Minggu, 23 Juli 2017

Tips Meningkatkan Jumlah Followers Instagram Secara Organik


Jumlah Followers instagram saya memang belum banyak-banyak amat, sih, cuma karena beberapa kali saya menerima pertanyaan yang berkaitan dengan personal branding dan cara meningkatkan jumlah followers dan likes, baik secara langsung mau pun yang ditanyakan lewat aplikasi TADO, jadi sekalian aja saya kupas tuntas tasss di sini, yaa.., semoga berguna.

Berikut ini 15 cara yang sudah saya coba. Silahkan kalau ada yang mau menambahkan yaa.., kasih masukan di kolom komentar :)

1. KONSISTEN
Konsisten mengupdate misalnya sehari satu postingan. Sebaiknya, jangan biarkan IG kita tidak terupdate sampai lebih dari satu minggu. Selain followers akan kehilangan berita dari kita, brand pun akan malas memberi job karena kita dianggap kurang aktif di instagram.

Konsisten dengan tema postingan. Tidak perlu selalu mengikuti trend terkini dengan postingan yang serba putih misalnya, atau serba pastel, serba pink, dst, karena lama-lama kita akan capek dan mungkin 'terjebak' dengan hal ini. Hari ini tidak ada postingan bertema putih, akhirnya malah posting foto tembok berwarna putih. Daaaa....??. Eh, tapi kalau memang konsepnya sudah seperti itu dan memang bisa konsisten untuk terus posting sesuai konsep, tidak masalah, loh, ya. Saya punya beberapa akun IG favorit yang temanya serba putih, serba pink, dan serba warm :)

Yang saya maksud dengan konsisten adalah isi postingannya. Jika kamu membranding diri kamu sebagai travel blogger, ya pastikan secara berkala kamu posting foto-foto perjalanan kamu. Sesekali foto yang di luar soal travelling juga tidak apa-apa, asal yang soal travelling selalu ada.

2. FOTO DAN VIDEO YANG LAYAK
Pikir-pikir sebelum posting. Edit dulu sebelum posting. Jika bisa memposting foto bagus, minimal foto yang layak, kenapa harus memposting foto seadanya?. 

Nggak perlu pakai kamera mahal, kok. Saya sendiri jarang-jarang aja posting foto pakai DSLR mau pun mirrorless, lebih sering pakai hape dengan alasan kepraktisan dan agar bisa cepat ngapdet saat sedang berada di event, dll.

Saya pernah membaca status seorang kenalan yang sepertinya anti mengedit foto. Palsu katanya. Hmmm.., kalau pendapat saya, selama semua in moderation alias secukupnya, tidak mengubah makna foto tersebut, kenapa tidak?. 

Kalau foto yang kita edit jadi lebih terang, wajah kita jadi kelihatan lebih cerah, ya bagus, toh?. Saya pribadi, sih, agak malas kalau melihat foto-foto kusam berseliweran di timeline IG saya. Dan belum tentu lho orang tersebut kusam, mungkin karena pencahayaan yang jelek, lensa kamera yang kotor, atau sekedar sial aja fotonya lagi ngga bagus, hehehe.

Yang perlu diingat, tampil apa adanya tidak selalu positif. Jika ingin membranding diri sebagai influencer atau apa pun, ada baiknya merencanakan dan merapikan isi timeline.

Saya menaikan kecerahan foto sebelah kiri hingga 4x lipat serta menaikan saturasinya sehingga warnanya lebih sesuai dng yg asli.
Foto diambil dengan kamera hape.
Saya menaikan midtone foto sebelah kiri sampai 3x. Foto pun jadi lebih cerah dan enak dilihat. Foto ini diambil dng kamera DSLR.

Video pun kurang lebih punya aturan yang sama dengan foto. Dilarang blur, gelap, dan gak jelas. Membuat video bisa dengan alat apa saja, kamera DSLR, mirrorless, atau pun kamera hape saja, yang penting kualitasnya cukup bagus dan diedit dengan sepenuh hati.

