Senin, 19 September 2011

Astaga, merek saya diambil orang!!

Artikel mengenai HKI ini saya temukan beberapa tahun yang lalu. Artikel ini sangat menarik karena berbicara tentang kemungkinan merek dagang/jasa kita bisa saja direbut oleh orang lain, lho.. Kurangnya pengetahuan akan dunia Hak Kekayaan Intelektual ini menjadikan hal ini banyak terjadi. lalu bagaimana mencegahnya? Baca saja artikelnya lebih lanjut, yaa..

Oh ya, artikel ini bukan tulisan saya, saya menyadurnya setelah meminta ijin dari penulis aslinya yaitu mas Yusran Isnaini

Selamat membaca...
bing.com
Tentu saja Anda panik ketika mengetahui merek yang selama ini Anda gunakan dalam usaha/bisnis ternyata dipakai oleh orang lain, rasa kesal dan gundah mulai memenuhi hati dan mengganggu pikiran. Selama ini Anda menggunakan merek untuk keperluan bisnis agar barang/produk yang Anda hasilkan dapat dikenal dan dibeli oleh masyarakat. Tidak pernah terbayang sebelumnya jika tulisan dan gambar yang ditempelkan tersebut ternyata harus didaftarkan. Akhirnya pertanyaan samar-samar mulai timbul di otak anda, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan merek?

Menurut peraturan perundangan tentang Merek yang terdapat dalam Pasal 1 (1) UU No. 15 Tahun 2001, merek didefinisikan sebagai tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa merek pada intinya terdiri dari tiga unsur, yakni tanda (gambar, kata, angka dll maupun kombinasinya), memiliki daya pembeda dan digunakan dalam dunia perdagangan.

Kepemilikan atas merek diperoleh melalui pendaftaran (pada Dirjen HKI) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 Undang-Undang tentang Merek (UUM), bahwa hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Berdasarkan ketentuan ini, maka prinsip pendaftaran merek yang dianut oleh Indonesia adalah prinsip pendaftaran pertama (first file), yaitu pihak yang melakukan pendaftaran pertama kali akan dianggap sebagai pemilik merek.

Ketentuan ini pada prinsipnya ditujukan sebagai upaya perlindungan hukum bagi pemilik merek, namun disisi lain juga memiliki kelemahan karena menimbulkan celah bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendaftarkan merek milik orang lain yang belum terdaftar namun produknya telah lama dikenal oleh masyarakat, pemilik merek ini disebut juga dengan istilah pengguna pertama (first use). Kemungkinan lain adalah mendaftarkan suatu merek asing yang belum terdaftar di kantor HKI dimana diketahuinya produk asing tersebut telah beredar luas dan memiliki pangsa pasar di dalam negeri. Praktek-praktek curang seperti ini tentu tidak dibenarkan karena jelas menunjukkan adanya sikap unfair dalam berbisnis. Dalam undang-undang merek sendiri disebutkan tegas bahwa merek tidak dapat didaftarkan atas dasar permohonan yang diajukan oleh pemohon yang beritikad tidak baik.

Lalu apa langkah dan upaya hukum yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pemilik merek atau sebagai pihak penerima lisensi merek asing (merek sudah terdaftar di luar negeri namun belum didaftarkan di Indonesia) dalam mengatasi permasalahan tersebut:

1. Mengajukan Keberatan Terhadap Permohonan Yang Diajukan Dalam Berita Resmi Merek.
Menurut prosedur yag diatur dalam undang-undang, sebelum dikeluarkannya sertifikat merek, Direktorat Jenderal HKI (Dirjen HKI) mengumumkan permohonan pendaftaran merek selama 3 (tiga) bulan dalam Berita Resmi Merek yang diterbitkan secara berkala oleh Dirjen HKI. Selama jangka waktu pengumuman tersebut, setiap pihak dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Dirjen HKI. Keberatan yang diajukan tentunya harus berdasarkan alasan yang jelas disertai dengan cukup bukti bahwa merek yang dimohonkan pendaftarannya sesungguhnya tidak dapat didaftarkan atau harus ditolak berdasarkan ketentuan perudang-undangan. (Lihat Pasal 21 s/d. 24 UUM).

