Jumat, 12 Februari 2016

10 Ide Marketing Untuk Usaha Kecil


Sebenarnya ini adalah artikel lama namun saya recycle karena akhir-akhir ini saya ingin sekali mengembangkan satu dua usaha kecil yang sudah lama 'terlantar'. Saya pun kembali mencoba-coba beberapa ide marketing ini untuk menghidupkan usaha sampingan itu kembali.

1. Gunakan media sosial. Saat ini sepertinya hampir semua orang yang saya kenal adalah pengguna media sosial, mulai dari facebook, twitter, sampai Instagram. Belum lagi yang hobi menulis dan membaca blog, makin menjamur dan ini merupakan suatu kesempatan yang bisa dimanfaatkan. 



Media sosial sangat berperan penting dalam memasarkan produk atau jasa kita tanpa perlu mengeluarkan biaya. Gunakan akun facebook, twitter, instagram, pinterest, dll, dan jika kita punya waktu lebih, buatlah blog dengan memanfaatkan layanan blog gratis yang banyak tersedia. Pantau selalu perkembangannya dan aktiflah berinteraksi dengan sesama pengguna dan para pelanggan kita.




Sebagai contoh, saya ingin kembali menghidupkan usaha sampingan wedding & event photography saya (yang tentunya saya kerjakan bersama suami), jadi saya mulai aktif memposting foto-foto hasil pekerjaan kami di facebook page serta membuat akun instagram khusus untuk usaha ini.

2. Jadilah brand ambassador untuk produk kita. Misalnya usaha Anda bergerak dibidang fashion, jangan ragu untuk memakai produk Anda sendiri sesering mungkin. Atau misalnya untuk usaha sampingan saya, saat saya mengadakan acara, saya dan suami pasti akan mengambil foto-foto terbaik dari acara tersebut dan mempostingnya di akun sosial media kami. 

Ada satu film yang sangat saya sukai yang menurut saya memberi pelajaran yang bagus soal branding dan marketing  (tapi secara ceritanya, sih, kurang bagus ya, ambil yang penting2nya saja ;)

Kita bisa mengambil beberapa pelajaran berharga dari 'The Joneses', di mana keluarga Joneses selalu memakai barang-barang yang memang sebenarnya barang jualan mereka dengan cara yang keren sehingga komunitas sekitar menganggap mereka sebagai trendsetter dan berlomba membeli produk-produk yang mereka pakai, seperti kacamata, sepatu, dan lain-lain. Tidak perlu seekstrim film itu, tapi setidaknya ada beberapa tips yang bisa kita pakai untuk usaha kecil kita. 

3. Kegiatan sosial. Jika perusahaan besar biasanya punya CSR (Corporate Social Responsibility), bukan berarti kita tidak bisa melakukannya dalam skala kecil. Membantu orang lain selalu menjadi hal yang menyenangkan, apalagi jika ini bisa menaikan citra usaha kecil milik kita. Berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, ikut menyumbang kue produksi kita untuk acara buka puasa di mesjid dekat rumah, atau memberikan les gratis untuk anak-anak tidak mampu di sekeliling tempat usaha adalah pilihan kegiatan sosial yang sangat baik. 


4. Dari mulut ke mulut. Pelayanan kita yang memuaskan akan bergulir cepat dari mulut para pelanggan yang puas dan bercerita ke banyak orang. Ingat, kualitas produk dan pelayanan kita adalah alat marketing terbaik. Saat saya bekerja freelance sebagai instruktur bahasa Indonesia untuk orang asing, setelah mengajar beberapa bulan, saya berhenti beriklan karena beberapa calon murid datang dengan sendirinya, kebanyakan adalah keluarga, teman, atau rekan sekantor mantan murid saya yang merasa puas dan merekomendasikan saya.