Video di bawah ini dibuat hanya dengan kamera hape OPPO F1 yang biasa saya pakai sehari-hari. Namun karena pengeditan yang makan waktu seharian, sepertinya itulah yang membuat video ini cukup banyak dilihat followers.



Sedangkan video berikut diambil dengan agak serius, pakai kamera DSLR. Sesekali saya berusaha membuat video yang lebih bagus dari biasanya, selain untuk menyenangkan klien, ya biar followers juga terhibur.

 
Menurut pendapat suami saya (yang kebetulan juga berprofesi sebagai photogrpaher dan videographer), mengedit itu memiliki beberapa tingkatan:

1. Mengoreksi - contohnya dari gelap jadi terang, mata merah jadi normal, cropping, dst.
2. Mengeksploitasi - menonjolkan bagian yang ingin diekspos, misalnya baju, wajah, dst.
3. Mengubah - contohnya menghilangkan jerawat, melangsingkan badan (dari agak gemuk, ke agak langsing misalnya), dst.
4. Mengganti - dari gemuk jadi kurus (benar-benar bertolak belakang dari aslinya), mengganti lokasi background. Misalnya kita foto di taman dekat rumah, lalu background kita ganti dengan photoshop, seolah-olah sedang berada di Paris , dari jelek jadi cantik, dst.

3. HASHTAG
Hastag cukup berperan penting dalam meningkatkan jumlah followers dan likes pada foto instagram kita. Hashtag yang tepat akan membuat postingan kita terekspos kepada audiens yang lebih besar.

Dalam sebuah postingan kita bisa memakai sampai 30 hashtags, namun menurut salah satu artikel dari Track Maven yang saya baca, yang efektif adalah menggunakan sekitar 11an hashtags.

Add caption

Namun, ada beberapa orang yang mengeluhkan soal banyaknya hashtags ini. Hashtags yang terlalu banyak dianggap mengganggu pemandangan, apalagi jika captionnya jauh lebih pendek dari hashtags.

Untuk mengakalinya, ada yang menaruh hashtags sejauh mungkin di bawah caption, caranya dengan menulis titik lalu spasi lalu titik lalu spasi lagi, sebanyak dan sejauh yang kita suka. Buat yang kurang mengerti tampilannya seperti apa, silakan kepo-in instagram saya @zataligouw, ya 😝.

Ada juga yang menulis caption bersamaan dengan foto, lalu menulis semua hashtags-nya di kolom komentar.

4. BAHASA CAPTION
Caption meski tidak selalu dibaca, namun merupakan bagian yang sangat penting dari postingan instagram kita.  Kadang foto yang biasa saja tapi caption-nya bagus bisa mengundang banyak likes, lho. Tips lainnya, sesekali tulis caption di bahasa Inggris agar orang lain yang bukan berasal dari Indonesia bisa juga memahami caption kita. Hal ini juga akan membuat followers kita dari luar negeri bertambah.

Untuk postingan saya yang bertema diet/healthy lifestyle dan DIY (do it yourself) biasanya saya akan memakai caption berbahasa Inggris dan biasanya tiap postingan bisa menghasilkan 3-5 followers bule baru, hehehe..

5. AKTIF DI KOMUNITAS
Saat awal-awal saya punya instagram sekitar tahun 2011, followers saya cuma puluhan, lalu naik sedikit menjadi ratusan. Tahun berikutnya saya bergabung dan aktif di komunitas the urban mama yang anggotanya ada puluhan ribu, followers saya pun naik cukup drastis, sekitar 2000-an kalau ngga salah.

Lalu pelan-pelan bertambah lagi saat saya aktif di beberapa komunitas seperti Fun Blogging, KEB, BloggerCrony, dst. Jadi, aktif di komunitas, selain menambah jejaring, silaturahmi, juga nambah followers, lho :)

6. GIVE AND TAKE
Follow semua teman-teman kita yang kemungkinan akan follow back atau folbek. Ngga usah seperti anak-anak abege yang sampai pasang hestek di bio-nya #followforfollow atau #unfollowblock, sih, hehehe..

Teorinya begini, kalau kita follow, let say, 500 orang per hari, kemungkinan akan ada folbek sekitar 30% dari jumlah tersebut, kalau kita konsisten melakukan hal ini dalam satu bulan, bayangkan jumlah followers yang bisa kita dapat.

