayam, rendang, dll, biar saudara-saudara lain yang jago masak aja, hehehe...

Kali ini saya memakai pasta fettuccine agar anak-anak dan keponakan tidak bosan (biasanya pakai pasta spageti soalnya).

Nah, buat yang sama-sama nggak jago masak, ini dia step by step-nya yaa :)

Bahan-bahan:
  • Saus spageti instan, saya biasa pakai merek Del Monte
  • Pasta fettucinne atau spageti, saya suka yang La Fonte
  • Daging sapi cincang
  • Saos tomat sebagai tambahan jika suka (saya suka menambahkan saos tomat karena selain rasanya menjadi lebih enak, sedikit lebih asam, dan tentu saja jadi lebih banyak).
  • Saos pedas jika suka (saya tidak pernah langsung menambahkan saos pedas di bumbu spageti agar anak-anak dan orang dewasa bisa menakar sendiri kadar pedas yang mereka inginkan).
  • Bawang putih dicincang halus
  • Bawang bombay dicincang kasar
  • Tomat dipotong dadu 
  • Oregano jika suka (ada beberapa anak tidak suka rasa oregano)
  • Keju parut (optional)


Cara membuat:

1. Masukan minyak goreng secukupnya ke dalam wajan, setelah panas, masukan bawang putih dan bawang bombay, aduk hingga harum dan kecokelatan.



2. Masukan daging cincang, aduk hingga berwarna agak kecokelatan. Hati-hati, jangan terlalu matang dan coklat dulu karena bisa alot dan susah dikunyah oleh anak-anak jika ditahap ini daging sudah terlalu matang. 




3. Setelah daging agak kecokelatan, masukan bumbu spageti instan. Aduk rata sampai mendidih.



4. Setelah mendidih, masukan lagi saos tomat sesuai selera.



5. Masukan potongan tomat ke dalam wajan. Saya sengaja menambhakan tomat terakhir agar saat dimakan masih terasa keras dan enak untuk dikunyah, tapi ada juga yang suka tomatnya matang dan melebur bersama bumbu spageti.



6. Tambahkan oregano secukupnya, aduk rata, dan matikan api sesaat kemudian.



7. Parut keju, hidangkan secara terpisah, jadi bagi yang suka bisa menambahkan keju ke dalam fettuccine-nya.

8. Rebus fettuccine di dalam panci besar. Didihkan air di dalam panci, setelah mendidih masukan satu sendok minyak goreng baru serta seujung sendok garam, aduk-aduk, baru masukan pasta fettuccine ke dalamnya. Minyak goreng berguna untuk membuat pasta tidak lengket dan garam memberi sedikit rasa pada pasta.

Setelah selesai, ada dua cara menghidangkannya, taruh pasta yang sudah matang di piring saji besar, lalu taruh bumbu di mangkok saji yang berbeda dan hidangkan di samping pasta. Namun kali ini, demi alasan kepraktisan, apalagi penggemarnya biasanya anak-anak, saya mencampur pasta yang sudah direbus dengan bumbunya. Jadi saya tempatkan pasta di penggorengan besar dan memasukan saos spageti yang sudah jadi lalu mengaduknya dengan api sedang selama sekitar dua menit, agar bumbu meresap dan tercampur dengan rata. Setelah pasta dan sausnya tercampur dengan sempurna, pindahkan beef fettuccine tersebut ke piring saji dan siap dihidangkan...

beef fettuccine dan makanan lainnya siap dinikmati...


SELAMAT MENIKMATI dan selamat lebaran semuanya....

