Rabu, 10 Mei 2017

Perjalanan Singkat ke Desa Rowosari Bersama #SamsungCare

Pemandangan menuju desa Rowosari, Semarang, yang menyegarkan..


Tanggal 3-4 Mei 2017 lalu, saya menghabiskan waktu di kota Semarang, di mana salah satu harinya saya dan teman-teman media pergi ke RW 4, Desa Rowosari, Tembalang, Semarang, untuk melihat Balai Warga, Samsung Smart Library, serta 31 buah rumah yang sudah layak huni dan diperbaiki oleh tim dari #SamsungCare serta Habitat for Humanity.

Saat saya sudah terbiasa dengan rutinitas sehari-hari di Jakarta, dengan segala kebisingan dan kemacetannya, dengan padatnya aktivitas seperti menghadiri undangan-undangan acara, antrian artikel, dan pekerjaan lainnya yang menumpuk, rasanya perjalanan ini benar-benar menjadi penyeimbang dan makanan bagi jiwa.

Tiba di lokasi, saya ingat sekali, suami saya menelepon dari Jakarta dan bertanya bagaimana situasi di sana. Saya menjawab singkat, “hangat.” Ya, itulah kesan pertama yang saya rasakan saat tiba di lokasi, di mana beberapa warga yang hadir menyambut kami dengan hangat. Orang-orang dari Corporate Citizenship Samsung dan perwakilan dari Habitat for Humanity juga hadir dan berbagi informasi dengan kami para media dan blogger.

Setelah acara pengguntingan pita yang dilakukan oleh bapak ketua RW 4, pak Kanghyun Lee, Corporate Affairs Vice President, Samsung Electronics Indonesia, bapak Tommy Pacatang, Direktur Nasional (ad-interim) Habitat for Humanity Indonesia serta perwakilan dari kantor Walikota Semarang, kami pun dipersilakan untuk melihat-lihat Samsung Smart Library dan Balai Warga, serta rumah-rumah yang sudah dibangun dan diperbaiki.


BALAI WARGA DAN SAMSUNG SMART LIBRARY
SamsungCare: Building homes and community for hope adalah program kolaborasi antara Samsung dan Habitat for Humanity untuk penyediaan fasilitas teknologi, fasilitas kegiatan masyarakat, dan perbaikan 31 rumah tinggal di desa Rowosari, Semarang.

Balai warga ini dibangun dengan tujuan agar warga Rowosari punya fasilitas  di mana mereka bisa saling mengenal lebih dekat serta semakin familiar dengan teknologi  yang dapat membantu mereka membuka wawasan demi masa depan yang lebih baik.

Konferensi pers yang diadakan di dalam Balai Warga

Seorang remaja Rowosari yang mengajarkan saya cara memakai tablet.

Tak hanya remaja, anak-anak pun sudah memanfaatkan fasilitas di Samsung Smart Library

Di Samsung Smart Library ini, anak-anak dan remaja mendapat area khusus di mana mereka bisa memiliki akses informasi dan komunikasi digital untuk mendukung budaya membaca. Di dalam perpustakaan pintar tersebut disediakan 18 unit tablet Samsung Galaxy A dengan S-Pen.

Saat saya masuk ke dalam perpustakaan kebetulan ada beberapa remaja dan anak-anak yang sedang memakai fasilitas tersebut dan dari hasil ngobrol dengan mereka, ternyata mereka sudah cukup fasih menggunakan tablet tersebut. Senang rasanya membayangkan mereka mendapat paparan positif dari kemajuan teknologi saat ini dan saya berharap mereka bisa memanfaatkannya dengan maksimal demi masa depan mereka yang semakin baik.

PEMBANGUNAN DAN PERBAIKAN 31 RUMAH WARGA TAK MAMPU
Pada kesempatan yang sama, kami pun ikut melihat rumah-rumah yang sudah dibangun dan diperbaiki sehingga menjadi rumah yang layak huni.

Oke, jadi begini ceritanya.., 31 unit rumah tersebut sudah melewati proses seleksi yang panjang dan ketat, mulai dari kondisinya yang kurang layak huni, luas bangunan dan jumlah ruangan yang tidak ideal, fasilitas air bersih serta sanitasi yang tidak layak, serta kondisi bangunan yang membahayakan.