2. Mengajukan Gugatan Pembatalan ke Pengadilan Niaga
Pemilik merek asli dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga (Pengadilan Niaga Jakarta bila salah satu pihak berdomisili di luar negeri). Gugatan yang diajukan dapat berupa gugatan penghapusan merek atau gugatan pembatalan merek.

Gugatan penghapusan merek diajukan apabila merek tidak digunakan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dalam perdagangan barang dan atau jasa yang terhitung sejak tanggal pendaftaran atau pemakaian terakhir. Alasan penghapusan merek juga dapat didasarkan pada fakta bahwa merek tersebut digunakan untuk jenis barang dan atau jasa yang tidak sesuai dengan jenis barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya, termasuk dalam hal ini adalah pemakaian merek yang tidak sesuai dengan merek yang didaftar. (lihat Pasal 63 Jo. Pasal 61 ayat (2) huruf a dan b).

Berbeda dengan dasar gugatan penghapusan, dalam gugatan pembatalan merek pemilik asli harus mempunyai dalil-dalil yang kuat dalam gugatannya menyangkut hal-hal seperti, Tergugat tidak memiliki itikad baik dalam pengajuan permohonan pendaftaran; mempunyai persamaan pada pokoknya atau secara keseluruhan dengan merek pihak lain yang telah terdaftar lebih dahulu; dan mempunyai persamaan pada pokoknya atau secara keseluruhan dengan merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan atau jasa sejenis.
bing.com
Beberapa hal yang perlu diingat sehubungan dengan diajukannya gugatan pembatalan ini. Pertama, pemilik merek yang tidak terdaftar mengajukan permohonan kepada Dirjen HKI sebelum mengajukan gugatan pembatalan. Kedua, adanya batasan waktu dalam mengajukan gugatan yakni selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran merek. Khusus menyangkut batasan waktu terdapat pengecualian, yaitu ketentuan ini tidak berlaku jika gugatan yang diajukan didasarkan pada alasan telah terjadi pelanggaran terhadap nilai-nilai moralitas agama, kesusilaan atau ketertiban umum (lihat Pasal 68 ayat (2) Jo. Pasal 69).

Apabila salah satu pihak tidak puas atas putusan hakim, maka menurut UUM terhadap putusan hakim tersebut hanya dapat diajukan kasasi. Hal ini tentu berbeda dengan perkara perdata biasa dimana pihak-pihak yang merasa tidak puas biasanya akan menempuh upaya hukum banding terlebih dahulu baru kemudian mengajukan kasasi.

Demikian beberapa upaya yang dapat Anda lakukan. Tentu sekali lagi hal ini bukan merupakan pendapat hukum, namun hanya sekadar sumbangan pemikiran semata guna membantu Anda untuk lebih memahami tentang merek.


share

Minggu, 18 September 2011

Akhirnya, dot yang sesuai untuk Sabil..

Setelah dua minggu terakhir ini sibuk mencoba-coba beberapa botol susu berikut dotnya, akhirnya ketemu juga yang sesuai untuk Sabil. Sebelumnya sudah beberapa botol serta dotnya dicoba, namun Sabil sulit sekali menggunakannya, bahkan menolak untuk minum susu (meski pun itu adalah ASI yang disimpan dalam botol), kecuali jika disusui ASI secara langsung.

Sedihhh rasanya, apalagi membayangkan sebentar lagi harus kembali bekerja di kantor sedangkan si mungil masih sulit menggunakan dot. Sepertinya karena selama tiga bulan ini ia hanya minum ASI langsung dari payudara, jadi saat diberi ASI dengan botol, beberapa kali dia tersedak (meski pun dot tersebut sudah memakai anti sedak). Ada juga dot yang bentuknya terlalu panjang hingga membuatnya tersedak :(
google.com

Tanya sana sini, cari sana sini, akhirnya pilihan jatuh pada pigeon yang wide-neck bottle. Bentuknya yang menyerupai puting mempermudah Sabil untuk menghisapnya, juga kekenyalan yang dirasanya pas. Harganya juga masuk akal, botol dan dot-nya cukup 60ribuan aja :)

Saking senengnya dapet yang sesuai, langsung deh botol-botol lama yang sudah terlanjur dibeli saya kasih ke orang lain dan saya langsung borong botol dan dot ini buat si bungsu, beli sekali tiga biar tenang, hihihi...