***

Rabu, 15 Juli 2015

5 tips rumah rapi dan terkendali saat ditinggal mudik ART

Aww, dua hari lagi lebaran, selain harus bantu-bantu orang tua untuk masak segala macam makanan lebaran, saya pun masih harus membersikan dan membereskan rumah sendiri karena si mbak sedang mudik dan suami sedang liputan keluar kota. Inilah yang saya lakukan agar rumah tetap nyaman dan mood saya dan anak-anak tetap terjaga :) 

1. Delegasikan tugas kepada anak yang besar. Alhamdulillah saya punya dua anak yang sudah besar, yang pertama baru masuk SMP dan yang kedua kelas V SD, jadi selain bisa menolong saya membereskan rumah, sesekali mereka juga bisa membantu saya menjaga si bungsu yang baru berumur 4 tahun.

dua anak besar ini sdh bisa membantu mengerjakan tugas2 ringan dan menjaga adiknya

2. Pembagian tugas yang jelas. Abang Ken bertugas membuang sampah, merapihkan bagian luar rumah serta memberi makan Luxi, kucing kami pada malam hari, sedangkan adiknya, Caca, bertugas membantu saya merapikan bagian dalam rumah dan memberi makan Luxi pagi dan siang. Saat saya sedang mengurus cucian, seterikaan, dan masakan, mereka berdua bertugas menemani si bungsu.

3. Kerjakan yang perlu. Saat sedang tidak ada mbak, saya tidak menyeterika semua pakaian, saya hanya menyeterika pakaian yang akan dipakai bepergian, pakaian rumah, apalagi pakaian tidur hanya saya lipat saja. Saya pun meminta anak-anak untuk tidak mengganti baju terlalu sering, misalnya kalau hanya ketumpahan air sedikt, ya tidak usah ganti baju, cukup dikeringkan saja.
Untuk urusan masak pun, saya memilih cara yang ringkas, misalnya masak nasi dan telor ceplok serta tumis sayur saja, kadang agar cepat dan mudah saya menggunakan bumbu & bahan dasar yang banyak dijual. Toh hanya selama si mbak mudik :)

4. Selalu tinggalkan rumah dalam keadaan rapi. Sejak dulu saya paling tidak suka jika pulang ke rumah, apalagi dalam keadaan capek dan masih harus beres-beres, duh, mood langsung rusak rasanya. Makanya saya menerapkan peraturan ini, apalagi sehari sebelum lebaran sampai H+3 kami akan bepergian setiap hari. Ingat, tidy room, tidy mind ;p

Merapikan ruangan dan mainan dulu sebelum bepergian

5. Tips terakhir dan yang terpenting, happy aja, yang penting dikerjakan pelan-pelan, bersama-sama, dan sambil banyak bermain dengan anak-anak, selain rumah rapi, anak-anak ada kegiatan, badan sehat karena banyak bergerak, juga hemat karena tidak perlu bayar infal ;p

***

Minggu, 12 Juli 2015

My birthday wishes ...


selalu bersyukur, itu intinya ...

Tidak terasa sudah bulan Juli lagi, sudah berkurang satu tahun umur saya dan bertambah satu secara angka...

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang merayakan ulang tahun, tapi saya selalu senang dan bahagia bila ada teman, keluarga, dan kenalan yang merayakan ulang tahun saya atau mengucapkan selamat. Saya merasa didukung secara moral, merasa diperlukan dan tentu saja dicintai.

Meski pun tidak merayakan, tapi seringkali saya menggunakan momen ini untuk berkaca, melihat yang lalu dan berusaha belajar darinya, lalu melihat ke depan penuh percaya diri. Merencanakan banyak hal untuk meraih cita-cita saya yang masih belum tercapai, menyusun rencana untuk membantu mewujudkan cita-cita anak-anak dan keluarga, pokoknya ini momen yang pas untuk perkembangan diri saya dan keluarga.

Seperti biasa, saya punya birthday wishes juga, yang saya gunakan untuk penyemangat aja sih..

Ini dia beberapa diantaranya:

1. Jadi tutor buat anak-anak. Tahun ini abang masuk SMP, kakak naik kelas 5 SD dan si bungsu akan masuk TK. Cita-cita saya adalah ingin bisa konsisten menjadi guru mereka di rumah. Harusnya saya bisa lebih semangat dan disiplin lagi karena sekarang saya sudah tidak berkerja kantoran. Ganbate!!