Pastinya following kita akan membengkak, tinggal nanti kita beberes aja, sih, boleh aja unfollow orang-orang yang ngga folbek dan orang-orang yang ngga sesuai dengan minat kita. Saya pribadi pasti akan folbek orang-orang yang saya kenal, meski pun hanya ketemu satu kali di suatu event, saat dia follow saya, pasti saya folbek.

Kalau ada yang belum saya folbek padahal kenal, itu pasti hanya karena saya melewatkan notifikasinya. Colek aja kalo saya belum folbek, ya, kakaaa :)

7. MENGADAKAN GIVEAWAY
Mengadakan giveaway (GA), kuis, dan kontes di Instagram kita ternyata cukup ampuh menambah followers, lho, saya sendiri sudah menerapkannya.
Sebagai contoh, adalah screen captures di bawah ini, saat saya mengadakan giveaway pada bulan April. Sebelum mengadakan GA, followers saya 7001. Lalu saat GA berlangsung,  ternyata ada 450an orang yang berpartisipasi dalam GA tersebut. Saat saya cek followers saya, ternyata sudah bertambah lebih dari 600 followers.

Selain giveaway, kita juga bisa mengadakan kuis, kontes foto, dan lain-lain.

sebelum GA 7001, lalu GA dng 450-an peserta, sesudah GA jadi 7683 (berarti + 682)
Tapi besoknya sekitar 150 aku unfollow saya, hehe, itu risiko, biarin aja..


8. MINTA FOLLOWERS MEN-TAG ORANG LAIN
Ini berkaitan dengan poin giveaway di atas. Saat mengadakan GA, sebaiknya minta followers untuk mengajak teman lainnya untuk ikut serta dengan cara men-tag mereka. Otomatis orang yang ditag akan berkunjung ke akun kita, jika suka akan ikut menyukai postingan kita bahkan lebih beruntung lagi jika akhirnya mereka juga follow akun kita.

Biasanya salah satu bunyi persyaratan GA kurang lebih seperti ini "tulis komentar kamu di bawah postingan ini dan jangan lupa tag 3 teman kamu, yaa.."

9. PERHATIKAN JAM POSTING
Mengapa penting untuk memperhatikan jam posting kita?. Karena persaingan yang cukup ketat saat ini dengan begitu banyak foto berseliweran di timeline setiap orang membuat algoritma instagram berbeda dari biasanya.

Algoritma instagram menyukai akun yang memiliki engagement yang besar dalam waktu singkat, jadi penting banget kan buat 'nyolong start' memposting foto di instagram di jam-jam ramai sehingga dalam waktu singkat kita bisa memperoleh banyak likes dan komentar.

Nah, saat postingan tersebut memperoleh likes dan komentar yang lebih banyak dari biasanya, ini akan memberi sinyal pada instagram bahwa postingan kita itu adalah postingan yang berkualitas dan memiliki konten yang bagus sehingga instagram akan memindahkannya ke bagian paling atas di feeds instagram followers kita. Otomatis akan makin banyak lagi yang melihat, menyukai dan berkomentar.

Lebih menariknya lagi, semakin kuat engagement yang terjadi, kemungkinan besar akan membuat instagram menempatkan postingan kita di explore page mereka di mana yang bisa melihat postingan tersebut bukan hanya followers kita, tapi juga para followers dari followers kita. Keren, kan?.

Dari beberapa sumber, saya mendapatkan informasi bahwa jam-jam yang baik untuk posting instagram adalah pagi hari sekitar jam 6 sampai jam 9 pagi, di mana orang sedang berada di jalan, macet, dll, sehingga untuk menghabiskan waktu mereka akan sibuk mengecek sosial media. Lalu jam makan siang, sekitar jam 11 sampai jam 2 siang. Berikutnya adalah malam hari, jam 8 sampai jam 10 malam.

Postingan saya di bawah ini adalah salah satu contohnya. Saya mempostingnya sekitar jam 8.30 malam dan hasilnya likes dan komentar yang saya dapatkan jauh lebih banyak daripada postingan lainnya.

