Panduan Lengkap Memulai Usaha untuk Perempuan | TIPS


Karena sering sekali menulis dan mewawancarai orang soal wirausaha terutama buat perempuan, saya mendapat banyak pertanyaan tiap kali mengisi acara workshop maupun sekedar ngobrol dengan beberapa teman. Pertanyaannya bermacam-macam dan kadang tidak bisa dijawab tuntas lewat sesi tanya jawab atau lewat obrolan singkat saja.

Lewat artikel ini, saya ingin merangkum semua yang saya dapatkan lewat wawancara yang saya lakukan, workshop dan seminar yang saya ikuti, sampai pengalaman pribadi. Pastinya artikel ini masih jauh dari sempurna, namun mudah-mudahan, di masa krisis karena Covid 19 ini, artikel ini bisa menjadi salah satu penyemangat buat pembaca terutama para perempuan hebat di Indonesia. Selamat membaca !


Saya pernah beberapa kali ngobrol langsung dengan Futri Zulya, seorang mamapreneur pemilik PT. BMI yang juga memiliki beragam usaha di bidang kecantikan antara lain klinik Z Glow. Salah satu pertemuan saya dengan Futri Zulya adalah di acara bincang wanita yang diadakan oleh ISB (Indonesian Social Blogpreneur) di mana narasumbernya adalah Futri Zulya,

Futri Zulya S. Mn, M. Bus. yang akrab dipanggil mba Puput ini memberikan motivasi yang luar biasa bagi para undangan yang hadir lewat presentasinya tentang "How To Start A Bussiness."

Menurutnya ada banyak alasan mengapa wanita harus terjun ke dunia bisnis. Antara lain perkembangan teknologi yang pesat yang memudahkan wanita untuk bekerja dari mana saja, termasuk dari rumah. Hobi, aktualisasi diri serta kebutuhan untuk menambah penghasilan juga merupakan alasan mengapa wanita terjun ke dunia usaha.

Lalu apa keuntungannya saat kita sebagai wanita, terutama setelah berkeluarga dan punya anak, memutuskan untuk menjadi mamapreneur?. Tentu saja banyak, misalnya kita bisa mengatur jadwal sendiri, bisa menyesuaikan usaha kita dengan keluarga kita, punya uang tambahan, membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, dan yang terpenting adalah kita menjadi pribadi yang terus berkembang.

Dari hasil obrolan bersama mba Puput, saya menyimak kurang lebih 5 kiat agar sukses dalam memulai usaha serta menjalankan usaha tersebut.

TEMUKAN PASSION KAMU
Ya, find your passion adalah yang pertama kali harus kita pikirkan saat hendak memulai usaha. Saya setuju sekali dengan hal ini. Karena usaha tanpa passion biasanya, sih, nggak akan tahan lama.

Jangan mentang-mentang bisnis kue artis sedang trend misalnya, lalu kita ikut-ikutan membuka usaha tersebut, padahal passion kita bukan dibidang baking.

Pada kesempatan tersebut saya bertanya pada mba Puput, bagaimana cara mengerucutkan ide usaha apabila saya punya banyak ide dan punya banyak hobi dan passion.

Riset! itu jawaban mba Puput. Ia sendiri mencontohkan, sebelum akhirnya membuka usaha di bidang kecantikan yaitu Z Beauty, Z Glow, dan Z Academy, ia melalui proses yang panjang. Mencari tahu apa passionnya, bahkan sampai 'mewawancarai' keluarganya tentang apa hal yang paling ia suka.

TENTUKAN PRIORITAS DAN MINTA DUKUNGAN
Saat kita sudah menemukan apa passion kita serta ide usaha yang ingin kita jalankan. Selanjutnya adalah mulai menentukan prioritas.

Ya, menurut mba Puput, kita harus realistis. Karena kita adalah istri dan ibu, prioritas utama kita adalah keluarga. Pastikan anak-anak dan suami terurus dengan baik baru kita menyisihkan waktu untuk usaha.