2. Langsingan. Yak, ini memang selalu jadi cita-cita saya yang belum pernah benar-benar tercapai. Sebenarnya sudah lumayan sih dibanding tahun kemarin. Tahun kemarin cita-cita saya menghilangkan 20kg, tahun ini tinggal 8 kilo lagi..mudah-mudahan tercapai yaaa..

masih 8 kilo lagi ke berat ideal..
3. Punya sepatu olahraga baru. Memang sih sudah punya beberapa, tapi sejak saya rajin berolahraga, bisa 3-5x seminggu, sepatu olahraga saya terasa kurang, hehehe, atau hanya alasan karena ingin sepatu baru? entahlah....

4. Lebih konsisten nge-blog dan menulis. Kecintaan saya akan menulis saya tuangkan dalam beberapa blog saya, dan terutama di blog utama ini. Saya ingin semakin serius di dunia per-blog-an dan memantapkan pilihan serta branding sebagai mama blogger. Saya pun ingin berusaha fokus menyelesaikan beberapa proyek dan tawaran menulis yang sempat terbengkalai karena tidak adanya waktu saat masih bekerja kantoran.

5. Fokus dengan olahraga baru. Saya baru akan menyelesaikan sertifikasi sebagai instruktur aerobik, kemudian berencana mengambil pelatihan yoga, dan kini saya pun sedang sangat tertarik dengan dunia panahan, semoga saya bisa membagi waktu antara keluarga dan habit baru ini, amin..

***

Jumat, 10 Juli 2015

Ramadhan bulannya berbagi ...

wajah-wajah ceria beberapa anak ISCO

Berbagi bisa dan harus dilaksanakan kapan saja dan di mana saja, namun saat berbagi itu dilakukan di bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, kegiatan ini terasa jauh lebih indah dan menyejukan hati.

Salah satu aktivitas berbagi yang saya ikuti bulan ini adalah kunjungan Kanmo Retail Group ke Indonesia Street Children Organization atau ISCO Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan.


Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bisa melihat anak-anak di Pademangan ini tertawa ceria dihibur oleh para badut dan mendapatkan bantuan yang tentu saja akan mendukung kegiatan belajar mengajar mereka di sana.



Ditemui di sela acara, Bertha Septiani selaku Marketing & Communication Director  Kanmo Retail Group mengungkapkan “Kegiatan yang merupakan rangkaian program 10 tahun anniversary Kanmo Retail Group, ditujukan sebagai wujud dari tanggung jawab sosial kami, dengan cara menghibur dan berbagi keceriaan bersama anak-anak yang kurang beruntung.”

Acara yang dikemas dengan berbagai hiburan menarik bagi anak-anak ini ditutup dengan pemberian donasi berupa perlengkapan bayi/ anak, serta mainan bayi/ anak dari berbagai brand yang diusung Kanmo Retail Group seperti Mothercare, Early Learning Centre, Pumpkin Patch, Gingersnaps & Justice. Selain itu, donasi juga diberikan dalam bentuk komputer & aksesorisnya, alat sekolah dan sembako. Diharapkan, donasi tersebut dapat membantu memenuhi  kebutuhan pendidikan masa depan anak-anak dan mendorong semangat mereka untuk menjadi penerus masa depan bangsa.

Selesai acara, saya berkesempatan berbincang-bincang dengan pengurus ISCO Foundation, salah satunya adalah dengan mba Meriah Tinambunan atau biasa disapa mba Meri. Ternyata ISCO sudah lama berdiri, sekitar 16 tahun dan sudah memiliki banyak lokasi program, banyak di antaranya berada di daerah Jakarta dan sekitarnya serta di Surabaya dan Medan.  

sesudah acara kunjungan ke ISCO bersama Kanmo Retail Group
ISCO berkonsentrasi dalam meningkatkan kualitas hidup dari anak-anak jalanan, jadi bukan menyekolahkan mereka namun memberikan support berupa keterampilan tambahan seperti bahasa Inggris dan kelas motivasi misalnya. ISCO juga memantu dari segi kesehatan dan nutrisi serta advokasi.