Memang, sih, konten postingan juga berpengaruh. Jika kita posting sesuatu yang kurang menarik, meski pun di jam ramai ya kemungkinan likes serta komentarnya akan biasa saja, tidak terlalu signifikan perbedaannya.


10. MURAH LIKES
Gak ada ruginya, lho, nyenengin orang 😉. Setiap sedang buka IG, saya pasti akan me-like hampir semua foto yang lewat di timeline saya kecuali foto-foto yang memang nggak sesuai selera (misalnya foto orang merokok, foto dengan pakaian yang terlalu seksi atau dengan caption kasar plus nyinyir).

Nah, mulai, yuk, obral likes, selain dapet pahala karena bikin orang seneng, kan timbal baliknya bisa dapet engagement dari mereka nanti-nanti. Pamrih?, yes, in a postive way, tentunya.

11. BERI KEJUTAN
Sesekali perlihatkan sisi lain kamu, sesuatu yang belum banyak diketahui orang, misalnya pekerjaan sampingan kamu yang keren, latar belakang kamu yang 'wow', dsb.

Ada salah satu akun yang saya follow di IG karena saya suka dengan feed instagramnya yang berhubungan dengan lari. Dia akan posting soal kegiatannya mengikuti race ini itu, thriatlon sampai ke luar negeri, latihan-latihan yang ia lakukan sebelum race, dsb.

Pada suatu ketika, ia memposting tentang pekerjaannya yang ternyata ia adalah seorang pengacara. Menurut saya itu hal yang keren, di mana seorang lawyer yang biasanya kaku dan sibuk ternyata bisa tetap menekuni passionnya yang lain di bidang lari. Ini merupakan nilai tambah menurut saya, di mana ia bisa menarik lebih banyak orang untuk mengikutinya.

12. CROSS-PROMOTING
Sebagian besar dari kita pasti sudah melakukan hal ini ya, menyambungkan beberapa akun sosial media sekaligus. Misalnya saat kita posting di akun instagram, kita juga menghubungkannya dengan facebook sehingga postingan yang sama bisa muncul di dua platform tersebut sekaligus.

Keuntungannya, teman kita di facebook misalnya, yang sebelumnya tidak tahu akun instagram kita jadi kepo, mengklik dan tersambung ke instagram kita. Bisa jadi ia menyukai postingan kita dan mulai mengikuti kita.

Memasukan salah satu foto instagram ke dalam artikel blog juga sangat berpengaruh. Pembaca yang belum tahu akun instagram kita jadi tahu. Mereka juga bisa mengklik foto tersebut dan langsung terhubung ke akun instagram milik kita.

Foto dari instagram di atas adalah salah satu contoh cross promoting.

13. INSTAGRAM SPONSORED ADS
Ingin reach postingan kita lebih besar bahkan bisa menghasilkan traffic ke blog juga, gunakan saja instagram sponsored ads. Bagi yang akun IG-nya sudah diubah ke setting bisnis, ada pilihan 'promosikan, tinggal kita klik dan pilih foto mana yang ingin kita promosikan dan berapa biaya yang ingin kita keluarkan. Silakan dicoba-coba saja...
 
14. GUNAKAN JASA PROFESIONAL

Punya dana lebih dan berniat serius jadi influencer?, pakai jasa profesional juga oke. Socialmeter.id adalah salah satu jasa profesional yang bisa membantu kamu meningkatkan sosial media kamu, dari mulai twitter, facebook, sampai instagram.

Socialmeter akan mengirimkan analisa mengenai sosmed kamu serta memberi saran dan tugas mengenai apa saja yang harus kamu lakukan di media sosial setiap minggunya. Hmm, menarik, kan?.

15. PERFECT INSTAGRAM POST
Btw, saya nemu satu infografis yang keren nih, tentang anatomi postingan instagram yang sempurna #tsahhh. Silakan disimak dan dipelajari sendiri ya, poin-poinnya cukup jelas kok...



