Selasa, 13 September 2016

My Morning Routine | TIPS





Yes, sejak habis Lebaran kemarin saya resmi tidak punya mbak yang tinggal di rumah. Jujur aja rasanya agak gamang, dari punya dua ART, lalu kini diganti oleh satu mbak yang hanya datang sesekali itu pun hanya sebentar saja.

Si mbak yang baru ini datang hanya sekitar 3 jam saja untuk nyuci dan seterika baju (pekerjaan yang saya paliiiing ngga bisa handle). Saya yang sudah terbiasa dengan ART yang mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah tangga, juga satu mbak yang biasanya menjaga si kecil, kini harus melakukannya tanpa bantuan mereka. Saya dan suami sepakat untuk tidak mengambil ART full time lagi karena kami belum siap untuk beradaptasi lagi dengan orang baru yang harus tinggal serumah dengan kami (cat: mbak-mbak sebelumnya selalu bekerja bertahun-tahun dengan kami, jadi sudah sangat dekat. Rasanya asing jika tiba-tiba ada orang lain lagi di rumah, apalagi yang harus menjaga anak-anak).


Untuk kebanyakan mama lainnya, menyiapkan segala sesuatu mungkin hal yang biasa, namun buat saya, dengan malu saya harus mengakui bahwa ini adalah perjuangan. Dua minggu pertama saya pontang-panting, bahkan sampai menolak beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan blogging. Saya pun sering merasa 'gagal' saat menyiapkan bekal si kaka yang hanya seadanya, saat beberapa kali anak-anak kesiangan karena saya juga kesiangan, dan seterusnya. I'm not a morning person, jadi bangun pagi (tanpa tidur lagi, rasanya ya ampuunnn...). Biasanya saya tetap bangun sekitar jam 5an, menemani anak-anak siap-siap ke sekolah sementara si mbak yang menyiapkan sarapan dan bekal. Saat jam 6.30 anak-anak berangkat, ya saya lanjut tidur, maklum, saya hampir selalu tidur setelah jam 1 malam.

Setelah nggak ada ART, saya harus bangun lebih pagi, paling telat jam 4.30 dan tidaak boleh tidur lagi sampai malam karena siapa yang akan menjaga si bungsu kalau ia bangun dan beraktivitas?. Akhirnya, setelah dua minggu pontang-panting, sebulanan mulai agak mendingan dan setelah beberapa bulan, saya mulai menemukan ritme yang cocok, everything's under control, lah ya..

Menyiapkan beberapa hal di malam hari

Kadang ada drama baju seragam yang akan dipakai ternyata belum diseterika atau lebih parah lagi, belum dicuci!. Untuk memastikan bahwa seragam dan sepatu yang akan dipakai pagi hari sudah ada, siapkan sejak malam harinya. Toh, kalau pun ternyata belum diseterika or even worse, belum di cuci, saya bisa segera mencucinya dengan mesin cuci dan menjemurnya dekat AC, pagi-pagi sekali bisa langsung diseterika dan dipakai.

Demikian juga dengan bekal sekolah. Jika menu untuk dibawa besok adalah sayuran dan beberapa lauk, biasanya saya sudah menyiangi sayur sejak malam hari, mengiris bawang dan menyiapkan bumbu, lalu taruh di kulkas, pagi harinya tinggal ditumis. Untuk lauk yang berat saya bahkan sudah memasaknya sejak sore hari sebelumnya, misalnya bekal makan siang anak-anak besok adalah ayam rica-rica dan tumis kangkung, ayam rica-rica akan saya buat terlebih dahulu, setelah matang, simpan dikulkas dan pagi hari tinggal dipanaskan.

Kopi!

Saya pecinta kopi, tidak lengkap rasanya bangun pagi dan tidak menyeruput cairan hitam ini. Dulu, saat bekerja kantoran, coffee shop adalah langganan saya, namun saat sudah tidak bekerja di luar rumah, saya sangat mengurangi minum kopi di coffee shop kecuali meeting atau bertemu teman. Saya dan suami kini lebih menikmati kopi buatan sendiri, hanya bermodalkan kopi hitam, coffee mate, dan mokapot, voila.., kopi enak kesukaan kami sudah tersaji tanpa keluar biaya mahal.

donut dan kopi di pagi hari, hmmmm....

