Kamis, 30 Juni 2016

Merencanakan Liburan dengan Anak


Belum lama ini, The Urban Mama dan Sunlife Financial mengadakan acara #TUMNgopicantik dengan tema “Memahami Arti Penting Liburan Keluarga dan Efeknya bagi Anak”. Ternyata tema ini sangat ditunggu-tunggu oleh para urban mama, lihat saja, tak perlu menunggu lama, seat pun habis dipesan.


Berlokasi di Eat and Eat, FX, Jakarta, TUMngopicantik bersama mba Oney, panggilan akrab Fioney Sofyan, dibuka dengan beberapa hal yang cukup ‘jleb’ buat saya. Mba Oney mengatakan bahwa ada banyak alasan mengapa liburan keluarga TIDAK (pernah) terlaksana. Mulai dari “we have no time”, mahal, si kakak masih kecil, saat kakak sudah cukup besar hadirlah si ade, masih ada hal lain yang lebih penting lah, rasa bersalah karena mengeluarkan uang yang cukup besar, dst-nya, dst-nya … Akhirnya? Liburannya nggak jadi-jadi ;p


The thing I love most about going on vacation is that I get to leave behind any kind of schedule. My entire life is scheduled from morning to night, and when I'm on vacation, there is no schedule.
~ Kelly Clarkson

Mba Oney mengajak kita untuk mengingat kebaikan serta manfaat yang kita peroleh jika melakukan liburan terutama liburan keluarga, yaitu:

  • Mempererat hubungan antar keluarga
  • Memori yang kita tinggalkan untuk anak
  • Refreshing and recharging
  • Relieve Stress
  •  Improve you and your child mental skill
  •  Improve our physical health
  • Self-confidence
Saya sangat setuju dengan poin nomor dua, yaitu memori yang ditinggalkan untuk anak. Saya ingat sekali, saat pertama kali anak-anak liburan ke luar kota dan pertama kali naik pesawat terbang, abang dan kaka saat itu senang luar biasa.

Selama perjalanan ke Kalimantan dan ke Sumatera, meski pun melelahkan dan memakan waktu berhari-hari, namun wajah mereka selalu ceria, excited dengan segala hal, dan bonusnya, bahkan setelah liburan usai, perbincangan tentang naik pesawat, naik mobil travel berjam-jam, bertemu sanak keluarga di kota lain, makan makanan yang ‘aneh’ buat mereka, dan seterusnya merupakan trending topic selama berbulan-bulan, ahhh…pengeluaran yang cukup besar tak sebanding dengan memori serta kebahagiaan yang saya lihat di mata mereka, Alhamdulillah…

mas Fabie dan mba Oney di acara #TUMbukber
Mba Oney juga punya contoh soal poin nomor tujuh, di mana liburan bisa menambah self-confidence anak. Ia mengambil contoh saat liburan ke Singapura bersama anaknya, Farhan. Salah satu teman sang anak berkomentar di foto yang diposting di laman facebooknya, yang kurang lebih menyatakan bahwa sang teman tak lagi menganggap Farhan sebagai geek namun sebagai anak normal J.


Nah, banyak alasan kan untuk tetap berlibur bersama keluarga?. Berikut ini tips dari mba Oney agar liburan keluarga bisa terlaksana.

Menentukan tujuan
  • Apakah baiknya pakai travel agent atau tidak?
  • Lebih murah manakah pakai paket yang ditawarkan oleh travel agent atau pilih sendiri?
  • Pesan tiket dan penginapan: baiknya lewat travel agent atau on line?
  • Browsing harga tiket pesawat
  • Pergunakan online booking utk penginapan, misalnya booking.com, traveloka.com dan agoda.com
  • Browsing ke traveller blogger seperti venus-to-mars.com, amrazing.com, backpackstory.me, cumilebay.com, dll.
Menentukan Where, When, What and How we are going to do there ? dan juga Why
  • Ijinkan Kakak dan Adik yang menentukan aktivitas apa yang kita akan lakukan bersama.
  • Tanpa disadari kita akan memberikan rasa tanggung jawab dan percaya diri pada anak 
  • dan belajar geografi +kebudayaan.
Mempersiapkan dana liburan
  • Tentukan tujuan kemana
  • Tentukan dana yang dibutuhkan
  • Tentukan kapan
Cara menghitung dana yang dibutuhkan
  • Tujuan
  • Tiket pesawat
  • Sewa kendaraan atau naik kendaraan umum
Biaya makan

Rules of 100, yaitu 100 x jumlah anggota keluarga yang ikut x jumlah hari kita berada di sana = total dana untuk makan kita selama liburan.