Sekian curhatnya, selamat minum susu bayiku...


share

Baby Blues..

Saya masih mengalami sindrom baby blues :( terutama seminggu yang lalu sejak harus kembali bekerja lagi setelah tiga bulan lamanya cuti melahirkan. Kekhawatiran meninggalkan si bayi serta dua kakaknya yang masih SD bikin saya uring-uringan, bete terus, sering cemberut, bahkan marah-marah. Untung saja segala persiapan dan dukungan keluarga membuat saya lebih siap dan enjoy kembali ke kantor.

Beberapa persiapan yang saya dan keluarga  lakukan saat harus kembali bekerja antara lain:

my baby ...

STOK ASI yang banyakkkkk..., jadi perasaan bersalah ninggalin si baby jauh berkurang karena tetap bisa memberikan ASi untuknya. Peralatan yang menunjang seperti pompa asi, pendingin, serta botol-botol asip sangat membantu dalam menghasilkan asi juga, lho.

ART. Yes! Asisten Rumah Tangga adalah salah satu hal terpenting saat kembali bekerja. Kondisi setelah lebaran bikin nyari ART cukup sulit dan penuh drama :D. Mbak yang biasa kerja di rumah, lama banget balik ke Jakarta karena harus mudik ke dua tempat, kampungnya dan kampung suaminya. Sedangkan khusus untuk yang jaga bayi, akhirnya dapat juga, mbak yang dulu pernah bekerja di rumah saya, yang memang sudah terbukti kredibilitasnya. Alhamdulillah..bisa melenggang ke kantor dengan lebih ringan karena bantuan dua ART ini. Makasih ya En..Tut..

INSPEKSI dari ibu saya serta ibu mertua sangat membantu. Karena rumah mama saya agak jauh, sementara ibu mertua sudah berumur, membuat mereka tidak bisa banyak membantu menjaga si bayi dan kakak-kakaknya. Tapi, dengan sesekali datang ke rumah, menemani anak-anak, membawa oleh-oleh :), mengajarkan si mbak untuk hal-hal yang dirasa kurang benar, dll, membuat saya dan suami sangattt tenang. Love u both moms!

Abang dan kaka ...

HUBUNGAN yang baik dengan guru sekolah anak-anak,  guru les, serta penjemput mereka. Ini membuat saya selalu update tentang kegiatan anak-anak di sekolah. Bahkan jemputannya dua anak saya keren bgt! namanya bu Wati. Sebenernya tugasnya hanya antar jemput anak-anak sekolah, les nari, skolah bola, dll, tapiii..super mom yang satu ini juga meng-update saya dengan segala berita dari sekolah, dll, yang seringkali saya tidak tahu karena kurangnya informasi. Misalnya ngasih tau kalo di sekolah anak-anak akan ada bazar, lomba, dll. keren...

Nah, itu dia beberapa hal yang sangat mengurangi sindrom baby blues saya, semoga berguna bagi yang butuh :)

Z

share

Memulai Bisnis Sendiri

Memutuskan untuk menjadi mompreneur? Baca dulu tulisan berikut ini karena ada begitu banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat hendak memulai bisnis kita sendiri. Kita bisa saja salah memilih lokasi usaha, salah menentukan harga bahkan mempekerjakan pegawai yang kurang berpengalaman. Perlu waktu untuk menyesuaikan semuanya, sedangkan waktu terus berjalan, sewa tempat dan gaji pegawai harus dibayar, dan sebagainya.

Apalagi jika kita masih bekerja kantoran, sebaiknya semua dipikirkan matang-matang karena resign dari kantor dan memulai usaha sendiri belum tentu menjadi pilihan yang tepat.