Untuk informasi yang lebih rinci mengenai ISCO dan kegiatannya, silahkan kunjungi halaman https://iscofoundation.wordpress.com.
*** 


Rabu, 08 Juli 2015

Breastfeeding & Work, Let's make it work!

BFS_Instagram
Hai mama, tahun ini, The Urban Mama kembali mengadakan TUM Breastfeeding Month dalam rangka mendukung World Breastfeeding Week. Selama bulan Agustus, semua tentang breastfeeding akan menjadi tema besar di TUM. Nah! Penting nih buat mama-mama yang sedang menyusui! buat mama yang sedang hamil atau berencana memiliki momongan juga cocok banget ikut acara ini lho. Jangan lupa ajak pasangannya juga kalau memungkinkan, karena supporter utama kita dalam menyusui pasti salah satunya adalah suami, kan? :)

TUM Breastfeeding Month 2015 mendukung tema WBW 2015 yaitu Breastfeeding and Work, Let’s Make It Work!. Seperti diketahui, sekarang makin banyak mama menyusui baik yang di rumah mau pun yang bekerja kantoran. Tema seminar kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini lebih berfokus pada sisi psikologis ibu terutama ibu bekerja, agar para mama yang bekerja dan menyusui bisa tetap sukses memerah ASI dan menyimpannya dalam botol ASI untuk si kecil di rumah.

Ada dua nara sumber yang akan hadir di TUM Breastfeeding Month yaitu #TUMExpert Anna Surti Ariani dan Fatimah Berliana Monika.

Anna Surti Ariani yang lebih akrab dipanggil Nina, adalah psikolog yang memiliki minat besar terhadap dunia keluarga. Meraih gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Indonesia pada tahun 1999 dan lulus sebagai Psikolog melalui Program Pendidikan Profesi Psikolog UI tahun 2001 dan kembali menuntaskanProgram Magister Ilmu Psikologi Peminatan Psikologi Perkembangan di tahun 2011 di Universitas Indonesia.

Fatimah Berliana Monika adalah Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia, yang merupakan penulis Buku Pintar ASI dan Menyusui adalah #TUMExpert yang rutin menulis artikel mengenai breastfeeding di TUM.

Mama Nina akan membahas ‘Sukses Menyusui Dengan Trik-trik Psikologis.’
Mama Monik akan memberikan ‘Tips dan Trik Sukses Memerah & Ruang Laktasi’.

Acara TUM Breastfeeding Month 2015 akan dilaksanakan pada:

Sabtu 8 Agustus 2015
Downtown Bistro, Landmark Tower No. 1, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta
pkl 10.00 – selesai
Rp 100.000 (single)/ Rp 150.000 (couple – suami istri).


Nah, siap-siap deh untuk registrasi di event keren dengan dua nara sumber yang oke banget ini! Registasi segera di buka di 

Senin, 06 Juli 2015

Yuk, kunjungi Beauty Professional Indonesia 2015 di JCC

BPI 2015, Wadahi Kebutuhan Pasar Profesional Produk dan Perawatan Kecantikan Lokal dan Internasional

Pameran BPI 2015 30 Juli - 1 Agt

Hari Jumat tanggal 3 Juli 2015 yang lalu saya mendapat kesempatan istimewa bersama beberapa orang blogger lainnya untuk menghadiri temu blogger yang diadakan di Gaya Spa, di daerah Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan tersebut kami dijamu dengan bahasan yang menarik seputar perawatan kecantikan, dari mulai soal beautypreneur, etnowelnes sampai dengan masalah anti aging. Belum lagi tajil dan makanan berbuka yang enak dan mengenyangkan. Dan.., yang tak kalah berkesannya adalah kesempatan mencicipi perawatan kecantikan Tangas Betawi di GaYa Spa, heaven! :)

Acara dibuka dengan sesi dari ibu Patricia Medina selaku project director BPI 2015. Beliau bicara soal beautypreneur dan perawatan kecantikan, di mana usaha masyarakat dalam industri kecantikan yang berbasis hospitality di berbagai belahan dunia makin berkembang pesat, ditandai dengan berdirinya banyak salon, spa dan klinik-klinik kecantikan. Indonesia termasuk negara yang semakin lebar membuka pintu pada peluang ini, sehingga mendorong berbagai merek produk dan usaha kecantikan menjadikan Indonesia sebagai salah satu prioritas untuk pengembangan pasarnya.