Sudah merasa melakukan semua hal di atas namun followers hanya bertambah sedikit?. Yes, it takes time, dear, sabar dan tetap konsisten berusaha saja, karena semua ada prosesnya. Saya yang sudah lima tahun di instagram, mencapai target 10K saja belum kesampaian, hehehe.. #ups #cucol

Yes, it takes time, dear, sabar dan tetap konsisten berusaha saja, karena semua ada prosesnya. Saya yang sudah lima tahun di instagram, mencapai target 10K saja belum kesampaian, hehehe..

Kalau mau instan ya beli aja, tapi masalah engagement dan image-nya bagaimana?. Agency dan brand bisa melihat dan merasakan, kok, mana orang-orang yang kompeten dan memiliki followers serta engagement yang bagus.

Saat saya masih bergabung dengan salah satu media online, kami seringkali mencari KOL (Key Opinion Leader) dan KOM (Key Opinion Mom) untuk diajak bekerjasama dan kami bisa melihat dengan jelas lewat isi postingan serta citra para calon KOM/KOL, mana yang benar-benar kompeten, mana yang mungkin (mungkin, lho) beli followers.

Saat sekarang saya aktif di dunia komunitas pun, hal yang sama terlihat, komunitas bisa memilah dan memilih mana orang-orang yang kompeten di bidangnya, dalam hal ini blogger, buzzer, dan influencer.

Jadi, kalau kita merasa oke, kompeten, tulisan blog bagus, postingan sosmed kece, image bagus (bukan dikenal sebagai blogger nyinyir, apalagi blogger valak, hihihi..), nggak usah kecil hati meski followers belum terlalu banyak. Saya beberapa kali kok terpilih untuk ikut campaign tertentu yang pada akhirnya saya tahu bahwa sebelumnya mereka mencari influencer dengan minimal followers tertentu (yang belakangnya K 😁), di mana saya belum memenuhi syarat tersebut. Itu artinya ada banyak pertimbangan lain selain jumlah followers, kan?.

So, gimana kakak?, cukup jelas penjelasan panjang lebar di atas, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan, yaaa... :)

*****

63 komentar:

  1. Nhaaa ini butuh banget tipsnya soalnya followerku naik turun, kadang malah susah naik gampang turun. Ngerasa follower kok cuma segitu-gitu aja terus padahal kayaknya udah konsisten update.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kalo udah konsisten brarti tinggal mikirin hal2 selanjutnya mba Dew, semangattt..

      Hapus
  2. Poatingan yang menambah info baru. Selama ini IG dibiarkan organik saja. Tdk apa2 nyantai. Krn tujuannya kepengin dpt follower yg follow krn benar2 menilai postingan kita bgs, utk self-learning dan observasi. Skrg sering kejadian difollow setelah di folbek dia unfollow. Jadi niatnya dia hanya kejar follower. Kayak mancing ikan mungkin ya hahaha....thanks for sharing mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Fiberti, iya sih santai ngga apa2 kalo memang gak ada tujuan khusus utk IG-nya, tapi kalau mau branding sebaiknya mulai dipikirin soal strateginya :). Soal yang follow terus unfollow gak usah dipikirin mba, hehehe..

      Hapus
  3. Wah, tipsnya harus di coba ini, soalnya susah banget naikin follower IG.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk dicoba mba, pelan2 tapi pasti :)

      Hapus
  4. ternyata banyak juga ya cara buat nambah jumlah followers. Makasih infonya. Jadi bingung mulai dari mana duli nih mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mulai aja dari nomor satu mas :)

      Hapus
  5. Wadaaawww, tipsnya mantab jaya nih mbaaa
    tengkyu!
    kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  6. wah 5 tahun ya... memang butuh proses ya mbak. okelah tengkyu tipsnya. daku yang pemula akan berusaha mempraktekkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho oh, lama aja kannn?, emang sih aktif branding baru dua tahun terakhir, tapi tetep aja lama kannn..

      Hapus
  7. Lengkap ajaaaaaaa daaaah

    😊😊😊😊😀😀😀😀

    Hehehehe muanteeeeeeppppp

    BalasHapus
  8. Terima kasih tipsnya ka zatta, ada beberapa tahap yang sudah aku lakukan, dan ada yang belum nih, masih ngga pede.. ka zatta emang pede poll gasss.. semangat!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk yuk sama2 semangat kitaaa...