Baca juga - Ingin Menjadi Mompreneur?

bing.com
Untuk itu, perencanaan dan persiapan yang matang perlu dilakukan sebelum menjalankan sebuah usaha. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita jadikan pegangan sebelum melangkah lebih jauh, antara lain:
  • Mencari kekuatan dan kelemahan kita. Fokuslah pada kekuatan kita dan perbaikilah hal-hal yang menurut kita bisa melemahkan dan mengganggu usaha kita. Misalnya kelemahan kita adalah dari segi marketing. Maka tak ada salahnya meminta bantuan teman atau tenaga profesional untuk menangani masalah ini. Hal yang paling sederhana adalah mencari pengetahuan lebih tentang bagaimana menjual barang/jasa kita lewat artikel-artikel yang banyak ditemui di majalah mau pun internet dan... praktekkan!.
    bing.com
  • Tentukan biaya awal. Start-up cost atau biaya awal sangat penting untuk ditentukan saat memulai usaha kita. Biaya yang diperlukan biasanya termasuk biaya membuat badan hukum (C.V misalnya), biaya pendaftaran merek barang/jasa, biaya disain, biaya sewa lokasi, biaya aset seperti furnitur, dan peralatan yang sesuai dengan usaha kita. Dan yang terpenting jangan lupakan biaya cadangan selama beberapa bulan ke depan. Misalnya kita bisa menyiapkan biaya cadangan enam bulan ke depan untuk biaya gaji pegawai, sewa lokasi, membayar air, listrik, dan telepon, serta pengeluaran regular lainnya. Biaya awal ini tentu saja sesuai dengan kemampuan kita dan tergantung seberapa besar usaha yang akan kita mulai. Jika kita membutuhkan dana tambahan, kita bisa meminjamnya di bank. Saat ini banyak bank yang memberikan kredit usaha kecil dengan persyaratan yang relatif mudah, misalnya Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri.
  • Tentukan lokasi usaha kita. Lokasi usaha yang strategis cukup menentukan keberhasilan usaha kita. Misalnya jika kita ingin membuka usaha kantin, sebaiknya lokasinya dekat dengan perkantoran, kampus, atau tempat ramai lainnya.
  • Tentukan pelanggan kita. Misalnya kita ingin membuat atau menjual produk pakaian. Apakah yang kita incar adalah anak muda? Orang dewasa, atau bahkan anak-anak? Atau semuanya?.
  • Cari tahu siapa kompetitor kita. Dengan mengetahui dengan jelas siapa pesaing kita, banyak hal positif yang bisa kita dapatkan. Pertama, kita bisa mencari apa yang belum digarap oleh pesaing tersebut. Misalnya pesaing tersebut menjual pakaian yang modelnya kurang trendy, berarti kita harus mengambil peluang ini dan menawarkan baju yang lebih trendy. Kedua, kita bisa ‘mencuri’ ilmu dari pesaing yang sudah lebih dulu sukses. Cari tahu dan pelajari bagaimana ia bisa mencapai apa yang sudah diraihnya sekarang, misalnya pelayanan yang bagus, garansi, strategi pemasaran, dan lain-lain.

  • Daftarkan merek kita. Selain membuat ijin usaha, untuk menghindari maraknya pemalsuan dan penyalahgunaan serta melindungi hak kekayaan intelektual (HKI) kita, sebaiknya daftarkan merek usaha kita. Suryomurcito & Co adalah salah satu konsultan HKI yang punya layanan khusus dan ramah UKM.
  • Kartu Nama. Jangan lupakan pelengkap ini, seperti kartu nama dan brosur bila diperlukan. Ada banyak jasa pembuatan kartu nama dan disain brosur yang terjangkau. Datang saja ke percetakan yang banyak terdapat di sekitar kita dan minta layanan ini.

Sudah merasa memiliki ide bisnis yang bagus, semangat wirausaha yang tinggi serta pengetahuan yang cukup untuk memulai usaha? Tunggu apa lagi? Take action now and be your own boss!.

*****

Ingin menjadi mompreneur?