Usaha kecantikan ini berkembang tidak hanya di perkotaan  dan melayani dengan bentuk yang sederhana sampai yang mewah. Fenomena ini selain menjadi tren peradaban yang semakin mendorong kesadaran warga untuk menjaga penampilan juga menjadi gerakan masyarakat di mana industri hospitality kian membumi dan mudah diakses semua lapisan masyarakat, baik sebagai pelaku usaha mau pun konsumen.

ibu Patricia, ibu Lourda, serta Dr. Fairus yang berbagi mengenai beautypreneur dan perawatan kecantikan...
Keberadaan salon dan spa misalnya, merupakan buah pemikiran yang mentransformasikan secara kreatif kebutuhan dan perilaku rumahan melakukan perawatan wajah, rambut hingga keseluruhan tubuh. Buah kreativitas dan inovasi tersebut rupanya benar-benar dapat diterima dengan bukti maraknya basis usaha kreatif ini digeluti oleh berbagai kalangan. 

Melihat potensi yang baik ini, PT Indonesia Trade Exposition (ITE) menyelenggarakan Trade Exhibition berskala internasional yang untuk pertama kalinya di Indonesia melibatkan perusahaan-perusahaan di dalam industri kecantikan dari Indonesia dan mancanegara seperti Korea, malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand, dengan tajuk BEAUTY PROFESSIONAL INDONESIA 2015 atau BPI 2015 pada tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2015 di Jakarta Convention Center (JCC). 

BPI 2015 ini akan mewadahi kebutuhan pelaku usaha kecantikan dan praktisi kecantikan (dokter, terapis, beautician) dengan menghadirkan exhibitor dengan rentang jenis perawatan dan produk  yang berinovasi teknologi tinggi, serta menjadi platform untuk produk-produk dan tata cara perawatan kecantikan tradisional Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan Etnowelnes. Dengan kata lain BPI 2015 ini dapat meningkatkan omzet industri kosmetik.

BPI 2015 ditargetkan untuk menghadirkan lebih dari 130 perusahaan, 250 merek produk kecantikan dari 15 negara yang akan dikunjungi oleh sekitar 5000 pengunjung selama tiga hari pameran. Berbagai elemen profesional yang terdiri dari tenaga ahli kecantikan, manufaktur produk kecantikan, pemegang lisensi produk dan bisnis kecantikan akan dipertemukan dengan target marketnya, yaitu pihak-pihak yang juga memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha kecantikan profesional baik taraf besar, menengah, mau pun rumahan. 

Pada ajang ini importer, distributor, agen, produsen kosmetik, supermarket, klinik kecantikan, pemilik salon dan spa, sekolah kecantikan, dan toko-toko kosmetik di seluruh wilayah Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan berbagai peluang bisnis dan informasi produk tradisional dan teknologi lokal mau pun internasional serta layanan terbaru di antara peserta pameran dengan buyer lokal yang merupakan para pelaku perdagangan dari industri kecantikan di Indonesia. BPI 2015 juga memberikan platform pada pengobatan dan ramuan tradisional Indonesia dengan rempah-rempah dan saat ini kembali diangkat dengan istilah Etnowelnes.

Bagi exhibitor atau pun visitor yang ingin terlibat dalam acara besar ini, bisa mendaftar serta mengunduh jadwal acaranya di sini.

ini dia para peserta temu blogger kemarin, cantik2 kan? ;p
Sesi yang menurut saya sangat menarik antara lain saat ibu Lourda Hutagalung - penggagas Etnowelnes di Indonesia yang juga penggiat perawatan kecantikan tradisional sekaligus pemilik Gaya Spa- bicara tentang Etnowelnes yang bisa diartikan spa dari beragam etnis Indonesia. Saya sangat setuju dengan pendapat beliau yang mengatakan bahwa rempah-rempah kita adalah harta yang sangat berharga dan perlu kita angkat sehingga akan lebih banyak orang lagi baik lokal mau pun internasional yang mengenal dan menikmati etnowelnes Indonesia.