Agar usaha kita berkelanjutan, tidak setengah-setengah, diperlukan bussiness plan atau perencanaan usaha yang baik.

Nah, kemudian yang tak kalah pentingnya adalah membangun support system atau dukungan. Kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Ada peran penting suami, mertua, orangtua, serta baby sitter dan ART  dalam memuluskan jalan kita menjadi mamapreneur yang sukses.
Seneng banget bisa ngobrol sama mba Puput dan dimakeup-in langsung sama beliau :)
PERENCANAAN USAHA
Membuat bussiness planning atau perencanaan usaha menjadi salah satu bagian yang penting, bisa diawali dengan membuat riset serta analisa SWOT.

Strength - Analisa apa saja yang menjadi kekuatan usaha kita. Bagaimana kekuatan tersebut bisa kita gunakan untuk memajukan usaha kita.

Weakness - Apa kelemahan usaha kita. Misalnya harga bahan kue yang mahal (jika kita berbisnis kue) lalu cari solusinya, apakah ada bahan pengganti yang lebih murah yang tidak akan mengurangi kualitas kue buatan kita.

Opportunities - Analisa kesempatan-kesempatan yang terbuka untuk usaha kita. Saat healthy lifestyle makin trend seperti sekarang mungkin melebarkan sayap ke usaha makanan sehat menjadi kesempatan bagi kita yang memang sudah bergerak di bisnis makanan.

Threat - Buat daftar apa saja yang bisa menjadi ancaman bagi usaha kita. Kompetitor yang banyak bermunculan bisa menjadi ancaman bagi usaha kita.

LAKUKAN RISET DAN MAKSIMALKAN INTERNET
Lakukan riset sebanyak-banyaknya. Internet telah memberi begitu banyak kemudahan dalam hal informasi mengenai usaha, jadi jangan disia-siakan.

Berselancarlah di dunia maya, pelajari bisnis yang ingin kita buka, bagaimana pengalaman orang lain dalam menjalankan bisnisnya, baca literatur-literatur yang mendukung usaha kita dan jangan segan juga untuk meminta pendapat orang lain.

Tapi ingat bahwa keputusan akhir ada di tangan kita karena kita lah yang paling menganl diri kita sendiri.

LAKUKAN !
Apa gunanya segala perencanaan dan cita-cita muluk yang sudah kita buat jika tidak ada action. Ya, jadikan perencanaan bisnis tadi sebagai aksi nyata dengan benar-benar memulai usaha kita.

Saat melakukan eksekusi alias aksi nyata, tentu saja kita membutuhkan modal usaha. Jika kita belum memiliki modal yang cukup, mba Puput memberi beberapa saran dari mana modal usah bisa kita dapatkan.

Pertama, dari tabungan. Ya, jika baru memulai usaha, sebisa mungkin gunakan uang sendiri. Jika uang tabungan tidak cukup, kita bisa menjual aset dan barang berharga kita.

Enggan menjual barang berharga kita? Gadaikan saja. Atau bisa juga meminjam kepada keluarga dekat. Namun, meski meminjam pada keluarga, sebaiknya buat surat perjanjian agar aman, baik bagi pemberi pinjaman juga bagi kita sebagai peminjamnya.

Networking menjadi pilihan juga dalam mencari modal usaha. Mba Puput mencontohkan bahwa pertemuan-pertemuan seperti acara bincang wanita tersebut adalah salah satu bentuk berjejaring yang bagus. Kita bisa mendapat banyak teman yang memiliki passion yang sama bahkan mungkin bisa menemukan investor yang tertarik dengan ide usaha kita.

Ia mengingatkan agar kita selalu membawa kartu nama dan proposal bisnis saat berjejaring untuk memudahkan kita menawarkan ide usaha kita pada calon investor.