Banyak wanita bekerja mengidam-idamkan bekerja dari rumah sehingga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya terutama anak-anak. Namun mereka takut dengan risiko yang mungkin terjadi jika mereka berhenti bekerja kantoran. Sementara itu, banyak ibu rumah tangga yang juga sangat ingin memiliki penghasilan namun tidak bisa menemukan pekerjaan yang sesuai, belum lagi kekhawatiran meninggalkan anak-anak di rumah hanya dengan asuhan pembantu atau keluarga lainnya. Itulah kenapa banyak ibu memutuskan untuk membuka usaha sendiri dan menjadi mompreneur.

bing.com
Situasi ekonomi yang semakin sulit membuat banyak wanita terutama ibu mulai berpikir untuk membuka usaha sendiri. Tapi bagaimana menyatukan status ‘wanita wirausaha’ dengan tanggungjawab besar sebagai ibu dan istri? Karena jika usaha kita gagal sementara kita sendiri sudah terlanjur berhenti dari pekerjaan sebelumnya, itu artinya kita kehilangan penghasilan yang sangat berpengaruh terhadap keluarga, terutama anak-anak. Atau jika kita adalah ibu rumah tangga dan terlanjur mengeluarkan modal yang cukup besar untuk memulai usaha dan ternyata tidak berjalan sesuai keinginan, artinya masalah baru akan timbul dalam ekonomi keluarga.

Jadi, jika kita memiliki semangat wirausaha atau ide bisnis yang mungkin bisa berjalan – namun kurang yakin untuk memulai- inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan jalan mana yang harus diambil. (Disadur dari website lain. Untuk versi lengkapnya di bahasa Inggris, silahkan lihat di sini). 
  • Apa kelebihan kita? Buatlah daftar mengenai ketertarikan, pengalaman serta keahlian kita. Para pengusaha yang sukses akan setuju bahwa jika kita tidak bersemangat tentang hal-hal tersebut, coretlah dari daftar kita. Jika kita tidak suka melakukannya, bagaimana kita akan sukses?. Saya punya contoh yang sangat nyata. Saya pernah membuka usaha makanan, yaitu kedai bebek sambal hijau, namun sebenarnya saya tidak suka masak, tidak suka bisnis kuliner tapi memaksakan diri karena kebetulan saya punya saudara-saudara yang jago masak. Bisa ditebak kan akhirnya bagaimana? ya, tutup, karena passion saya memang bukan di bidang itu.
  • Apakah kita memiliki apa yang diperlukan? Selalu menjadi ketakutan banyak orang untuk mempertaruhkan semuanya dan memulai usaha sendiri. Faktanya adalah, menjadi orangtua adalah hal tersulit sedunia. Kita sudah memiliki keberanian, tekad, kesabaran, ketekunan dan  akal; semua sifat yang dibutuhkan dalam berbisnis. Jadi, tunggu apa lagi? yuk segera mulai :)
  • Apakah kita orang yang disiplin? Saat kita menentukan sendiri jam kerja kita, bisakah kita menahan godaan untuk libur seharian dan menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak?, atau menyelinap untuk tidur siang dan menunda semua pekerjaan hingga detik-detik terakhir?. Ini pe er buat saya saat ingin bekerja dari rumah dan menjadi mompreneur karena saya masih sering tergoda untuk melakukan hal-hal tersebut. 
Bagaimana kalau? Jika kita memikirkan pertanyaan ini cukup lama, kita mungkin bisa menemukan 100 masalah dalam usaha kita. Namun, setiap pengusaha akan mengatakan pada kita bahwa tidak ada bisnis yang berjalan tanpa hambatan. Jika hal tersebut mudah, semua orang sudah melakukannya. Jika kita benar-benar percaya pada diri sendiri dan punya dorongan, keinginan serta ide bisnis yang tepat, kita akan mampu melewati rintangan yang ada.

Perlu diingat bahwa kita tidak perlu berhenti bekerja kantoran untuk menjadi seorang mompreneur, yaaasal kita bisa membagi waktu dan mendapat dukungan penuh dari keluarga, go for it!

Z

share

Tips Marketing Untuk Bisnis Rumahan Kita



Kesuksesan usaha rumahan kita tak lepas dari peran penting marketing. Cara memasarkan produk atau jasa yang kita jalankan dari rumah tidaklah sesulit yang dibayangkan sebagian orang. Kegiatan memperkenalkan dan memasarkan produk tidak melulu membutuhkan biaya besar. Ada beberapa tips sederhana yang bisa kita jalankan. Saya memang baru mempraktekan sebagian, namun efeknya sudah cukup terlihat.


