Senin, 15 Februari 2016

Tetap Bersih dan Sehat Sesudah Banjir




Buat yang kenal saya, sudah tahu dong kalau daerah rumah saya langganan banjir saat musim hujan?. Ya, komplek perumahan tempat saya tinggal di'belah' oleh sungai kecil, belum lagi di ujung komplek ada sebuah danau yang cukup besar, jadi lah setiap hujan yang sangat deras, komplek saya kebanjiran, dan sesekali air sampai masuk ke dalam rumah.

Seperti tahun ini, meski pun lantai rumah saya sudah ditinggikan hampir satu meter, ada masa di mana banjir tetap masuk ke dalam rumah. Seminggu terakhir ini di depan komplek saya sudah dua kali kebanjiran, sampai hampir satu meter di depan komplek dan kemarin, tepatnya hari Jumat tanggal 12 Februari 2016, hujan seharian yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya membuat air masuk ke rumah sampai 50 cm! membasahi lemari pakaian serta beberapa barang lainnya yang terlambat diangkat.



Di saat-saat seperti itu, ketiga anak saya justru sibuk 'bermain air', terutama air di dalam rumah yang kelihatannya bersih karena bening. Saya sebenarnya cemas karena pasti air tersebut banyak mengandung kuman, namun saya tidak bisa benar-benar memastikan bahwa mereka tidak terkena air banjir sama sekali saat air sudah sampai memasuki ruang tengah rumah saya.
banjir yang terjadi beberapa hari lalu
Jika air sudah masuk ke ruang tengah, untuk pergi dari kamar tidur ke kamar mandi, kami harus melewati ruang tengah yang artinya akan terpapar air banjir. Anak-anak pun, yang sudah saya larang untuk bermain air malah sibuk bolak balik ke dapur dan kamar mandi karena sengaja ingin bermain air. Bahkan si bungsu sesekali melakukan 'diving' saat menuju ke dapur untuk mengambil susu, ia pura-pura terpeleset di ruang tengah, haduuhhh...

Di satu sisi saya khawatir sekali karena saya tahu saat ini kuman berevolusi dengan cepat dan menyebabkan banyak penyakit baru, apalagi di saat-saat sering banjir seperti ini, namun di sisi lain saya tidak ingin terlalu keras pada anak-anak karena mereka sedang 'menikmati' suatu masa yang belum tentu terulang lagi. Akhirnya saya mengambil jalan tengah, membiarkan mereka 'bermain air' secukupnya tapi meminta mereka untuk segera membersihkan diri setelah selesai.

Berikut ini 5 hal yang saya lakukan demi menjaga keluarga saya tetap bersih dan sehat selama dan sesudah banjir:

Mengganti seprai dan sarung bantal setelah banjir. Meski pun bantal dan seprei tidak basah, namun karena seringnya kami bolak balik melewati air lalu naik atau duduk di tempat tidur, saya khawatir tempat tidur menjadi lembab dan terjadi perpindahan kuman.

Menyiapkan lap kaki di setiap ruangan. Kaki yang basah atau pun lembab membuat kita kurang nyaman, bahkan bisa menyebabkan infeksi jamur atau pun penyakit lainnya. Di setiap ruangan saya selalu menyipkan kain lap tebal agar meski pun terpaksa harus melewati air, kami selalu bisa segera mengeringkan kaki kami.

Mengkonsumsi makanan dan minuman hangat. Gunanya agar tubuh juga terasa lebih enak dan fit. Dan tentu saja makanan tersebut harus mengandung asupan gizi yang seimbang.

Mengkonsumsi suplemen makanan dan vitamin. Setelah banyak terpapar air banjir, setelah mandi dan minum yang hangat-hangat, saya akan memberikan keluarga saya, terutama anak-anak, suplemen makanan, vitamin, juga madu.

Mandi dengan sabun anti kuman. Saya menggunakan lifebuoy clini-shield10 yang berbentuk shower gel konsentrat yang mampu membersihkan dan melindungi seluruh tubuh dengan hanya satu tetes saja.


segar dan bersih setelah mandi
Mengapa lifebuoy clini-shiled10?. Demi alasan kepraktisan saya memilih lifebuoy clini-shield10 untuk penggunaan sehari-hari terutama untuk anak-anak, karena bentuknya yang berupa shower gel konsentrat memungkinkan kita untuk menggunakan cukup satu tetes untuk perlindungan menyeluruh.

Rasa cemas akan kuman penyebab penyakit terutama di saat banjir sering melanda membuat saya yakin menggunakan sabun ini demi perlindungan yang 10x lebih baik dari sabun biasa lainnya.

Dengan melakukan minimal lima hal di atas, saya dan keluarga merasa lebih bersih dan sehat selama mau pun sesudah banjir.

***

7 komentar:

Pipit Widya mengatakan...

Saya pernah tinggal di daerah banjir, Mba. Kalo saya, kaki pasti gatel hbs kena air banjir. Kebersihan penting bgt diperhatikan meski banjir.

zata ligouw mengatakan...

wahh sama mba Pipit, kalo kesringan terpapar air banjir saya pun langsung gatel2 kalo kurang bersih cuci kakinya..

Jade Ayu mengatakan...

Wah, kena banjir jg ya ya kmrn hujan deras.. Iya bener, air yang terlihat bersih bukan jaminan ya. Untung ada lifebuoy Clinishield ya..

zata ligouw mengatakan...

iya Yu, setahun dua kali sih ada rumah gw kebanjiran. iya, untuk juga #cukupsatutetes, hemat jadinya..

suria riza mengatakan...

duh banjir emang capek bersih2na mbak.. rumahku dijawa pas sebelah sungai dua2nya. satu kena banjir bandang dan kena arus...ya wes babay wes tapi dapet bantuan seh. dan satunya juga ttp samping sungai xD

zata ligouw mengatakan...

wahhh satu sungai aja udah ampun yah Cha, apalagi diapit dua sungai :(

Anonim mengatakan...

Nice post :)

Poskan Komentar