Sedangkan untuk usaha sampingan wedding dan event photography yang saya jalankan bersama suami benar-benar hanya berputar dari mulut ke mulut karena kami memang tidak punya banyak waktu untuk melakukannya dan hanya membatasi maksimal dua event per bulan. Sebagai contoh bulan ini klien fotografi kami adalah kenalan saya di komunitas dan yang satunya lagi adalah adik mantan klien saya.


salah satu usaha sampingan saya yg kliennya dari mulut ke mulut

5. Simpan kontak para pelanggan.  Kita bisa mengirimkan info produk-produk terbaru lewat sms atau email kepada para pelanggan. Informasikan juga tentang penawaran khusus seperti diskon, cuci gudang, produk baru, dan lain-lain. Yang tak kalah penting adalah menjaga hubungan baik dengan sekedar mengirimkan ucapan selamat hari raya kepada mereka. Pastikan sms atau email kita singkat dan berisi, sehingga tidak mengganggu.

6. Penawaran khusus. Saat menjelang hari raya misalnya, Anda bisa menawarkan harga khusus kepada pelanggan, apalagi bila membeli dalam jumlah banyak. Atau jika usaha Anda adalah di bidang jasa pendidikan, saat musim liburan tiba, Anda bisa menawarkan kelas kilat khusus liburan, diskon besar untuk anak yang memiliki ranking tertentu, dan lain sebagainya. Bentuk penawaran khusus lainnya bisa berupa beli satu gratis satu, bonus hadiah untuk pelanggan baru, dll.

7. Beriklan. Tidak perlu yang mahal. Iklan baris di koran lokal, atau menyebarkan brosur ke komplek perumahan adalah cara beriklan yang ramah dengan kantong Anda. 
Ingatlah, bahwa marketing harus menjadi bagian dari usaha Anda, bagian dari perencanaan Anda. Yang harus selalu dilakukan dengan teratur, dipantau dan dijaga dengan baik.

8. Daur ulang konten. Misalnya seperti artikel ini, yang saya daur ulang dari artikel saya yang sudah lamaaaa sekali. Contoh daur ulang yang berhubungan dengan usaha wedding photography saya adalah saya membuat video pendek yang diambil dari video panjang salah satu pernikahan klien kami dan menjadikannya video pendek yang bisa diunggah di sosial media.

9. Giveaway!. Mengadakan giveaway adalah salah satu hal yang coba saya lakukan untuk sedikit memperkenalkan bisnis sampingan saya sekaligus branding untuk blog saya. Hal ini cukup mudah dilakukan, hanya perlu mengumpulan beberapa hadia atau cari sponsor bila perlu, setelah itu aktiflah menyebarkan informasinya lewat semua sosial media yang kita punya dan jangan lupa minta bantuan teman-teman lain untuk membantu agar semakin viral.

10. Adakan event atau kelas. Kelas fotografi, kelas memasak, kelas crafting, dan lain sebagainya, sesuai dengan usaha kecil yang sedang kita jalani. Beberapa waktu yang lalu, saya dan suami mengadakan kelas fotografi khusus untuk para mama di Kalimantan, pesertanya adalah ibu-ibu bekerja yang hobi menulis dan fotografi, alat yang dipakai pun bukan hanya kamera DSLR namun juga kamera poket dan kamera handphone.

Bagaimana?, mudah untuk dipraktekan, bukan?

***

9 komentar:

Puput mengatakan...

oow give away bisa juga ya, memperkenalkan bisnis sampingan kita... sebelumnaya di blog gw gak pernah bikin give away, kayaknya boleh juga tu di coba.. :D

zata ligouw mengatakan...

iya Put, cobain aja, GA itu bisa naikin domain authority dan alexa rank juga loh ;p

Ratna Dewi mengatakan...

Wah artikel yang keren nih, bookmarked ah sapa tau nanti bisa dipraktekan kalo usahanya udah jadi.

Memez mengatakan...

Mau dong belajar foto :)))

zata ligouw mengatakan...

amiinnnn @ratna Dewi semoga cepet bikin usaha yaaa...

@Memez yuk yuk.., belajar bareng2..

Inna Riana mengatakan...

wah makasih tipsnya mbak :)

Download film box office mengatakan...

Makasih boleh di coba juga nih, izin share yaa :)

shintadaniel mengatakan...

like this! sekarang uda makin banyak platform untuk mempromosikan produk yaa apalagi sejak menjamurnya sosial media..

zata ligouw mengatakan...

iya shin, sayang kan kalo gak dimanfaatin :)

Poskan Komentar