Bangun sedikit lebih cepat

Biasanya, waktu masih ada ART saya bangun sekitar jam 5 sampai setengah enam. Namun semenjak tidak ada ART yang menginap, jam 4.30 saya sudah bangun meski pun kadang saya baru tidur setelah tengah malam.

Saat bangun lebih cepat, mood saya dan anak-anak pun jauh lebih baik karena kami tidak terburu-buru dan saya pun tidak perlu marah-marah untuk menyuruh mereka bergerak lebih cepat (mandi, sarapan, dll).

Saya juga punya waktu untuk santai sejenak sambil minum kopi saat anak-anak sedang sarapan. Anak-anak merasa lebih happy karena saya menemani mereka sampai mereka berangkat ke sekolah masing-masing.

Delegasikan

Saya mendelegasikan beberapa hal kepada anak-anak yang lebih tua serta kepada suami. Setiap hari, pada pagi hari, minimal anak-anak harus merapihkan tempat tidur dan meja belajar mereka masing-masing. Suami pun, saat tidak pulang tengah malam, paginya saya mintakan tolong untuk membuat pancake kesukaan anak-anak.

Simplify

Untuk mendukung kegiatan pagi saya yang hectic, saya berusaha menggunakan barang-barang yang mendukung serta memudahkan aktivitas saya. Sebagai contoh, pagi hari juga adalah jadwal saya moderating di The Urban Mama dan ngeblog, jadi sambil menemani anak-anak sarapan, biasanya saya akan buka forum dan berselancar di sana, melihat apakah ada komentar yang pelu dihapus, perlu dijawab, dan lain sebagainya. Komputer dan laptop ada di ruang kerja atas, dan kurang efisien jika saat membantu anak-anak bersiap sekolah, saya justru bolak-balik ke ruang atas, jadi saya cukup menggunakan hape atau tablet saya, namun karena aktivitas nge-forum pasti banyak nulisnya, ya enakan pake keyboard dongg.., jadi saya tetap pake hape, kadang tablet, lalu mengetik menggunakan keyboard Logitech K480.

nemenin anak-anak sarapan sambil kerja ...

Enjoy!

Saat kita sudah berusaha maksimal untuk menjadi ibu terbaik bagi anak-anak kita, saatnya untuk menikmati semua hal. Nikmati kekacauan yang terjadi, nikmati suara anak-anak yang berisik, dan seterusnya. Mereka tidak akan kecil selamanya, akan ada masa di mana kita merindukan suara-suara berisik dan rengekan mereka saat mereka sudah bukan anak kecil lagi :)

*****

44 komentar:

enninda mengatakan...

keyboardnya bagus mbak praktis ya pake gitu sama gadget, jadi pengen punya juga :D

Anne Adzkia mengatakan...

Sejak nggak bergantung lagi kepada ART, aku juga mulai menerapkan prinsip "not being a clean freak anymore" supaya nggak stress. Jadi gpp rumah dibiarkan berantakan dan beresin saat mmg punya energi buat beresin. Berhasil juga sih, jadi lebih bebas stress dan fokus pada kerjaan yang lebih penting dan mendesak.

zata ligouw mengatakan...

Iya mba ennida,praktis dan simple :)

zata ligouw mengatakan...

Nah sama tuh mba Anne, skrg aku juga less perfeksionis, yg penting semuanya beres udah oke :)

tutyqueen mengatakan...

aaaahhh baru saja bahas keyboard logitech ini dan minta beli ke pak suami hihi

Pipit Widya mengatakan...

Saya udah ga pakai ART Mba. Saat udah menemukan ritmenya, jadi terasa enak ya ngurus rumah sendiri.

zata ligouw mengatakan...

Hihihi, yuk beli mba Tuty...

Zata mengatakan...

Yes, klo udah nemu ritmenya emang enak mba Pipit...

