Sabtu, 30 Maret 2013

Renovation Marathon - My Working Desk


Pernah denger ngga kalau memperbaiki barang-barang yang rusak di rumah akan memperbaiki kualitas hidup kita?. Saya percaya banget akan hal itu. Seringkali, selama berbulan-bulan, bahkan tahun, saya tahu di rumah ada satu komputer rusak, satu tivi rusak, dua henpon murah rusak, atap yang bocor (kecil sih), meja kerja yang udah ngga layak, lemari berlaci yang kena banjir (ditunda-tunda beresinnya dengan alasan waktu), rak sepatu yang sudah miring, dst, dst.
Sejak sebulan lalu, semua sudah masuk daftar saya untuk diperbaiki, atau setidaknya dibuang jika sudah tidak bisa diperbaiki, agar tidak memenuhi ruang.

Ini dia daftar panjang saya:

1. Buang komputer rusak di gudang atas.
2. Servis dua handphone yg rusak, untuk di kasih ke org lain.
3. Benerin atap bocor (panggil tukang aja).
4. Pasang pintu lemari dapur yang lepas.
5. Perbaiki meja kerja + tata ulang ruang kerja bawah.
6. Benerin lemari berlaci (panggil tukang).
7. Beresin obat-obatan, buang yang udah jelek dan expired. Masukin yg msh terpakai ke rak baru.
8. Bikin board untuk di ruang kerja, ruang belajar anak2, dan dapur.
9. Beresin dan benerin ruang belajar anak-anak (!!)
10.Ubah gudang atas jadi ruang kerja suami (in progress)
11.Beresin + benerin rak sepatu.
12.dst..(masih banyak, sedang di-list, pfiuhhh...)

Ok, hari ini saya akan share tentang proyek meja kerja ya. Ini penting dan urgent banget, soalnya saya kan sekarang lebih banyak kerja di rumah, lagipula, meja ini adalah meja pemberian almarhum papa, jadi ngga akan saya buang meski pun udah jelek :)

meja kerja-sebelum

tripleknya sudah copot..



















Dengan bantuan tukang yang kebetulan sedang merenovasi gudang atas untuk ruang kerja suami, saya memperbaiki meja kerja kesayangan ini. Hanya perlu setengah lembar triplek untuk menutup bagian yang bolong dan menambah bagian bawah untuk meletakan hard disk dan speaker serta tatakan kaki. Cat biru muda satu kaleng kecil (+cat kuning sisa untuk aksen laci) dan voila! di tambah dengan dekorasi boards baru dan beberapa pernak-pernik, sudut ruang kerja saya kini jauh lebih nyaman dan girly hehehe..

jadi makin semangat kerja dengan meja 'baru'

tambahan pernak-ik warna senada..



Selasa, 19 Maret 2013

Real Milk Real Benefits...

Cerita tentang susu pasti seru banget buat saya yang punya tiga anak.Mulai dari memberikan ASI sampai perjuangan mencari susu yang paling cocok saat mereka bertambah usia. 
Saat ini, anak tertua saya sudah kelas empat SD, yang kedua, perempuan, duduk di kelas dua SD, dan...yang bontot, 'mainan' orang rumah dan para tetangga, belum genap dua tahun ;p. Mereka adalah peminum susu kelas berat hehehehe... Bayangkan, waktu masih pakai susu bubuk, dalam sebulan kami bisa membeli sekitar sepuluh kotak susu ukuran 800 gram!. 

Minum susu sebelum beraktivitas...


Nah..karena mereka doyan banget sama yang namanya susu, saya berusaha untuk selektif dalam memilih susu, jangan sampai anak-anak saya jadi gendut karena kandungan gula yang tinggi, atau jadi kurang sehat karena banyak mengkonsumsi minuman berpengawet. Awal-awalnya sih lebih mengikuti lidahnya anak-anak, kalau kata mereka enak, pasti akan rutin saya beli. Beberapa kali saya membeli susu yang punya banyak janji manfaat, namun kadang ada kendala di rasa yang kurang segar atau kurang enak, jadinya, anak-anak sering tidak menghabiskan susunya. Daripada mubazir, ya akhirnya kembali ke susu lama.

