Kamis, 29 Oktober 2015

[Book Review] The secret of ENLIGHTENING PARENTING


Sekilas tentang buku “The secret of ENLIGHTENING PARENTING”

Judul buku          : The secret of ENLIGHTENING PARENTING,
                               Mengasuh Pribadi Tangguh, Menjelang Generasi Gemilang
Penulis                : Okina Fitriani, dkk
Halaman              : 338 halaman
Penerbit               : PT Gramedia Pustaka Utama

Senin, 26 Oktober 2015

My mama style - kaos hitam

me and da' boys

Akhir-akhir ini lagi seneng banget pake kaos hitam, mungkin karena bikin efek kurus itu kali yaaa...

Dari mulai jalan-jalan sama anak-anak, meeting, ke mall, sampai buat yoga, asal model dan gambarnya harus pas dan bahannya nyaman, soalnya kalau sampai salah bahan, ampuuunnn deh gerahnya...

Kamis, 22 Oktober 2015

Starting again.., my weight loss journey.. [Part 2]

Peringatan:

Khusus artikel ini isinya adalah curhatan nggak jelas pake bahasa gaul pulak dan menampilkan foto-foto narsis dari berbagai angle. Jadi kalo mau komen2 yang nggak asik, simpen dalam hati aja yaaa... ;p
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Huwaaaa...rasanya mau teriak, deh, liat angka timbangan yang tidak bergeser turun lagi sejak abis lebaran :(

Jadi pengen curhat soal ups and downs selama nurunin berat badan yang kayaknya sudah jadi never ending issue buat gw sejak melahirkan anak pertama sampe ketiga. Dari naik drastis turun lumayan, naik lagi dikit, turun lagi, naik lagi, gitu aja terus, hehehe... eitsss, tapi sekarang udah nggak perlu nurunin berat badan sebanyak dulu doongg, paling nurunin sekitar 7 kilo dan ngencengin bagian-bagian tertentu seperti lengan, perut, dan paha. Dulu pernah lho gw punya target nurunin BB 25 kg, mau pingsan nggak, tuh, bayanginnya?

Selasa, 20 Oktober 2015

5 Kiat merapikan kamar si pra-remaja ...

gbr dr Bing
Anak pertama dan kedua saya sudah memasuki usia pra-remaja dan memiliki kamar masing-masing (meski pun pada prakteknya mereka sering tidur bersama-sama di satu kamar karena bisa ngobrol dan bercanda dulu dengan si bungsu sampai akhirnya ketiduran).

Sabtu, 17 Oktober 2015

DIY - Komplek Perumahan dari kardus susu bekas

DIY dari kardus susu

Sebenarnya rencana pembuatan proyek komplek perumahan milik Sabil sudah direncanakan sejak sebulan lalu. Ia sudah bersemangat sekali mengumpulkan kardus susu bekas dirinya dan kakak-kakaknya. Ia menumpuknya di sudut ruang bermain hingga terkumpul belasan dus, berantakan, sampai akhirnya beberapa terpaksa harus dibuang karena merusak pemandangan dan memenuhi ruangan, hehehe. 

Akhirnya dua hari yang lalu sempat juga kami membuatnya. Yup, hanya saya berdua dia, kakak-kakaknya sedang bersekolah dan pulang sore hari, jadi siang itu, di garasi rumah, kami memulai proyek besar ini :D

Dalam kegiatan pembuatan komplek perumahan ini, Sabil akan melakukan beberapa aktivitas sekaligus yang mudah-mudahan berguna bagi perkembangan motorik kasar serta halusnya, antara lain:

1. Mewarnai dengan cat air (ia membantu saya mewarnai pintu-pintu dan jendela)
2. Menggunting
3. Menempel
4. Menata rumah, gedung, dan mobil-mobil.

setelah mewarnai, Sabil menggunting sendiri gambar pintunya.