Frida Herlina mengatakan...

I feel you, kakak...
Adaptasi tanpa ART itu jumpalitan banget kalo ga ikhlas dgn ritme kerja yg baru. Hehehe...
Salut! Kak Zata bisa ikhlas korbanin waktu utk tiduran lagi saat anak2 sekolah. Ada kalanya memang utk kelancaran semua urusan memang ada yg harus dikorbankan, ya. ^^
TFS! So motivating!

zata ligouw mengatakan...

@Frida Herlina
yes, bener tuh mba Frida, gak tidur lagi itu berat banget, makanya skrg aku ngusahain untuk tidur lebih cepet. Lumayanlah, biasanya baru tidur jam 2an, sekarang aku usahain jam 12 malem udah bobo :)

Kanianingsih mengatakan...

tipsnya smua udah dilakukan mba kecuali....blm punya notebook sendiri hehe

Timo mengatakan...

Sama nih bukan morning person, dan suka ketar-ketir kl ada kegiatan pagi hari hahaha.

Anyway, udah pernah liat keyboardnya, si temen pake, seru ya, sepertinya, kalo ngeblog ga perlu buka laptop udah bisa dong ya skrg ;)

Ina Inong mengatakan...

nyaris sama kita, emak-emak riweuh di pagi hari, tapi bedanya aku gak punya keyboard ituuu :D, itu disinkronnya bisa sama tablet aja kah? smartphone bisa nggak?

Bibi Titi Teliti mengatakan...

Aku gak pernah sanggup nyetrika mbaaak,
antara lempar ke londri kiloan atau delegasikan Kayla buat lipetin baju aja muahahahaha...

Aku juga semacam 'manusia malam' gitu mbak, dan kalo bangun kepagian suka sering kehilangan orientasi dan harus bengong dulu bentar hahaha...

zata ligouw mengatakan...

Yuk mba Kania, semangatt, tar pasti punya :)

zata ligouw mengatakan...

Ahaha toss mas Timo. Iya ini perjuangan bgt bangun paginya.

Iya, lagi gak dpn PC atau laptop tetep asik ngeblog krn keyboard logitech ini..

zata ligouw mengatakan...

Hihihi iya ya mba Inong..

Bisq banget kok mba, bisa dipake buat smartphone dan tablet..

zata ligouw mengatakan...

Iya nyeterika itu pe er banget buat aku mba, tp kalo terpaksa bisa sih ;p

obat sakit tenggorokan mengatakan...

Salam buat para blogger semua, kunjungan sorenya mbak

Ade Anita mengatakan...

Sejak awal aku kayak orang berantem kalo nyetrika. Yg kesundut ujung setrikaanlah... mending aku ikut nyetrika kiloan

zata ligouw mengatakan...

@Ade Anita
iya mba Ade Anita, nyeterika itu pe er banget buat aku, huhuhu...

fanny f nila mengatakan...

saluut, akhirnya toh lama2 terbiasa juga ya mba, dan bisa nemuin ritmenya ;). aku sampe skr msh blm berani utk lepas dr art.. -__-.. kerjaan berat banget itu.. masih jauuuh lbh gampang disuruh ngelembur kerjaan kantor drpd jd ibu rumah tangga gini.. makanya selalu salut ama para ibu RT yg bisa beres ngatur rumahnya dan keluarga tanpa bantuan ART :)

zata ligouw mengatakan...

@fanny f nila
kebayang sih mba Fanny, kalo kerja kantoran kan emang butuh banget ART, udah nikmatin aja deh ya :)

bunda rizma mengatakan...

aish asiknya suami bs bantu siapin pancake. haha *salfok
semangat ta!
perjuanganmu pasti ga akan sia2, n jgn ngrasa bersalah lagi ya. sama spt tips terakhir: enjoy!

zata ligouw mengatakan...

@bunda rizma
Elokkkk makasih yaa, makin semangat nih dikomentarin dirimuuu #ketjup

Ety Budiharjo mengatakan...

