Minggu, 17 Januari 2016

[Book Review] Sabtu Bersama Bapak


Sebenarnya saya sudah lama membaca buku ini, sekitar tahun 2014, tak lama setelah buku ini terbit, namun menjelang pemutaran filmnya bulan Juni 2016 mendatang, saya pun membaca buku ini kembali sekalian membuat reviewnya.

Jujur saja, saya jarang sekali membaca buku yang sama sampai dua kali, namun buku tulisan Adhitya Mulya yang ringan dan enak dibaca ini penuh dengan pesan yang rasanya tidak ingin saya lupakan. Pesan yang saya rasa tidak terpikirkan oleh saya sebagai seorang ibu karena buku ini bercerita tentang pesan-pesan seorang bapak untuk dua anak laki-lakinya.

Yup, buku ini pun langsung saya wajibkan untuk juga dibaca oleh suami :)



Judul : Sabtu Bersama Bapak

Penulis : Adhitya Mulya

Penerbit : Gagas Media

Tahun terbit : Juni 2014

Tebal : 278 halaman



Kebetulan saat saya membaca buku ini lagi, posisi saya sedang berada di salah satu taman bermain, menunggui si bungsu. Alhasil, beberapa kali saya menahan senyum dan tawa saat beberapa ibu lain sudah mulai melirik 'kepo'.

Bagaimana tidak?, selain buku ini penuh cerita yang terasa dekat dengan keseharian kita, banyak adegan yang lucu namun 'dalam'.

Lihat saja beberapa paragraf di bawah ini yang menceritakan tentang tiga golongan jomblo.

"Itulah faktanya. Resepsi pernikahan dan akad nikahnya selalu penuh dengan tiga golongan orang. Golongan pertama adalah mereka yang masih jomblo dan berharap dapat jodoh dari kenalan mempelai lain yang juga masih jomblo. Mereka adalah orang yang mencari koneksi langsung. Mereka selalu datang dengan necis dan optimis, tapi selalu pulang nangis di bawah shower. Anehnya tidak pernah jera. Setiap kali ada undangan lagi, mereka dandan dari kemarin sore.

Golongan kedua adalah jomblo yang memiliki orangtua yang berusaha mencarikan pasangan untuk mereka. Terkadang contoh barangnya sendiri, si anak jomblo, juga ikut. Sebagian yang membenci tindakan ini datang dengan muka asam. Sebagian yang sudah gagal mencari pacar sendiri, datang dengan muka sejuta harap. Masa depan jomblo dari golongan ini lebih baik karena ada orangtua sebagai makelar. Yang kurang dari jomblo golongan kedua ini adalah tato di jidat:

'KWALITEIT TERDJAMIN'

Dan mereka berjalan tidak dipakai rantai.

Golongan ketiga adalah jomblo yang datang karena patah hati karena pujaan hati hari ini duduk di pelaminan. Masa depan suram. (lalu ada catatan kaki: Paling bagus, pulangnya minum racun tikus)."

See?, gimana saya nggak senyam senyum sendiri, coba?

Selain cara penyampaiannya yang kocak, buku ini berisi pesan-pesan yang rasanya bisa kita aplikasikan sesuai dengan keadaan keluarga kita. Satu hal yang menyentuh adalah saat bapak menasehati dua anak laki-lakinya soal kesiapan dalam segala hal, dalam kasus ini menikah. "Planning is everything."

Planning is everything menjadi nasihat yang sangat baik untuk anak laki-laki kita kelak, bahwa saat memutuskan untuk menikahi gadis pujaannya ia sudah harus punya persiapan karena dengan menikahi si suami, si istri sudah memindahkan pengabdian dan hidupnya kepada sang suami.

Ada satu perbincangan yang cukup menggelitik mengenai hal itu:

"Rumah ini adalah persiapan terakhir," ujar Cakra.

Ibu Itje melihat betapa si bungsu, di umurnya yang 30 ini, tetap bermuka komik, setiap kali berbicara.

"Dan Saka setuju, sekarang waktunya cari pacar," lanjut Cakra sambil menyengir.

"Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat."

"Iya, sih,. Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat. Mamah tahu itu. Bapak juga gitu, dulu."

Sang ibu terdiam. Si bungsu benar.

Duh, rasanya saya ingin menceritakan semua isi buku tersebut di sini, tapi nggak asik dong buat yang belum sempat baca :). Intinya buku ini bercerita tentang dua anak laki-laki yang tumbuh besar tanpa bapaknya namun tetap mendapat wejangan-wejangan yang bermanfaat dari bapak mereka yaitu lewat video yang sudah direkam oleh sang bapak, dibantu ibu mereka, setahun sebelum sang bapak wafat. Mereka pun selalu menonton video tersebut setiap hari Sabtu ba'da Ashar.

Nah, buat yang belum sempat baca buku ini, kebetulan nih, awal Februari 2016 akan ada #GiveAway bertema #BetterMom di blog ini dan salah satu hadiahnya adalah buku Sabtu Bersama Bapak. Jangan sampai ketinggalan informasinya yaaa....

buku-buku untuk #GiveAway awal Februari mendatang 

13 komentar:

Maulida Althafunnisa mengatakan...

Saya sukaaa..saya suka kalimat itu mbak..😁 pas baca buku itu antara gokil tapi esensinya dalem, mungkin bukan cuma anak laki tapi seorang gadis pun wajib pake "Planning is everything" ditunggu kabar #giveaway nya mbak.😀

bunda rizma mengatakan...

waaah, mau ada giveaway *salafokus
blm sls2 nih baca SBB, rebutan sm suami :D

Kenan Pangaribuan mengatakan...

Bagus baguss...

zata ligouw mengatakan...

siappp @maulida :D

ahahaha @bunda rizma ..

makasiyyy anak mama @Kenan ;p

Syafiatuddiniah mengatakan...

waaaa...bagus bgt, nggak sabar nunggu filmnya juga giveawaynya :D

Dewi Ratih mengatakan...

Asik mb Zata bikin GA, semoga dapet ide seger buat ikutan

zata ligouw mengatakan...

@Syafiatuddiniah @Dewi Ratih sipp, ditunggu yaaa...

Sari Novita mengatakan...

o, jadi dia dapat wejangan mellaui video toh...menarik nih kayagnya..ada golongan-golongan jomblo juga hahah

kaitlynnamberly mengatakan...

jadi penasaran pengen baca, apalagi mau tayang di bioskop. tambah penasaran, tapiii.. itu bolu nya menggoda sekali *salah fokus*

zata ligouw mengatakan...

iya wejangannya keren2 ya @Novita..

yuk baca @kaitlyn. Ahahah emang enak bolunya, hehehe...

evrinasp mengatakan...

wuahhh emnanti GA nya, aku belum punya buku ini mbak

Suciati Cristina mengatakan...

Belum sempet baca buku ini mba ^^ waiting for GA hihiiii...

Nur Susianti mengatakan...

Selalu suka dengan buku-bukunya adhitya mulya, tapi yg "sabtu bersama bapak" belum pernah baca. Harus baca nih :)

Poskan Komentar