Rumah yang dipilih pun harus memiliki dokumen resmi sehingga tidak akan ada masalah hukum kelak. Tak hanya itu, pemilik rumah harus bersedia untuk bekerja bersama dengan tim Habitat for Humanity minimal 400 jam. Tentunya mereka sudah diberi pelatihan dasar konstruksi sebelumnya.

Bagi saya program ini sangat menarik karena merupakan program yang berkelanjutan. Selain pemilik rumah turut terlibat dalam pembangunan rumahnya sendiri, setelah itu mereka pun bisa mencari pekerjaan dengan skill baru yang mereka miliki itu.

Saya, ibu Karsinah, dan Tika (blogger)

Salah satu rumah yang sempat kami kunjungi adalah rumah milik ibu Karsinah, seorang janda beranak satu yang tinggal di RT 02. Sebelumnya beliau tinggal sendirian di rumahnya yang sudah hampir roboh. Saat terpilih untuk menerima bantuan pembangunan rumah, ia pun membantu menyediakan makanan dan minuman bagi tim yang bekerja setiap hari membangun rumahnya.

Ibu Karsinah yang sehari-hari bisa berjalan 15-30 kilometer untuk bekerja memotong rumput, kini punya hunian yang layak dan tak berbahaya. Ia sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya ini dan berharap bantuan serupa dapat diterima oleh lebih banyak orang yang membutuhkan lagi.

ibu Karsinah dan pak Lee.

Rumah ibu Karsinah sebelum dibangun kembali.

Ada catatan menarik saat saya bertanya pada pak Kanghyun Lee soal bagaimana jika individu, masyarakat, komunitas, atau pun khususnya konsumen Samsung ingin terlibat dalam program SamsungCare ini?. Jawaban pak Lee sederhana dan to the point: beli produk Samsung. Karena dalam setiap pembelian produk Samsung sudah ada alokasi untuk hal ini.  Tidak ada program khusus seperti beli produk Samsung A berarti berdonasi sekian, atau beli produk Samsung X akan disumbangkan sekian persen untuk SamsungCare, dan seterusnya. 

Keuntungan Samsung di tiap negara pun akan dinikmati oleh negara tersebut, bukannya dibawa pulang ke negara asal atau negara-negara lainnya.


Terimakasih tim #SamsungCare atas kesempatannyaaa ...
 *******

20 komentar:

  1. Wahh mulia sekali :) semoga aja makin banyak program-program serupa ya, mba. Meskipun gak di gembar-gemborkan di awal, tapi kenyataannya keliahatan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba Icha, setuju banget, aku sebagai blogger juga jadi ikut bahagia, bangga, terharu, dll, deh.. semoga bisa sering trlibat di acar2 seperti ini kita yaa, amiinn..

      Hapus
  2. Waw acara samsung keren juga, semoga makin banyak yg dikunjungi biar soudara kita merasakan manfaat baiknya.

    BalasHapus
  3. Wuuaaahh.. Kereenn.. Smart library nya keceeh abis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Wid, bagus banget, mudah2an berguna buat anak2 di sana ya..

      Hapus
  4. Wiih programnya Samsung keren banget! Baik yaa, semakin banyak yg beli Samsung di sini, semakin banyak juga saudara2 kita yg terbantu.

    Semoga smart library dari samsung bisa membantu anak-anak di sana menjadi lebih kreatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha iya Cin betul.., amiiinn..

      Hapus
  5. Samsung semakin dekat dg masyarakat kalau begini

    BalasHapus
  6. brand papan atas di Indonesia, program yang bagus untuk masyarakat mbak, btw suka sama desanya hijauuu banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya asri, orang2nya juga ramah2 Ev...

      Hapus
  7. Program samsung ini keren yah, semoga jadi ide buat brand lain juga yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, seneng yah sama brand2 yang program2nya berkelanjutan gini..

      Hapus
  8. Programnya bagus banget tuh.
    Btw ijonya bikin seger.

    BalasHapus
  9. Great trip ya mba...dan programnya juga bagus banget untuk berbagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, it was a greatt trip mba :)

      Hapus
  10. Keren...
    Itu di kecamatanku..
    Semoga programnya berkelanjutan

    BalasHapus
  11. Hebat! Inspiring! Semoga ke depannya makin banyak korporasi besar yang melakukan hal serupa ya.

    BalasHapus