      Hapus
  9. wow, tipsnya lengkap dan aku akan menconteknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo ada tambahan silakan lho bagi2 di sini mba Uli :)

      Hapus
  10. Tips-nya kompliit mbak. Makasih sharingnya ya. Nah, akhir-akhir ini followerku pun naik turun. Tembus angka 1k sudah, buat naik selanjutnya masih galau xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang begitu mba, normal, naik turun, saya sering juga kok followers naik 200, eh besoknya turun 100, gitu deh..

      Hapus
  11. Instagram itu unik ya. Kalo mau followernya banyak emang kudu tau trik2nya gimana bermain disitu. Salah2 caption atau fotonya jelek org bs unfollow kita. The simple of that :)

    Anw, makasih tipsnya mba. Akupun msh nerapin postingan yang oke gimana di IG.

    BalasHapus
  12. hua mba caranya begitu banyak pantes yg follow aku sarutik hahaha dan konsit nampilin foto keren itu masi kelemahan aku setelah baca ini jadi malu dan pengen bersihin foto2 geje 🤣😂🤣😂

    BalasHapus
  13. Bagus-bagus dan aplikatif banget tips-nya, Mbak Zatta. Semoga konsisten! Itu sih yang masih jadi 'penyakit', wehehehe. Yang paling jadi perhatian aku sih tentang pemilihan foto yang bakal di-post ke Instagram. Terkadang ada yang belum 'aware' dan posting foto banyak dengan jeda waktu yang berdekatan, dengan kualitas yang asal-asalan. Sayang banget, bikin follower jadi risih karena "nyampah", dan nggak terkendali. Hehehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, soal konsisten pun aku masih kadang2 lewat, kalo lagi males kadang bisa berhari2 gak posting hehehe

      Hapus
  14. waaaah bermanfaat sekali mbak sharing dan tipsnya. Makasih banyak loh.

    BalasHapus
  15. Wah mba lengkap banget infonya mba Zata, beberapa sih udah saya terapkan caranya seperti yang mba zata jelaskan. Tapi saya mau nyoba yang pake hastag yang ratingnya tinggi itu. Terimakasih ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama..senang deh akalu bermanfaat :)

      Hapus
  16. Wah.. aku jadi banyak tahu nih gmn ningkatin followers IG. Posting masing jarang-jarang. Nanti ditingkatkan lagi deh. Belajar memperbagus foto juga. Mkasih ya mbk zata artikelnya.

    BalasHapus
  17. followers banyak, like banyak, tapi minim interaksi juga garing hehhe. atau malah dikira beli followers wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes, makanya penting banget buat rajin bales komentar atau pun komentar di akun temen2 lain, jangan cuma pas lagi butuh aja ya ;p

      Hapus
  18. Hahaha jadi inget saya pernah nyoba cara naikin jumlah followers dengan cara follow aja banyak orang terutama akun yg followersnya banyak, abis itu unfollow masal dan ulangi langkah ini, tapiiii akhirnya akun saya di block instagram gara2 nyoba cara ini hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha iya aku pun pernah denger trik itu mas, follow akun2 seleb, trus stelah bbrp hari unfollow. Emang sih nambah followersnya, tapi bukannya capek ya kaya gitu, hehehe..

      Hapus
  19. Asyiik neh tipsnya, cetar banget mba. Aku coba ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat mencobaaa.. cerita2 ya hasilnya nantiii, buat masukan aku juga..

      Hapus
  20. okeee bangeet tipsnya mbaa..lagi terus belajar dari para IG selebs termasuk dirimu hehehe...yangpenting sih buatku, aku enjoy dengan postingan yang aku naikkan :)...suka pegel kalau liat IG isinya iklaaaaaan melulu hehehe...terus kalau lagi sama, semuanya naikkan foto, hashtag dan barang yang sama hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya mba, makanya aku berusaha banget untuk seimnang, kalo udah kebanyakan iklan, sela dulu lah sama postingan personal yang menarik, hehehe..