Bekerjasama misalnya dengan teman atau pun orang lain juga menjadi pilihan. Nanti pembagian untung dan seterusnya dibicarakan secara rinci agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Salah satu cara mendapatkan modal usaha yang banyak ditempuh adalah meminta pinjaman dari bank. Sama halnya dengan pinjaman-pinjaman lainnya, tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi saat meminjam uang ke bank. Kita bisa mendatangi bank yang kita inginkan dan menanyakan rinciannya di sana.

Catatan : Karena di masa pandemi Covid 19 ini tidak memungkinkan bagi kita untuk berjejaring secara langsung dan bertemu calon investor, saran saya adalah buat proposal bisnis yang lengkap tapi menarik dan mudah dimengerti, lalu kirimkan proposal tersebut lewat email (kalau sudah cukup dekat boleh kirim lewat whatsapp) pada para kenalan kita yang berpotensi menjadi investor.

Jika ternyata ada yang tertarik, jangan tunggu lama, tawarkan untuk presentasi lewat video call. Ceritakan secara lengkap dan jelas rencana bisnis kita dan bagaimana bisnis tersebut bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak.

KEUANGAN & LEGALITAS
Selain hal penting yang sudah dijelaskan di atas, hal lainnya yang tak kalah penting adalah soal perencanaan keuangan dan legalitas.

Tips keuangan dari mba Puput bisa jadi satu artikel sendiri, nih, karena lengkap banget, tapi saya kasih sedikit ringkasannya ya...

Intinya keuangan harus dipisah antara keuangan rumah tangga dan keuangan usaha. Uang juga harus dikelola dengan baik karena uang adalah pemenuhan kebutuhan yang sifatnya terbatas.

Uang pun harus cermat dikelola dengan menyisihkannya sesuai penempatan misalnya untuk dana darurat, asuransi, tabungan, zakat dan seterusnya.

Untuk urusan legalitas, jangan lupa untuk mengurus HKI atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang atau jasa, hak paten, dan lainnya jika diperlukan. Membentuk badan hukum seperti CV ataupun PT jika usaha sudah berjalan dengan perputaran uang yang cukup besar.

Gimana? Lengkap banget, kan, kiat bisnis dari mba Futri Zulya ini?. Tunggu apalagi, kalau sudah punya rencana bisnis yang telah dipikirkan matang-matang sebelumnya, langsung aja activate!



Keinginan untuk bekerja dari rumah serta membangun bisnis dari rumah sudah begitu besar dan rasanya kita sudah siap, namun usaha dan pekerjaan apa saja yang cocok dilakukan dari rumah, apalagi di masa social and physical distancing ini?

Berikut 5 ide usaha dan pekerjaan yang bisa kita lakukan dari rumah. Sama seperti pekerjaan dan usaha-usaha lainnya, usaha dan pekerjaan di bawah ini tetap harus dilakukan secara profesional untuk mencapai sukses.

Daftar ini sama dengan yang saya sampaikan saat menjadi pembicara di Kejaksaan Agung dengan tema "5 Ide Usaha Rumahan dan Cara Mempromosikannya". Hal ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi, hasil diskusi panjang dengan teman, sampai browsing dan melakukan riset kecil-kecilan.

Berikut beberapa idenya :

1. Tutor Online & Kursus Online
Saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai pekerjaan ini secara serius. Bayangkan, ada banyak sekali orangtua terutama para mama di luar sana yang keteteran mengajar anak-anaknya di rumah. Meski anak-anak tetap bersekolah dengan sistem homeschooling dan online class, namun bantuan dari tutor online tetap sangat diperlukan.

Jika kamu punya passion mengajar anak-anak-anak tanpa harus meninggalkan rumah, buruan, langsung bikin CV dan penawaran lalu kirim deh ke sesama orangtua murid, ke grup whatsapp, dll.

Kamu juga bisa membuka kursus online. Di dunia yang serba digital ini, banyak hal yang bisa dikerjakan secara online, termasuk memberi kursus.

Ada banyak kursus yang bisa kita berikan secara online, mulai dari kursus bahasa Inggris, kursus digital marketing, bahkan sampai kursus memasak sekalipun.