Biaya adventure

Rules of 50-100 yaitu 100 x jumlah anggota keluarga yang ikut x berapa tempat atau kegiatan yang ingin kita lakukan = total dana untuk adventure kita selama liburan.

Dana Belanja

Dana Oleh-oleh – tidak harus disediakan jika tidak perlu.

Dana darurat  - boleh mempergunakan kartu kredit. Baiknya kartu kredit di clear dulu.

Apa saja yang dicover oleh asuransi kita? – jangan lupa untuk mencari tahu tentang apa saja yang dicover oleh asuransi yang kita miliki sehingga saat liburan menjadi tenang dan terkendali.

Setelah sesi bersama mba Oney, hadir juga Fabie Farabie, Senior Marketing Manager dari Sun Life Financial yang berbagi soal pentingnya asuransi dan dalam hal ini juga asuransi selama liburan. Mas Fabie juga mengajak urban mama untuk berkenalan dengan brightadvisor untuk bertanya soal asuransi, perencanaan keuangan, dll.


Acara bukber pun ditutup dengan foto bersama.

Terimakasih untuk urban mama yang sudah hadir dan kepada tim Sun Life Financial yang sudah mendukung terselenggaranya acara ini.

***

15 komentar:

Dani mengatakan...

Rules of 100 buta budget makan dan activity selama liburannya baru denger eh baca ini Mbak Zata. Dapet ilmu baru! Makasih Mbak. Saya juga udah ga sabar mau liburan bareng anak nih. Huehehehe.

zata ligouw mengatakan...

@Dani
sama-samaaa mas Dani. Iya, saya pun langsung semangat nih ngerencanain liburan bareng keluarga lagi...

Sari Novita mengatakan...

setuju dengan meninggalkan memori kepada anak..krn sampe sekarang pun aku masih ingat liburan sama bokap

zata ligouw mengatakan...

@Sari Novita
Bener banget mba Sar, aku juga masih inget banget pas jalan2 masih kecil, padahal mah cuma ke PRJ aja, hihihi...

Lia Harahap mengatakan...

Memori liburanku banyak banget sama keluarga.

Dari mulai hapal daerah Sumatera karena kita pernah road trip Jakarta-Medan naik mobil pribadi. Sampe kita semua terbiasa membaca peta. I am not a girl who can't read map hihihihi.

Nice sharing, Mbak. Kayaknya liburan itu memang harus disempetin yah :)

Levina Mandalagiri mengatakan...

Betul banget Mbak, memberikan memori untuk anak-anak. Kadang melihat mereka antusias atau tertarik terhadap sesuatu yang baru, membuat kita juga jadi rileks juga...lucu ngeliatnya. Padahal itu hal yang sederhana. Dulu saat pertama kali ngajak nginep di hotel, mereka kesenangan naik turun lift, begitu juga saat naik pesawat pertama kali. Lain kalinya mereka dengan pedenya ngasih nasihat sama tantenya yang baru naik pesawat supaya tenang jangan takut. Wkwkwkwk. Suka senyum-senyum sendiri kalau inget itu.

zata ligouw mengatakan...

@Lia Harahap
Kereennn banget bapakmu Li, kebayang sih, jalan2 road trip gitu pasti gak terlupakan..

zata ligouw mengatakan...

@Levina Mandalagiri
Iya mba Levina, seru, lucu, menyenangkan, pokoknya worth it banget deh ngajak anak2 liburan yaa...

Timo mengatakan...

Eh ada rules of 100 ya, aku baru tau wakakak. Eh tp itu ngitungnya gmn ya? 100 x anggota keluarga (misal 4) x jumlah hari (misal 5) = 2,000?

Tp emang dulu sih bener ya, waktu kecil sempet diajakin ke SG naik SQ pulak ... Dulu blm semahal sekarang kali ya hahaha. Trus jalan2 ke SG, seru lah wkt itu ya :)

zata ligouw mengatakan...

@Timo
iya, jalan2 waktu kecil emang selalu berkesan, ya, mas Timo...

KENAN mengatakan...

Berarti kita jadi ke Malaysia? ;p

KENAN mengatakan...

Berarti kita jadi ke Malaysia? ;p

zata ligouw mengatakan...

Insha Allah sayang, makanya bantuin mama nabung, yaaa...

Ruli retno mengatakan...

Biasanya dana darurat ya di pake buat oleh2 juga.. hahaha

zata ligouw mengatakan...

@Ruli retno
iya bener mba Ruli :)

Poskan Komentar