Kamis, 18 Juni 2015

Cara mencairkan dana JAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan ...

Saya di BPJS Ketenagakerjaan cabang Cilandak
Karena saya sudah berhenti bekerja kantoran dan lebih fokus menjadi work at home mom, saya berniat mencairkan dana Jamsostek saya untuk beragam keperluan, dari mulai untuk modal usaha, melunasi kartu kredit, sampai belanja keperluan fashion pribadi menjelang lebaran seperti tunik muslim. Maklum perempuan :)

Banyak orang masih bertanya-tanya mengenai cara mencairkan dana JAMSOSTEK atau sekarang dikenal dengan istilah BPJS Ketenagakerjaan, saya adalah salah satunya. Sekitar sebulan yang lalu saya mencari tahu semua informasi mengenai cara mencairkan dana JAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan tahun 2015, ternyata caranya sangat mudah dan cepat.

Oh ya, hati-hati, jangan tertukar dengan BPJS Kesehatan ya, karena saya mengalaminya, hehehe. Saya datang ke kantor BPJS di dekat rumah saya, ternyata itu khusus kesehatan dan saya dirujuk ke kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Cilandak, Jakarta Selatan.

Pada saat itu saya datang ke BPJS Ketenagakerjaan Cilandak sekitar jam 10 pagi, ambil nomor antrian, mengisi data-data dan melengkapi dokumen yang diperlukan, antri kurang lebih 20 menit dan dipanggil untuk difoto dan diwawancarai, tidak lebih dari 10 menit, dan...selesai! :)

Saran saya, sebelum mengurus pencairan dana tersebut di kantor BPJS Ketenagakerjaan, ada baiknya Anda mengecek saldo terlebih dahulu secara online agar Anda tahu dengan pasti berapa jumlah yang akan Anda peroleh karena jika jumlah yang akan diterima di atas 50 juta Rupiah, kita wajib melampirkan NPWP.

Cara mengecek saldo Jamsostek Anda salah satunya lewat website BPJSK di http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/


Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini, lalu klik TENAGAKERJA di bawah tulisan ELECTRONIC SERVICE. Anda akan langsung di arahkan pada pilihan LOGIN dan REGISTRASI.



Jika sudah punya akunnya, langsung login saja, namun jika belum, lakukan registrasi terlebih dahulu. Jika sudah berhasil registrasi, langsung login dan klik link buku JHT, nanti saldo Anda akan terpampang jelas di buku tersebut.



Setelah mengetahui jumlah yang akan kita terima, segera siapkan semua persyaratan yang diperlukan, yaitu:

1.Kartu Jamsostek (asli)

2. KTP  (asli dan fotokopi 2 lbr)

3. Kartu Keluarga (asli dan fotokopi 2 lbr)

4. Surat keterangan telah berhenti kerja dari kantor terakhir (asli dan fotokopi 2 lbr)

5. Formulir JHT yang telah diisi (didapat saat datang ke kantor Jamsostek/BPJSTK dan langsung diisi di sana)

6. Buku tabungan (asli dan fotokopi 2 lbr. Tabungan harus milik tenaga kerja, bukan milik pasangan, orang tua, dll, jadi nama di kartu Jamsostek harus sama dengan nama di buku tabungan)

7. NPWP (asli dan fotokopi 2 lbr). CATATAN: Hanya jika saldo JHT yang diperoleh di atas RP 50 juta.


Nah, setelah mengambil nomor antrian dan memasukan semua dokumen tersebut di atas ke loket/kotak khusus, kita tinggal menunggu. Sebenarnya lama atau tidaknya tergantung banyaknya antrian sih, beberapa teman bercerita bahwa mereka mengantri cukup lama, sedangkan saya hanya mengantri tidak lebih dari 30 menit, dipanggil untuk foto dan wawancara saja dan selesai.

Isi wawancaranya pun singkat dan sederhana, salah satu yang ditanyakan adalah informasi-informasi rahasia seperti tanggal berapa anak kedua saya lahir, siapa nama lengkap anak pertama saya, dll, mungkin untuk mengecek keaslian semua dokumen.

Tidak sampai seminggu dari proses di atas, saya sudah menerima semua dana Jamsostek tersebut di rekening saya. Mudah dan cepat, kan?

Semoga bermanfaat buat yang sedang ingin mengurus pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan juga...

***

2 komentar:

Nathalia DP mengatakan...

ternyata mudah ya, ga ribet :)

zata ligouw mengatakan...

iya gampang banget kok mba Nat :)

Poskan Komentar