Untuk membuat komplek perumahan ini, bahan-bahan yang diperlukan adalah:

1. Kardus bekas susu dan bekas camilan.
2. Gambar pintu-pintu dan jendela.
3. Mobil-mobilan berukuran kecil.
4. Stationary seperti lem, gunting, spidol, cat air, dll.
5. Kertas warna-warni, bisa pakai kertas origami juga.
6. Karton besar berwarna hitam.

bahan-bahannya
Cara membuatnya:

1. Gunting kardus sehingga bagian atasnya berbentuk segitiga seperti atap rumah, tutup dengan kertas warna-warni.
2. Gunting gambar jendela dan pintu, lalu tempelkan ke kardus susu yang sudah berbentuk rumah-rumahan.
3. Buat rumah-rumahan berbagai ukuran, sebanyak yang kita suka.
4. Jika ingin membuat gedung atau hotel, kardus susu yang besar tidak perlu dibentuk menjadi segitiga bagian atasnya, biarkan tetap utuh, lalu tutupi kertas warna, tempeli dengan banyak jendela.
5. Untuk jalanan, rentangkan karton hitam, gambar dengan spidol blok-blok serta jalannya, tempelkan dengan kertas putih yang sudah dipotong kecil-kecil.
6. Tata rumah-rumah serta gedung dan mobil-mobilnya di atas karton hitam tersebut.
7. Komplek perumahan siap dimainkan ...

bentuk rumah yang sudah jadi

gedung dari kotak susu ukuran besar.

Komplek perumahan siap dimainkan! yay!

Gampang kan caranya? yuk ah buat bersama-sama dengan si kecil...

***

Rabu, 14 Oktober 2015

My crafts addiction ...


As some of you knew, i have a severe addiction in making crafts, especially rag dolls lately, hehehe.. I spent last month making about 10 rag dolls by myself, most of them were for gifts (birthday gifts and baby gifts) and i sew them by hand since i forgot how to use my sewing machine!.

salah satu kado buat bayi temen...
Trus...(capek ah pake bahasa Inggris, padahal tadi niatnya mau latihan nulis pake bahasa Inggris lagi, hihihi, maafkeun ketidak konsistenan saya yah..) setelah selesai dibuat, setiap boneka kain tersebut saya beri nama sesuai dengan calon pemilik barunya, misalnya saat membuatkan khusus untuk bayi cantik anak seorang teman, saya beri nama boneka itu 'Nadhira' sesuai dengan nama si bayi, dst.

dolls in progress
Saya hobi bikin crafts sejak, i dont quite remember when it was exactly, tapi kayaknya sih sejak SD sudah senang bikin-bikin, yang saya ingat, saya pertama kali bikin tempat hapusan, bukan tempat pensil, lho, tapi tempat hapusan, hehehe, iseng banget nggak, sih... setelah itu mulai melebar jadi bikin tempat pensil, dompet, pouch, dan lain-lain.

Saat sudah menikah dan memiliki bayi, saya menghabiskan waktu luang dengan membuat seprei, sarung bantal, gordyn, sampai taplak meja yang semua warnanya sama. Lalu saat anak-anak mulai bisa diajak beraktivitas, saya mengajak mereka membuat segala macam prakarya untuk membantu mereka belajar dan mengisi waktu.

Saya pun beberapa kali membuat busy book dari kain flanel seperti yang saya buat di sini, tapi saya kurang telaten untuk bikin banyak-banyak, padahal sudah ada beberapa orang yang pesan dan minta dibuatkan juga.
boneka generasi pertama yang saya buat.. (ceileh, pake generasi pertama segala ;p)
Banyak orang bertanya, kenapa saya tidak menjual hasil kerajinan tangan tersebut?, hmmm, pertama karena saya hanya hobi membuatnya, tapi kalau mau membuat dalam jumlah banyak, saya belum sanggup, kalau pakai bantuan orang lain, kadang saya kurang puas karena perbedaan hasil yang sering terjadi saat orang lain yang membuatnya. Jadi akhirnya, saya pun kadang menjual hasil karya saya, tapi memang belum konsisten sih, kadang made by order, kadang habis bikin sesuatu, saya upload di blog dan sosial media sambil menawarkan kalau ada yang tertarik, gitu aja sih..


Nahhh.., rencananya sekarang saya mau lebih konsisten lagi jualan, lumayan buat tambahan uang jajan, beli gincu, sepatu lari, baju senam, dan alat-alat bikin crafts, ya kan? ya, kan? yaaaa, kannnnn??? *maksamodeon* 

Nahhh.., rencananya sekarang saya mau lebih konsisten lagi jualan, lumayan buat tambahan uang jajan, beli gincu, sepatu lari, baju senam, dan alat-alat bikin crafts, ya kan? ya, kan? yaaaa, kannnnn??? *maksamodeon*  Kalau iseng-iseng mau lihat, silahkan kunjungi blog ini yang memang khusus untuk DIY dan apaan aja yang lucuk2, sukur-sukur ada yang tertarik beli, hihihi.... (ada ikonnya juga di sebelah kanan, tinggal klik aja...)