ibu bekerja / blog ibu bekerja / working mom / work at home mom / aworkingmamadiaries.blogspot.com
Choco Malt, favorit abang sebelum latihan...
Sekitar enam bulan yang lalu, saya mengantar seorang teman ke sebuah swalayan besar. Dia membeli beberapa kotak susu cair, mereknya Greenfields Milk. Biasa donggg..namanya juga emak-emak, saya langsung tanya ke dia, kenapa dia suka susu itu, apalagi dari yang saya lihat, harganya relatif lebih mahal dibanding susu yang biasa dikonsumsi keluarga saya. Dengan bersemangat dia bercerita tentang rasa susu yang segar dan enak serta kepercayaannya bahwa Greenfields Milk bebas pengawet, tanpa hormon, zat tambahan, dll. Penasaran dong eke, jadilah saya ikut ambil dua kotak, yang High Calsium Skimmed Milk dan Choco Malt. Sampai di rumah, oh la la...dua kotak Greenfields Real Milk itu langsung ludes diminum sekeluarga, bahkan saya yang kurang doyan susu, bisa menghabiskan satu gelas susu ini. Beneran lho...rasanya enak seperti kata teman saya. 
Oke, jadi keluarga saya menemukan susu baru yang rasanya lebih enak dari susu bubuk dan susu cair yang biasa kami minum. Namun, apakah hal ini cukup untuk bikin kami pindah susu?. Wah.., saya harus sellidiki lebih dulu dong. Meski pun teman saya sudah menjelaskan secara singkat tentang Greenfields Milk yang katanya segar dan bebas pengawet ini, saya masih ingin mencari bukti lebih jauh. Apakah Greenfields Real Milk ini benar-benar susu asli dan penuh manfaat?.

Kebetulan, Abang dan Caca  suka banget mengenai cerita dibalik apa pun yang mereka pakai dan konsumsi. Saat terpikir untuk mengganti susu sebelumnya dengan Susu Greenfields, saya mengajak mereka untuk membuka website www.greenfieldsmilk.com dan kami sama-sama mencari tahu apa kelebihan susu ini dibanding susu-susu lainnya. Jadi banyak deh yang kami tahu.  Faster and fresher. Yes, setelah membaca website-nya kami benar-benar bisa membayangkan kenapa Greenfields Real Milk lebih segar dan lebih bersih. Itu karena pabrik dan peternakannya terintegrasi. Semua proses, dari mulai pemerahan sampai pengepakan dilakukan di satu tempat dengan sistem yang otomatis, tanpa kontak dengan manusia sehingga meminimalisir bakteri. 

ibu bekerja / blog ibu bekerja / working mom / work at home mom / aworkingmamadiaries.blogspot.com
Bing.com
Dan... yang paling seru dan lucu adalah saat mereka membaca bagian HAPPY COWS..  Yep, my children also believe the happiest cows are the healthiest.  Mereka tuh cinta banget sama yang namanya binatang, dari mulai kucing, anjing, sampai binatang yang ngga lazim untuk dijadikan hewan favorit seperti kambing dan sapi. Pernah, menjelang Idul Adha beberapa tahun yang lalu, kambing milik nenek mereka diinapkan dulu di halaman rumah kami atas permintaan dua anak saya. Mereka mengurus kambing itu seolah itu adalah binatang piaraan rumahan biasa, seperti kucing. Dielus-elus dan dikasih makan minum. Makanya waktu mereka membaca bahwa sapi-sapi Greenfields mendapat perlakuan yang sangat baik, mereka langsung bilang, "mama..udah deh, kita minum susu ini aja". Hihihi...

Akhirnya, Greenfields Real Milk jadi susu yang sering kami konsumsi, dan karena rasanya yang menurut saya enak, saya juga ikutan minum susu. Memang sih hanya sehari sekali, namun di luar dugaan, manfaatnya juga sangat terasa. Setahun terakhir sayang mengalami kerontokan rambut yang luar biasa. Sudah berbagai macam produk perawatan rambut saya beli, dari mulai yang murah sampai yang harus mikir berkali-kali, hasilnya n.i.h.i.l.  Beneran putus asa banget deh, apalagi saat mulai muncul pitak alias botak kecil-kecil di kepala saya. Mau nangis ngga sih? *eh, saya beneran nangis lhoo*. 

