Menguji Kesabaran Lewat Investasi Saham



“A stock market is a device for transferring money from the impatient to the patient” - Warren Buffet.

“Pasar saham adalah alat untuk memindahkan uang dari yang tidak sabaran ke yang sabar”

Mengapa saya membuka artikel ini dengan quotes dari Warren Buffet di atas? Karena saya sangat setuju dengan isinya, bahwa pasar saham hanyalah untuk orang-orang yang sabar karena setelah menjalani sendiri selama hampir 6 bulan ini saya sangat merasakan bahwa kesabaran sangat dibutuhkan.

Sebenarnya saya sudah sangat tertarik berinvestasi saham bahkan sebelum anak ketiga saya lahir delapan tahun yang lalu. Hanya saja, saat itu saya masih bekerja kantoran dan merasa tidak punya waktu untuk belajar tentang saham. Saat itu juga rasanya di lingkungan saya belum biasa ada perempuan terutama seorang ibu bekerja yang serius berinvestasi saham. Saham masih dianggap ‘main’ saham dan beberapa teman saya percaya bahwa saham hanya untuk cari benefit besar dan cepat, juga beresiko sangat tinggi.

Setelah saya mulai belajar dengan serius soal saham ini, lewat Sekolah Pasar Modal Bursa Efek Indonesia serta dengan berkonsultasi ke RHB Sekuritas, saya baru menyadari bahwa saham bukan permainan melainkan sebuah investasi. Jadi istilah main saham kita ganti jadi investasi saham, ya, karena saya tidak mau main-main dengan uang saya.

Kelas pertama SPM saya adalah kelas basic di mana saya benar-benar dikenalkan apa itu saham, apa itu sekuritas, bagaimana caranya jika ingin berinvestasi, dst. Setelah kelas kedua saya sudah langsung berkonsultasi dengan sekuritas yang mulai mengajari saya bagaimana jika ingin serius di bidang ini.
Saya diajari bagaimana cara memilih saham, menganalisa saham, dst. Menariknya, RHB Sekuritas punya aplikasi yang sangat membantu yaitu RHB Tradesmart ARO. Ayo coba pada download aplikasinya di Appstore atau Playstore, registrasinya juga gratis lho.

Aplikasi ini membantu saya selalu ‘alert’ jika ada saham yang sedang turun/naik dan bagus untuk dibeli/dijual. Lewat ARO saya juga jadi bisa punya daftar saham yang saya incar, yaitu lewat fitur watchlist.

Bulan pertama belajar saham, saya belum langsung memutuskan untuk berinvestasi. Saya masih berusaha meyakinkan diri (dan suami tentunya) bahwa ini adalah investasi yang baik bagi kami.

Bulan kedua saya merasa sudah mantap, suami pun mendukung. Barulah kami menghubungi RHB Sekuritas untuk minta bantuan soal pembukaan rekening saham.

Ya, meskipun di bulan pertama saya sudah cukup yakin, namun saya dan suami berusaha untuk bersabar, kami menganalisa situasi keuangan kami terlebih dahulu. Mengapa? Karena saat kami memutuskan berinvestasi ataupun trading, kami mau melakukannya dengan sepenuh hati, tidak khawatir bahwa uang yang kami pakai adalah uang cicilan rumah atau uang tabungan sekolah anak-anak, dst.

Bulan ketiga dan keempat saya merasa mulai mahir dalam menganalisa dan membeli/menjual saham milik saya. Meskipun semuanya saya lakukan dari aplikasi RHB Tradesmart Syariah yang ada di smartphone saya, namun RHB Sekuritas selalu memantau dan memberikan masukan-masukan yang sangat berharga.

Nah, di bulan kelima saya sudah mulai merasakan hasilnya, seperti yang saya ceritakan di sini . Saya senang sekali bahwa meski belum signifikan namun kesabaran saya berinvestasi saham sudah mulai kelihatan.

Namun, saat ini, ketika pandemi virus Corona membuat harga saham ikut turun, saya agak menahan diri untuk tidak panik dan tidak main jual atau beli. Kembali lagi bahwa menurut saya saham adalah untuk orang-orang yang sabar. Saat ini saya merasa cukup tenang karena di saat seperti ini market menjadi merah adalah sesuatu hal yang sangat masuk akal. 

Saya tetap tenang dan menyusun strategi, salah satunya adalah dengan tidak menjual saham yang saya miliki serta kembali berinvestasi pada saham incaran saya yang harganya sedang turun drastis.

Semoga situasi ini akan segera membaik, yaa..

Sampai ketemu di artikel berikutnya. Saya akan update terus tentang kegiatan saya soal saham.

#SahamIsEasy
#AmanahJadiMudah
#TradeEasier
#InvestSmarter

*********

1 comments

  1. Saya juga invest di saham, mbak. Emang perasaan dibawa naik turun udah kayak nonton drakor aja wkwkwk. Pernah ngerasain lihat porto ijo royo-royo tapi karena covid pun saya ngerasain porto merah membara. Tapi karena ini untuk jangka panjang dan dana dingin jadi masih bisa tenang walau pun hati meringis :D

    BalasHapus