      Hapus
  21. Terima kasih kaka,...semoga target 2000 followers sy segera tercapai

    BalasHapus
  22. pengin belajar hits kayak kaka dan saya akan belajar knsisten hehe. ig saya masih gitu gitu aj ih

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangattt yukkk, aku pun masih berjuang nih biar konsisten dll...

      Hapus
  23. Iya betul... it takes time buat nambahin follower yg serius. Kan banyak yg cuma mancing follow tp lgsg unfollow begitu kita sdh follow mereka. Dan betul, perlu merhatiin lagi tuh semua yg disebutkan di atas, jam posting, kualitas foto, konsisten... wah semua deh ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, banyak yg seperti itu mba Ria, cuekin aja. kalau kita suka feed IG mereka ya follow aja, kalo ngga, gak usah difollow jg gpp :)

      Hapus
  24. aku sdh tau instagram tp br instal di hp aku dan sedang belajar naikin follower, nemu artikel mba, mencerahkan..makasih banyak mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-samaaa, semoga berguna yaa...

      Hapus
  25. aku baru baca detailnya kakaaak..
    hahaa iya dari dulu timing emang berguna banget. aku pernah posting pas maghrib. bener2 pas. eeehh like-nya dikit. huhuhuhu.

    instagram emang ngejual foto banget yak. timeline ku acak-acakan nih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ig tuh visual bgt Nes, banyak org yg gak baca caption loh, cuma liat foto2nya aja ;p

      Hapus
  26. Bookmark! ini dia yg kubutuhkan :)
    TFS Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. yay! makasih udah mampir tehhhh...

      Hapus
  27. Bisa di coaba nih.
    Doain follower ku naik kk. Hahha

    BalasHapus
  28. di dunia maya dan di dunia nyata mak zata rendah hati, karena gak pandang bulu tebar jempol dan selalu menyempatkan waktu untuk blogwalking :) yg paling syukak klo mak zata udah bikin postingan tips, mencerahkan banget buat diriku

    follower twitter-ku 1400an dan instagram-ku masih 1100an, berarti kudu banyak perbaikan untuk feeds instagram, makasihhhh ilmunya kakak kece

    BalasHapus
  29. Tips keren banget buat saya yang masih posting nggak nentu di IG, di jam sepengen dan seingetnya saya. :D Btw, makasih sering like-like IG saya, Mbak :) Akhirnya nyampe juga saya ke blog Mbak :)

    BalasHapus
  30. Aku juga lagi nyoba konsisten mejeng foto di IG. Dulu sih sehari upload banyak foto. Lalu seminggu gak upload. Alhamdulillah sekarang follower juga merangkak naik meskipun pelan-pelan ����

    BalasHapus
  31. Hmmm,jadi baiknya posting di jam-jam itu, ya.

    BTW keliatan banget Mbak akun yg follower beli dan yg follwernya organik.

    BalasHapus
  32. Mba Zataa bagus dan menarik banget postingannyaa 😊 btw aku kaget kalo ada orang yang bilang kalo ngedit foto untuk diposting itu tandanya palsu haha.. ya masa foto kusam dan gelap sembarangan mau kita posting sih bisa2 ganggu timeline org kaan hihi.. aku pun juga masih belajar bisa ngasilin konten yang bagus yaitu dari foto dan caption yang menarik :) perlu banyak belajar juga nih dr mba zata biar jadi influencer dan blogger yang kompeten. Hehee kalo menurut aku ga papa mba belum nyampe 10ribu followers yang penting folowrrs asli yaa bukan palsu hihi piss ah tapi emg agency skrg mah pastinya udah pinter dan bisa tau mana yang asli dan palsu yaa hehe

    BalasHapus
  33. ciamik bgt nih tipsnya, mba. terima kasih.

    BalasHapus
  34. Caranya harus ditiru nih, pantesan followers nya banyak. Saya dari dulu gak sampai 1k. Semoga dwngan tips diatas followers saya segera melejit ya. Makasih kak

    BalasHapus
  35. Keren nih ...bisa ditiru..makasih mba untuk ilmunya

    BalasHapus