"Kita sampai dijajah selama lebih kurang 350 tahun karena rempah-rempah, terbayang kan betapa berkhasiatnya rempah-rempah kita?"

Ada sembilan etnowelnes Indonesia, yaitu Tangas Betawi, Batangeh Minang dari Sumatera Barat, Oukup Batak dari Sumatera Utara, Lulur Jawa, Boreh Bali, So'oso Madura, Batimung Banjar dari Kalimantan Selatan, Bakera Minahasa dari Sulawesi Utara, Bedda Lottong Bugis dari Sulawesi Selatan. Salah satu dari sembilan Etnowelnes yang memiliki karakteristik dan ciri khas adalah Tangas Betawi, sebuah tradisi perawatan kecantikan tradisional yang meliputi ritual pijat, lulur, dan tangas atau diuap.

Nah, beauty bloggers yang datang ke acara ini diberi kesempatan mencoba teaser perawatan Tangas Betawi. Wuaaa, saya senang sekali. Ini perawatan kecantikan yang sangat penting bagi wanita terutama yang sudah punya anak dan sudah menikah cukup lama seperti saya, karena Tangas Betawi berfungsi mengencangkan otot miss V kita dan tentunya ini akan sangat berpengaruh pada kehidupan suami istri ;p

saya pasti balik lagi utk Tangas Betawi :D

Selesai bicara soal etnowelnes, kini giliran Dr. Fairus yang berbagi mengenai medical aesthetic. Medical aesthetic adalah perawatan klinis yang bergerak untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat dan tidak ada downtime. Banyak dari perawatan ini yang lebih hemat biaya dibandingkan dengan bedah plastik.

Wah, mulai panas nih dengerin pembukaannya Dr. Fairus, saya jadi ingin tahu lebih jauh soal medical aesthetic ini, soalnya kan saya wanita yang sudah lewat kepala tiga dan pastinya perlu perawatan lebih. Sementara ini sih saya masih bergantung dengan produk perawatan wajah biasa, tapi siapa tahu nanti-nanti saya akan memerlukan perawatan sejenis ini :)

Seperti yang disampaikan oleh Dr. Fairus, Sp KK, ada 5 tren medical aesthetic di Indonesia, yaitu:

1. BOTOX. Fungsi botox dalam kecantikan adalah merelaksasikan otot dalam hal ini otot-otot wajah sehingga mampu menghaluskan garis-garis ekspresi wajah. Botox juga digunakan untuk mengatasi keringat berlebih pada ketiak, telapak tangan dan juga kaki. Hanya perlu waktu 10-20 menit saja untuk proses penyuntikan botox di area-area yang diperlukan dan dalam waktu dua jam sudah bisa dirasakan dan dilihat hasilnya. Perawatan ini bisa bertahan sampai dengan enam bulan.

"Kalau pakai botox justru harus banyak senyum agar kelihatan natural. Kalau pelit senyum malah kelihatan kaku dan jadi ketahuan dong kalau pakai botox :)"

2. DERMAFILLER. Ini adalah metode meremajakan kulit dan perawatan scar atau bopeng terobosan baru. Jerawat yang mengering seringkali meninggalkan bekas luka, mulai dari luka kecil hingga jaringan parut atau scar. Dengan dermafiller, bekas-bekas jerawat menghilang, kulit menjadi lebih halus, menghilangkan bintik-bintik coklat, dan mencerahkan wajah. Tentu saja semua efeknya akan membuat kulit kelihatan lebih muda.