Ada kisah sukses yang bisa kita jadikan inspirasi, misalnya Dapur Lindawaty yang membuka kursus online memasak juga menjual e-book buku memasaknya. Kisah selengkapnya bisa dibaca di sini, ya.

2. Jualan Online 

Jualannya di rumah aja dan kencengin jualan online, misalnya yang hobi nyambel dan terkenal sambelnya enak, kenapa nggak coba jualan sambel online seperti Sambal Bu Rudy yang terkenal banget itu?.

Atau punya hobi yang berbau fashion? jualan baju dan aksesoris online menjadi pilihan menarik. Ada banyak e-commerce dan platform media sosial yang bisa kita gunakan secara gratis untuk berjualan online.

3. Network Marketer
Kalau kamu ingin jualan sambil berbagi namun tidak punya produknya, kamu bisa mencoba menjadi network marketer. Pekerjaan ini, sama halnya dengan banyak pekerjaan lainnya, jika dilakukan dengan serius akan sangat menguntungkan, lho.

Syaratnya kamu suka berjejaring dan bekerja dalam tim.  Kamu juga harus memilih perusahaan network marketing yang memiliki produk yang sangat bagus serta sistem kompensasi yang fair.

Untuk memulai, sebaiknya lakukan riset dulu. Cari perusahaan-perusaan yang menurut kamu bagus, setelah menemukan yang cocok, hubungi dulu kenalan yang pernah atau ada di bisnis ini, sehingga kamu bisa menghemat waktu untuk belajar. Pekerjaan ini sangat cocok bagi yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

Tunggu eBook saya tentang ide-ide yang lebih detail, ya ...

4. Fotografer Produk

Suka fotografi dan punya peralatan yang mendukung? tawarkan jasa foto produk dari rumah! Ya, tetap bisa dari rumah, kok. Minta klien kirim produknya ke rumah kamu lalu kamu bisa membuat foto produk dengan nyaman di rumah. Hasil fotonya bisa dikirim via google drive atau wetransfer.

Mulai dulu menawarkan diri pada teman-teman dekat yang punya usaha kecil. Bisa dengan barter produk saja pada awalnya. Saat sudah mulai banyak contoh/portfolio kita sudah bisa menawarkan jasa kita secara lebih profesional.

Masa pandemi ini adalah masa yang tepat untuk memulai usaha ini.

5. Blogger  

Suka nulis? Punya smartphone, lebih bagus lagi kalau punya laptop atau pun PC (personal computer) di rumah? Ya, udah cukup banget ini untuk memulai sebuah blog. Kamu bisa menuliskan pengalaman kamu di blog lalu saat blog sudah mulai ramai, bisa mulai menerima kerjasama dengan brand.

Ngomongin soal usaha sampingan sebagai blogger, salah satu cara mendapatkan penghasilannya adalah dengan menjual barang dan jasa lewat blog, menerima kerjasama endorsement dengan brand sampai ikutan kompetisi blog. Seru, kan?

Btw, ngomongin soal blogging dan uang, dengerin wawancara podcast emaksetrong.id dengan saya tentang BLOGGING SECARA PROFESIONAL di sini, ya..





Ok, keinginan untuk bekerja dan berusaha dari rumah sudah ada, ide bisnis pun sudah dapat dan sudah dimulai. Apalagi?

Ini adalah saat yang tepat untuk mulai menyebarkan pada sebanyak-banyaknya orang dan calon pelanggan tentang usaha kita. Cara tercepat dan termurah adalah lewat media sosial seperti facebook dan instagram. Serta jangan lupa untuk mulai membangun personal brand kamu sebagai seorang mamapreneur.

Untuk itu ada banyak hal yang perlu diusahakan dan diperbaiki ya, salah satunya dengan memaksimalkan pengelolaan sosial media bisnis kita.

Ada banyak cara dan kiat untuk memaksimalkan media sosial usaha kita, nah kali ini kita bahas sedikit soal kiat mengelola facebook untuk usaha kita, yuk..