Problem yang sama nih mbak...ART datengnya juga buat cuci sama setrika. Tapi bener yang terakhir...enjoy...

zata ligouw mengatakan...

@Ety Budiharjo
wah toss dong mba Ety :)

Cumilebay MazToro mengatakan...

Sama nich setrika pekerjaan yang paling gw benci hahaha

zata mengatakan...

@Cumilebay MazToro
toss dong mas Cumi :D

Santi Dewi mengatakan...

saya aja yang pake jasa laundry utk cuci dan setrika, kadang seragam anak suka ketinggalan, tau2 anak butuh seragam, ternyata seragamnnya masih kotor ya ampuuun.... ditambah saya adalah pelupa hiks

zataligouw mengatakan...

@Santi Dewi
iya mba San, nyuci nyeterika terutama baju seragam anak2 dan suami itu yang utama ya..

Mesra Berkelana mengatakan...

semenjak hidup di sekolah asramaan, nyetrika itu hal bikin males huhu.. emang agak riweh kalo ga pake art, tapi dibalik itu semua kdg bikin anak jadi mau tanggung jawab lebih untuk hal2 yang sekiranya dia bisa kerjakan mbak :D
dulu ortu saya juga pake art, tapi semenjak saya udah SD kelas 5 artnya dilepas.
jadi ga terlalu bergantung dg art utk semuanya.

zata ligouw mengatakan...

@Mesra Berkelana
iya jaman dulu aku juga kelas tiga es de udah disuruh nyuci baju kadang2 hihihi..beda yah sama sekarang..

Heni Puspita mengatakan...

Saya suka gregetan kalau ngeblog modal hape aja. Jari ini semacam pengen ngelus2 keyboard notebook melulu he he. Asyik ya kalau pakai keyboard logitech.

Erny Kurnia mengatakan...

Baru pertama mampir blog ini dan aku selalu kagum sama ibu2 seperti mbak. Bisa handle semua hihi. Semangat terus mbak ��

Sandra Buana Sari mengatakan...

Menyiapkan beberapa hal dimalam hari - INI BENER BANGET! hahahahha.
Soalnya aku tiap pagi pak pik puk urusan Raya buat ke daycare dll, blm lagi urusan bikin teh buat suami, kl ngga dari malem nyiapin yg ada wassalam deh. Pernah kejadian pas Raya harus bawa buku buat story telling, akhirnya ketinggalan karena lupa & ngga disiapin dari malem.. hiiiikkksss

zata ligouw mengatakan...

@Heni Puspita
iya gemez ya kalo lagi mau ngetik banyak dan panjang tapi cuma pake hape, hehehe..

zata mengatakan...

@Erny Kurnia
wahhh makasih udah mampir mba Ernyyy...

zata ligouw mengatakan...

@Sandra Buana Sari
nah iya San, kalo udah inget dari malemnya mending langsung disiapin daripada klupaan ya, hehehe...

Waya Komala mengatakan...

Wah, ternyata aku gak sendiri. Aku pernah beberapa kali kejadian lupa kalo baju seragam anakku belum dicuci. Telat bangun pulak. akhirnya ngebut nyuci trus dijembrengin di kipas angin. Abis itu setrika. Heboh banget deh. Sekarang aku usahakan siapin semuanya malam hari. Kalau anak udah berangkat sekolah, berasa lega :)

eh btw, naksir keyboardnya deh. Kereen :)

Hafidzah Cumlaude mengatakan...

Memang apa-apa akan lebih mudah kalo ada persiapan sebelumnya, jadi pagi ga riweuh cari ini itu ^0^

zata ligouw mengatakan...

@Waya Komala
wuaaa toss mba Waya.., nightmare banget kalo gitu ya, brasa jadi ibu yg gak becus, huhuhu...

zata ligouw mengatakan...

@Hafidzah Cumlaude
yes, betul mba, pagi2 tenang jadinya meski pun kalo bangun sedikit telat masih oke karena smua sudah siap...

alya mengatakan...

bagus nih artikelnya buat masa depan kalo udah punya swami..hehe

Poskan Komentar