3. INTENSE PULSED LIGHT. IPL ini mengatasi kerusakan pada kulit tanpa merusak permukaan kulit, jadi tidak ada 'down time'. Perawatan ini dapat menghilangkan bintik-bintik di kulit akibat usia, pigmentasi akibat matahari, dan kemerahan yang disebabkan oleh pembuluh kapiler yang rusak melalui sebuah proses yang disebut photorejuvenation untuk wajah dan tubuh. Perawatan yang teratur dapat membantu mengencangkan kulit wajah, menghilangkan keriput dan mencerahkan kulit serta menyembuhkan jerawat menahun dan masih banyak lagi.

gbr dari bing.com

4. BEDAH PLASTIK. Manfaat bedah plastik adalah membantu orang-orang dengan kelainan bawaan tertentu, atau akibat kecelakaan, serta tentunya bagi siapa saja yang ingin menambah rasa percaya diri dengan meningkatkan kecantikannya.

5. ANTI AGING. Anti aging adalah sebuah terapi yang digunakan untuk melindungi diri dari proses penuaan. Terapi ini telah lama digunakan dan direkomendasikan oleh para ahli di berbagai belahan dunia sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk melindungi diri dari proses penuaan. Perawatan anti aging memungkinkan perbaikan sel-sel tubuh yang sudah tidak berfungsi serta menjaga kesehatan dan imun tubuh.

Wahhh, selesai acara ini rasanya saya tidak sabar menunggu tanggal 30 Juli agar bisa ikut menyaksikan pameran kecantikan terbesar di Indonesia ini yang pasti akan membantu memperkenalkan health tourism serta aesthetic tourism Indonesia melalui Etnowelnes. 

Yup, harus segera menandai kalender agar tidak lupa, nih...

***

Sabtu, 04 Juli 2015

Update soal cara mencairkan dana Jamsostek atau BPJSK


11698530_1025650567447183_3926502794796113130_n
gambar dari sini
Belum lama bikin artikel soal cara mencairkan dana Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan di sini, eh nggak lama kemudian sudah nggak update  ternyata…, jadi di sini saya coba merevisi sesuai dengan peraturan yang baru ya, ini pun diambil dari berbagai sumber.

Sejak tanggal  1 Juli 2015 lalu, pemerintah menetapkan aturan baru mengenai BPJS Ketenagakerjaan. Dalam peraturan tersebut, terdapat perubahan yang cukup signifikan dan jujur saja mengecewakan banyak orang, termasuk kalangan dekat saya (kalau saya, sih, sudah mencairkan, jadi tidak berpengaruh lagi). Perubahan yang cukup bikin bete adalah soal pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) hanya boleh dilakukan setelah 10 tahun dari yang sebelumnya hanya lima tahun satu bulan. Namun setahu saya, jika belum mencapai 10 tahun tapi mengalami PHK, dana BPJSK-nya bisa langsung diambil.

Persyaratan lainnya untuk bisa mencairkan dana tersebut adalah jika peserta BPJSK mengalami cacat total, meninggal  dunia, WNA yang bekerja di Indonesia yang berencana pulang ke negaranya dan tidak kembali lagi, atau peserta yang sudah mencapai usia 55 tahun.

Tapi...., masih ada tapinya nih, kalau pun sudah 10 tahun, dana yang bisa diambil tidak bisa semuanya lho, melainkan hanya 10 % dan kalau untuk pembayaran rumah bisa diambil hanya 305 sahaja, wow…, patah hati deh beberapa teman yang rencana resign untuk mengurus anak dan ingin memakai dana Jamsostek untuk modal usaha, beli handphone & tablet baru untuk kelancaran usaha, atau bahkan untuk menutup hutang kartu kredit demi hidup yang lebih tentram.

Ya sudahlah ya, mudah-mudahan seperti kata presiden bahwa ini demi kehidupan jangka panjang masyarakat (tapi gimana mau mikir jangka panjang ya kalo jangka pendek juga belum jelas?, just a thought), mudah-mudahan ada solusi yang bisa membuat masyarakat Indonesia lebih sejahtera hidupnya, aminnnn…

Kamis, 02 Juli 2015

5 ide #DIY sederhana untuk rumah yang lebih rapi


Cetakan kue dan gelas plastik  untuk barang-barang kecil
Barang-barang kecil terserak tak menentu? misalnya kita menemukan peniti di kamar, bros di dalam mobil, kancing lepas di kamar mandi, pensil anak-anak di ruang tamu, dst?, sounds familiar? sepertinya kita butuh tempat untuk penyimpanan barang-barang kecil yang mungkin murah, tidak terlalu penting tapi saat diperlukan susah dicari dan seringkali hilang karena ukurannya yang kecil.