***

Senin, 12 Oktober 2015

Pentingnya mainan bagi tumbuh kembang anak ...

Belum lama ini saya bertemu dan ngobrol dengan mba Agustina Napitupulu, Marketing Communication Manager Kanmo Retail Group, di sela-sela acara talkshow "Pentingnya mainan bagi tumbuh kembang anak usia 0-3 tahun" di ELC store, Grand Indonesia, Jakarta.


Kami ngobrol soal betapa pentingnya mainan bagi anak-anak, dalam hal ini bayi karena masih ada yang beranggapan bahwa bayi belum mengerti apa-apa jadi tidak perlu diberi mainan macam-macam dan kalau pun diberi mainan, ya bisa apa saja. Terbukti jika ada orang membeli kado untuk bayi, biasanya tidak terlalu memikirkan fungsi mainan tersebuat buat si bayi, pertimbangannya hanya mainannya bagus dan relatif aman buat si bayi, tidak terlalu memikirkan apakah mainan tersebut punya fungsi lain selain untuk dimainkan.

Jujur saja, saya pun dulu pernah berpendapat seperti itu, beri saja si bayi mainan lembut warna warni pasti sudah cukup, makanya yang saya beli tidak jauh-jauh dari boneka. Ternyata ada begitu banyak hal yang bisa didapat oleh anak jika ia mempunyai mainan yang tepat. Hal inilah yang kurang lebih ingin disosialisasikan oleh ELC lewat talkshow bersama Dr. Markus Danusantoso SpA ini.



Sebelum sesi dr. Markus dimulai, ibu Bertha Septiani selaku Marketing and Communication Director Kanmo Retail Group menyampaikan tentang koleksi mainan ELC yang mendukung tumbuh kembang anak dengan membantu menstimulasi perkembangan motorik kasar serta halusnya sesuai usia serta kemampuannya yaitu koleksi 'My Discovery Zone' 

Pada saat sesi dr. Markus yang bicara mengenai pentingnya mainan bagi tumbuh kembang anak, terutama yang berumur 0-3 tahun, saya belajar banyak hal. Rasanya punya tiga anak tidak membuat saya mengetahui hal ini dengan baik.


Secara singkat, berikut ini adalah hal-hal yang disampaikan oleh dr. Markus:

PENDAHULUAN
Bermain merupakan sarana belajar dan menambah pengalaman. Aspek-aspek perkembangan yang etrkait dengan aktivitas bermain adalah motorik kasar dan halus, kognitif dan bahasa, serta sosial dan kepribadian. Aktivitas ini juga meningkatkan ketajaman panca indera.

MENGAPA ANAK PERLU BERMAIN?
1. Meningkatkan fungsi panca indera, tahapan perkembangan, mental/emosional.
2. Merangsang perkembangan sistem syaraf dan kecerdasan yang lebih baik.
3. Membantu mengenal lingkungan sekitar.
4.Melatih agar anak lebih mandiri, mengendalikan emosi serta bisa berinteraksi dengan orang lain.

BAGAIMANA CARA MEMILIH MAINAN?
1. Tidak berbahaya dan terbuat dari bahan bermutu.
2. Sesuai dengan usia bayi/anak.
3. Memiliki nilai belajar.
4. Sederhana (tidak rumit) mdan harga yang pantas.

sensory stacking rings
Aspek perkembangan anak misalnya lewat sensory stacking rings seperti di atas, untuk anak usi 0-6 bulan adalah memegang, memutar, melatih jari tangan, melatih konsentrasi, mengenal dan melatih memori warna, urutan besar kecil dan sebaliknya, serta berbagi peran main bersama.

spiral wrap around

Atau mainan spiral wrap around yang membantu aspek perkembangan dalam memegang, memutar bolak-balik, melatih koordiansi jari tangan, melatih konsentrasi, serta mengenal berbagai jenis permukaan.

shape sorting bus
Shape sorting bus membantu aspek perkembangan anak dengan membantu belajar merangkak, koordinasi mata dan tangan untuk memasukan dan mendorong mainan ke dalam lubang yang sesuai, melatih jari tangan, mengenal bentuk benda sesuai dengan tempatnya, konsep "benda hilang dan akan kembali", melatih akurasi-presisi, dst.

Masih banyak lagi mainan dengan beragam aspek perkembangannya. Intinya sebagai orang tua kita harus cermat dalam memilih mainan, mana mainan yang aman dan memiliki fungsi yang sesuai dengan usia serta kemampuan anak.