ibu bekerja / blog ibu bekerja / working mom / work at home mom / aworkingmamadiaries.blogspot.com
saat mulai tumbuh...
Setelah sekian lama kondisi rambut saya makin parah, saya memutuskan pergi ke dokter kulit dan menerima perawatan yang sebelumnya paling saya hindari, disuntik, demi mengobati tiga buah pitak kecil di kepala dan ketakutan akan terjadi kebotakan yang lebih besar lagi. Setelah disuntik oleh dokter, perlahan rambut tipis mulai muncul di area yang pitak. Saya langsung lega, meski pun rambut yang tumbuh sedikit banget, tapi yang jelas ada perubahan. Suatu hari, pas lagi pegang-pegang daerah yang sebelumnya botak, kok berasa agak hilang ya bagian pitaknya?. Karena penasaran, saya langsung ambil kamera hape dan mengambil foto kepala saya. O em ji.. Seneng banget karena saat itu kelihatan rambut udah mulai banyak tumbuh di daerah tersebut. Langsung deh keingetan, ini pasti karena kebiasaan baru saya minum susu. Jadi kombinasi perawatan dokter ditambah rajin minum susu bikin rambut tumbuh dengan sempurna. Kandungan vitamin D, E, K, B1, B2, magnesium, protein, kalsium, fosfor, potasium, dan zat besi di dalam Greenfields Real Milk pasti ngaruh banget untuk kesehatan rambut saya sehingga recovery-nya lebih cepat. Alhamdulillah...

Ups..panjang juga, ya, cerita saya?. The point is, i am very happy there is a real milk with real benefits that can be enjoyed by all ages *pstt..si kecil juga suka lho*
Oh ya, buat kamu-kamu yang juga mau tahu lebih banyak tentang Greenfields Real Milk, silahkan lihat websitenya di www.greenfieldsmilk.com , juga buat kamu yang ngerasain manfaat Susu Greenfields dan ingin berbagi tentang pengalaman what real milk can do, sekalian aja ikutan  kompetisi blog-nya ya. Cek infonya di sini. Jangan sampe enggak, hadiah utamanya jalan-jalan sekeluarga ke Legoland Malaysia lhooo..

ibu bekerja / blog ibu bekerja / working mom / work at home mom / aworkingmamadiaries.blogspot.com
Si kecil juga ngga mau ketinggalan...


share

Sabtu, 09 Maret 2013

Becoming a Work At Home Mom (WAHM)-The Journey Begins...



“Saya ingin berbagi pengalaman ini, yang mungkin bisa berguna untuk para mama lain yang punya situasi sama :) "

 Work At Home Mom -The Journey Begins...

 This is quite a difficult decision, honestly…

Setelah hampir empat tahun bekerja kantoran, full-time, akhirnya, bulan Februari lalu saya resmi mengundurkan diri dari Marketing Communication and Business Development position di sebuah firma hukum asing yang bergerak di bidang HKI – Hak Kekayaan Intelektual. Berat rasanya, bukan hanya karena saya sudah terbiasa memiliki penghasilan sendiri yang cukup besar, tapi juga meninggalkan teman-teman kerja yang sudah sangat dekat, sebagian dari mereka bahkan sudah seperti keluarga. Tapi, setiap keputusan besar kadang memerlukan pengorbanan. Saat mengingat bahwa tujuan utama saya berhenti bekerja kantoran adalah demi suami dan tiga buah hati di rumah, terutama dua anak yang mulai besar dan perlu didampingi tidak hanya secara fisik tapi juga secara  emosional, rasanya semua terbayarkan. Tidak ada lagi ketakutan berlebih saat membayangkan saya tidak akan punya penghasilan tetap lagi setelah ini, pun tunjangan kesehatan, I’ll figure it out…later..
source: pinterest
Nekat? Tidak juga. Saya sudah berdiskusi dengan suami dan memikirkan ini semua masak-masak. Saya merasa punya banyak keahlian yang secara umum bisa saya kerjakan dari rumah, menulis skenario, artikel, konsep program televisi, dll; menjadi konsultan PR; guru bahasa Indonesia untuk orang asing, dst. Lagipula, ternyata perusahaan saya masih meminta bantuan saya untuk bekerja part-time sesudah saya resign, Selasa sampai Kamis sampai tiga bulan ke depan, dengan benefit yang kurang lebih sama. Alhamdulillah…