Solusinya, gunakan cetakan kue bekas dan gelas plastik bening dari bekas minuman air mineral.


Clever idea: muffin pan craft storage
sumber dari sini


Jepitan plastik roti untuk kabel-kabel
Jujur saja, saya punya lebih dari 10 kabel charger di rumah, dari mulai charger handphone saya, handphone suami, handphone kedua anak yang sudah agak besar, charger laptop, tablet, kamera, sampai charger Nano Spray ;p  kebayangkan kalau saya atau orang rumah mau 'ngecas' harus pilih-pilih dulu?

Nah, salah satu solusinya, kalau kita penggemar roti tawar, jangan dibuang tag yang digunakan untuk pengikat plastiknya. Tag tersebut bisa kita gunakan untuk menamai setiap kabel charger tersebut agar tidak tertukar dan mudah dicari.

Clever idea: bread tags as cable labels
sumber dari sini

Papan tulis sebagai pengingat
Dapur yang seringkali menyatu dengan ruang makan adalah salah satu lokasi tempat anggota keluarga berkumpul, entah di pagi hari, siang, dan biasanya malam hari. Lokasi ini adalah tempat yang cocok untuk menaruh reminder, berupa catatan-catatan untuk kita dan anggota keluarga lainnya. Misalnya saya akan membuat catatan untuk si mbak jika saya sedang tidak di rumah, misalnya untuk mengingatkan dia agar tidak lupa memberi si bungsu jus buah, atau catatan untuk abang dan kaka, mengingatkan mereka untuk tidak terlambat pergi les, dst.

Nah, agar kegiatan ingat mengingatkan ini bisa smakin rapih dan cantik, ide membuat papan tulis di dapur merupakan ide yang cemerlang. buat saja sendiri dan tempelkan di salah satu pintu lemari atau bagian lainnya yang sesuai. Bahan yang diperlukan pun hanya selembar triplek tebal yang dipotong sesuai keinginan, cat khusus papan tulis yang bisa dibeli di toko matrial dan tentu saja paku untuk menempelkan papan tulis tersebut di tempat yang diinginkan.


sumber dari sini

Gantungan khusus tas sekolah
Anak-anak sering menaruh sembarangan tas sekolah saat pulang sekolah?, entah di lantai, di atas meja ruang tamu, di atas kasur, dan tempat-tempat lainnya?. Kenapa tidak membuatkan mereka gantungan khusus untuk tas-tas sekolah mereka?.

Beli saja gantungan yang sudah jadi dan tinggal tempel atau paku di dekat meja belajar mereka, atau seperti yang saya lakukan, saat ada sisa papan tebal, saya memotongnya dan menempelkan beberapa baut berbentuk tanda tanya di papan tersebut, lalu memakunya di pojokan dekat meja belajar. 

sumber dari sini

Meja kerja 'baru' yang rapi
Di rumah ada meja bekas yang sudah tidak enak dilihat? daripada membuat rumah kelihatan kurang cantik dan rapi, sudah saatnya benda tersebut diperbaiki. Lakukan saja sendiri atau minta bantuan suami, terutama bagian-bagian yang sulit seperti menempel triplek atau menggergaji. 

Seperti gambar di bawah ini misalnya, jika tidak ada yang bisa membantu memotong triplek dan menempelnya, gunakan saja karton duplex untuk menutup bagian yang berlubang, lalu langsung dicat dengan warna favorit kita. Tinggal ditambah beberapa pernak-pernik cantik, jadi deh meja kerja yang semakin kita semangat bekerja dari rumah :)

gambar dari sini