  • Gunakan media sosial. Media sosial sangat berperan penting dalam memasarkan produk atau jasa kita tanpa perlu mengeluarkan biaya. Gunakan akun facebook, Instagram, serta twitter kita, dan jika kita punya waktu lebih, buatlah blog dengan memanfaatkan layanan blog gratis yang banyak tersedia. Pantau selalu perkembangannya dan aktiflah berinteraksi dengan sesama pengguna dan para pelanggan kita.

  • Jadilah brand ambassador untuk produk sendiri. Misalnya usaha kita bergerak dibidang fashion, jangan ragu untuk memakai produk sendiri sesering mungkin. Kita bisa mengambil beberapa pelajaran berharga dari 'The Joneses', di mana keluarga Joneses selalu memakai barang-barang yang memang sebenarnya barang jualan mereka dengan cara yang keren sehingga komunitas sekitar menganggap mereka sebagai trendsetter dan berlomba membeli produk-produk tersebut. Tidak perlu seekstrim film itu, sih, tapi setidaknya ada beberapa tips yang bisa kita ambil. 


  • Dari mulut ke mulut. Pelayanan kita yang memuaskan akan bergulir cepat dari mulut para pelanggan yang puas dan bercerita ke banyak orang. Ingat, kualitas produk dan pelayanan adalah alat marketing terbaik. Saat saya bekerja freelance sebagai instruktur bahasa Indonesia untuk orang asing, setelah mengajar beberapa bulan, saya berhenti beriklan karena beberapa calon murid datang dengan sendirinya, kebanyakan adalah keluarga, teman, atau rekan sekantor mantan murid saya yang merasa puas dan merekomendasikan saya. Saat saya mulai menggeluti bisnis sampingan dokumentasi (fotografi, videografi), kebanyakan klien pun datang karena rekomendasi klien-klien sebelumnya.

  • Simpan kontak pelanggan kita.  Kita bisa mengirimkan info produk-produk terbaru lewat sms atau email kepada para pelanggan. Informasikan juga tentang penawaran khusus seperti diskon, cuci gudang, dan lain-lain. Yang tak kalah penting adalah menjaga hubungan baik dengan sekedar mengirimkan ucapan selamat hari raya kepada mereka. Pastikan sms atau email kita itu singkat dan berisi, sehingga tidak mengganggu. Jangan sampai kegiatan tersebut malah jadi spam buat pelanggan kita, ya ... 

  • Kegiatan sosial. Jika perusahaan besar biasanya punya CSR (Corporate Social Responsibility), tidak berarti kita tidak bisa melakukannya dalam skala kecil. Membantu orang lain selalu menjadi hal yang menyenangkan, apalagi jika ini bisa menaikan citra usaha kecil milik kita. Berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, ikut menyumbang kue produksi kita untuk acara buka puasa di mesjid dekat rumah, atau memberikan les gratis untuk anak-anak tidak mampu di sekeliling tempat usaha kita adalah bentuk social responsibility usaha kecil kita. 

  • Penawaran khusus. Saat menjelang hari raya misalnya, kita bisa menawarkan harga khusus kepada pelanggan, apalagi bila membeli dalam jumlah banyak. Atau jika usaha kita bergerak di bidang jasa pendidikan, saat musim liburan tiba, kita bisa menawarkan kelas kilat khusus liburan, diskon besar untuk anak yang memiliki ranking tertentu, dan lain sebagainya. Bentuk penawaran khusus lainnya bisa berupa beli satu gratis satu, bonus hadiah untuk pelanggan baru, dll.

  • Beriklan. Tidak perlu yang mahal. Iklan baris di koran lokal, atau menyebarkan brosur ke komplek perumahan adalah cara beriklan yang ramah dengan kantong kita. Eh, sekarang beriklan di facebook juga sangat terjangkau, lho, kenapa tidak kita maksimalkan hal-hal tersebut?. 
Marketing harus menjadi bagian dari usaha kita, bagian dari keseharian serta perencanaan kita, yang harus selalu dilakukan dengan teratur, dipantau dan dijaga dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk marketing produk dan jasa, lho, untuk personal branding juga bisa, tinggal dipilih dan dipraktekan sesuai keadaan saja, kok :)


Z


share