Saya tahu semua ini tidak akan mudah, belum apa-apa saja, saya sudah dipusingkan dengan ‘bagaimana caranya bisa kerja di rumah kalau anak-anak selalu ‘mengerubungi’ saya saat saya sedang di depan komputer?’, yang batita malah menolak diurus oleh mbak-nya, maunya saya yang meladeni dia seharian, ge-er sih, tapi saya tetap butuh waktu untuk bekerja. Saat mengerjakan proyek pertama saya sebagai seorang freelancer untuk sebuah perusahaan di Singapur (sebenarnya ini klien suami saya. Saat mereka tahu saya sudah resign, mereka jg nawarin proyek dan saya harus rela tidur pagi selama hampir seminggu karena hampir tidak bisa bekerja di siang hari. Mungkin anak-anak masih norak karena bisanya saya kan seharian tidak di rumah, jadi saat weekdays dan saya di rumah, mereka berebut mencari perhatian saya..ooo… *ini artinya, proyek berikutnya adalah merenovasi home office saya agar lebih nyaman, layak buat bekerja, dan minim gangguan*

my favorite children..

Brainstorming Process...

Saat memikirkan untuk berhenti kerja kantoran, saya melakukan brainstorming dengan suami saya mengenai apa saja yang bisa saya kerjakan dari rumah. Below are some of our ideas:

  • Scriptwriter: saya sudah melakukan ini bahkan sejak saya masih di bangku kuliah 14 tahun yang lalu, jadi harusnya ini bisa saya lakukan lagi. Namun yang harus dipikirkan adalah, saya sudah lama vakum dan sudah tidak memiliki banyak koneksi lagi di bidang ini, jadi saya tidak berharap akan langsung bisa bekerja lagi di bidang penulisan skenario ini.
  • PR Consultant: i can say that I am a social media savvy, I love marketing communication and PR related things. Jadi suami saya berpikir bahwa saya jangan sampai meninggalkan hal ini. So, jadi konsultan PR adalah salah satu opsi yang bagus karena tidak semua perusahaan punya PR officer, jadi untuk kasus-kasus tertentu, mereka akan membutuhkan jasa konsultan PR. Tinggal bagaimana caranya mencari calon klien…pfiuhhh..rencana yang sempurna dengan realisasi yang cukup sulit… 
  • Novel writer: For me, this is the easiest and the hardest work at the same time. Jadi penulis novel adalah cita-cita saya sejak dulu, but honestly, I never finished one. Ada puluhan cerita setengah jadi menumpuk di hardisk saya. Tidak pernah selesai meski pun beberapa orang sudah membaca dan bilang bahwa tulisan itu sangat bagus. Dan saya tahu masalahnya. Saya hanya bisa menulis jika ada proyek dari orang lain, seperti menulis skenario misalnya, tapi saat saya menulis novel untuk hobi dan tidak ada tenggat waktu, ya itulah jadinya, tidak pernah selesai. Jadi, bagi saya ini pekerjaan yang kurang cocok untuk menghasilkan uang, kecuali saya mulai menyikapinya dengan serius, disiplin dan menganggap ini sebagai pekerjaan utama saya. Semangat! 
  • Bahasa Indonesia Tutor for Expat: Saya sudah melakukan ini lebih dari tujuh tahun. Harusnya saya bisa fokus mengajar lagi setelah tidak bekerja kantoran. Ya, saya akan menerima murid lagi, tapi mungkin tidak akan banyak, karena pada intinya, saya ingin lebih banyak di rumah. 
  • Maid Service: Karena terlalu seringnya saya mendengar keluhan orang mengenai sulitnya mencari asisten rumah tangga, dan banyak kenalan minta saran atau bantuan saya untuk mencari asisten rumah tangga sebagus yang bekerja dan pernah bekerja di rumah saya (thank you Eni and Mimi!). Tapi setelah dipikir-pikir, rasanya belum berani karena modal dan tanggungjawab yang besar. Saya maunya, kalau jadi penyalur, calon ART itu saya didik dulu, kursusin ini itu yang akan bikin calon ART siap kerja dan dibayar dengan layak bahkan lebih. Mungkin rencana ini disimpan dulu deh…
  • Online Shop - Zata's girly things project: Sebenarnya ini hanya proyek hobi, jadi kemungkinan untuk menghasilkan uang yang cukup sepertinya belum bisa kalau hanya mengandalkan jualan tas dan aksesorisnya ini. Mungkin sambil jalan aja..

Ok, nanti lanjut lagi deh. In the meantime, ada yang mau share tentang pengalaman yang sama? Ide pekerjaan apa yang cocok untuk ibu yang mau bekerja dari rumah?
share