***


Kamis, 08 Oktober 2015

Transform your blogging passion into a business ...

Diana, Fifi, Heidi, dan Ucita Pohan di atas panggung
Beberapa hari lalu saya senang sekali karena bisa belajar banyak dari Heidi Nazaruddin, pendiri sekaligus CEO dari Bloggerbabes.com, juga dari Diana Rikasari serta Fifi Alvianto yang berbagi mengenai blogging kepada peserta yang datang di acara "Transform your blogging passion into business" yang diselenggarakan oleh Clozette Indonesia di Hotel Intercontinental, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut para narasumber menceritakan tentang awal mula mereka memulai kegiatan ngeblog serta beberapa tips yang tentu akan sangat membantu perkembangan kita sebagai seorang blogger. Diana Rikasari yang tidak punya latar belakang fashion, karena postingan di blognya yang banyak bicara soal fashion dan style akhirnya malah ditawari menjadi fashion stylish untuk sebuah film dan kemudian berlanjut dengan tawaran-tawaran berikutnya. Begitu juga dengan Fifi yang ditawari dan akhirnya bekerjasama dengan brand sebesar Wardah.

Diana Rikasari menceritakan bahwa ia menganggap ngeblog sama seperti menulis diary, tidak enak rasanya kalau terlewatkan, sehingga setiap hari, setiap malam sebelum tidur,  ia selalu menyempatkan diri untuk duduk di depan laptop dan menulis, tentang apa saja dan jika sedang tidak punya ide menulis, cukup buat mengenai #OOTD atau pakaian yang kita pakai hari itu, as simple as that. Sedangkan Fifi Alvianto berbagi mengenai tips jika mengalami writer's block, cukup pergi keluar rumah dan mencari indpirasi, entah ngobrol dengan teman, pergi ke rumah ibu, dan seterusnya.

wefie with Heidi
Heidi Nazarudin sendiri membawakan presentasi yang sangat bermanfaat bagi para female bloggers yang hadir. Ini dia beberapa poin yang saya anggap penting yang dibagikan oleh Heidi lewat presentasinya:
  • Start with what you love - jadi kalau kurang suka nulis tentang fashion misalnya, ya nggak usah maksa untuk nulis soal itu meski pun mungkin kelihatannya keren dan asik. Hobi bikin craft? kenapa nggak jadi bahan tulisan buat blog? atau suka masak? suka jalan-jalan, dst...
  • Consistent - misalnya posting artikel seminggu minimal 3 kali. Jika sibuk buat saja tiga postingan selagi ada waktu dan ide lalu jadwalkan untuk tayang di minggu tersebut.
  • Choose one personality first - jadi kalau bikin blog jangan langsung semua personality kita masukin, tapi pick one dan konsisten dengan itu. Kaitannya sih biar gampang brandingnya, nanti-nanti, denagn berjalannya waktu kita bisa masukin beberapa personality kita yang lain ke dalam blog tersebut. Heidi ngasih contoh dengan memberikan 4 majalah dengan Gwyneth Paltrow sebagai covernya. Di satu majalah ia tampil glamour, di majalah lain tampil chic, dan di majalah parenting tampil sederhana sebagai seorang ibu.
  • Visual branding - jangan asal-asalan dengan tampilan blog serta foto-foto di dalamnya karena visual itu merupakan kesan pertama yang dilihat oleh pengunjung blog kita. Hal ini bisa ditempuh salah satunya lewat pilihan filter dalam foto-foto yang kita tampilkan di dalam blog. Sebaiknya pilih satu filter yang sama agar semua terlihat memiliki mood yang sama dan seragam.
  • Monetizing timeline - jadi kalau sudah berpikir utk monetize blog kita, sebaiknya pelan-pelan. Bulan pertama konsentrasi aja dulu ke konten, visual blog, dll, baru tiga bulan berikutnya mulai kirim-kirim media kit dan penawaran ke produk, dst.



Di acara yang super seru tersebut, selain mendapat ilmu blogging dari para pembicara, coffee break serta makan siang yang yumm, goodie bag keren dari Body Shop, Diva, dan Slim&Fit, hadiah yang justru paling bernilai buat saya adalah e-book Pitch It! dari Heidi yang bisa di download gratis di websitenya. E-book tersebut berisi tentang cara membuat media kit serta pitching kepada calon klien. Berguna banget deh pokoknya ...

pokoknya puas banget deh dateng di acara ini :D