Pastinya semua sudah paham dan biasa menggunakan facebook, ya, namun kadang, ada hal-hal kecil yang terlewat dan mungkin lupa kita amalkan, hehehe..

Berikut beberapa hal yang pelu diperhatikan dalam mengelola media sosial facebook kita:

JADWALKAN POSTINGAN - Merasa sudah sangat menguasai media sosial yang satu ini dan tidak membuat rencana postingan? Sayang banget, lho, karena dengan merencanakan postingan-postingan kita, akan banyak hal yang bisa kita dapatkan, antara lain target audience yang tepat serta engagement yang lebih besar.

Jangan pula hanya memposting lalu kita tinggalkan begitu saja, tidak dimaintain, dicek, di-boost, dst.

Jadi, setelah posting, secara berkala cek postingan tersebut, lihat jumlah likes (meski ini bukan jaminan postingan kita sukses atau tidak, ya..), lihat komentar yang masuk, dan siapkan waktu khusus untuk membalas komentar satu per satu.

KREATIF - Jangan hanya memposting foto-foto jualan biasa. Kreasikan postingan kita agar lebih menarik.

Misalnya sesekali tampilkan quotes yang inspiratif, bisa juga foto-foto tutorial misalnya jika jualan kita adalah hijab, buat foto mau pun video tutorial memakai hijab. Tutorial membuat kue rumahan jika jualan kita adalah bahan-bahan kue, dst.

RESPONSIF - Jaga engagement dengan selalu berusaha menjawab komentar dan pertanyaan dari pelanggan maupun calon pelanggan. Jangan biarkan konsumen dan calon konsumen menunggu terlalu lama, apalagi jika pertanyaannya spesifik soal produk kita.

Sabar juga menjadi satu keharusan di sosial media. Balas satu-satu jika pertanyaannya berbeda, namun jika pertanyaannya mirip-mirip boleh juga untuk disatukan.

COVER PHOTO YANG MENJUAL - Gunakan cover photo yang merepresentasikan usaha dan produk kita. Pilih foto yang menarik dan mudah diingat, syukur2 bisa membuat pelanggan dan calon pelanggan lebih lama berada di halaman facebook kita dan melihat-lihat isinya.

Jika usaha kita di bidang makanan, pasang foto makanan yang menimbulkan selera. Atau jika produk usaha kita adalah jasa, pasang foto saat kegiatan atau jasa sedang berlangsung, misalnya sanggar senam, ya foto orang sedang senam mmisalnya.

VISUAL - Sama halnya seperti di instagram, di media sosial facebook pun terbukti bahwa orang lebih suka melihat gambar dan video ketimbang membaca dan melihat teks yang terlalu panjang.

JANGAN NYINYIR - Membuat postingan selain jualan sangat disarankan sesekali, namun jangan sampai saat lagi nggak posting soal jualan, kita malah bikin status atau pun posting hal-hal yang 'nyinyir' dan sara. Misalnya soal pilihan politik.

Begitu juga soal tata krama membalas komentar. Jangan sampai ada yang bertanya soal ukuran barang dagangan kita (padahal sudah ada dicaption), lalu kita membalas dengan "budayakan membaca ya sis. Kan udah ditulis dikepsyen ukuran-ukurannya." Padahal nggak rugi juga kan kalau kita tulis, "Ada dicaption, kok, sis. Silakan dilihat lagi yaaa :)" dengan menambahkan ikon senyum misalnya.

Nah, itu sharing soal facebook, ada juga sharing mengelola instagram dan personal branding yang bisa kamu lihat di MODUL PINTAR SISTERNET, ya. Ada banyak ide dan inspirasi buat kita kaum perempuan di sana.


Gimana, teman-teman, semoga makin semangat untuk bekerja dan berusaha dari rumah di masa social and physical distancing ini, ya..

Oh ya, baca juga beberapa artikel di bawah ini yang berkaitan dengan tips usaha dari rumah :










0 comments