Kamis, 07 April 2016

Mengatasi kejadian memalukan ala saya ;p

sumber: WikiHow

Sekarang sudah hari ke 11 (dari 14 hari) One Day One Post Challenge yang saya ikuti dan temanya adalah tentang kejadian memalukan yang pernah dialami. Hmmm..., saya benar-benar harus berpikir keras untuk yang satu ini. Bukan karena saya tidak pernah atau jarang mengalami kejadian memalukan, namun saya mencari-cari kisah apa yang benar-benar memalukan hingga layak menjadi sebuah postingan blog.

Akhirnya ingatan saya jatuh pada masa kuliah di mana saat itu saya sedang berpacaran dengan mantan pacar saya yang sekarang sudah jadi suami (duhhh, belum apa-apa udah malu inih...).


 


Jadi waktu itu kami sedang jalan-jalan di tempat yang ramai dan biasanya kami selalu jalan bergandengan tangan. Namun karena tempatnya ramai, sesekali kami harus melepaskan gandengan tersebut. Sudah ketebak dooonggg arah ceritanya ke mana, hehehe. Yup, betul, saya salah gandeng. Saat sedang jalan sambil melihat-lihat sekeliling, saya langsung meraih tangan di sebelah saya. Eh, si mas yang saya gandeng ngga melepaskan tangan saya lho, dia cuma mesem-mesem dan saat saya menoleh, saya kaget dan malu sekali. Ternyata mantan pacar saya masih ada beberapa langkah di belakang saya, sedang melihat-lihat juga, duhhh, tengsin banget deh..

Kejadian lainnya yang cukup memalukan adalah saat saya tanpa sengaja mengotori sofa mahal murid saya (saat itu saya mengajar privat bahasa Indonesia untuk 

Anyway, ada beberapa kasus memalukan yang pasti kita alami dalam hidup, saya pun begitu. Namun daripada dipikir terus menerus dan makin malu, saya memilih untuk mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:

Tertawa
Ya, saya menjadikan diri saya dan kejadian tersebut sebagai bahan tertawaan, maksudnya, sih, biar yang lain nggak usah kasihan sama saya dan ikut tertawa saja.

Pura-pura 'gila'
Ahahah, ini trik saya jaman SMA. Beberapa kali saya mengalami kejadian memalukan misalnya salah masuk kelas, saat orang sekelas tertawa saya pun dadah-dadah sambil melenggang pergi, padahal setelah tidak terlihat oleh mereka saya ngibrit sambil menahan malu, huhuhu...

Mengakui kalau kita malu
Daripada menahan malu dan bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa, saya lebih memilih untuk mengakui bahwa saya malu dengan kejadian tersebut dan meminta maaf jika diperlukan. Misalnya saat saya salah memanggil nama orang, atau saat saya tanpa sengaja mengkonsumsi minuman yang ternyata bukan milik saya.

Itu cara saya, kalau kamu?


***

9 komentar:

Eko Nurhuda mengatakan...

Kyaaa, dulu pas ngalamin kejadian memalukan di kereta, gak tahu musti ngapain. Mau kabur kemana coba kalau dalam kereta? Akhirnya pura-pura tidur biar gak ngeliatin tatapan aneh orang-orang. Ini pun aneh, karena saya gak kebagian kursi jadi meremnya sambil berdiri. Keliatan banget kan tengsinnya? Hahaha...

zata ligouw mengatakan...

Ahaha kebayang tuh mas tengsinnya...

Hamacaan mengatakan...

aah, parah emang kalau kyk gini mah, pengen langsung ngilang ajah :(

zata ligouw mengatakan...

Ahahah gitu deehhh...

bisakali mengatakan...

hahha.... kayanya klo kaya gini pengen langsung pura2 lupa ingatan :P

shintadaniel mengatakan...

bwahahah salah gandeeeeng, untung nggak diputusin yaa malah langsung dinikahin takut salah lagi hihihi.....

zata ligouw mengatakan...

Hahaha iya iya bener...

zata ligouw mengatakan...

Nahhh, untung banget.. ;p

masgenset mengatakan...

wah ini mah parah banget, udh bukan speechless lagi, tp pengen pura2 mati

Poskan Komentar